17 : Adara Alexander

Ada sebuah luka yang begitu besar di dalam hati Adara Alexander yang selalu dia simpan seorang diri. Di balik sikap kasarnya dan kelakuan nakalnya Adara menutupi semua luka dihatinya, tidak mengizinkan seorang pun tau bahwa dia adalah wanita yang lemah.

Saat menatap manik mata Adara untuk pertama kalinya Devano merasa berbeda dan semakin dalam dia mengenal gadis itu semakin dalam pula keinginannya untuk selalu berada di sisi Adara, apapun yang terjadi. Semua orang hanya tau Adara yang tidak bisa diatur dan Adara yang selalu berbuat semaunya, tapi tidak ada seorang pun yang tau bahwa Adara membutuhkan seseorang disisinya.

Seseorang yang mampu memberikan alasan untuk dia agar tetap bertahan.

Saat seseorang yang seharusnya memberikan kekuatan juga perlindungan untuknya pergi begitu saja Adara merasa hancur, dia merasa hidupnya lebih baik berakhir. Saat semua orang ditatap penuh cinta oleh Ayah mereka dia tidak pernah merasakannya, meski hanya satu detik saja.

Tatapan mata Ayahnya selalu penuh kebencian dan amarah seolah dia sangat membenci kehadiran Adara.

Saat seseorang yang sangat penting dihidupnya justru membencinya dia harus apa?

Hanya sang Bunda yang selalu memberinya kekuatan, tapi wanita kesayangannya itu juga tidak ada disisinya sekarang.

Adara hanya sendirian dan dia semakin beranggapan bahwa pada akhirnya dia akan ditinggalkan, lagi.

Adara akan ditinggalkan sendirian.

Saat ini dia ada di taman bersama dengan Devano yang tadi menemaninya pergi ke rumah sakit, melihat Bunda nya yang terbaring lemah disana. Sampai sekarang Adara masih belum mengeluarkan suaranya dan Devano juga tidak memaksanya untuk bicara dia hanya membiarkan Adara tenang dengan sendirinya.

'Bunda udah di rawat sejak satu tahun, tapi baru beberapa bulan ini Bunda masih belum mau membuka matanya'

Ada senyuman penuh luka yang Adara bentuk setelah selesai mengatakannya dan mereka hanya ada disana untuk waktu yang cukup singkat karena setelahnya Adara mengajak Devano untuk pergi.

'Ayah gak pernah kasih izin untuk masuk kalau bukan akhir pekan, siapapun hanya dokter dan perawat yang boleh masuk ke dalam'

Devano tidak mengerti kenapa Ayah Adara melakukan hal seperti itu pada anaknya sendiri.

"Bunda sakit sejak gue masuk SMA"

Saat mendengar suara milik gadisnya Devano menoleh dan menatap Adara yang memandang lurus ke depan.

"Bunda sakit kanker dan Ayah yang bantu biaya pengobatannya, tapi kondisi Bunda semakin hari malah semakin memburuk,"

Adara menatap Devano dengan dalam lalu tersenyum tipis.

"Sekarang Bunda koma dan masih belum buka matanya dokter bilang dia gak bisa jamin apa-apa karena kondisi Bunda memang udah separah itu." Kata Adara

Devano mengeratkan genggaman tangannya membuat Adara kembali menatapnya dengan sendu.

"Gue anak yang gak diinginkan, Ayah sama Bunda mereka sama sekali gak punya rasa cinta atau apapun, tapi karena suatu kejadian mereka melakukan hal yang gak seharusnya sampai akhirnya gue berakhir ada di kandungan Bunda,"

Semua cerita itu Adara mendengarnya dari Bunda, dia yang memaksa agar Bunda nya bercerita dan akhirnya Bunda mengalah.

Bunda menceritakan semuanya pada anak satu-satunya.

"Saat itu Ayah maksa Bunda untuk gugurin kandungannya, tapi Bunda gak mau dan dia nekat pergi ke rumah Ayah lalu bilang sama keluarga Ayah kalau dia lagi hamil,"

Devano masih setia mendengarkan tanpa bertanya atau menanggapi apapun yang Adara ucapkan.

