16 : Lagu dan Luka

Bernyanyi merupakan salah satu keahlian Ziko yang tidak pernah dia tunjukkan kalau di sekolah, katanya karena malu dan Devina tidak percaya kalau pria itu bisa malu juga sama teman-temannya sendiri. Di sekolah Ziko dikenal sebagai murid yang biasa saja dia jarang membuat masalah, tapi tidak berprestasi juga pokoknya hanya murid biasa yang ke sekolah untuk belajar dan bersenang-senang sama teman.

Sedangkan di kalangan para siswi Ziko memiliki cukup banyak gadis yang menyukainya, tapi tidak seperti Alex yang suka memanfaatkan keadaan, dia bersikap biasa dengan para wanita yang menyukainya. Selain itu Ziko dikenal cukup ramah dan humoris karena setiap kali ada yang menyapanya dia pasti menjawab lalu tidak hanya di kelas, tapi kantin dan lapangan dia selalu bercanda bersama teman-temannya dan tertawa lepas.

Tawa yang disukai para wanita.

Malam ini Devina terlarut dalam pesona Ziko yang terlihat menawan ketika bernyanyi apalagi selama bernyanyi tatapan pria itu mengarah padanya, menatap dengan begitu dalam dan tatapannya seolah ingin bercerita padanya. Dua kali mereka bernyanyi bersama dan kali terakhir hanya ada Ziko dengan gitar dipangkuannya, dia kembali bernyanyi seorang diri.

'Vin gue mau nyanyi khusus buat lo dan nanti gue bakal nyanyi sendirian, tanpa mereka'

Saat Ziko mulai memetik gitarnya dan suara merdu itu menyanyikan bait-bait lagu yang sangat Devina tau, pelangi di matamu.

Bernyanyi dengan mata yang terus menatap ke arahnya Devina tersenyum senang, Ziko memang penuh kejutan.

Ada yang lain di senyummu

Yang membuat lidahku

Gugup tak bergerak

Ada pelangi di bola matamu

Dan memaksa diri

Tuk bilang

Aku sayang padamu

Rasanya jantung Devina akan melompat keluar sangking senangnya tatapan pria itu menghanyutkan Devina pada awal-awal pertemuannya.

'Hai gue Ziko'

Perkenalan mereka sangat biasa hanya dengan Ziko yang menghampirinya ketika waktu istirahat lalu mengulurkan tangannya.

'Ehh aku kamu ngomongnya? Yaudah aku juga gitu'

Dalam pandangan Devina ketika pertama kali melihatnya pria itu sangat ramah dan humoris, dia suka karena Ziko selalu membuatnya tertawa meski kadang menyebalkan.

'Aku gak pernah senyaman ini dekat sama cewek Vin, tapi ada di dekat kamu aku suka'

Pernah satu kali Ziko mengatakan hal itu dan Devina sangat suka mendengarnya.

Sesaat setelah Ziko menyelesaikan nyanyiannya suara tepuk tangan terdengar membuat pria itu tersenyum, tapi masih dengan menatap matanya.

Di tempatnya Devina menunggu Ziko datang dan tak lama setelahnya pria itu muncul dengan gaya cool nya, tapi wajahnya tetap menyebalkan di mata Devina.

Saat duduk dia langsung bertanya sambil mengangkat alisnya, nyebelin.

"Gimana? Keren gak aku Vin?" Tanya Ziko

Mengangkat jempolnya Devina mengatakan kalau Ziko sangat keren bahkan dia mengabadikannya dalam sebuah vidio.

"Aku vidioiin tadi, biar aku bisa putar ulang di rumah." Kata Devina membuat Ziko tersenyum senang ketika mendengarnya

Tau begini sudah dari lama dia akan megajak Devina.

"Jadi suka kan gue ajak kesini?" Tanya Ziko

"Suka banget hehe"

"Kalau gue ajak lagi mau?" Tanya Ziko yang langsung dijawab dengan anggukan oleh Devina

Dia terlihat antusias.

