8 : Cara Lain

Umpatan terdengar bersamaan dengan langkah kakinya yang terburu-buru untuk melindungi seorang gadis yang dikepung oleh banyak pria disana. Wajahnya menahan amarah ketika salah satu dari mereka menarik kasar lengan gadisnya dan tanpa peringatan sebuah pukulan melayang hingga membuatnya tersungkur.

Wajah tidak percaya Adara terlihat ketika melihat Devano sekarang berada apalagi pria itu memukuli orang-orang yang tadi ada disekelilingnya, bagaimana bisa pria itu ada disini?

Ada beberapa luka di wajah Adara karena pukulan bahkab sudut bibirnya terlihat mengeluarkan darah, tapi dia masih kuat untuk berdiri dan memukul orang-orang. Namun, matanya terus menatap ke arah Devano yang semakin dikelilingi oleh banyak orang dia cemas kalau pria itu sampai terluka karenanya.

Saat Devano sampai di rumah dia mencoba untuk menelpon Adara yang sama sekali tidak di angkat dan entah kenapa perasaannya mendadak tidak enak hingga dia memutuskan untuk kembali ke sekolah, belakang sekolah lebih tepatnya.

Benar, ada keriburan disana dan dia melihat Adara ditengah-tengah sana dengan memakai seragam sekolahnya, tapi rok yang dia gunakan diganti dengan sebuah celana.

Devano menggeram kesal ketika melihat gadisnya itu tersungkur, pengecut, bagaimana bisa dia memukul seorang wanita seperti itu?

Tadinya Devano fikir Adara akan benar-benar berhenti dan duduk diam di rumah, tapi sekarang dia malah menyaksikan wanita itu bertengkar dengan banyak orang.

Saling memberikan pukulan.

Adara berseru kencang ketika melihat Devano yang tiba-tiba datang dan memukul orang yang ada didekatnya lalu membawanya ke belakang tubuh kekar Devano, melindunginya.

"Van kenapa lo bisa disini?" Tanya Adara cemas

"Pertanyaan itu untuk lo Adara Alexander." Kata Devano

Adara baru akan bicara, tapi dia langsung berseru kencang ketika melihat seseorang memukul wajah Devano hingga membuatnya tersungkur.

Beberapa kali Devano memukul orang-orang disekitarnya hingga akhirnya ketika keadaan sudah sedikit lebih baik Devano menggenggam tangan Adara dan menariknya untuk menyingkir dari keramaian.

"Kenapa lo bisa disini Dar?" Tanya Devano marah

"Kenapa lo bisa disini Devano?" Tanya Adara yang enggan menjawab pertanyaan pria dihadapannya

"Gue tanya lo Dar! Kenapa lo bisa disini? Gue udah antar lo pulang dan lo bilang kalau lo juga gak bakal pergi." Kata Devano lagi

"Vano gue..."

Mata Adara membelak ketika seseorang secara tiba-tiba datang dan tanpa bisa dia cegah memukul bagian belakang Devano dengan balok kayu.

"Vanoo"

Ringisan Devano terdengar bersamaan dengan dia yang memegang kepala belakangnya yang terasa begitu nyeri dan sakit.

Seseorang yang baru saja memukul Devano ingin menghampiri Adara, tapi dia sudah lebih dulu tersungkur karena sebuah pukulan dari teman Adara.

"Van"

Devano mendongak untuk menatap mata Adara yang terlihat cemas, tapi sesaat setelahnya dia merasa begitu pusing hingga akhirnya linglung dan hampir terjatuh ke depan kalau saja Adara tidak menahan tubuhnya.

"Vano"

Berkali-kali Adara menepuk punggungnya dan berharap akan mendapatkan sautan, tapi sayangnya tidak ada jawaban hingga membuat Adara terlihat begitu panik dan cemas.

