4 : Pasar Malam

Pasar malam merupakan salah satu tempat yang paling suka Devina kunjungi salah satu alasannya karena tempat itu menyenangkan untuk Devina, ramai dan dipenuhi lampu serta orang-orang yang penuh dengan senyuman. Sejak kecil dia dan keluarganya sering pergi ke pasar malam karena Kakaknya juga sangat menyukai tempat itu sama seperti Devina.

Malam ini Devina akan pergi ke pasar malam bersama dengan sahabat baiknya Ziko, dia sudah meminta izin pada orang tuanya tadi, tapi tetap saja nanti Ziko akan meminta izin sendiri.

Sekarang Devina sedang bersiap karena Ziko mengabari bahwa dia akan segera berangkat. Sebelumnya Devano sudah memperingatkan untuk memakai pakaian panjang serta jaket dan kaos kaki karena kembarannya itu bilang angin malam tidak baik.

Seperti biasa Devina hanya menurut, jadi dia menggunakan sweater serta celana jeans panjang dan memakai kaos kaki juga. Saat ponselnya berbunyi Devina langsung tersenyum dan mengambil tasnya lalu bergegas turun untuk menghampiri Ziko.

Sampai dibawah ternyata Ziko sudah ada di dalam dan sedikit berbincang dengan orang tuanya, mungkin meminta izin pada mereka.

"Daddy"

Daffa menoleh dan tersenyum ketika melihat anaknya.

"Pulangnya jangan terlalu malam ya?" Kata Daffa yang dijawab dengan anggukan oleh Ziko

"Vina mau jalan-jalan dulu ya Dad? Dadahh Daddy berduaan aja sama Mommy di rumah." Kata Devina membuat Fahisa menatapnya dengan tajam

Tapi, Devina justru tertawa melihatnya.

Setelah mencium punggung tangan Daffa dan Fahisa keduanya segera berlalu untuk pergi ke pasar malam agar tidak pulang terlalu larut nantinya. Saat keluar Devina dapat melihat motor milik Ziko dan pria itu langsung memberikannya helm lalu membantu Devina untuk naik.

Beberapa saat setelah Devina naik Ziko menghidupkan mesin motornya dan melaju dengan kecepatan sedang melewati jalan yang masih cukup ramai. Senyum Devina sama sekali tidak luntur di sepanjang perjalanan karena dia sangat tidak sabar mengingat sudah lama sekali dia tidak pergi keluar.

"Vinaa"

Suara Ziko yang berbaur dengan suara kendaraan samar-samar Devina dengar membuat gadis itu mendekatkan wajahnya ke depan lalu bertanya.

"Kenapa Ziko?" Tanya Devina

"Pegangan"

Devina terdiam sesaat, tapi setelahnya meletakkan kedua tangannya di bahu lebar Ziko membuat pria itu menahan tawanya.

Padahal Ziko harap dia akan dipeluk.

Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih tiga puluh menit keduanya sampai di pasar malam yang dipenuhi pengunjung, tapi hal itu malah semakin membuat Devina bersemangat.

Baru turun dari motornya Ziko dibuat terkejut ketika Devina menggenggam tangannya dan menariknya untuk masuk ke pasar malam.

Jantung Ziko berdetak dengan tidak karuan sekarang, genggaman ditangannya terasa begitu hangat hingga tanpa dia minta senyuman manis terbentuk di bibirnya.

Dibalasnya genggaman tangan itu dan membuat Devina sedikit tersentak, tapi setelahnya dia bersikap biasa.

"Hmm kita ngapain dulu ya? Sama Daddy gak boleh lama-lama jadi aku harus mikir dulu." Kata Devina membuat Ziko merasa gemas melihatnya

"Naik itu yuk Vin." Ajak Ziko sambil menunjuk ke arah bianglala

Mata Devina berbinar melihatnya dan dengan semangat dia menganggukkan kepalanya.

Setelah membeli tiket dan menunggu kini sudah giliran keduanya untuk naik ke bianglala dan menikmati keindahan malam dari atas sana.

Masih dengan senyum manisnya Devina mendudukkan dirinya bersebelahan dengan Ziko dan genggaman tangan mereka juga masih belum terlepas.