"Ayah marah karena akhirnya keluarga dia menikahkan mereka padahal Ayah punya seorang kekasih saat itu dan karena hal itu Ayah benci banget sama Bunda dan gue, rumah itu pemberian dari Kakek untuk Bunda dia bilang bagaimana pun juga Bunda tetap menantunya meskipun Ayah menolak keberadaan gue sama Bunda,"

Adara memberikan sedikit jeda dari semua pembicaraannya.

Dia merasa sakit begitu membahasnya karena membayangkan betapa menderitanya Bunda karena dirinya.

"Pernikahan itu gak berjalan lancar karena Ayah akhirnya menikah diam-diam sama kekasihnya dan akhirnya mereka cerai, tapi beruntung Kakek masih baik banget sama Bunda dia bantu Bunda cari pekerjaan yang mudah dan membalik nama rumah itu atas nama Bunda,"

Senyum Adara terbentuk, dia senang karena masih ada yang peduli dengan Bunda dan dirinya sendiri.

"Rumah itu penuh kenangan gue sama Bunda dan Kakek juga, tapi Ayah mau jual rumah itu dia bilang kalau gue gak mau tanda tangan dia bakal berhenti pengobatan untuk Bunda." Kata Adara lirih

Kali ini Adara menatap Devano dengan berlinang air mata, dia tidak lagi malu menunjukkan kesedihannya di depan pria itu.

"Dia bilang kalau gue gak mau jual rumah itu maka gue bakal kehilangan Bunda, tapi Van gue cuman punya Bunda dan rumah itu gue gak mau pergi dari sana kalau gue pergi gue harus kemana?" Kata Adara lirih

Menangkup wajah Adara dengan kedua tangannya Devano menghapus air mata gadis itu dengan penuh kelembutan.

"Jangan nangis, lo gak bakal kehilangan apapun entah Bunda atau rumah itu, percaya sama gue ya?" Kata Devano sambil tersenyum

Mengangguk singkat Adara mengucapkan terima kasih pada Devano karena sudah menemani dan menghiburnya.

Setidaknya kehadiran Devano membuat Adara mengurungkan niatnya untuk melukai dirinya sendiri.

"Sekarang kita pulang ya? Lo belum makan kan? Kita beli makan dulu baru pulang ke rumah." Kata Devano

Sekali lagi Adara mengangguk dan mengikuti langkah kaki Devano yang membawanya.

Adara akan mempercayai Devano sepenuhnya.

¤¤¤

Dalam diam Devano memperhatikan Adara yang tertidur dengan lelap di sofa membuatnya tanpa sadar tersenyum singkat.

"Gue disini Dar jangan khawatir"

Devano mengusap rambut hitam Adara dengan begitu lembut agar tidak mengganggu wanita itu dari tidur lelapnya.

"Tidur nyenyak Dar dan jangan nangis lagi karena air mata lo terlalu berharga untuk dikeluarkan"

Sekali lagi Devano menatap Adara dengan senyum manisnya dan mengusap pipinya lembut.

Dia akan terus berada disisi Adara.

¤¤¤

Di sekolah Devina benar-benar kebingungan karena kembarannya tidak ada dimanapun kata Erick tadi Devano tiba-tiba pergi keluar kelas setelah mengambil kunci motornya. Saat Devina berusaha menelponnya dia juga tidak mengangkat, jadi Devina hanya bisa menunggu sampai kembarannya itu menghubunginya.

Selain itu Devina juga tau dari Alex bahwa Adara tidak masuk sekolah, jadi Devina beranggapan bahwa kembarannya itu pasti menemui Adara.

Sekarang tidak tau kenapa Devina jadi tidak suka dengan Adara karena telah membuat kembarannya sedikit berubah sekarang.

Pertama, karena Adara kembarannya itu sampai berkelahi dan terluka.

Kedua, karena Adara juga kembarannya sekarang membolos.

Devina sudah sangat kesal karena tidak ada jawaban dari telpon yang dia panggil dan tidak ada balasan dari puluhan pesan yang sudah dia kirim.