"Van! Gimana Sat?" Tanya Adara kepada Satria yang ada didekatnya

Satria terlihat bingung, tapi setelahnya dia mengeluarkan kunci dari saku celananya dan memberikan pada Adara.

"Bawa mobil gue Dar, biar gue yang selesain." Kata Satria

Dengan dibantu Satria tubuh Devano dibawa kedalam mobil dan Adara segera melajukan mobilnya ke rumah, dia akan mengobati luka Devano.

Saat sampai di rumah Adara meminta bantuan pada salah satu pekerja di rumahnya untuk membawa Devano masuk ke dalam. Setelah membaringkan tubuh Devano di sofa Adara segera mencari kotak P3K untuk mengobati luka-luka diwajah Devano, tapi sebelum itu dia juga harus membuat Devano membuka matanya.

"Van"

Adara menepuk pelan pipi Devano beberapa kali sampai akhirnya mata itu perlahan terbuka bersamaan dengan ringisan kesakitan Devano karena rasa nyeri di kepalanya.

"Arghh"

Sentuhan di dahinya membuat Devano menoleh dan menatap Adara yang terlihat cemas.

"Gue gak papa." Kata Devano

Devano langsung mendudukkan dirinya dan kembali memegang bagian belakang kepalanya yang terasa sedikit sakit.

Sial! Siapa pria yang berani memukulnya?

"Lo ngapain sih ada disana Van? Gue udah bilang berhenti ikut campur kan?!" Seru Adara kesal

Devano hanya diam dan tidak memberikan tanggapan apapun lalu tangannya mengambil kotak P3K yang ada di atas meja dan menarik Adara agar duduk disebelahnya.

Helaan nafas Adara terdengar berat, dia benar-benar tidak mengerti pada Devano yang begitu keras kepala akan omongannya.

Kenapa pria itu selalu melibatkan diri dengan kehidupannya yang hancur?

"Gue bisa ngobatin diri gue sendiri." Kata Adara sambil menepis tangan Devano yang berusaha mengobati luka diwajahnya

Tapi, Devano malah menggenggam tangan yang tadi menepisnya dan menggunakan tangan yang lainnya untuk mengobati luka diwajah gadisnya.

Ada yang pernah dia dengar ketika Adara bersama seorang pria paruh baya keluar dari ruang kepala sekolah dan kala itu dia melihat Adara ditampar juga dimaki, beruntung tidak ada orang selain dia disana.

Saat itu mata Adara memandang dengan penuh kecewa juga luka yang berbaur dengan benci, tapi dia begitu kuat hingga tidak ada sedikitpun air mata yang keluar.

'Satu hal yang paling saya sesali adalah lahir ke dunia ini'

Kalimat itu adalah satu-satunya kalimat yang Adara keluarkan saat itu dan Devano yang bersembunyi di dekat tembok menatap Adara yang berjalan menjauh ke ruang musik.

Entah kenapa langkah kaki Devano mengikutinya dan dia sedikit membuka pintu itu lalu mendengar sebuah isakan pilu.

Disana Adara menangis dengan kepala yang ia sembunyikan di balik kedua lututnya.

Wanita yang terlihat begitu kuat itu ternyata rapuh, sangat rapuh.

Dia hanya tidak mau menunjukkan kesedihannya di depan orang lain dan sejak saat itu Devano mulai perduli pada Adara.

Dia ingin membantu Adara menyembuhkan luka dan mewarnai hidup kelamnya.

"Van"

Panggilan itu hanya ditanggapi dengan gumaman oleh Devano dan dia masih setia mengibati luka di dahi serta sudut bibir Adara.

Tidak ada penolakan yang mau Devano dengar, dia hanya akan melanjutkan apa yang tengah dilakukannya.

"Jangan pernah terlibat dengan kehidupan gue Van." Kata Adara pelan

"Jangan pernah larang gue." Kata Devano tegas

"Hidup gue udah hancur dan hidup lo sempurna, kita beda Van...."

