15 : Cafe dan Hujan

Mata mereka saling bertatapan sejak beberapa menit yang lalu, tapi tidak ada satupun yang mau memulai percakapan mereka berkecamuk dengan isi fikirannya masing-masing. Setelah berhasil mendapat izin untuk ke kamar mandi Alex bergegas pergi uks untuk melihat Devina, ada rasa bersalah yang melingkup dirinya dan meminta dia untuk segera menemui Devina lalu meminta maaf.

Sungguh Alex tidak tau kalau Hara akan berniat senekat itu dan dia benar-benar marah pada mantan kekasihnya, sudah dia bilang kalau Devina sama sekali tidak bersalah untuk putusnya hubungan mereka. Sekarang melihat Devina yang diam dengan pipi yang masih sedikit memerah membuat Alex merasa begitu bersalah, baru saja dia mau melangkah maju, tapi kejadian ini malah semakin memundurkan langkahnya.

"Vina"

Akhirnya Alex bersuara dan Devina hanya menanggapi dengan gumaman pelan sambil menunggu kata selanjutnya akan pria itu ucapkan.

"Maaf, semuanya salah gue." Kata Alex

Devina tersenyum kecil lalu menggelengkan kepalanya pelan.

"Enggak papa mungkin memang salah aku harusnya kita..."

"Harusnya dia yang gak ikut campur Vin, lo gak salah, tapi kenapa dia malah ngelakuin ini? Kalaupun ada yang berhak untu disalahin itu gue bukan lo." Kata Alex memotong ucapan Devina dengan penuh kekesalan

Saat Alex mau menggenggam tangannya Devina segera menarik tangannya dan mengepalkan dengan erat.

"Vin"

"Alex aku merasa bersalah sama Hara, dia bilang kamu lebih sering ketemu sama aku dan chat aku dari pada dia yang saat itu masih pacar kamu." Kata Devina

Alex terdiam mendengarnya dalam hati dia merutuki dirinya sendiri yang selalu bermain-main dalam hubungan dan membuat dia jadi terjebak begini.

Iya, dia akui bahwa selama berpacaran dengan Hara mereka jarang jalan bersama atau chat setiap saat seperti pasangan kekasih yang lainnya.

Dia juga mengakui kalau dia lebih sering melakukannya dengan Devina, mungkin tidak dengan jalan bersama.

"Vina, semuanya salah aku, iya aku memang jarang chat atau ketemu sama Hara dan semua memang karena kamu,"

Devina kembali menatap Alex dan menunggu pria itu melanjutkan ucapannya.

Pria itu mengubah kata gue-lo menjadi aku-kamu, seperti biasa dia bicara dengan Devina.

"Aku gak bohong waktu bilang aku suka sama kamu Vin." Kata Alex

"Alex, tapi kamu..."

"Iya, aku memang pengecut dan gak punya pendirian karena deketin kamu disaat aku masih punya pacar, tapi aku serius Devina." Kata Alex lagi

Alex menatapnya dengan dalam membuat Devina jadi tidak bisa berkata apapun lagi.

"Vin, maafin aku karena buat kamu kayak gini, tapi jangan pernah merasa bersalah ini semua bukan salah kamu." Kata Alex

Hanya anggukan singkat yang dapat Devina berikan dan hal itu membuat Alex menghela nafasnya pelan lalu mengatakan bahwa dia harus kembali ke kelas.

Lagi, Devina hanya menjawabnya dengan anggukan singkat.

"Maaf Vin"

Setelah mengucapkan kata maaf Alex benar-benar pergi meninggalkan Devina yang kembali diam dengan pandangan lurus ke depan.

Apa dia salah karena bersikap seperti ini pada Alex?

Mungkin untuk sekarang Devina akan menjaga jarak dari Alex agar semuanya membaik, tapi dia takut dengan apa yang akan dilakukan kembarannya.

Setelah keluar dari uks Alex tidak kembali ke kelas melainkan melangkahkan kakinya menuju rooftop, dia tidak mood untuk masuk ke dalam kelas. Saat memasuki rooftop Alex langsung mendudukkan dirinya disana lalu memejamkan matanya sambil bersandara pada kursi yang ada disana.