"Vin kenapa sih?"

Pertanyaan itu membuat Devina menoleh dan menatap Mona yang baru saja kembali dari kantin bersama yang lainnya.

Iya, Devina tidak ikut ke kantin karena dia malas.

"Vano! Masa gak angkat telpon terus chat juga gak balas, aku kesal tau karena dia bolos sekolah gak bilang-bilang mana tasnya ditinggal di kelas, nanti kalau Daddy tau dia dimarahin." Kata Devina kesal

"Nanti dia pasti balas Vin sabar dong, Vano pasti punya alasan kenapa dia gak masuk sekolah." Kata Ziko yang sama sekali tidak membuat Devina tenang

"Tetap aja harusnya dia bilang sama aku!" Kesal Devina

Menghela nafasnya pelan Ziko memberikan sekotak susu yang tadi dia beli di kantin.

"Iya marahnya nanti kalau udah ketemu Vano sekarang minum dulu nih biar gak lapar pas belajar." Kata Ziko

"Iya Vin nanti pasti Vano balik lagi kan? Dia harus jemput lo nah nanti baru lo tanyaiin semuanya ke dia." Kata Cessa

Devina menatap mereka bergantian lalu menghela nafasnya pelan dan mengambil sekotak susu yang tadi diberikan oleh sahabat baiknya.

"Makasih ya Ziko"

"Iya jangan cemberut gitu dong." Kata Ziko sambil mencubit pipinya gemas

"Ihh jangann"

Tertawa kecil Ziko menjauhkan tangannya lalu kembali ke tempat duduknya bersama dengan Gio.

"Vina"

Saat seseorang memanggilnya Devina mendongak dan menatap Jenni yang melihat ke arahnya.

"Ada Hara katanya mau ketemu lo." Kata Jenni membuat teman-temannya menatap ke arah Devina

Terlihat ragu untuk sesaat Devina tetap bangun dan melangkahkan kakinya ke depan kelas.

Saat sampai di depan kelas sudah ada Hara yang sedang duduk sendirian disana membuat Devina ikut duduk disampingnya, dengan memberikan jarak.

Baru akan bertanya Hara sudah lebih dulu bicara padanya.

"Maaf"

Satu kata itu yang keluar dari bibir Hara membuat Devina menatapnya dengan terkejut, dia ingin mengatakan sesuatu, tapi Hara sudah kembali bicara.

"Gue gak menyesal udah lakuin itu ke lo, tapi gue minta maaf karena mungkin udah keterlaluan." Kata Hara

Devina bergumam pelan sebelum bicara.

"Emm gak papa mungkin memang aku yang salah." Kata Devina sambil tersenyum tipis

"Gue udah minta maaf ya? Kalau Vano atau Alex nanya bilang kalau gue udah minta maaf, tapi permintaan maaf ini karena gue memang merasa bersalah bukan cuman karena paksaan mereka." Kata Hara

Devina kembali mengangguk singkat dan Hara tersenyum lalu berlalu pergi tanpa menunggu tanggapan darinya.

Saat ingin kembali masuk ke dalam kelas ponsel Devina berbunyi dan dia langsung membukanya, benar pesan dari kembarannya.

Hanya satu pesan yang Devina terima, tapi itu sudah cukup.

Nanti aku tunggu di dekat halte Vin? Tolong bawakan tas aku yang ada di kelas

Dia benar-benar akan bertanya banyak hal dengan kembarannya nanti.

¤¤¤

Setelah pulang sekolah dan sampai di rumah Devina langsung mengikuti kembarannya hingga ke dalam kamar, dia sudah bilang kalau dia akan bertanya pada Devano. Saat bertemu di halte tadi Devina yang ingin bertanya langsung diam karena kembarannya itu langsung menyuruhnya untuk segera naik.

"Vanoo kamu kenapa bolos? Nanti aku bilangin Daddy ya?" Kata Devina dengan kesal

Belum memberikan tanggapan Devano meletakkan tasnya lalu membuka satu persatu kancing baju sekolahnya dan membuka seragam itu hingga menyisakan kaos putih polos yang melekat di tubuh kekarnya.