"Enggak pernah ada kehidupan yang hancur dan enggak pernah ada juga kehidupan yang sempurna." Kata Devano dengan senyuman yang begitu tipis

Adara terdiam dan enggan untuk menanggapi, tapi Devano malah kembali bicara.

"Selalu ada jalan untuk semua masalah Adara, tapi menyakiti diri sendiri bukan salah satunya." Kata Devano

"Enggak ada jalan untuk masalah gue Van." Kata Adara yang mulai sedikit kesal

Memang tidak ada jalan untuk masalahnya dan satu-satunya hal yang bisa dia lakukan hanyalah menghancurkan hidupnya sendiri.

Melukai dirinya hingga dia merasa keadaan akan membaik setelahnya.

"Bukan gak ada Dar, tapi lo yang belum nemuin caranya, mungkin gue bisa bantu untuk cari caranya." Kata Devano

Adara menghela nafasnya pelan lalu berusaha melepaskan genggaman tangan Devano dan mengatakan bahwa dia tidak bisa.

"Gue gak pernah mau berhubungan dengan orang lain Van, jangan paksa gue." Kata Adara lelah

Dia hanya tidak mau melibatkan orang lain, Adara sudah terbiasa sendiri dan dia tidak masalah jika harus menanggung semua rasa sakit itu sendirian.

"Manusia itu enggak mungkin bisa hidup sendirian Dar." Kata Devano

"Bisa, gue bisa." Kata Adara

"Tapi, gue gak akan biarin lo sendirian." Kata Devano

Merasa lelah dengan semua perdebatan ini Adara mulai mengambil kapas dan mengobati luka yang ada di wajah tampan Devano.

"Gue gak tanggung jawab kalau lo dimarahin setelah ini." Kata Adara

Dia tau kalau Devano bukan tipe orang yang suka berantem dan termasuk murid teladan di sekolahnya.

"Gue gak pernah minta lo untuk tanggung jawab"

Adara kembali diam dan tetap fokus pada kegiatannya mengobati luka Devano dan setelah selesai dia meminta pria itu untuk segera pulang.

"Van lebih baik lo pulang dan makasih untuk semuanya." Kata Adara tulus

Devano mengangguk singkat, tapi dia teringat satu hal.

"Motor gue?" Tanya Devano

"Gue antar ke tempat tadi, motor lo ada disana." Kata Adara

Mengambil kunci mobil Satria di meja Adara berjalan mendahului Devano, tapi ketika dia ingin masuk Devano menahannya.

"Biar gue yang bawa"

Wajah Devano menggambarkan seolah dia tidak ingin dibantah dan Adara hanya menurut.

Sepertinya hanya pada Devano dia bisa menurut dan tidak membantah.

¤¤¤

Saat melihat kembarannya yang pulang dengan wajah yang terluka Devina langsung berseru heboh dan membuat Devano segera membekap mulutnya agar tidak terdengar sampai ke bawah. Barusan tadi Devano dibuat beruntung karena tidak bertemu kedua orang tuanya dibawah, tapi dia bingung malam nanti harus memberikan alasan apa pada orang tuanya.

Pantas saja tadi Devina merasa tidak enak dan cemas tanpa alasan ternyata ini alasannya, dia tidak menyangka kalau Devano bertengkar. Bisa habis kembarannya itu dimarahi kalau sampai Daffa tau.

"Vano kenapa bisa? Sudah diobati belum?" Tanya Devina cemas

Devano mengangguk sambil tersenyum tipis lalu mendudukkan dirinya disebelah Devina.

"Nanti Daddy bisa marah, kamu kenapa berantem?" Tanya Devina lagi

"Tadi gue..."

Devano terlihat ragu untuk bercerita, dia hanya takut kalau Devina malah akan menyalahkan Adara nantinya padahal ini semua bukan salah gadisnya.

Tapi, tetap saja Devano harus jujur kan?