"Mau, nanti ajakin lagi ya? Tapi, jangan sering-sering nanti aku dimarahin Daddy karena keluar malam terus." Kata Devina

"Siap sayangku"

Devina tertawa kecil lalu dia melirik jam ditangannya, sudah hampir jam sembilan dia harus segera pulang.

"Kenapa? Pulang ya?" Tanya Ziko

Devina mengangguk singkat sambil tersenyum.

"Emm ini liat Vano udah berisik." Kata Devina sambil menunjukkan layar ponselnya

Ada satu pesan yang Ziko baca disana.

Vina udah mau jam sembilan, pulang!

Tersenyum tipis Ziko langsung mengajak gadisnya itu untuk pulang, beruntung hujan sudah berhenti dan sebelum pergi mereka menghampiri yang lainnya lalu mengatakan akan pulang lebih dulu.

Setelah itu Ziko membawa tangan Devina ke dalam genggamannya dan keluar dari cafe, hawa dingin menyambut keduanya karena angin yang cukup kencang.

"Dingin Vin?" Tanya Ziko sedikit cemas

Tapi, Devina tersenyum dan menggelengkan kepalanya pelan.

"Enggak aku pakai sweater terus ini juga pakai kaos kaki." Kata Devina

Terkadang apa yang dikatakan Devano itu sangat baik untuknya.

Sebelum pergi Ziko memakaikan helm di kepala Devina membuat gadis itu tersenyum dan mengucapkan terima kasih lalu segera naik ke atas motor Ziko.

Motor itu meninggalkan area cafe dan melewati jalanan yang masih sangat ramai dengan kecepatan sedang, malam ini Ziko sangat senang.

Setelah sampai dan berhenti di rumah besar keluarga Wijaya dengan segera Sahara turun lalu melepas helmnya dan memberikan pada Ziko.

"Makasih Ziko untuk malam ini aku senang banget." Kata Devina sambil tersenyum manis

"Apapun untuk senyuman cantik kamu." Kata Ziko membuat Devina tertawa mendengarnya

"Aku masuk ya? Kamu hati-hati dijalan nanti kalau udah sampai kasih tau ya?" Kata Devina

Dia terdengar seperti seorang kekasih sekarang.

"Udah kayak pacar aja ya?" Goda Ziko membuat Devina jadi salah tingkah

"Ihh kasih tau aja pokoknya." Kata Devina

"Iya Vin, pipi kamu udah gak sakit kan?" Tanya Ziko sebelum pergi

Devina tersenyum dan menggelengkan kepalanya pelan.

"Udah enggak kok"

"Yaudah aku pulang ya? Jangan lupa mimpiin aku." Kata Ziko

Devina hanya tersenyum lalu melambaikan tangannya dan masuk ke dalam rumah.

Hari ini benar-benar menyenangkan untuknya.

Meskipun ada hal buruk yang menimpanya, tapi sekarang dia sudah lebih baik dan merasa senang.

Terima kasih kepada Ziko yang membuatnya tersenyum bahagia.

¤¤¤

"Saya gak mau tanda tangan!"

Langkah kaki Adara bergerak mundur dia menolak dan menatap pria paruh baya dengan wanita yang sangat dia benci dengan sangat tajam, tidak akan dia biarkan rumah penuh kenangan ini mereka jual untuk kesenangan mereka. Sedangkan kedua orang yang sepertinya sudah kehilangan kesabaran itu menarik kasar tangan Adara, tapi gadis itu langsung menyentaknya dengan tidak kalah kasar.

Tidak perduli jika dia harus bertindak tidak sopan pada orang yang lebih tua darinya yang jelas sampai kapanpun dia tidak akan menyerahkan rumah ini pada mereka.

"Adara! Saya bilang tanda tangan disini!" Bentak pria paruh baya itu

Tapi, Adara sama sekali tidak takut dia sudah biasa dibentak dan hal itu tidak akan pernah membuatnya mundur.