"Vanooo"

Menghela nafasnya pelan Devano mendudukkan dirinya di sofa yang ada dikamarnya lalu meminta Devina untuk duduk disampingnya.

"Sekarang bilang! Kamu kemana? Kamu sama Adara kan? Dia ngajakin kamu bolos ya? Aku gak suka sama dia!" Kata Devina kesal

Tersenyum tipis Devano mencapit hidung kembarannya dan mengatakan sesuatu yang menyebalkan.

"Cerewet"

"Ihh Vano aku nanya serius!" Rengek Devina

"Iya Vin"

"Cewek itu kan yang ajak kamu bolos? Aku gak suka sama dia! Waktu itu kamu berkelahi karena dia dan sekarang kamu juga bolos karena dia kan?" Tuding Devina dengan kesal

"Bukan Vin"

"Terus kenapa?!" Tanya Devina

"Dengerin ya?" Kata Devano dengan lembut

"Iya"

"Janji jangan bilang siapa-siapa, oke?" Kata Devano yang dijawab dengan anggukan oleh kembarannya

Akhirnya Devano mulai menceritakan semuanya, dia percaya kalau Devina akan menjaga rahasia.

Selama mendengarkan wajah kekesalan Devina hilang dan berganti dengan wajah sendunya, dia tidak menyangka kalau Adara punya hidup yang begitu berat.

"Dia menyakiti dirinya sendiri untuk melupakan semua masalahnya, rasa sakitnya." Kata Devano

"Jadi, dia enggak jahat?" Kata Devina

"Dia baik Vin, sangat hanya kita yang gak bisa melihatnya." Kata Devano

"Bundanya ada di rumah sakit?" Tanya Devina lagi

"Iya dan udah satu bulan koma selain itu Adara juga gak boleh ketemu sama Bunda nya meski hanya sebentar." Kata Devano

"Kenapa jahat sekali?!" Tanya Devina kesal

Devano tersenyum kecil lalu meminta Devina untuk membantunya.

"Vina bantuin aku ya?" Kata Devano yang langsung dijawab dengan anggukan olehnya

"Apa?" Tanya Devano

"Coba berteman sama Adara ya? Bantu dia menemukan hidup yang lebih berwarna." Kata Devano

Dengan cepat Devina menganggukkan kepalanya.

"Dan.."

"Dan apa?" Tanya Devina

"Bantuin aku bicara sama Daddy ya?" Pinta Devano

"Bicara apa?"

"Bantu aku untuk bicara sama Daddy supaya Daddy mau bantu Adara"

Sekali lagi Devina mengangguk dan membuat Devano tersenyum dengan begitu lebar.

"Makasih Vin"

Devina kembali mengangguk lalu memeluk kembarannya dengan sayang.

Dia akan melakukan apapun agar bisa melihat Devano tersenyum selebar tadi dan Adara yang bisa melakukannya.

Apapun yang membuat Devano bahagia maka dia juga akan merasa bahagia.