Akhirnya mengalirlah cerita Devano dan membuat Devina menatapnya dengan tidak percaya lalu memukul pelan lengannya.

"Jangan kayak gitu lagi Vano." Kata Devina yang hanya dijawab dengan anggukan singkat olehnya

Devano tersenyum singkat lalu membawa kembarannya itu ke dalam pelukan hangatnya.

"Terus cewek galak itu enggak kenapa-kenapa kan?" Tanya Devina membuat Devano terkekeh mendengarnya

"Dia luka"

"Bandel banget sih dia jadi cewek! Kenapa coba ikut-ikutan?!" Tanya Devina kesal

"Ada alasannya Vin"

"Tetep aja harusnya jangan! Dia kan cewek, tapi bandel banget." Kaya Devina lagi

"Cerewet banget sih." Canda Devano

Devina mengerucutkan bibirnya kesal ketika mendengar perkataan kembarannya.

"Jangan berantem lagi ya? Kamu yang berantem, tapi aku ikutan sakit tau, apalagi ini tadi sakit banget." Kata Devina menunjuk bagian belakang kepalanya

Devano hampir lupa kalau merka saudara kembar dan mereka juga punya ikatan yang cukup kuat hingha setiap salah satunya terluka maka yang lain ikut merasakan juga.

"Sini aku sembuhin." Kata Devano

Devano mencium bagian belakang kepala Devina lalu mengusapnya dengan sayang.

"Vano"

"Hmm"

"Kamu suka ya sama cewek galak itu?" Tanya Devina penasaran

Devano tidak menjawab, tapi hanya bergumam pelan membuat Devina tersenyum nakal lalu menusuk-nusuk pipinya dengan jari.

"Suka kan? Ihh Vano udah suka sama cewek." Ledek Devina

Menjauhkan tangan kembarannya Devano tidak bisa menahan senyumnya ketika melihat kembarannya yang menatap dia dengan lucu.

"Ternyata kamu sukanya sama cewek galak ya Van?" Tanya Devina

Terkekeh pelan Devano menggelengkan kepalanya.

"Bukan itu alasannya Vin, tapi kamu boleh menganggapnya begitu"

Devano dan kisah cintanya kira-kira akan berakhir seperti apa?