"Tanda tangan!" Bentaknya lagi

"Saya bilang saya gak akan pernah tanda tangan!" Bentak Adara juga

"Baik! Sekarang pilih tanda tangan atau pengobatan wanita itu saya hentikan! Kalian berdua sama menyusahkan, kalau kamu tidak mau tanda tangan saya akan hentikan pengobatannya dan kamu harus siap untuk mengahadiri pemakaman wanita itu!" Kata wanita yang sangat Adara benci kehadirannya

Perkataan wanita itu membuatnya membeku, menghentikan pengobatan sama saja akan membunuh Bunda nya.

"Pilih Adara! Kalian berdua sudah cukup menyusahkan saya!" Bentak Juan

Adara tetap diam, tapi dia sama sekali tidak bergerak dari tempatnya.

"Saya kasih waktu selama tiga hari untuk kamu memikirkannya, keputusannya ada di kamu, rumah atau wanita sialan itu?" Kata Juan

Setelah itu mereka berdua pergi dan meninggalkan Adara yang kini mulai menitikkan air matanya lalu tubuhnya luruh ke lantai ketika pintu sudah tertutup rapat.

Adara terisak dan memegang dadanya yang terasa begitu sakit juga sesak, dia harus apa?

Seandainya membiarkan rumah ini terjual dia terpaksa harus tinggal bersama Ayah dan Ibu tirinya, tapi kalau dia tetap tinggal maka pengobatan Bunda nya akan dihentikan.

"Bunda"

Berkali-kali Adara memanggil Bunda nya dengan isakan yang terdengar begitu pilu.

Apa yang harus dia lakukan?

Dia tidak mungkin mengorbankan Bunda nya demi rumah ini.

Tapi, Adara tidak akan sanggup jika harus tinggal bersama dengan Ayah dan keluarga barunya.

"Bunda aku harus apa?" Tanya Adara

Adara menutup wajahnya dengan kedua tangan dan kembali menangis.

'Anak Bunda harus kuat ya? Kamu tidak pernah membawa sial sayang, bagi Bunda kamu anugrah terindah yang telah Tuhan berikan'

Adara kembali menangis ketika ingatannya membuat suara Bunda nya terngiang ditelinganya.

'Kalian berdua sudah cukup menyusahkan? Kehadiran kamu benar-benar membuat saya sial Adara! Harusnya kamu tidak pernah lahir ke dunia'

Suara Juan kemudian terngiang di telinganya, kata-kata penuh umpatan juga sangat kasar yang selalu pria itu layangkan untuknya.

Ada dua sisi yang membuat Adara bimbang.

Kebencian Juan yang selalu membuatnya ingin mengakhiri hidup.

Kasih sayang dan kesabaran Bunda nya yang selalu membuat Adara berusaha untuk tetap berdiri tegar.

Tapi, Adara benar-benar ingin pergi sekarang.

Dia sudah sangat lelah dengan semuanya.

¤¤¤

Pagi ini Devano sangat cemas karena hingga bel masuk akan berbunyi Adara belum juga terlihat, memang bukan hal aneh jika gadis itu datang terlambat atau bolos, tapi entah kenapa Devano merasa tidak tenang. Berkali-kali dia mencoba untuk menghubungi Adara, tapi tidak tersambung dan semua pesannya juga belum tersampaikan masih satu tanda centang yang terlihat.

Melirik jam yang ada ditangannya Devano segera masuk ke dalam kelas dan mengambil kunci motornya lalu pergi begitu saja tanpa perduli teman-temannya yang bertanya. Berlari menuju parkiran Devano kembali menghidupkan motornya dan menuju rumah Adara, biarlah untuk pertama kalinya dia tidak masuk kelas sekarang Devano benar-benar cemas.

Setelah sampai di rumah Adara dengan segera dia memasukkan motornya ke halaman lalu berlari kecil ke pintu utama dan mengetuknya hingga berkali-kali.