¤¤¤

Terpopuler

Comments

Rokiyah Yulianti

Rokiyah Yulianti

twins yg menggemaskan

2021-05-15

1

Fitria Dafina

Fitria Dafina

Andai aq punya kembaran yg saling bisa mnyayangi bgtu.. Sweet bngt 😍😍

2021-02-22

5

Nuniek Nurhandayani

Nuniek Nurhandayani

sweetny tween D

2021-02-14

3

lihat semua
Episodes
1 Devano Berlian Wijaya
2 Devina Berlian Wijaya
3 1 : SMA Kencana
4 2 : Antara Alex dan Ziko
5 3 : Alex dan Kisah Cintanya
6 4 : Pasar Malam
7 5 : Lapangan dan UKS
8 6 : Devano dan Adara
9 7 : Kamu Orang Baik
10 8 : Cara Lain
11 9 : Selangkah Lebih Maju
12 10 : Aku Boleh Cemburu?
13 11 : Bernyanyi Untukmu
14 12 : Adara dan Kehidupannya
15 13 : Devina Salah Tingkah
16 14 : Perusak Hubungan
17 15 : Cafe dan Hujan
18 16 : Lagu dan Luka
19 17 : Adara Alexander
20 18 : Aku Sayang Kamu Devano
21 19 : Si Posesif Devano
22 20 : Antara Ziko dan Alex
23 21 : Kamu Jahat
24 22 : Masih Marah
25 23 : Baikan?
26 24 : Jangan Dengarkan Mereka
27 25 : Aku Sayang Kamu Vin
28 26 : Aku Suka Dia
29 27 : Obat Tidur
30 28 : Pipiku Merona
31 29 : Aku Cinta Kamu
32 30 : Taken By Ziko
33 31 : Bahagia Selalu
34 32 : Pelukan Hangat Devano
35 33 : Si Keras Kepala
36 34 : Sweet Family
37 35 : Si Manja Devina
38 36 : Sayang
39 37 : Bersama Ziko
40 38 : Don't Cry
41 39 : Aku Cemburu!
42 40 : Tetap Disini
43 41 : Devano Marah
44 42 : Ziko Cemburu
45 43 : Maafin Aku Sayang
46 44 : Kekasih Nakal
47 45 : Hujan dan Teh Hangat
48 46 : Lari Pagi
49 47 : Semua Posesif
50 48 : Marahan
51 49 : Buku dan Sekotak Pizza
52 50 : Lagu Untuk Adara
53 51 : Si Posesif Ziko
54 52 : Namanya Harris
55 53 : Kesalahan Besar
56 54 : Marah dan Merah
57 55 : Pacaran
58 56 : Gara-gara Case Phone
59 57 : Kamu Tidak Akan Pergi Kan?
60 58 : Truth or Dare?
61 59 : Tentang Alex
62 60 : Kecewa
63 61 : Jangan Egois
64 62 : Aku Mau Sendiri
65 63 : Aku Mau Ikut!
66 64 : Bandara
67 65 : Pantai
68 66 : Devano Kangen!
69 67 : Terlupakan
70 68 : Masih Marah
71 69 : Kita Saudara
72 70 : My Beloved Twins
73 71 : Baikan
74 72 : Perlakuan Manis
75 73 : Cemburu!
76 74 : Kehujanan
77 75 : Aku Wanita Lemah
78 76 : Si Keras Kepala Devano
79 77 : Hug Me
80 78 : Pengganggu!
81 79 : Vano Cemburu
82 80 : Pengaruh Alex!
83 81 : Kalau Aku Pergi
84 82 : Belajar Bersama
85 83 : Dilema
86 84 : Jangan Marahi Vano
87 85 : Cepat Sembuh Sayang
88 OBSESSION
89 86 : Lagu Untuk Devina
90 87 : Selamat Ulang Tahun
91 88 : Hari Istimewa
92 89 : Ajakan Devano
93 90 : Vano Jorok!
94 91 : Anak Kesayangan
95 92 : Devano Sakit
96 93 : Bersama Devano
97 94 : A Day With Devano
98 95 : Manja
99 96 : Random
100 97 : Penakut
101 98 : Libur Sekolah
102 99 : Selamat Ulang Tahun Ziko
103 100 : Panik!
104 101 : Coba Aja
105 102 : Prom Night
106 S2 (1)