¤¤¤

Terpopuler

Comments

Rokiyah Yulianti

Rokiyah Yulianti

seneng bgt liat keakraban si kembar ini

2021-05-15

3

Alya Hidayah

Alya Hidayah

Haaaa...... pengen dehh

2021-02-20

4

pangako sayyo

pangako sayyo

Aku tuh pen punya anak kembar cwo cwe

2021-02-01

3

lihat semua
Episodes
1 Devano Berlian Wijaya
2 Devina Berlian Wijaya
3 1 : SMA Kencana
4 2 : Antara Alex dan Ziko
5 3 : Alex dan Kisah Cintanya
6 4 : Pasar Malam
7 5 : Lapangan dan UKS
8 6 : Devano dan Adara
9 7 : Kamu Orang Baik
10 8 : Cara Lain
11 9 : Selangkah Lebih Maju
12 10 : Aku Boleh Cemburu?
13 11 : Bernyanyi Untukmu
14 12 : Adara dan Kehidupannya
15 13 : Devina Salah Tingkah
16 14 : Perusak Hubungan
17 15 : Cafe dan Hujan
18 16 : Lagu dan Luka
19 17 : Adara Alexander
20 18 : Aku Sayang Kamu Devano
21 19 : Si Posesif Devano
22 20 : Antara Ziko dan Alex
23 21 : Kamu Jahat
24 22 : Masih Marah
25 23 : Baikan?
26 24 : Jangan Dengarkan Mereka
27 25 : Aku Sayang Kamu Vin
28 26 : Aku Suka Dia
29 27 : Obat Tidur
30 28 : Pipiku Merona
31 29 : Aku Cinta Kamu
32 30 : Taken By Ziko
33 31 : Bahagia Selalu
34 32 : Pelukan Hangat Devano
35 33 : Si Keras Kepala
36 34 : Sweet Family
37 35 : Si Manja Devina
38 36 : Sayang
39 37 : Bersama Ziko
40 38 : Don't Cry
41 39 : Aku Cemburu!
42 40 : Tetap Disini
43 41 : Devano Marah
44 42 : Ziko Cemburu
45 43 : Maafin Aku Sayang
46 44 : Kekasih Nakal
47 45 : Hujan dan Teh Hangat
48 46 : Lari Pagi
49 47 : Semua Posesif
50 48 : Marahan
51 49 : Buku dan Sekotak Pizza
52 50 : Lagu Untuk Adara
53 51 : Si Posesif Ziko
54 52 : Namanya Harris
55 53 : Kesalahan Besar
56 54 : Marah dan Merah
57 55 : Pacaran
58 56 : Gara-gara Case Phone
59 57 : Kamu Tidak Akan Pergi Kan?
60 58 : Truth or Dare?
61 59 : Tentang Alex
62 60 : Kecewa
63 61 : Jangan Egois
64 62 : Aku Mau Sendiri
65 63 : Aku Mau Ikut!
66 64 : Bandara
67 65 : Pantai
68 66 : Devano Kangen!
69 67 : Terlupakan
70 68 : Masih Marah
71 69 : Kita Saudara
72 70 : My Beloved Twins
73 71 : Baikan
74 72 : Perlakuan Manis
75 73 : Cemburu!
76 74 : Kehujanan
77 75 : Aku Wanita Lemah
78 76 : Si Keras Kepala Devano
79 77 : Hug Me
80 78 : Pengganggu!
81 79 : Vano Cemburu
82 80 : Pengaruh Alex!
83 81 : Kalau Aku Pergi
84 82 : Belajar Bersama
85 83 : Dilema
86 84 : Jangan Marahi Vano
87 85 : Cepat Sembuh Sayang
88 OBSESSION
89 86 : Lagu Untuk Devina
90 87 : Selamat Ulang Tahun
91 88 : Hari Istimewa
92 89 : Ajakan Devano
93 90 : Vano Jorok!
94 91 : Anak Kesayangan
95 92 : Devano Sakit
96 93 : Bersama Devano
97 94 : A Day With Devano
98 95 : Manja
99 96 : Random
100 97 : Penakut
101 98 : Libur Sekolah
102 99 : Selamat Ulang Tahun Ziko
103 100 : Panik!
104 101 : Coba Aja
105 102 : Prom Night
106 S2 (1)
107 S2 (2)