"Dar"

"Adara"

"Ini Vano, lo ada di dalam kan?"

Saat Devano berusaha membuka pintu ternyata tidak dikunci dan akhirnya Devano segera melangkahkan kakinya ke dalam.

"Adara"

Kemudian Devano menangkap sosok yang sangat dia kenal tengah terduduk di lantai dengan wajah yang disembunyikan diantara kedua lututnya.

Devano berlari menghampirinya lalu ikut menundukan dan menyentuh bahunya lembut.

"Adara"

Berhasil dia mendongak dan melihat Devano dengan keadaan yang sangat berantakan.

Matanya memerah karena tangisan dan bibirnya terlihat begitu pucat.

"Lo kenapa Dar?" Tanya Devano cemas

Bukan menjawab Adara malah kembali menangis dan memeluk Devano dengan begitu cepat membuat pria itu hampir terjatuh ke belakang, beruntung dia berhasil menjaga keseimbangan tubuhnya.

"Vano"

"Iya Dar gue disini." Kata Devano sambil membalas pelukannya

"Van gue takut." Lirih Adara

"Apa yang membuat lo takut Dar? Ada gue disini kasih tau semuanya." Kata Devano

"Vano takut"

Adara terus mengatakan kata yang sama membuat Devano jadi cemas dan bertanya-tanya, gadisnya kenapa?

Apa mungkin Ayah nya kembali datang?

"Ayah kamu datang lagi?" Tebak Devano

Adar mengangguk sambil terisak dan mengeratkan pelukannya.

"Vano"

"Iya"

"Kangen Bunda"

Devano terdiam ketika mendengar suara lirih milik Adara dan ketika dia melepaskan pelukannya lalu menatap mata Devano dengan mata yang berkabut dia kembali bicara.

"Mau ketemu Bunda"

Adara terlihat begitu rapuh sekarang hingga Devano benar-benar ingin memeluknya lagi dan mengatakan bahwa dia ada disini untuknya.

¤¤¤

Dua aja untuk hari ini yaaa😋

Besok tiga lagi😶 Makasihh yaa yang udah mau bacaa hehe sayang kalian dehhh❤

Terpopuler

Comments

Rokiyah Yulianti

Rokiyah Yulianti

jadi inget dulu aku waktu belum nikah, kalo mau main boleh tapi sebelum jam 9 harus udah balik hehe sekarang mah udah nikah jadi bebas karna udah ada suami

2021-05-15

0

Casnialovly Purple

Casnialovly Purple

🤣🤣🤣jdi inget teteh q lgi kencan sama q d gangguin nyuruh pulang karena dah malam🤣🤣🤣