Saat bianglala mulai bergerak senyum manis Devina semakin mengembang membuat Ziko mengeluarkan ponselnya untuk memotret kecantikan gadisnya, tentu saja dengan meminta izin lebih dulu.

"Vina"

"Emmm"

"Senyum"

Melihat Ziko yang mengarahkan ponsel ke arahnya membuat Devina tersenyum lebar, cantik sekali.

"Lihat, nanti akunya jelek." Kata Devina sambil merebut ponsel Ziko

Tertawa kecil tangan Ziko beralih untuk merangkul Devina lalu dengan sedikit berbisik dia berbicara.

"Sayangnya aku mana pernah jelek"

Menatap sahabatnya dengan mata memicing Devina dapat melihat tatapan penuh arti Ziko.

"Masa? Berarti aku cantik dong?" Kata Devina

"Selalu"

"Ihh gombal." Kata Devina sedikit salah tingkah

"Kok gombal? Aku serius tau Vin." Kata Ziko

Devina hanya bergumam pelan lalu menatap lurus ke depan menikmati keindahan malam.

"Indah"

"Kenapa Ko?" Tanya Devina membuat Ziko tersentak dan menggelengkan kepalanya dengan cepat

"Pemandangannya indah." Kata Ziko

"Hmm indah banget." Kata Devina sambil tersenyum manis

Beberapa menit setelahnya mereka berdua turun dari bianglala dan Ziko mengajak gadisnya untuk menikmati malam indah ini bersamanya.

¤¤¤

Menghabiskan waktunya ke tempat tongkrongan bersama yang lainnya selalu dilakukan Alex setiap malam dan disinilah dia berada dengan teman-temannya, termasuk Devano. Namun, mood nya mendadak berubah suram ketika Erick menanyakan Devina lalu pria itu menjawab bahwa Devina pergi keluar bersama Ziko.

Lagi dan lagi mood Alex kembali berubah.

Memang benar dia sudah memutuskan Hara secara sepihak karena gadis itu tidak ingin putus darinya, tapi Alex sudah tidak bisa lagi bersamanya.

Mungkin karena dia menganggapnya sebagai ancaman untuk medekati Devina karena gadis itu sudah tau hubungannya dengan Hara.

Sejak sore tadi Devina juga sama sekali tidak menjawab pesannya, tapi tidak masalah untuk beberapa hari ini Alex akan membiarkannya menjauh.

"Lo putus Lex sama Hara?" Tanya Gara

"Hmm"

"Gila"

Makian itu sudah biasa Alex dengar jadi dia tidak merasa tersinggung sama sekali dan malah tertawa mendengarnya.

"Biasanya kalau udah mutusin ceweknya dalam waktu singkat dia bakal gandeng cewek baru." Kata Erick sambil tertawa kecil

"Kembarannya Vano ya?" Kata Alex membuat Devano langsung menatapnya dengan tajam

Yang lainnya tertawa melihat Devano yang terlihat tidak terima dengan perkataan Alex barusan.

"Kenapa sih Van? Gue kan udah putus sama Hara, boleh dong?" Kata Alex

"Putus udah, tapi masih jadi tukang modus, tetep enggak." Kata Devano membuat Alex mendengus kesal

"Licik lo Van, kenapa teman adek lo gak pernah lo larang-larang? Keluar malam-malam aja boleh." Kata Alex tidak terima

"Dia izin sama orang tua dan Devina juga sahabatan sama dia, lagi dia gak punya pacar jadi gue gak perlu cemas kalau besok adik gue harus dilabrak pacar orang." Kata Devano santai

"Elah Van serius gue gak main-main, gue hapus nih semua kontak cewek di hp gue kalau lo gak percaya." Kata Alex

Bukan membuat Devano percaya Alex malah membuat yang lainnya juga terbelak kaget, tidak percaya dengan ucapannya.

"Serius nih gue." Kata Alex lagi

"Kenapa gue harus percaya?" Tanya Devano sambil menyandarkan tubuhnya ke belakang

"Gue suka sama dia Van, kali ini serius gue gak bohong." Kata Alex yakin

Tatapan tidak percaya kembali mengarah kepada Alex karena pria itu terlihat begitu yakin ketika mengatakannya, tapi tetap saja sulit untuk dipercaya.