'Lex gue gak mau sampai Devina kayak gini lagi, sementara waktu ini jaga jarak dari dia'

Alex menggeram kesal, semua karena Hara dia semakin menjauh dari Devina.

'Gue gak melarang lo untuk dekat sama dia, tapi untuk sementara waktu ini jaga jarak sama Devina'

Ya, hanya sementara.

Alex akan menuruti perkataan Devano dia akan menjaga jarak dari Devina untuk sementara waktu.

Dia akan membuktikan bahwa dia benar-benar menyukai Devina dan kali ini tidak ada yang namanya main-main, Alex serius.

Hanya sementara, dia akan menjauh untuk sementara.

¤¤¤

Saat bel pulang berbunyi Devano pergi ke kelas Devina untuk mengambil tas milik kembarannya lalu pergi ke uks, mereka akan pulang bersama seperti biasanya. Memasuki salah satu bilik uks Devano melihat kembarannya yang sedang tertidur dan membuatnya tersenyum tipis lalu membangunkannya dengan lembut.

"Vina"

Menepuk pelan pipi kembarannya hingga berkali-kali Devano berhasil membuat mata indah Devina terbuka lalu menatapnya sambil tersenyum.

"Udah pulang ya?" Tanya Devina yang dijawab dengan anggukan oleh kembarannya

"Ini aku udah bawaiin tas kamu." Kata Devano membuat Devina tersenyum senang

"Makasihh"

Mengangguk singkat Devano mengajak kembarannya untuk segera pulang dan keduanya bersama-sama berjalan menuju parkiran.

Semua orang tau betapa Devano menyayangi Devina bahkan pria itu pernah memaki orang yang berani mengatakan hal buruk pada kembarannya.

Lebih dari seorang kembaran orang lain melihat Devano sebagai seorang Kakak yang melindungi adik kecilnya.

"Vanooo"

"Hmm"

"Pipinya udah enggak kelihatan merah kan? Nanti kalau masih merah aku ditanyaiin sama Mommy dan Daddy." Kata Devina

Devano menghentikan langkahnya dan melihat pipi kanan Devina yang sudah tidak memerah lagi, tapi karena kesal dia malah berniat membohongi kembarannya.

"Masih, tapi biarin aja nanti kalau ditanya aku yang bakal jawab dan bilang semuanya." Kata Devano membuat Devina mengerucutkan bibirnya kesal

"Ihh kan udah janji enggak bakal kasih tau Mommy sama Daddy." Keluh Devina

"Biarin aja kenapa sih Vin?" Kata Devano kesal

"Nanti Daddy marah." Kata Devina pelan

"Marahnya bukan sama kamu Vin." Kata Devano lagi

"Nanti dia marah sama Hara, dia enggak salah kok Van." Kata Devina pelan membuat Devano menatapnya dengan sebal

Tapi, tatapan Devina begitu polos dan membuatnya mencubit pipi kirinya dengan gemas.

"Kamu juga enggak salah." Kata Devano kesal

"Tapi..."

"Diam! Kita pulang." Kata Devano membuat Devina langsung menutup mulutnya dan mengikuti langkah kaki kembarannya

Saat sampai di parkiran Devano langsung memakaikan helm untuk Devina dan memintanya untuk segera naik, tapi Devina menahannya lalu meminta sebuah permintaan.

"Mau ke kedai ice cream." Kata Devina sambil tersenyum

Devano baru akan bicara, tapi Devina memohon dengan wajah lucunya.

Dia akan selalu kalah pada kembarannya.

"Mau ya Van? Pleaseeee." Kata Devina

Menutup kaca helmya Devano mengangguk singkat membuat Devina berseru senang dan langsung menaiki motornya.

Devano sangat benci ketika melihat kembarannya menangis apalagi kalau sampai terluka, tapi Hara malah melakukan keduanya.

Dia membuat Devina menangis.

Dia juga membuat Devina terluka.