2021-03-21

0

Ershiyi_20

Ershiyi_20

gue Kira adara Sama Alex sepupu namanya hampir Sama sih🤭🤭🤭

2020-11-12

11

lihat semua
Episodes
1 Devano Berlian Wijaya
2 Devina Berlian Wijaya
3 1 : SMA Kencana
4 2 : Antara Alex dan Ziko
5 3 : Alex dan Kisah Cintanya
6 4 : Pasar Malam
7 5 : Lapangan dan UKS
8 6 : Devano dan Adara
9 7 : Kamu Orang Baik
10 8 : Cara Lain
11 9 : Selangkah Lebih Maju
12 10 : Aku Boleh Cemburu?
13 11 : Bernyanyi Untukmu
14 12 : Adara dan Kehidupannya
15 13 : Devina Salah Tingkah
16 14 : Perusak Hubungan
17 15 : Cafe dan Hujan
18 16 : Lagu dan Luka
19 17 : Adara Alexander
20 18 : Aku Sayang Kamu Devano
21 19 : Si Posesif Devano
22 20 : Antara Ziko dan Alex
23 21 : Kamu Jahat
24 22 : Masih Marah
25 23 : Baikan?
26 24 : Jangan Dengarkan Mereka
27 25 : Aku Sayang Kamu Vin
28 26 : Aku Suka Dia
29 27 : Obat Tidur
30 28 : Pipiku Merona
31 29 : Aku Cinta Kamu
32 30 : Taken By Ziko
33 31 : Bahagia Selalu
34 32 : Pelukan Hangat Devano
35 33 : Si Keras Kepala
36 34 : Sweet Family
37 35 : Si Manja Devina
38 36 : Sayang
39 37 : Bersama Ziko
40 38 : Don't Cry
41 39 : Aku Cemburu!
42 40 : Tetap Disini
43 41 : Devano Marah
44 42 : Ziko Cemburu
45 43 : Maafin Aku Sayang
46 44 : Kekasih Nakal
47 45 : Hujan dan Teh Hangat
48 46 : Lari Pagi
49 47 : Semua Posesif
50 48 : Marahan
51 49 : Buku dan Sekotak Pizza
52 50 : Lagu Untuk Adara
53 51 : Si Posesif Ziko
54 52 : Namanya Harris
55 53 : Kesalahan Besar
56 54 : Marah dan Merah
57 55 : Pacaran
58 56 : Gara-gara Case Phone
59 57 : Kamu Tidak Akan Pergi Kan?
60 58 : Truth or Dare?
61 59 : Tentang Alex
62 60 : Kecewa
63 61 : Jangan Egois
64 62 : Aku Mau Sendiri
65 63 : Aku Mau Ikut!
66 64 : Bandara
67 65 : Pantai
68 66 : Devano Kangen!
69 67 : Terlupakan
70 68 : Masih Marah
71 69 : Kita Saudara
72 70 : My Beloved Twins
73 71 : Baikan
74 72 : Perlakuan Manis
75 73 : Cemburu!
76 74 : Kehujanan
77 75 : Aku Wanita Lemah
78 76 : Si Keras Kepala Devano
79 77 : Hug Me
80 78 : Pengganggu!
81 79 : Vano Cemburu
82 80 : Pengaruh Alex!
83 81 : Kalau Aku Pergi
84 82 : Belajar Bersama
85 83 : Dilema
86 84 : Jangan Marahi Vano
87 85 : Cepat Sembuh Sayang
88 OBSESSION
89 86 : Lagu Untuk Devina
90 87 : Selamat Ulang Tahun
91 88 : Hari Istimewa
92 89 : Ajakan Devano
93 90 : Vano Jorok!
94 91 : Anak Kesayangan
95 92 : Devano Sakit
96 93 : Bersama Devano
97 94 : A Day With Devano
98 95 : Manja
99 96 : Random
100 97 : Penakut
101 98 : Libur Sekolah
102 99 : Selamat Ulang Tahun Ziko
103 100 : Panik!
104 101 : Coba Aja
105 102 : Prom Night
106 S2 (1)
107 S2 (2)
108 S2 (3)
109 S2 (4)
110 S2 (5)
111 S2 (6)
112 S2 (7)
113 S2 (8)
114 S2 (9)