"Dan kalau lo nyakitin dia?" Tanya Devano

"Lo boleh pukulin gue sampe puas." Kata Alex lagi

Devano mengangguk singkat dan tidak bicara lagi membuat Alex jadi merasa kesal sendiri, susah banget dapat restu dari sahabatnya.

"Boleh nih Van?" Tanya Alex penuh harap

Devano mengangkat bahunya acuh dan kembali bicara dengan wajah datarnya.

"Tergantung Devina kalau dia mau ya gue bisa apa, tapi gue serius bakal mukulin lo sampe ****** kalau dia sampai nangis karena lo." Kata Devano

Mendengar itu Alex tersenyum senang, sepertinya perjuangannya baru akan dimulai.

Devina

Nama itu sepertinya telah menguasai hati dan fikirannya.

Mungkin akan sulit membuat Devina percaya, tapi Alex akan melakukannya.

Dia akan membuat Devina jatuh hati dan menjadi miliknya.

Hanya miliknya.

¤¤¤

Tepat pukul sembilan Devina sampai di rumahnya dan dia membawa sebuah boneka teddy bear berukuran sedang ditangannya, hasil yang didapatkan Ziko dari salah satu permainan. Saat memasuki rumah ada Fahisa yang baru keluar dari dapur dan Devina segera menghampiri lalu memeluknya dari belakang membuat wanita paruh baya itu terkejut bukan main.

"Mommy belum tidur?" Tanya Devina

Medengar suara anaknya Fahisa tersenyum.

"Kamu nih bikin kaget, Mommy belum ngantuk dan kamu belum pulang jadi Mommy belum bisa tidur." Kata Fahisq membuat Devina tersenyum mendengarnya

Fahisa memang sangat perhatian pada anak-anaknya.

"Daddy?"

"Di ruang kerjanya." Kata Fahisa yang dijawab dengan anggukan oleh anaknya

Sesaat kemudian Fahisa melihat benda yang ada di tangan anaknya lalu tersenyum kecil.

"Dari pacarnya ya?" Goda Fahisa

Devina terlihat bingung, tapi tertawa setelahnya.

"Bukan, temen aku tau." Kata Devina

"Udah malam, tidur nanti bangunnya kesiangan." Kata Fahisa

"Siap boss"

Melihat anaknya yang berlari kecil menuju kamar membuat Fahisa tersenyum dan menggelengkan kepalanya pelan.

Devina benar-benar membuat semua lelahnya hilang.

Kembali pada Devina yang langsung menjatuhkan dirinya di atas ranjang lalu mengeluarkan ponselnya dari saku celana.

Saat itu juga ponselnya bergetar beberapa kali dan ketika melihat notifikasinya ada lima puluhan pesan dari Alex.

Salah satu pesannya.

Alex : Kenapa chat aku belum di balas Vin?

Menggelengkan kepalanya cepat Devina meletakkan ponselnya di bawah bantal lalu mengambil boneka yang tadi dia bawa dan tersenyum ketika melihatnya.

'Ini untuk sayangnya Ziko'

Jadi, Ziko menyayanginya ya?

Apa lebih baik bersama Ziko saja dari pada dengan Alex?

Tapi, memang keduanya mau sama Devina?

"Hahh stop Vin mending kamu tidur"

Perlahan mata Devina terpejam, dia akan tertidur dengan nyanyak malam ini tanpa memikirkan apapun.

Termasuk kisah cintanya yang belum dimulai.

¤¤¤

Terpopuler

Comments

Putraa Siktuss

Putraa Siktuss

ziko aja dong

2021-06-19

0

Rokiyah Yulianti

Rokiyah Yulianti

ziko itu sangat menyayangimu vin, kamunya aja yg ga peka

2021-05-15

1

Rahmawaty❣️

Rahmawaty❣️

devina sama siapa aja bolh dehhh..
yg pnting ziko sma alex berjuanglahh untk mndptkn hati vinaa..