Devano tidak mungkin bisa memaafkannya, tapi Devina dengan polosnya malah mengatakan bahwa Hara tidak salah.

Entahlah Devano selalu kesal kalau Devina terlalu baik pada seseorang.

Saat sampai di kedai ice cream langganan Devina yang letaknya tidak terlalu jauh dari sekolah senyum manis gadis itu terbentuk, dia seolah lupa dengan semua kesedihannya dan menarik Devano untuk segera masuk.

Setelah memesan dan mendapatkan ice cream coklat kesukaannya Devina dengan semangat menyantapnya lalu ketika ingat sesuatu Devina kembali bicara.

"Vano"

"Hmm"

"Nanti malam aku mau keluar ya? Sama Ziko." Kata Devina membuat Devano mendongak dan menatapnya sebentar

"Kemana?" Tanya Devano

"Mau ke cafe katanya malam ini dia mau manggung sama band nya aku mau lihat, boleh kan?" Kata Devina

"Hmm bilang Mommy sama Daddy dulu." Kata Devano membuat Devina tersenyum senang

Baru akan bicara Devano sudah lebih dulu mengatakan sesuatu yang membuat bibir Devina kembali mengerucut sebal.

"Pakai baju panjang sama kaos kaki jangan lupa, angin malam gak baik buat kamu." Kata Devano

Devina hanya bisa mengangguk patuh karena kalau tidak Devano tidak akan segan untuk mengunci pintu kamarnya agar dia tidak keluar.

Iya, memang seperti itu dan ketika meminta pertolongan kedua orang tuanya mereka malah mendukung Devano.

Jadi Devina tidak punya pilihan selain menurut.

"Ziko gak pernah aneh-aneh kan?" Tanya Devano dengan penuh selidik

"Enggak kok dia baik banget tau Van sering traktir aku jajan di kantin." Kata Devina senang

Mengangguk singkat Devano segera menghabiskan ice creamnya agar segera habis dan bisa pulang ke rumah, dia mau rebahan.

Hari ini cukup menguras tenaganya.

Dia sedikit menyesal membiarkan Alex mendekati kembarannya.

Entahlah Devano harap ini yang terakhir dia melihat Devina diperlakukan dengan tidak baik.

¤¤¤

"MOMMY VANO JAHAT!"

Sambil memasang wajah sedihnya Devina berlari keluar kamar dan menghampiri orang tuanya yang ada di ruang keluarga. Saat ini Devina sangat kesal dengan kembarannya yang menyuruh dia memakai pakaian seperti sedang musim dingin saja, dia bisa ditatap aneh dengan orang-orang nantinya.

"Mommyyy"

"Ada apa sayang?" Tanya Fahisa ketika melihat anaknya datang dengan wajah cemberut

"Vano jahattt bangett sama aku." Adunya dengan kesal

Sesaat setelahnya Devano muncul dari balik pintu dengan wajahnya yang datar.

"Ada apa Vano?" Tanya Fahisa lembut

"Aku hanya memilihkan pakaian untuk Vina yang malam ini mau keluar." Kata Devano sambil mengangkat bahunya acuh

"Mommy aku kan mau ke cafe, tapi Vano pilihin baju udah kayak mau ke musim dingin aja." Keluh Devina membuat Fahisa tersenyum ketika mendengarnya

Devina berdiri dan menunjukkan pakaian yang sedang dia pakai.

Sweater tebal dan rok panjang serta kaos kaki yang tertutup sepatu sneakers.

"Lihat, masa aku pakai baju gini? Udah itu Vano masih suruh pakai jaket juga nanti Vina diketawaiin orang-orang." Kata Devina kesal

Daffa menghela nafasnya pelan dan menatap Devano yang hanya mengangkat bahunya acuh.

"Kenapa Daddy? Di luar anginnya besar aku tidak salah." Kata Devano

Devina menatapnya dengan sengit, tapi Devano bersikap acuh.

"Mommyyy"

"Pakai ini saja, tapi enggak usah pakai jaket lagi ini sudah cukup tebal." Kata Fahisa

Devina mengerucutkan bibirnya kesal membuat kembarannya mengatakan sesuatu yang membuat dia semakin kesal dan melempar Devano dengan remote Tv yang ada di meja.