115 S2 (10)
116 S2 (11)
117 S2 (12)
118 S2 (13)
119 S2 (14)
120 S2 (15)
121 S2 (16)
122 S2 (17)
123 S2 (18)
124 S2 (19)
125 S2 (20)
126 S2 (21)
127 S2 (22)
128 S2 (23)
129 S2 (24)
130 S2 (25)
131 S2 (26)
132 S2 (27)
133 S2 (28)
134 S2 (29)
135 S2 (30)
136 S2 (31)
137 S2 (32)
138 S2 (33)
139 S2 (34)
140 S2 (35)
141 S2 (36)
142 S2 (37)
143 S2 (38)
144 S2 (39)
145 S2 (40)
146 S2 (41)
147 S2 (42)
148 S2 (43)
149 S2 (44)
150 S2 (45)
151 S2 (46)
152 S2 (47)
153 S2 (48)
154 S2 (49)
155 S2 (50)
156 S2 (51)
157 S2 (52)
158 S2 (53)
159 S2 (54)
160 S2 (55)
161 S2 (56)
162 S2 (57)
163 S2 (58)
164 S2 (59)
165 S2 (60)
166 S2 (61)
167 S2 (62)
168 S2 (63)
169 S2 (64)
170 S2 (65)
171 S2 (66)
172 S2 (67)
173 S2 (68)
174 S2 (69)
175 S2 (70)
176 S2 (71)
177 S2 (72)
178 S2 (73)
179 S2 (74)
180 S2 (75)
181 S2 (76)
182 S2 (77)
183 S2 (78)
184 S2 (79)
185 S2 (80)
186 S2 (81)
187 S2 (82)
188 S2 (83)
189 S2 (84)
190 S2 (85)
191 S2 (86)
192 S2 (87)
193 S2 (88)
194 S2 (89)
195 S2 (90)
196 S2 (91)
197 S2 (92)
198 S2 (93)
199 S2 (94)
200 S2 (95)
201 S2 (96)
202 S2 (97)
203 S2 (98)
204 S2 (99)
205 S2 (100)
206 S2 (101)
207 S2 (102)
208 S2 (103)
209 S2 (104)
210 S2 (105)
211 S2 (106)
212 S2 (107)
213 S2 (108)
214 S2 (109)
215 S2 (110)
216 S2 (111)
217 S2 (112)
218 S2 (113)
219 Extra Part (1)
220 Extra Part (2)
221 Extra Part (3)
222 Istri Manja Ziko!
223 Devano (1)
224 Devano (2)
225 Devano (3)
226 Devano (4)
227 Devano (5)
228 Devano (6)
229 Devano (7)
230 Devano (8)
231 Devano (9)
232 Devano (10)
233 Devano (11)
234 Devano (12)
235 Devano (13)
236 Devano (14)
237 Devano (15)
238 Devano (16)
239 Devano (17)
240 Devano (18)
241 Devano (19)
242 Devano (20)
243 Devano (21)
244 Devano (22)
245 Devano (23)
246 Devano (24)
247 Devano (25)
248 Devano (26)
249 Devano (27)
250 Devano (28)
251 Devano (29)
252 Devano (30)
253 Devano (31)
254 Devano (32)
255 Devano (33)
256 Devano (34)
257 Devano (35)
258 Devano (36)
259 Devano (37)
260 Devano (38)
261 Devano (39)
262 Devano (40)
263 Devano (41)
264 Devano (42)
265 Devano (43)
266 Devano (44)
267 Devano (45)
268 Devano (46)
269 Devano (47)
270 Devano (48)
271 Devano (49)
272 Devano (50)
273 Devano (51)
274 Devano (52)
275 Devano (53)
276 Devano (54)
277 Devano (55)
278 Devano (56)
279 Devano (57)
280 Devano (58)
281 Devano (59)
282 Devano (60)
283 Devano (61)
284 Devano (62)
285 Devano (63)
286 Devano (64)
287 Devano (65)
288 Devano (66)
289 Devano (67)
290 ....
291 Devano (68)
292 Devano (69)
293 Devano (70)
294 Devano (71)
295 Devano (72)
296 Devano (73)
297 Devano (74)
298 Devano (75)
299 Devano (76)
300 Devano (77)
301 ENDING
302 CERITA BARU!
Episodes