108 S2 (3)
109 S2 (4)
110 S2 (5)
111 S2 (6)
112 S2 (7)
113 S2 (8)
114 S2 (9)
115 S2 (10)
116 S2 (11)
117 S2 (12)
118 S2 (13)
119 S2 (14)
120 S2 (15)
121 S2 (16)
122 S2 (17)
123 S2 (18)
124 S2 (19)
125 S2 (20)
126 S2 (21)
127 S2 (22)
128 S2 (23)
129 S2 (24)
130 S2 (25)
131 S2 (26)
132 S2 (27)
133 S2 (28)
134 S2 (29)
135 S2 (30)
136 S2 (31)
137 S2 (32)
138 S2 (33)
139 S2 (34)
140 S2 (35)
141 S2 (36)
142 S2 (37)
143 S2 (38)
144 S2 (39)
145 S2 (40)
146 S2 (41)
147 S2 (42)
148 S2 (43)
149 S2 (44)
150 S2 (45)
151 S2 (46)
152 S2 (47)
153 S2 (48)
154 S2 (49)
155 S2 (50)
156 S2 (51)
157 S2 (52)
158 S2 (53)
159 S2 (54)
160 S2 (55)
161 S2 (56)
162 S2 (57)
163 S2 (58)
164 S2 (59)
165 S2 (60)
166 S2 (61)
167 S2 (62)
168 S2 (63)
169 S2 (64)
170 S2 (65)
171 S2 (66)
172 S2 (67)
173 S2 (68)
174 S2 (69)
175 S2 (70)
176 S2 (71)
177 S2 (72)
178 S2 (73)
179 S2 (74)
180 S2 (75)
181 S2 (76)
182 S2 (77)
183 S2 (78)
184 S2 (79)
185 S2 (80)
186 S2 (81)
187 S2 (82)
188 S2 (83)
189 S2 (84)
190 S2 (85)
191 S2 (86)
192 S2 (87)
193 S2 (88)
194 S2 (89)
195 S2 (90)
196 S2 (91)
197 S2 (92)
198 S2 (93)
199 S2 (94)
200 S2 (95)
201 S2 (96)
202 S2 (97)
203 S2 (98)
204 S2 (99)
205 S2 (100)
206 S2 (101)
207 S2 (102)
208 S2 (103)
209 S2 (104)
210 S2 (105)
211 S2 (106)
212 S2 (107)
213 S2 (108)
214 S2 (109)
215 S2 (110)
216 S2 (111)
217 S2 (112)
218 S2 (113)
219 Extra Part (1)
220 Extra Part (2)
221 Extra Part (3)
222 Istri Manja Ziko!
223 Devano (1)
224 Devano (2)
225 Devano (3)
226 Devano (4)
227 Devano (5)
228 Devano (6)
229 Devano (7)
230 Devano (8)
231 Devano (9)
232 Devano (10)
233 Devano (11)
234 Devano (12)
235 Devano (13)
236 Devano (14)
237 Devano (15)
238 Devano (16)
239 Devano (17)
240 Devano (18)
241 Devano (19)
242 Devano (20)
243 Devano (21)
244 Devano (22)
245 Devano (23)
246 Devano (24)
247 Devano (25)
248 Devano (26)
249 Devano (27)
250 Devano (28)
251 Devano (29)
252 Devano (30)
253 Devano (31)
254 Devano (32)
255 Devano (33)
256 Devano (34)
257 Devano (35)
258 Devano (36)
259 Devano (37)
260 Devano (38)
261 Devano (39)
262 Devano (40)
263 Devano (41)
264 Devano (42)
265 Devano (43)
266 Devano (44)
267 Devano (45)
268 Devano (46)
269 Devano (47)
270 Devano (48)
271 Devano (49)
272 Devano (50)
273 Devano (51)
274 Devano (52)
275 Devano (53)
276 Devano (54)
277 Devano (55)
278 Devano (56)
279 Devano (57)
280 Devano (58)
281 Devano (59)
282 Devano (60)
283 Devano (61)
284 Devano (62)
285 Devano (63)
286 Devano (64)
287 Devano (65)
288 Devano (66)
289 Devano (67)
290 ....
291 Devano (68)
292 Devano (69)
293 Devano (70)
294 Devano (71)
295 Devano (72)
296 Devano (73)
297 Devano (74)
298 Devano (75)
299 Devano (76)
300 Devano (77)
301 ENDING
302 CERITA BARU!
Episodes