"Kalau gak mau gak usah pergi"

Beruntung Devano menghindar.

"Vinaaa"

Devina masih terlihat kesal, tapi dia hanya bisa mengalah lalu berjalan keluar untuk kembali ke kamarnya dan mengecek apa Ziko sudah samai aau belum.

"Ngambekan"

"Diam"

"Ngambek"

"Vanooo"

"Jangab cemberut jelek tau"

"Ihh nyebelin"

Devina memukul-mukul lengan Devano dengan kesal lalu bergegas ke kamarnya.

Bersamaan dengan dia yang masuk ke dalam kamar ponselnya berbunyi membuat Devina bergegas melihatnya, ternyata Ziko sudah sampai.

Setelah dia dan Ziko meminta izin kepada kedua orang tuanya sekarang mereka sudah berada di luar dan Ziko langsung memberikan helm kepada gadisnya, tapi dia melihat wajah Devina yang terlihat tidak bersemangat.

"Kok cemberut?" Tanya Ziko

"Vano nyebelinnn." Rengek Devina membuat Ziko tertawa melihatnya

Lucu sekali wajah cemberut gadisnya.

"Kenapa?" Tanya Ziko

"Masa aku suruh pakai ini! Lihat dong aneh banget." Keluh Devina

Ziko diam dan memperhatikan Devina, tidak ada yang aneh dia tetap terlihat cantik dimatanya.

"Aneh apanya? Kamu tetap cantik." Kata Ziko

Devina memang selalu cantik dimata Ziko.

¤¤¤

Sekitar pukul setengah delapan malam mereka sampai di cafe yang cukup ramai dan masih ada setengah jam lagi sebelum Ziko dan yang lainnya tampil. Sekarang mereka berdua sedang duduk sambil menikmati secangkir kopi dan mengobrol singkat.

Semua rasa kesal Devina hilang begitu saja ketika sampai, tempat ini menenangkan.

Saat ini masih ada yang sedang tampil menyanyikan sebuah lagu, kata Ziko mereka memang bergantian untuk tampil.

"Kamu sering tampil disini?" Tanya Devina

"Baru beberapa minggu belakangan ini sih Vin." Kata Ziko

Devina mengangguk faham dan kembali menyeruput kopinya lalu menatap keluar.

Tiba-tiba saja hujan turun membuat Devina membulatkan matanya.

Tidak terlalu deras, tapi cukup untuk membuat suasana menjadi lebih dingin, tapi pakaian pilihan Devano membuatnya tetap hangat.

"Yang lain udah pada datang?" Tanya Devina

"Mereka disana." Kata Ziko sambil menunjuk sisi pojok cafe

Devina kembali menganggukkan kepalanya lalu tersenyum.

"Suka?"

"Suka bangetttt"

Ziko tersenyum senang melihatnya.

Dia akan sering membuat senyum manis Devina terbentuk karena dirinya.

Sebentar lagi Ziko juga akan bernyanyi untuk gadisnya.

Ada sebuah lagu yang ingin dia nyanyikan untuk gadisnya.

Lagu yang menggambarkan perasaanya.

Dengan senyuman Ziko menatap Devina yang terlihat begitu senang.

¤¤¤

Update berapa yaaa hari inii😶

Terpopuler

Comments

Rokiyah Yulianti

Rokiyah Yulianti

penasaran bgt sama visualnya thor

2021-05-15

0

Desak Putu

Desak Putu

Baper asli😍😍

2021-02-09

1

Ran_kudo

Ran_kudo

visualnya passs bgt..