2021-04-29

0

lihat semua
Episodes
1 Devano Berlian Wijaya
2 Devina Berlian Wijaya
3 1 : SMA Kencana
4 2 : Antara Alex dan Ziko
5 3 : Alex dan Kisah Cintanya
6 4 : Pasar Malam
7 5 : Lapangan dan UKS
8 6 : Devano dan Adara
9 7 : Kamu Orang Baik
10 8 : Cara Lain
11 9 : Selangkah Lebih Maju
12 10 : Aku Boleh Cemburu?
13 11 : Bernyanyi Untukmu
14 12 : Adara dan Kehidupannya
15 13 : Devina Salah Tingkah
16 14 : Perusak Hubungan
17 15 : Cafe dan Hujan
18 16 : Lagu dan Luka
19 17 : Adara Alexander
20 18 : Aku Sayang Kamu Devano
21 19 : Si Posesif Devano
22 20 : Antara Ziko dan Alex
23 21 : Kamu Jahat
24 22 : Masih Marah
25 23 : Baikan?
26 24 : Jangan Dengarkan Mereka
27 25 : Aku Sayang Kamu Vin
28 26 : Aku Suka Dia
29 27 : Obat Tidur
30 28 : Pipiku Merona
31 29 : Aku Cinta Kamu
32 30 : Taken By Ziko
33 31 : Bahagia Selalu
34 32 : Pelukan Hangat Devano
35 33 : Si Keras Kepala
36 34 : Sweet Family
37 35 : Si Manja Devina
38 36 : Sayang
39 37 : Bersama Ziko
40 38 : Don't Cry
41 39 : Aku Cemburu!
42 40 : Tetap Disini
43 41 : Devano Marah
44 42 : Ziko Cemburu
45 43 : Maafin Aku Sayang
46 44 : Kekasih Nakal
47 45 : Hujan dan Teh Hangat
48 46 : Lari Pagi
49 47 : Semua Posesif
50 48 : Marahan
51 49 : Buku dan Sekotak Pizza
52 50 : Lagu Untuk Adara
53 51 : Si Posesif Ziko
54 52 : Namanya Harris
55 53 : Kesalahan Besar
56 54 : Marah dan Merah
57 55 : Pacaran
58 56 : Gara-gara Case Phone
59 57 : Kamu Tidak Akan Pergi Kan?
60 58 : Truth or Dare?
61 59 : Tentang Alex
62 60 : Kecewa
63 61 : Jangan Egois
64 62 : Aku Mau Sendiri
65 63 : Aku Mau Ikut!
66 64 : Bandara
67 65 : Pantai
68 66 : Devano Kangen!
69 67 : Terlupakan
70 68 : Masih Marah
71 69 : Kita Saudara
72 70 : My Beloved Twins
73 71 : Baikan
74 72 : Perlakuan Manis
75 73 : Cemburu!
76 74 : Kehujanan
77 75 : Aku Wanita Lemah
78 76 : Si Keras Kepala Devano
79 77 : Hug Me
80 78 : Pengganggu!
81 79 : Vano Cemburu
82 80 : Pengaruh Alex!
83 81 : Kalau Aku Pergi
84 82 : Belajar Bersama
85 83 : Dilema
86 84 : Jangan Marahi Vano
87 85 : Cepat Sembuh Sayang
88 OBSESSION
89 86 : Lagu Untuk Devina
90 87 : Selamat Ulang Tahun
91 88 : Hari Istimewa
92 89 : Ajakan Devano
93 90 : Vano Jorok!
94 91 : Anak Kesayangan
95 92 : Devano Sakit
96 93 : Bersama Devano
97 94 : A Day With Devano
98 95 : Manja
99 96 : Random
100 97 : Penakut
101 98 : Libur Sekolah
102 99 : Selamat Ulang Tahun Ziko
103 100 : Panik!
104 101 : Coba Aja
105 102 : Prom Night
106 S2 (1)
107 S2 (2)
108 S2 (3)
109 S2 (4)
110 S2 (5)
111 S2 (6)
112 S2 (7)
113 S2 (8)
114 S2 (9)
115 S2 (10)
116 S2 (11)
117 S2 (12)
118 S2 (13)