Updated 302 Episodes

1
Devano Berlian Wijaya
2
Devina Berlian Wijaya
3
1 : SMA Kencana
4
2 : Antara Alex dan Ziko
5
3 : Alex dan Kisah Cintanya
6
4 : Pasar Malam
7
5 : Lapangan dan UKS
8
6 : Devano dan Adara
9
7 : Kamu Orang Baik
10
8 : Cara Lain
11
9 : Selangkah Lebih Maju
12
10 : Aku Boleh Cemburu?
13
11 : Bernyanyi Untukmu
14
12 : Adara dan Kehidupannya
15
13 : Devina Salah Tingkah
16
14 : Perusak Hubungan
17
15 : Cafe dan Hujan
18
16 : Lagu dan Luka
19
17 : Adara Alexander
20
18 : Aku Sayang Kamu Devano
21
19 : Si Posesif Devano
22
20 : Antara Ziko dan Alex
23
21 : Kamu Jahat
24
22 : Masih Marah
25
23 : Baikan?
26
24 : Jangan Dengarkan Mereka
27
25 : Aku Sayang Kamu Vin
28
26 : Aku Suka Dia
29
27 : Obat Tidur
30
28 : Pipiku Merona
31
29 : Aku Cinta Kamu
32
30 : Taken By Ziko
33
31 : Bahagia Selalu
34
32 : Pelukan Hangat Devano
35
33 : Si Keras Kepala
36
34 : Sweet Family
37
35 : Si Manja Devina
38
36 : Sayang
39
37 : Bersama Ziko
40
38 : Don't Cry
41
39 : Aku Cemburu!
42
40 : Tetap Disini
43
41 : Devano Marah
44
42 : Ziko Cemburu
45
43 : Maafin Aku Sayang
46
44 : Kekasih Nakal
47
45 : Hujan dan Teh Hangat
48
46 : Lari Pagi
49
47 : Semua Posesif
50
48 : Marahan
51
49 : Buku dan Sekotak Pizza
52
50 : Lagu Untuk Adara
53
51 : Si Posesif Ziko
54
52 : Namanya Harris
55
53 : Kesalahan Besar
56
54 : Marah dan Merah
57
55 : Pacaran
58
56 : Gara-gara Case Phone
59
57 : Kamu Tidak Akan Pergi Kan?
60
58 : Truth or Dare?
61
59 : Tentang Alex
62
60 : Kecewa
63
61 : Jangan Egois
64
62 : Aku Mau Sendiri
65
63 : Aku Mau Ikut!
66
64 : Bandara
67
65 : Pantai
68
66 : Devano Kangen!
69
67 : Terlupakan
70
68 : Masih Marah
71
69 : Kita Saudara
72
70 : My Beloved Twins
73
71 : Baikan
74
72 : Perlakuan Manis
75
73 : Cemburu!
76
74 : Kehujanan
77
75 : Aku Wanita Lemah
78
76 : Si Keras Kepala Devano
79
77 : Hug Me
80
78 : Pengganggu!
81
79 : Vano Cemburu
82
80 : Pengaruh Alex!
83
81 : Kalau Aku Pergi
84
82 : Belajar Bersama
85
83 : Dilema
86
84 : Jangan Marahi Vano
87
85 : Cepat Sembuh Sayang
88
OBSESSION
89
86 : Lagu Untuk Devina
90
87 : Selamat Ulang Tahun
91
88 : Hari Istimewa
92
89 : Ajakan Devano
93
90 : Vano Jorok!
94
91 : Anak Kesayangan
95
92 : Devano Sakit
96
93 : Bersama Devano
97
94 : A Day With Devano
98
95 : Manja
99
96 : Random
100
97 : Penakut
101
98 : Libur Sekolah
102
99 : Selamat Ulang Tahun Ziko
103
100 : Panik!
104
101 : Coba Aja
105
102 : Prom Night
106
S2 (1)
107
S2 (2)
108
S2 (3)
109
S2 (4)
110
S2 (5)
111
S2 (6)
112
S2 (7)
113
S2 (8)
114
S2 (9)
115
S2 (10)
116
S2 (11)
117
S2 (12)
118
S2 (13)
119
S2 (14)
120
S2 (15)
121
S2 (16)