2020-09-23

21

lihat semua
Episodes
1 Devano Berlian Wijaya
2 Devina Berlian Wijaya
3 1 : SMA Kencana
4 2 : Antara Alex dan Ziko
5 3 : Alex dan Kisah Cintanya
6 4 : Pasar Malam
7 5 : Lapangan dan UKS
8 6 : Devano dan Adara
9 7 : Kamu Orang Baik
10 8 : Cara Lain
11 9 : Selangkah Lebih Maju
12 10 : Aku Boleh Cemburu?
13 11 : Bernyanyi Untukmu
14 12 : Adara dan Kehidupannya
15 13 : Devina Salah Tingkah
16 14 : Perusak Hubungan
17 15 : Cafe dan Hujan
18 16 : Lagu dan Luka
19 17 : Adara Alexander
20 18 : Aku Sayang Kamu Devano
21 19 : Si Posesif Devano
22 20 : Antara Ziko dan Alex
23 21 : Kamu Jahat
24 22 : Masih Marah
25 23 : Baikan?
26 24 : Jangan Dengarkan Mereka
27 25 : Aku Sayang Kamu Vin
28 26 : Aku Suka Dia
29 27 : Obat Tidur
30 28 : Pipiku Merona
31 29 : Aku Cinta Kamu
32 30 : Taken By Ziko
33 31 : Bahagia Selalu
34 32 : Pelukan Hangat Devano
35 33 : Si Keras Kepala
36 34 : Sweet Family
37 35 : Si Manja Devina
38 36 : Sayang
39 37 : Bersama Ziko
40 38 : Don't Cry
41 39 : Aku Cemburu!
42 40 : Tetap Disini
43 41 : Devano Marah
44 42 : Ziko Cemburu
45 43 : Maafin Aku Sayang
46 44 : Kekasih Nakal
47 45 : Hujan dan Teh Hangat
48 46 : Lari Pagi
49 47 : Semua Posesif
50 48 : Marahan
51 49 : Buku dan Sekotak Pizza
52 50 : Lagu Untuk Adara
53 51 : Si Posesif Ziko
54 52 : Namanya Harris
55 53 : Kesalahan Besar
56 54 : Marah dan Merah
57 55 : Pacaran
58 56 : Gara-gara Case Phone
59 57 : Kamu Tidak Akan Pergi Kan?
60 58 : Truth or Dare?
61 59 : Tentang Alex
62 60 : Kecewa
63 61 : Jangan Egois
64 62 : Aku Mau Sendiri
65 63 : Aku Mau Ikut!
66 64 : Bandara
67 65 : Pantai
68 66 : Devano Kangen!
69 67 : Terlupakan
70 68 : Masih Marah
71 69 : Kita Saudara
72 70 : My Beloved Twins
73 71 : Baikan
74 72 : Perlakuan Manis
75 73 : Cemburu!
76 74 : Kehujanan
77 75 : Aku Wanita Lemah
78 76 : Si Keras Kepala Devano
79 77 : Hug Me
80 78 : Pengganggu!
81 79 : Vano Cemburu
82 80 : Pengaruh Alex!
83 81 : Kalau Aku Pergi
84 82 : Belajar Bersama
85 83 : Dilema
86 84 : Jangan Marahi Vano
87 85 : Cepat Sembuh Sayang
88 OBSESSION
89 86 : Lagu Untuk Devina
90 87 : Selamat Ulang Tahun
91 88 : Hari Istimewa
92 89 : Ajakan Devano
93 90 : Vano Jorok!
94 91 : Anak Kesayangan
95 92 : Devano Sakit
96 93 : Bersama Devano
97 94 : A Day With Devano
98 95 : Manja
99 96 : Random
100 97 : Penakut
101 98 : Libur Sekolah
102 99 : Selamat Ulang Tahun Ziko
103 100 : Panik!
104 101 : Coba Aja
105 102 : Prom Night
106 S2 (1)
107 S2 (2)
108 S2 (3)
109 S2 (4)
110 S2 (5)
111 S2 (6)
112 S2 (7)
113 S2 (8)
114 S2 (9)
115 S2 (10)
116 S2 (11)
117 S2 (12)
118 S2 (13)