119 S2 (14)
120 S2 (15)
121 S2 (16)
122 S2 (17)
123 S2 (18)
124 S2 (19)
125 S2 (20)
126 S2 (21)
127 S2 (22)
128 S2 (23)
129 S2 (24)
130 S2 (25)
131 S2 (26)
132 S2 (27)
133 S2 (28)
134 S2 (29)
135 S2 (30)
136 S2 (31)
137 S2 (32)
138 S2 (33)
139 S2 (34)
140 S2 (35)
141 S2 (36)
142 S2 (37)
143 S2 (38)
144 S2 (39)
145 S2 (40)
146 S2 (41)
147 S2 (42)
148 S2 (43)
149 S2 (44)
150 S2 (45)
151 S2 (46)
152 S2 (47)
153 S2 (48)
154 S2 (49)
155 S2 (50)
156 S2 (51)
157 S2 (52)
158 S2 (53)
159 S2 (54)
160 S2 (55)
161 S2 (56)
162 S2 (57)
163 S2 (58)
164 S2 (59)
165 S2 (60)
166 S2 (61)
167 S2 (62)
168 S2 (63)
169 S2 (64)
170 S2 (65)
171 S2 (66)
172 S2 (67)
173 S2 (68)
174 S2 (69)
175 S2 (70)
176 S2 (71)
177 S2 (72)
178 S2 (73)
179 S2 (74)
180 S2 (75)
181 S2 (76)
182 S2 (77)
183 S2 (78)
184 S2 (79)
185 S2 (80)
186 S2 (81)
187 S2 (82)
188 S2 (83)
189 S2 (84)
190 S2 (85)
191 S2 (86)
192 S2 (87)
193 S2 (88)
194 S2 (89)
195 S2 (90)
196 S2 (91)
197 S2 (92)
198 S2 (93)
199 S2 (94)
200 S2 (95)
201 S2 (96)
202 S2 (97)
203 S2 (98)
204 S2 (99)
205 S2 (100)
206 S2 (101)
207 S2 (102)
208 S2 (103)
209 S2 (104)
210 S2 (105)
211 S2 (106)
212 S2 (107)
213 S2 (108)
214 S2 (109)
215 S2 (110)
216 S2 (111)
217 S2 (112)
218 S2 (113)
219 Extra Part (1)
220 Extra Part (2)
221 Extra Part (3)
222 Istri Manja Ziko!
223 Devano (1)
224 Devano (2)
225 Devano (3)
226 Devano (4)
227 Devano (5)
228 Devano (6)
229 Devano (7)
230 Devano (8)
231 Devano (9)
232 Devano (10)
233 Devano (11)
234 Devano (12)
235 Devano (13)
236 Devano (14)
237 Devano (15)
238 Devano (16)
239 Devano (17)
240 Devano (18)
241 Devano (19)
242 Devano (20)
243 Devano (21)
244 Devano (22)
245 Devano (23)
246 Devano (24)
247 Devano (25)
248 Devano (26)
249 Devano (27)
250 Devano (28)
251 Devano (29)
252 Devano (30)
253 Devano (31)
254 Devano (32)
255 Devano (33)
256 Devano (34)
257 Devano (35)
258 Devano (36)
259 Devano (37)
260 Devano (38)
261 Devano (39)
262 Devano (40)
263 Devano (41)
264 Devano (42)
265 Devano (43)
266 Devano (44)
267 Devano (45)
268 Devano (46)
269 Devano (47)
270 Devano (48)
271 Devano (49)
272 Devano (50)
273 Devano (51)
274 Devano (52)
275 Devano (53)
276 Devano (54)
277 Devano (55)
278 Devano (56)
279 Devano (57)
280 Devano (58)
281 Devano (59)
282 Devano (60)
283 Devano (61)
284 Devano (62)
285 Devano (63)
286 Devano (64)
287 Devano (65)
288 Devano (66)
289 Devano (67)
290 ....
291 Devano (68)
292 Devano (69)
293 Devano (70)
294 Devano (71)
295 Devano (72)
296 Devano (73)
297 Devano (74)
298 Devano (75)
299 Devano (76)
300 Devano (77)
301 ENDING
302 CERITA BARU!
Episodes