107 S2 (2)
108 S2 (3)
109 S2 (4)
110 S2 (5)
111 S2 (6)
112 S2 (7)
113 S2 (8)
114 S2 (9)
115 S2 (10)
116 S2 (11)
117 S2 (12)
118 S2 (13)
119 S2 (14)
120 S2 (15)
121 S2 (16)
122 S2 (17)
123 S2 (18)
124 S2 (19)
125 S2 (20)
126 S2 (21)
127 S2 (22)
128 S2 (23)
129 S2 (24)
130 S2 (25)
131 S2 (26)
132 S2 (27)
133 S2 (28)
134 S2 (29)
135 S2 (30)
136 S2 (31)
137 S2 (32)
138 S2 (33)
139 S2 (34)
140 S2 (35)
141 S2 (36)
142 S2 (37)
143 S2 (38)
144 S2 (39)
145 S2 (40)
146 S2 (41)
147 S2 (42)
148 S2 (43)
149 S2 (44)
150 S2 (45)
151 S2 (46)
152 S2 (47)
153 S2 (48)
154 S2 (49)
155 S2 (50)
156 S2 (51)
157 S2 (52)
158 S2 (53)
159 S2 (54)
160 S2 (55)
161 S2 (56)
162 S2 (57)
163 S2 (58)
164 S2 (59)
165 S2 (60)
166 S2 (61)
167 S2 (62)
168 S2 (63)
169 S2 (64)
170 S2 (65)
171 S2 (66)
172 S2 (67)
173 S2 (68)
174 S2 (69)
175 S2 (70)
176 S2 (71)
177 S2 (72)
178 S2 (73)
179 S2 (74)
180 S2 (75)
181 S2 (76)
182 S2 (77)
183 S2 (78)
184 S2 (79)
185 S2 (80)
186 S2 (81)
187 S2 (82)
188 S2 (83)
189 S2 (84)
190 S2 (85)
191 S2 (86)
192 S2 (87)
193 S2 (88)
194 S2 (89)
195 S2 (90)
196 S2 (91)
197 S2 (92)
198 S2 (93)
199 S2 (94)
200 S2 (95)
201 S2 (96)
202 S2 (97)
203 S2 (98)
204 S2 (99)
205 S2 (100)
206 S2 (101)
207 S2 (102)
208 S2 (103)
209 S2 (104)
210 S2 (105)
211 S2 (106)
212 S2 (107)
213 S2 (108)
214 S2 (109)
215 S2 (110)
216 S2 (111)
217 S2 (112)
218 S2 (113)
219 Extra Part (1)
220 Extra Part (2)
221 Extra Part (3)
222 Istri Manja Ziko!
223 Devano (1)
224 Devano (2)
225 Devano (3)
226 Devano (4)
227 Devano (5)
228 Devano (6)
229 Devano (7)
230 Devano (8)
231 Devano (9)
232 Devano (10)
233 Devano (11)
234 Devano (12)
235 Devano (13)
236 Devano (14)
237 Devano (15)
238 Devano (16)
239 Devano (17)
240 Devano (18)
241 Devano (19)
242 Devano (20)
243 Devano (21)
244 Devano (22)
245 Devano (23)
246 Devano (24)
247 Devano (25)
248 Devano (26)
249 Devano (27)
250 Devano (28)
251 Devano (29)
252 Devano (30)
253 Devano (31)
254 Devano (32)
255 Devano (33)
256 Devano (34)
257 Devano (35)
258 Devano (36)
259 Devano (37)
260 Devano (38)
261 Devano (39)
262 Devano (40)
263 Devano (41)
264 Devano (42)
265 Devano (43)
266 Devano (44)
267 Devano (45)
268 Devano (46)
269 Devano (47)
270 Devano (48)
271 Devano (49)
272 Devano (50)
273 Devano (51)
274 Devano (52)
275 Devano (53)
276 Devano (54)
277 Devano (55)
278 Devano (56)
279 Devano (57)
280 Devano (58)
281 Devano (59)
282 Devano (60)
283 Devano (61)
284 Devano (62)
285 Devano (63)
286 Devano (64)
287 Devano (65)
288 Devano (66)
289 Devano (67)
290 ....
291 Devano (68)
292 Devano (69)
293 Devano (70)
294 Devano (71)
295 Devano (72)
296 Devano (73)
297 Devano (74)
298 Devano (75)
299 Devano (76)
300 Devano (77)
301 ENDING
302 CERITA BARU!
Episodes