119 S2 (14)
120 S2 (15)
121 S2 (16)
122 S2 (17)
123 S2 (18)
124 S2 (19)
125 S2 (20)
126 S2 (21)
127 S2 (22)
128 S2 (23)
129 S2 (24)
130 S2 (25)
131 S2 (26)
132 S2 (27)
133 S2 (28)
134 S2 (29)
135 S2 (30)
136 S2 (31)
137 S2 (32)
138 S2 (33)
139 S2 (34)
140 S2 (35)
141 S2 (36)
142 S2 (37)
143 S2 (38)
144 S2 (39)
145 S2 (40)
146 S2 (41)
147 S2 (42)
148 S2 (43)
149 S2 (44)
150 S2 (45)
151 S2 (46)
152 S2 (47)
153 S2 (48)
154 S2 (49)
155 S2 (50)
156 S2 (51)
157 S2 (52)
158 S2 (53)
159 S2 (54)
160 S2 (55)
161 S2 (56)
162 S2 (57)
163 S2 (58)
164 S2 (59)
165 S2 (60)
166 S2 (61)
167 S2 (62)
168 S2 (63)
169 S2 (64)
170 S2 (65)
171 S2 (66)
172 S2 (67)
173 S2 (68)
174 S2 (69)
175 S2 (70)
176 S2 (71)
177 S2 (72)
178 S2 (73)
179 S2 (74)
180 S2 (75)
181 S2 (76)
182 S2 (77)
183 S2 (78)
184 S2 (79)
185 S2 (80)
186 S2 (81)
187 S2 (82)
188 S2 (83)
189 S2 (84)
190 S2 (85)
191 S2 (86)
192 S2 (87)
193 S2 (88)
194 S2 (89)
195 S2 (90)
196 S2 (91)
197 S2 (92)
198 S2 (93)
199 S2 (94)
200 S2 (95)
201 S2 (96)
202 S2 (97)
203 S2 (98)
204 S2 (99)
205 S2 (100)
206 S2 (101)
207 S2 (102)
208 S2 (103)
209 S2 (104)
210 S2 (105)
211 S2 (106)
212 S2 (107)
213 S2 (108)
214 S2 (109)
215 S2 (110)
216 S2 (111)
217 S2 (112)
218 S2 (113)
219 Extra Part (1)
220 Extra Part (2)
221 Extra Part (3)
222 Istri Manja Ziko!
223 Devano (1)
224 Devano (2)
225 Devano (3)
226 Devano (4)
227 Devano (5)
228 Devano (6)
229 Devano (7)
230 Devano (8)
231 Devano (9)
232 Devano (10)
233 Devano (11)
234 Devano (12)
235 Devano (13)
236 Devano (14)
237 Devano (15)
238 Devano (16)
239 Devano (17)
240 Devano (18)
241 Devano (19)
242 Devano (20)
243 Devano (21)
244 Devano (22)
245 Devano (23)
246 Devano (24)
247 Devano (25)
248 Devano (26)
249 Devano (27)
250 Devano (28)
251 Devano (29)
252 Devano (30)
253 Devano (31)
254 Devano (32)
255 Devano (33)
256 Devano (34)
257 Devano (35)
258 Devano (36)
259 Devano (37)
260 Devano (38)
261 Devano (39)
262 Devano (40)
263 Devano (41)
264 Devano (42)
265 Devano (43)
266 Devano (44)
267 Devano (45)
268 Devano (46)
269 Devano (47)
270 Devano (48)
271 Devano (49)
272 Devano (50)
273 Devano (51)
274 Devano (52)
275 Devano (53)
276 Devano (54)
277 Devano (55)
278 Devano (56)
279 Devano (57)
280 Devano (58)
281 Devano (59)
282 Devano (60)
283 Devano (61)
284 Devano (62)
285 Devano (63)
286 Devano (64)
287 Devano (65)
288 Devano (66)
289 Devano (67)
290 ....
291 Devano (68)
292 Devano (69)
293 Devano (70)
294 Devano (71)
295 Devano (72)
296 Devano (73)
297 Devano (74)
298 Devano (75)
299 Devano (76)
300 Devano (77)
301 ENDING
302 CERITA BARU!
Episodes