Updated 302 Episodes

1
Devano Berlian Wijaya
2
Devina Berlian Wijaya
3
1 : SMA Kencana
4
2 : Antara Alex dan Ziko
5
3 : Alex dan Kisah Cintanya
6
4 : Pasar Malam
7
5 : Lapangan dan UKS
8
6 : Devano dan Adara
9
7 : Kamu Orang Baik
10
8 : Cara Lain
11
9 : Selangkah Lebih Maju
12
10 : Aku Boleh Cemburu?
13
11 : Bernyanyi Untukmu
14
12 : Adara dan Kehidupannya
15
13 : Devina Salah Tingkah
16
14 : Perusak Hubungan
17
15 : Cafe dan Hujan
18
16 : Lagu dan Luka
19
17 : Adara Alexander
20
18 : Aku Sayang Kamu Devano
21
19 : Si Posesif Devano
22
20 : Antara Ziko dan Alex
23
21 : Kamu Jahat
24
22 : Masih Marah
25
23 : Baikan?
26
24 : Jangan Dengarkan Mereka
27
25 : Aku Sayang Kamu Vin
28
26 : Aku Suka Dia
29
27 : Obat Tidur
30
28 : Pipiku Merona
31
29 : Aku Cinta Kamu
32
30 : Taken By Ziko
33
31 : Bahagia Selalu
34
32 : Pelukan Hangat Devano
35
33 : Si Keras Kepala
36
34 : Sweet Family
37
35 : Si Manja Devina
38
36 : Sayang
39
37 : Bersama Ziko
40
38 : Don't Cry
41
39 : Aku Cemburu!
42
40 : Tetap Disini
43
41 : Devano Marah
44
42 : Ziko Cemburu
45
43 : Maafin Aku Sayang
46
44 : Kekasih Nakal
47
45 : Hujan dan Teh Hangat
48
46 : Lari Pagi
49
47 : Semua Posesif
50
48 : Marahan
51
49 : Buku dan Sekotak Pizza
52
50 : Lagu Untuk Adara
53
51 : Si Posesif Ziko
54
52 : Namanya Harris
55
53 : Kesalahan Besar
56
54 : Marah dan Merah
57
55 : Pacaran
58
56 : Gara-gara Case Phone
59
57 : Kamu Tidak Akan Pergi Kan?
60
58 : Truth or Dare?
61
59 : Tentang Alex
62
60 : Kecewa
63
61 : Jangan Egois
64
62 : Aku Mau Sendiri
65
63 : Aku Mau Ikut!
66
64 : Bandara
67
65 : Pantai
68
66 : Devano Kangen!
69
67 : Terlupakan
70
68 : Masih Marah
71
69 : Kita Saudara
72
70 : My Beloved Twins
73
71 : Baikan
74
72 : Perlakuan Manis
75
73 : Cemburu!
76
74 : Kehujanan
77
75 : Aku Wanita Lemah
78
76 : Si Keras Kepala Devano
79
77 : Hug Me
80
78 : Pengganggu!
81
79 : Vano Cemburu
82
80 : Pengaruh Alex!
83
81 : Kalau Aku Pergi
84
82 : Belajar Bersama
85
83 : Dilema
86
84 : Jangan Marahi Vano
87
85 : Cepat Sembuh Sayang
88
OBSESSION
89
86 : Lagu Untuk Devina
90
87 : Selamat Ulang Tahun
91
88 : Hari Istimewa
92
89 : Ajakan Devano
93
90 : Vano Jorok!
94
91 : Anak Kesayangan
95
92 : Devano Sakit
96
93 : Bersama Devano
97
94 : A Day With Devano
98
95 : Manja
99
96 : Random
100
97 : Penakut
101
98 : Libur Sekolah
102
99 : Selamat Ulang Tahun Ziko
103
100 : Panik!
104
101 : Coba Aja
105
102 : Prom Night
106
S2 (1)
107
S2 (2)
108
S2 (3)
109
S2 (4)
110
S2 (5)
111
S2 (6)
112
S2 (7)
113
S2 (8)
114
S2 (9)
115
S2 (10)
116
S2 (11)
117
S2 (12)
118
S2 (13)
119
S2 (14)
120
S2 (15)
121
S2 (16)