122
S2 (17)
123
S2 (18)
124
S2 (19)
125
S2 (20)
126
S2 (21)
127
S2 (22)
128
S2 (23)
129
S2 (24)
130
S2 (25)
131
S2 (26)
132
S2 (27)
133
S2 (28)
134
S2 (29)
135
S2 (30)
136
S2 (31)
137
S2 (32)
138
S2 (33)
139
S2 (34)
140
S2 (35)
141
S2 (36)
142
S2 (37)
143
S2 (38)
144
S2 (39)
145
S2 (40)
146
S2 (41)
147
S2 (42)
148
S2 (43)
149
S2 (44)
150
S2 (45)
151
S2 (46)
152
S2 (47)
153
S2 (48)
154
S2 (49)
155
S2 (50)
156
S2 (51)
157
S2 (52)
158
S2 (53)
159
S2 (54)
160
S2 (55)
161
S2 (56)
162
S2 (57)
163
S2 (58)
164
S2 (59)
165
S2 (60)
166
S2 (61)
167
S2 (62)
168
S2 (63)
169
S2 (64)
170
S2 (65)
171
S2 (66)
172
S2 (67)
173
S2 (68)
174
S2 (69)
175
S2 (70)
176
S2 (71)
177
S2 (72)
178
S2 (73)
179
S2 (74)
180
S2 (75)
181
S2 (76)
182
S2 (77)
183
S2 (78)
184
S2 (79)
185
S2 (80)
186
S2 (81)
187
S2 (82)
188
S2 (83)
189
S2 (84)
190
S2 (85)
191
S2 (86)
192
S2 (87)
193
S2 (88)
194
S2 (89)
195
S2 (90)
196
S2 (91)
197
S2 (92)
198
S2 (93)
199
S2 (94)
200
S2 (95)
201
S2 (96)
202
S2 (97)
203
S2 (98)
204
S2 (99)
205
S2 (100)
206
S2 (101)
207
S2 (102)
208
S2 (103)
209
S2 (104)
210
S2 (105)
211
S2 (106)
212
S2 (107)
213
S2 (108)
214
S2 (109)
215
S2 (110)
216
S2 (111)
217
S2 (112)
218
S2 (113)
219
Extra Part (1)
220
Extra Part (2)
221
Extra Part (3)
222
Istri Manja Ziko!
223
Devano (1)
224
Devano (2)
225
Devano (3)
226
Devano (4)
227
Devano (5)
228
Devano (6)
229
Devano (7)
230
Devano (8)
231
Devano (9)
232
Devano (10)
233
Devano (11)
234
Devano (12)
235
Devano (13)
236
Devano (14)
237
Devano (15)
238
Devano (16)
239
Devano (17)
240
Devano (18)
241
Devano (19)
242
Devano (20)
243
Devano (21)
244
Devano (22)
245
Devano (23)
246
Devano (24)
247
Devano (25)
248
Devano (26)
249
Devano (27)
250
Devano (28)
251
Devano (29)
252
Devano (30)
253
Devano (31)
254
Devano (32)
255
Devano (33)
256
Devano (34)
257
Devano (35)
258
Devano (36)
259
Devano (37)
260
Devano (38)
261
Devano (39)
262
Devano (40)
263
Devano (41)
264
Devano (42)
265
Devano (43)
266
Devano (44)
267
Devano (45)
268
Devano (46)
269
Devano (47)
270
Devano (48)
271
Devano (49)
272
Devano (50)
273
Devano (51)
274
Devano (52)
275
Devano (53)
276
Devano (54)
277
Devano (55)
278
Devano (56)
279
Devano (57)
280
Devano (58)
281
Devano (59)
282
Devano (60)
283
Devano (61)
284
Devano (62)
285
Devano (63)
286
Devano (64)
287
Devano (65)
288
Devano (66)
289
Devano (67)
290
....
291
Devano (68)
292
Devano (69)
293
Devano (70)
294
Devano (71)
295
Devano (72)
296
Devano (73)
297
Devano (74)
298
Devano (75)
299
Devano (76)
300
Devano (77)
301
ENDING
302
CERITA BARU!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!