Updated 302 Episodes

1
Devano Berlian Wijaya
2
Devina Berlian Wijaya
3
1 : SMA Kencana
4
2 : Antara Alex dan Ziko
5
3 : Alex dan Kisah Cintanya
6
4 : Pasar Malam
7
5 : Lapangan dan UKS
8
6 : Devano dan Adara
9
7 : Kamu Orang Baik
10
8 : Cara Lain
11
9 : Selangkah Lebih Maju
12
10 : Aku Boleh Cemburu?
13
11 : Bernyanyi Untukmu
14
12 : Adara dan Kehidupannya
15
13 : Devina Salah Tingkah
16
14 : Perusak Hubungan
17
15 : Cafe dan Hujan
18
16 : Lagu dan Luka
19
17 : Adara Alexander
20
18 : Aku Sayang Kamu Devano
21
19 : Si Posesif Devano
22
20 : Antara Ziko dan Alex
23
21 : Kamu Jahat
24
22 : Masih Marah
25
23 : Baikan?
26
24 : Jangan Dengarkan Mereka
27
25 : Aku Sayang Kamu Vin
28
26 : Aku Suka Dia
29
27 : Obat Tidur
30
28 : Pipiku Merona
31
29 : Aku Cinta Kamu
32
30 : Taken By Ziko
33
31 : Bahagia Selalu
34
32 : Pelukan Hangat Devano
35
33 : Si Keras Kepala
36
34 : Sweet Family
37
35 : Si Manja Devina
38
36 : Sayang
39
37 : Bersama Ziko
40
38 : Don't Cry
41
39 : Aku Cemburu!
42
40 : Tetap Disini
43
41 : Devano Marah
44
42 : Ziko Cemburu
45
43 : Maafin Aku Sayang
46
44 : Kekasih Nakal
47
45 : Hujan dan Teh Hangat
48
46 : Lari Pagi
49
47 : Semua Posesif
50
48 : Marahan
51
49 : Buku dan Sekotak Pizza
52
50 : Lagu Untuk Adara
53
51 : Si Posesif Ziko
54
52 : Namanya Harris
55
53 : Kesalahan Besar
56
54 : Marah dan Merah
57
55 : Pacaran
58
56 : Gara-gara Case Phone
59
57 : Kamu Tidak Akan Pergi Kan?
60
58 : Truth or Dare?
61
59 : Tentang Alex
62
60 : Kecewa
63
61 : Jangan Egois
64
62 : Aku Mau Sendiri
65
63 : Aku Mau Ikut!
66
64 : Bandara
67
65 : Pantai
68
66 : Devano Kangen!
69
67 : Terlupakan
70
68 : Masih Marah
71
69 : Kita Saudara
72
70 : My Beloved Twins
73
71 : Baikan
74
72 : Perlakuan Manis
75
73 : Cemburu!
76
74 : Kehujanan
77
75 : Aku Wanita Lemah
78
76 : Si Keras Kepala Devano
79
77 : Hug Me
80
78 : Pengganggu!
81
79 : Vano Cemburu
82
80 : Pengaruh Alex!
83
81 : Kalau Aku Pergi
84
82 : Belajar Bersama
85
83 : Dilema
86
84 : Jangan Marahi Vano
87
85 : Cepat Sembuh Sayang
88
OBSESSION
89
86 : Lagu Untuk Devina
90
87 : Selamat Ulang Tahun
91
88 : Hari Istimewa
92
89 : Ajakan Devano
93
90 : Vano Jorok!
94
91 : Anak Kesayangan
95
92 : Devano Sakit
96
93 : Bersama Devano
97
94 : A Day With Devano
98
95 : Manja
99
96 : Random
100
97 : Penakut
101
98 : Libur Sekolah
102
99 : Selamat Ulang Tahun Ziko
103
100 : Panik!
104
101 : Coba Aja
105
102 : Prom Night
106
S2 (1)
107
S2 (2)
108
S2 (3)
109
S2 (4)
110
S2 (5)
111
S2 (6)
112
S2 (7)
113
S2 (8)
114
S2 (9)
115
S2 (10)
116
S2 (11)
117
S2 (12)
118
S2 (13)
119
S2 (14)
120
S2 (15)
121
S2 (16)