122
S2 (17)
123
S2 (18)
124
S2 (19)
125
S2 (20)
126
S2 (21)
127
S2 (22)
128
S2 (23)
129
S2 (24)
130
S2 (25)
131
S2 (26)
132
S2 (27)
133
S2 (28)
134
S2 (29)
135
S2 (30)
136
S2 (31)
137
S2 (32)
138
S2 (33)
139
S2 (34)
140
S2 (35)
141
S2 (36)
142
S2 (37)
143
S2 (38)
144
S2 (39)
145
S2 (40)
146
S2 (41)
147
S2 (42)
148
S2 (43)
149
S2 (44)
150
S2 (45)
151
S2 (46)
152
S2 (47)
153
S2 (48)
154
S2 (49)
155
S2 (50)
156
S2 (51)
157
S2 (52)
158
S2 (53)
159
S2 (54)
160
S2 (55)
161
S2 (56)
162
S2 (57)
163
S2 (58)
164
S2 (59)
165
S2 (60)
166
S2 (61)
167
S2 (62)
168
S2 (63)
169
S2 (64)
170
S2 (65)
171
S2 (66)
172
S2 (67)
173
S2 (68)
174
S2 (69)
175
S2 (70)
176
S2 (71)
177
S2 (72)
178
S2 (73)
179
S2 (74)
180
S2 (75)
181
S2 (76)
182
S2 (77)
183
S2 (78)
184
S2 (79)
185
S2 (80)
186
S2 (81)
187
S2 (82)
188
S2 (83)
189
S2 (84)
190
S2 (85)
191
S2 (86)
192
S2 (87)
193
S2 (88)
194
S2 (89)
195
S2 (90)
196
S2 (91)
197
S2 (92)
198
S2 (93)
199
S2 (94)
200
S2 (95)
201
S2 (96)
202
S2 (97)
203
S2 (98)
204
S2 (99)
205
S2 (100)
206
S2 (101)
207
S2 (102)
208
S2 (103)
209
S2 (104)
210
S2 (105)
211
S2 (106)
212
S2 (107)
213
S2 (108)
214
S2 (109)
215
S2 (110)
216
S2 (111)
217
S2 (112)
218
S2 (113)
219
Extra Part (1)
220
Extra Part (2)
221
Extra Part (3)
222
Istri Manja Ziko!
223
Devano (1)
224
Devano (2)
225
Devano (3)
226
Devano (4)
227
Devano (5)
228
Devano (6)
229
Devano (7)
230
Devano (8)
231
Devano (9)
232
Devano (10)
233
Devano (11)
234
Devano (12)
235
Devano (13)
236
Devano (14)
237
Devano (15)
238
Devano (16)
239
Devano (17)
240
Devano (18)
241
Devano (19)
242
Devano (20)
243
Devano (21)
244
Devano (22)
245
Devano (23)
246
Devano (24)
247
Devano (25)
248
Devano (26)
249
Devano (27)
250
Devano (28)
251
Devano (29)
252
Devano (30)
253
Devano (31)
254
Devano (32)
255
Devano (33)
256
Devano (34)
257
Devano (35)
258
Devano (36)
259
Devano (37)
260
Devano (38)
261
Devano (39)
262
Devano (40)
263
Devano (41)
264
Devano (42)
265
Devano (43)
266
Devano (44)
267
Devano (45)
268
Devano (46)
269
Devano (47)
270
Devano (48)
271
Devano (49)
272
Devano (50)
273
Devano (51)
274
Devano (52)
275
Devano (53)
276
Devano (54)
277
Devano (55)
278
Devano (56)
279
Devano (57)
280
Devano (58)
281
Devano (59)
282
Devano (60)
283
Devano (61)
284
Devano (62)
285
Devano (63)
286
Devano (64)
287
Devano (65)
288
Devano (66)
289
Devano (67)
290
....
291
Devano (68)
292
Devano (69)
293
Devano (70)
294
Devano (71)
295
Devano (72)
296
Devano (73)
297
Devano (74)
298
Devano (75)
299
Devano (76)
300
Devano (77)
301
ENDING
302
CERITA BARU!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!