Updated 302 Episodes

1
Devano Berlian Wijaya
2
Devina Berlian Wijaya
3
1 : SMA Kencana
4
2 : Antara Alex dan Ziko
5
3 : Alex dan Kisah Cintanya
6
4 : Pasar Malam
7
5 : Lapangan dan UKS
8
6 : Devano dan Adara
9
7 : Kamu Orang Baik
10
8 : Cara Lain
11
9 : Selangkah Lebih Maju
12
10 : Aku Boleh Cemburu?
13
11 : Bernyanyi Untukmu
14
12 : Adara dan Kehidupannya
15
13 : Devina Salah Tingkah
16
14 : Perusak Hubungan
17
15 : Cafe dan Hujan
18
16 : Lagu dan Luka
19
17 : Adara Alexander
20
18 : Aku Sayang Kamu Devano
21
19 : Si Posesif Devano
22
20 : Antara Ziko dan Alex
23
21 : Kamu Jahat
24
22 : Masih Marah
25
23 : Baikan?
26
24 : Jangan Dengarkan Mereka
27
25 : Aku Sayang Kamu Vin
28
26 : Aku Suka Dia
29
27 : Obat Tidur
30
28 : Pipiku Merona
31
29 : Aku Cinta Kamu
32
30 : Taken By Ziko
33
31 : Bahagia Selalu
34
32 : Pelukan Hangat Devano
35
33 : Si Keras Kepala
36
34 : Sweet Family
37
35 : Si Manja Devina
38
36 : Sayang
39
37 : Bersama Ziko
40
38 : Don't Cry
41
39 : Aku Cemburu!
42
40 : Tetap Disini
43
41 : Devano Marah
44
42 : Ziko Cemburu
45
43 : Maafin Aku Sayang
46
44 : Kekasih Nakal
47
45 : Hujan dan Teh Hangat
48
46 : Lari Pagi
49
47 : Semua Posesif
50
48 : Marahan
51
49 : Buku dan Sekotak Pizza
52
50 : Lagu Untuk Adara
53
51 : Si Posesif Ziko
54
52 : Namanya Harris
55
53 : Kesalahan Besar
56
54 : Marah dan Merah
57
55 : Pacaran
58
56 : Gara-gara Case Phone
59
57 : Kamu Tidak Akan Pergi Kan?
60
58 : Truth or Dare?
61
59 : Tentang Alex
62
60 : Kecewa
63
61 : Jangan Egois
64
62 : Aku Mau Sendiri
65
63 : Aku Mau Ikut!
66
64 : Bandara
67
65 : Pantai
68
66 : Devano Kangen!
69
67 : Terlupakan
70
68 : Masih Marah
71
69 : Kita Saudara
72
70 : My Beloved Twins
73
71 : Baikan
74
72 : Perlakuan Manis
75
73 : Cemburu!
76
74 : Kehujanan
77
75 : Aku Wanita Lemah
78
76 : Si Keras Kepala Devano
79
77 : Hug Me
80
78 : Pengganggu!
81
79 : Vano Cemburu
82
80 : Pengaruh Alex!
83
81 : Kalau Aku Pergi
84
82 : Belajar Bersama
85
83 : Dilema
86
84 : Jangan Marahi Vano
87
85 : Cepat Sembuh Sayang
88
OBSESSION
89
86 : Lagu Untuk Devina
90
87 : Selamat Ulang Tahun
91
88 : Hari Istimewa
92
89 : Ajakan Devano
93
90 : Vano Jorok!
94
91 : Anak Kesayangan
95
92 : Devano Sakit
96
93 : Bersama Devano
97
94 : A Day With Devano
98
95 : Manja
99
96 : Random
100
97 : Penakut
101
98 : Libur Sekolah
102
99 : Selamat Ulang Tahun Ziko
103
100 : Panik!
104
101 : Coba Aja
105
102 : Prom Night
106
S2 (1)
107
S2 (2)
108
S2 (3)
109
S2 (4)
110
S2 (5)
111
S2 (6)
112
S2 (7)
113
S2 (8)
114
S2 (9)
115
S2 (10)
116
S2 (11)
117
S2 (12)
118
S2 (13)
119
S2 (14)
120
S2 (15)
121
S2 (16)