122
S2 (17)
123
S2 (18)
124
S2 (19)
125
S2 (20)
126
S2 (21)
127
S2 (22)
128
S2 (23)
129
S2 (24)
130
S2 (25)
131
S2 (26)
132
S2 (27)
133
S2 (28)
134
S2 (29)
135
S2 (30)
136
S2 (31)
137
S2 (32)
138
S2 (33)
139
S2 (34)
140
S2 (35)
141
S2 (36)
142
S2 (37)
143
S2 (38)
144
S2 (39)
145
S2 (40)
146
S2 (41)
147
S2 (42)
148
S2 (43)
149
S2 (44)
150
S2 (45)
151
S2 (46)
152
S2 (47)
153
S2 (48)
154
S2 (49)
155
S2 (50)
156
S2 (51)
157
S2 (52)
158
S2 (53)
159
S2 (54)
160
S2 (55)
161
S2 (56)
162
S2 (57)
163
S2 (58)
164
S2 (59)
165
S2 (60)
166
S2 (61)
167
S2 (62)
168
S2 (63)
169
S2 (64)
170
S2 (65)
171
S2 (66)
172
S2 (67)
173
S2 (68)
174
S2 (69)
175
S2 (70)
176
S2 (71)
177
S2 (72)
178
S2 (73)
179
S2 (74)
180
S2 (75)
181
S2 (76)
182
S2 (77)
183
S2 (78)
184
S2 (79)
185
S2 (80)
186
S2 (81)
187
S2 (82)
188
S2 (83)
189
S2 (84)
190
S2 (85)
191
S2 (86)
192
S2 (87)
193
S2 (88)
194
S2 (89)
195
S2 (90)
196
S2 (91)
197
S2 (92)
198
S2 (93)
199
S2 (94)
200
S2 (95)
201
S2 (96)
202
S2 (97)
203
S2 (98)
204
S2 (99)
205
S2 (100)
206
S2 (101)
207
S2 (102)
208
S2 (103)
209
S2 (104)
210
S2 (105)
211
S2 (106)
212
S2 (107)
213
S2 (108)
214
S2 (109)
215
S2 (110)
216
S2 (111)
217
S2 (112)
218
S2 (113)
219
Extra Part (1)
220
Extra Part (2)
221
Extra Part (3)
222
Istri Manja Ziko!
223
Devano (1)
224
Devano (2)
225
Devano (3)
226
Devano (4)
227
Devano (5)
228
Devano (6)
229
Devano (7)
230
Devano (8)
231
Devano (9)
232
Devano (10)
233
Devano (11)
234
Devano (12)
235
Devano (13)
236
Devano (14)
237
Devano (15)
238
Devano (16)
239
Devano (17)
240
Devano (18)
241
Devano (19)
242
Devano (20)
243
Devano (21)
244
Devano (22)
245
Devano (23)
246
Devano (24)
247
Devano (25)
248
Devano (26)
249
Devano (27)
250
Devano (28)
251
Devano (29)
252
Devano (30)
253
Devano (31)
254
Devano (32)
255
Devano (33)
256
Devano (34)
257
Devano (35)
258
Devano (36)
259
Devano (37)
260
Devano (38)
261
Devano (39)
262
Devano (40)
263
Devano (41)
264
Devano (42)
265
Devano (43)
266
Devano (44)
267
Devano (45)
268
Devano (46)
269
Devano (47)
270
Devano (48)
271
Devano (49)
272
Devano (50)
273
Devano (51)
274
Devano (52)
275
Devano (53)
276
Devano (54)
277
Devano (55)
278
Devano (56)
279
Devano (57)
280
Devano (58)
281
Devano (59)
282
Devano (60)
283
Devano (61)
284
Devano (62)
285
Devano (63)
286
Devano (64)
287
Devano (65)
288
Devano (66)
289
Devano (67)
290
....
291
Devano (68)
292
Devano (69)
293
Devano (70)
294
Devano (71)
295
Devano (72)
296
Devano (73)
297
Devano (74)
298
Devano (75)
299
Devano (76)
300
Devano (77)
301
ENDING
302
CERITA BARU!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!