Updated 302 Episodes

1
Devano Berlian Wijaya
2
Devina Berlian Wijaya
3
1 : SMA Kencana
4
2 : Antara Alex dan Ziko
5
3 : Alex dan Kisah Cintanya
6
4 : Pasar Malam
7
5 : Lapangan dan UKS
8
6 : Devano dan Adara
9
7 : Kamu Orang Baik
10
8 : Cara Lain
11
9 : Selangkah Lebih Maju
12
10 : Aku Boleh Cemburu?
13
11 : Bernyanyi Untukmu
14
12 : Adara dan Kehidupannya
15
13 : Devina Salah Tingkah
16
14 : Perusak Hubungan
17
15 : Cafe dan Hujan
18
16 : Lagu dan Luka
19
17 : Adara Alexander
20
18 : Aku Sayang Kamu Devano
21
19 : Si Posesif Devano
22
20 : Antara Ziko dan Alex
23
21 : Kamu Jahat
24
22 : Masih Marah
25
23 : Baikan?
26
24 : Jangan Dengarkan Mereka
27
25 : Aku Sayang Kamu Vin
28
26 : Aku Suka Dia
29
27 : Obat Tidur
30
28 : Pipiku Merona
31
29 : Aku Cinta Kamu
32
30 : Taken By Ziko
33
31 : Bahagia Selalu
34
32 : Pelukan Hangat Devano
35
33 : Si Keras Kepala
36
34 : Sweet Family
37
35 : Si Manja Devina
38
36 : Sayang
39
37 : Bersama Ziko
40
38 : Don't Cry
41
39 : Aku Cemburu!
42
40 : Tetap Disini
43
41 : Devano Marah
44
42 : Ziko Cemburu
45
43 : Maafin Aku Sayang
46
44 : Kekasih Nakal
47
45 : Hujan dan Teh Hangat
48
46 : Lari Pagi
49
47 : Semua Posesif
50
48 : Marahan
51
49 : Buku dan Sekotak Pizza
52
50 : Lagu Untuk Adara
53
51 : Si Posesif Ziko
54
52 : Namanya Harris
55
53 : Kesalahan Besar
56
54 : Marah dan Merah
57
55 : Pacaran
58
56 : Gara-gara Case Phone
59
57 : Kamu Tidak Akan Pergi Kan?
60
58 : Truth or Dare?
61
59 : Tentang Alex
62
60 : Kecewa
63
61 : Jangan Egois
64
62 : Aku Mau Sendiri
65
63 : Aku Mau Ikut!
66
64 : Bandara
67
65 : Pantai
68
66 : Devano Kangen!
69
67 : Terlupakan
70
68 : Masih Marah
71
69 : Kita Saudara
72
70 : My Beloved Twins
73
71 : Baikan
74
72 : Perlakuan Manis
75
73 : Cemburu!
76
74 : Kehujanan
77
75 : Aku Wanita Lemah
78
76 : Si Keras Kepala Devano
79
77 : Hug Me
80
78 : Pengganggu!
81
79 : Vano Cemburu
82
80 : Pengaruh Alex!
83
81 : Kalau Aku Pergi
84
82 : Belajar Bersama
85
83 : Dilema
86
84 : Jangan Marahi Vano
87
85 : Cepat Sembuh Sayang
88
OBSESSION
89
86 : Lagu Untuk Devina
90
87 : Selamat Ulang Tahun
91
88 : Hari Istimewa
92
89 : Ajakan Devano
93
90 : Vano Jorok!
94
91 : Anak Kesayangan
95
92 : Devano Sakit
96
93 : Bersama Devano
97
94 : A Day With Devano
98
95 : Manja
99
96 : Random
100
97 : Penakut
101
98 : Libur Sekolah
102
99 : Selamat Ulang Tahun Ziko
103
100 : Panik!
104
101 : Coba Aja
105
102 : Prom Night
106
S2 (1)
107
S2 (2)
108
S2 (3)
109
S2 (4)
110
S2 (5)
111
S2 (6)
112
S2 (7)
113
S2 (8)
114
S2 (9)
115
S2 (10)
116
S2 (11)
117
S2 (12)
118
S2 (13)
119
S2 (14)
120
S2 (15)
121
S2 (16)