122
S2 (17)
123
S2 (18)
124
S2 (19)
125
S2 (20)
126
S2 (21)
127
S2 (22)
128
S2 (23)
129
S2 (24)
130
S2 (25)
131
S2 (26)
132
S2 (27)
133
S2 (28)
134
S2 (29)
135
S2 (30)
136
S2 (31)
137
S2 (32)
138
S2 (33)
139
S2 (34)
140
S2 (35)
141
S2 (36)
142
S2 (37)
143
S2 (38)
144
S2 (39)
145
S2 (40)
146
S2 (41)
147
S2 (42)
148
S2 (43)
149
S2 (44)
150
S2 (45)
151
S2 (46)
152
S2 (47)
153
S2 (48)
154
S2 (49)
155
S2 (50)
156
S2 (51)
157
S2 (52)
158
S2 (53)
159
S2 (54)
160
S2 (55)
161
S2 (56)
162
S2 (57)
163
S2 (58)
164
S2 (59)
165
S2 (60)
166
S2 (61)
167
S2 (62)
168
S2 (63)
169
S2 (64)
170
S2 (65)
171
S2 (66)
172
S2 (67)
173
S2 (68)
174
S2 (69)
175
S2 (70)
176
S2 (71)
177
S2 (72)
178
S2 (73)
179
S2 (74)
180
S2 (75)
181
S2 (76)
182
S2 (77)
183
S2 (78)
184
S2 (79)
185
S2 (80)
186
S2 (81)
187
S2 (82)
188
S2 (83)
189
S2 (84)
190
S2 (85)
191
S2 (86)
192
S2 (87)
193
S2 (88)
194
S2 (89)
195
S2 (90)
196
S2 (91)
197
S2 (92)
198
S2 (93)
199
S2 (94)
200
S2 (95)
201
S2 (96)
202
S2 (97)
203
S2 (98)
204
S2 (99)
205
S2 (100)
206
S2 (101)
207
S2 (102)
208
S2 (103)
209
S2 (104)
210
S2 (105)
211
S2 (106)
212
S2 (107)
213
S2 (108)
214
S2 (109)
215
S2 (110)
216
S2 (111)
217
S2 (112)
218
S2 (113)
219
Extra Part (1)
220
Extra Part (2)
221
Extra Part (3)
222
Istri Manja Ziko!
223
Devano (1)
224
Devano (2)
225
Devano (3)
226
Devano (4)
227
Devano (5)
228
Devano (6)
229
Devano (7)
230
Devano (8)
231
Devano (9)
232
Devano (10)
233
Devano (11)
234
Devano (12)
235
Devano (13)
236
Devano (14)
237
Devano (15)
238
Devano (16)
239
Devano (17)
240
Devano (18)
241
Devano (19)
242
Devano (20)
243
Devano (21)
244
Devano (22)
245
Devano (23)
246
Devano (24)
247
Devano (25)
248
Devano (26)
249
Devano (27)
250
Devano (28)
251
Devano (29)
252
Devano (30)
253
Devano (31)
254
Devano (32)
255
Devano (33)
256
Devano (34)
257
Devano (35)
258
Devano (36)
259
Devano (37)
260
Devano (38)
261
Devano (39)
262
Devano (40)
263
Devano (41)
264
Devano (42)
265
Devano (43)
266
Devano (44)
267
Devano (45)
268
Devano (46)
269
Devano (47)
270
Devano (48)
271
Devano (49)
272
Devano (50)
273
Devano (51)
274
Devano (52)
275
Devano (53)
276
Devano (54)
277
Devano (55)
278
Devano (56)
279
Devano (57)
280
Devano (58)
281
Devano (59)
282
Devano (60)
283
Devano (61)
284
Devano (62)
285
Devano (63)
286
Devano (64)
287
Devano (65)
288
Devano (66)
289
Devano (67)
290
....
291
Devano (68)
292
Devano (69)
293
Devano (70)
294
Devano (71)
295
Devano (72)
296
Devano (73)
297
Devano (74)
298
Devano (75)
299
Devano (76)
300
Devano (77)
301
ENDING
302
CERITA BARU!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!