122
S2 (17)
123
S2 (18)
124
S2 (19)
125
S2 (20)
126
S2 (21)
127
S2 (22)
128
S2 (23)
129
S2 (24)
130
S2 (25)
131
S2 (26)
132
S2 (27)
133
S2 (28)
134
S2 (29)
135
S2 (30)
136
S2 (31)
137
S2 (32)
138
S2 (33)
139
S2 (34)
140
S2 (35)
141
S2 (36)
142
S2 (37)
143
S2 (38)
144
S2 (39)
145
S2 (40)
146
S2 (41)
147
S2 (42)
148
S2 (43)
149
S2 (44)
150
S2 (45)
151
S2 (46)
152
S2 (47)
153
S2 (48)
154
S2 (49)
155
S2 (50)
156
S2 (51)
157
S2 (52)
158
S2 (53)
159
S2 (54)
160
S2 (55)
161
S2 (56)
162
S2 (57)
163
S2 (58)
164
S2 (59)
165
S2 (60)
166
S2 (61)
167
S2 (62)
168
S2 (63)
169
S2 (64)
170
S2 (65)
171
S2 (66)
172
S2 (67)
173
S2 (68)
174
S2 (69)
175
S2 (70)
176
S2 (71)
177
S2 (72)
178
S2 (73)
179
S2 (74)
180
S2 (75)
181
S2 (76)
182
S2 (77)
183
S2 (78)
184
S2 (79)
185
S2 (80)
186
S2 (81)
187
S2 (82)
188
S2 (83)
189
S2 (84)
190
S2 (85)
191
S2 (86)
192
S2 (87)
193
S2 (88)
194
S2 (89)
195
S2 (90)
196
S2 (91)
197
S2 (92)
198
S2 (93)
199
S2 (94)
200
S2 (95)
201
S2 (96)
202
S2 (97)
203
S2 (98)
204
S2 (99)
205
S2 (100)
206
S2 (101)
207
S2 (102)
208
S2 (103)
209
S2 (104)
210
S2 (105)
211
S2 (106)
212
S2 (107)
213
S2 (108)
214
S2 (109)
215
S2 (110)
216
S2 (111)
217
S2 (112)
218
S2 (113)
219
Extra Part (1)
220
Extra Part (2)
221
Extra Part (3)
222
Istri Manja Ziko!
223
Devano (1)
224
Devano (2)
225
Devano (3)
226
Devano (4)
227
Devano (5)
228
Devano (6)
229
Devano (7)
230
Devano (8)
231
Devano (9)
232
Devano (10)
233
Devano (11)
234
Devano (12)
235
Devano (13)
236
Devano (14)
237
Devano (15)
238
Devano (16)
239
Devano (17)
240
Devano (18)
241
Devano (19)
242
Devano (20)
243
Devano (21)
244
Devano (22)
245
Devano (23)
246
Devano (24)
247
Devano (25)
248
Devano (26)
249
Devano (27)
250
Devano (28)
251
Devano (29)
252
Devano (30)
253
Devano (31)
254
Devano (32)
255
Devano (33)
256
Devano (34)
257
Devano (35)
258
Devano (36)
259
Devano (37)
260
Devano (38)
261
Devano (39)
262
Devano (40)
263
Devano (41)
264
Devano (42)
265
Devano (43)
266
Devano (44)
267
Devano (45)
268
Devano (46)
269
Devano (47)
270
Devano (48)
271
Devano (49)
272
Devano (50)
273
Devano (51)
274
Devano (52)
275
Devano (53)
276
Devano (54)
277
Devano (55)
278
Devano (56)
279
Devano (57)
280
Devano (58)
281
Devano (59)
282
Devano (60)
283
Devano (61)
284
Devano (62)
285
Devano (63)
286
Devano (64)
287
Devano (65)
288
Devano (66)
289
Devano (67)
290
....
291
Devano (68)
292
Devano (69)
293
Devano (70)
294
Devano (71)
295
Devano (72)
296
Devano (73)
297
Devano (74)
298
Devano (75)
299
Devano (76)
300
Devano (77)
301
ENDING
302
CERITA BARU!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!