"Ihhh nyebelinn!"
Suara kekesalan Devina membuat teman-teman sekelasnya yang lain menoleh ke arahnya dan melihat Devina yang tengah menatap Ziko dengan sengit, merasa kesal karena ulang sahabat baiknya. Semua berawal dari Ziko yang mengganggunya ketika dia sedang curhat dengan teman-temannya tentang Adara yang datang ke rumahnya kemarin.
Awalnya Ziko ikut mendengarkan, tapi lama kelamaan dia mengganggu Devina dengan memainkan rambutnya atau menepuk-nepuk bahunya, tapi ketika ditanya kenapa dia mengatakan tidak ada apa-apa. Sekarang Ziko hanya cengengesan ketika Devina menatapnya dengan galak lalu dia memperingati Ziko dan kembali mengobrol bersama teman-temannya.
"Vin"
Lagi, bukan berhenti Ziko malah semakin mengganggu Devina yang terlihat lucu ketika sedang serius.
"Vin"
"Vina"
"Vin"
"Vin"
"Devina"
Menghela nafasnya pelan Devina berbalik dengan buku ditangannya lalu memukul Ziko karena kesal, pukulan kecil bahkan Ziko tidak merasa apapun dan malah tertawa.
"Kamu tuh nyebelin banget sih hari ini?! Kesel tau gak?!" Seru Devina
Kali ini Ziko diam karena merasa kalau Devina benar-benar marah, tumben sekali biasanya Devina tidak pernah semarah ini, apa dia punya salah? Atau dia sudah keterlaluan?
"Lo sih Ko!" Seru Mona, Cessa, dan Nayla pada Ziko
"Kok gue?" Tanya Ziko
"Ngambek kan dia." Kata Mona
Ziko menghela nafasnya pelan lalu menghampiri Devina yang terlihat kesal bahkan wajahnya sangat tidak bersahabat untuk diajak bicara.
"Vin..."
"Apa?!"
Ziko tersentak dan memundurkan langkahnya karena wajah kesal Devina yang sangat tidak bersahabat lalu dia menatap Mona, meminta bantuan dan gadis itu hanya mengangkat bahunya acuh.
"Kok ngambek sih Vin? Tumben banget, lagi tanggalnya ya?" Tanya Ziko membuat Devina menoleh dan menatapnya dengan tajam
Sangat tajam hingga Ziko kembali memundurkan langkahnya.
"Kamu diam deh jangan ngomong!" Kata Devina
"Oke diam"
Berdeham pelan Ziko kembali ke tempat duduknya yang ada dibelakang Devina lalu membenarkan dalam hati kalau gadisnya itu sedang datang bulan.
Sesaat setelahnya seorang guru masuk ke dalam kelas mereka dan meminta untuk mengumpulkan tugas yang kemarin diberikan, tapi ketika yang lainnya maju ke depan Devina tampak pucat ketika tidak menemukan sesuatu di dalam tasnya.
Astaga, buku tugasnya ada di meja belajar!
"Vin, kamu sakit?" Tanya Ziko sambil menepuk pelan bahunya
Devina mendongak dan menatap Ziko dengan raut wajah penuh kecemasan.
"Buku aku ketinggalan, gimana Ko?" Tanya Devina
Belum sempat menjawab suara Pak Fredi terdengar membuat Devina semakin ketakutan, dia pasti dihukum.
"Mona gimanaa?" Tanya Devina lagi
"Ada dua orang yang belum mengumpulkan tugas, siapa?" Tanya Pak Fredi dengan wajah galaknya
Devina terlihat ragu, tapi tetap mengangkan tangannya dan ternyata pria yang dibelakangnya ikut mengangkat tangan.
"Ko lo kan ngerjaiin ****." Kata Gio membuat Ziko menendang kursinya pelan dan menyuruh dia untuk diam
"Keluar kalian dari kelas!" Kata Pak Fredi
"Tapi, saya.. buku saya ketinggalan." Kata Devina
Dia takut karena ini kali pertamanya dia disuruh keluar dari kelas.
"Saya tidak pernah terima alasan apapun, silahkan keluar kalian berdua." Kata Pak Fredi lagi
Dengan wajah piasnya Devina melangkahkan kakinya keluar, berbeda dengan Devina yang murung pria dibelakangnya malah tersenyum.
Lumayan dia bisa menghabiskan waktunya berdua dengan Devina.
Saat keluar dari kelas Devina mendudukkan dirinya di depan kelas dan sahabat baiknya itu juga ikut duduk disampingnya.
"Jangan cemberut dong Vin." Kata Ziko
Tidak ada tanggapan Devina masih enggan untuk bicara, dia merasa seperti anak nakal sampai harus diusir keluar dari kelasnya padahal dia mengerjakan hingga larut malam.
Jahat sekali
"Jadi jelek loh kalau cemberut." Kata Ziko lagi
Devina tetap diam, rasanya hari ini dia sangat sial sudah tadi hampir terlambat lalu Ziko yang bersikap menyebalkan dan dia yang diusir dari kelas karena tidak mengumpul tugasnya.
"Ayo senyumm"
Ziko menusuk-nusuk pipi Devina dengan jari telunjuknya membuat gadis itu menoleh dan menatapnya dengan sebal lalu menjauhkan tangan itu dari wajahnya.
"Kita ke rooftop aja mau?" Tanya Ziko
Kali ini Devina mengangguk lalu bersama dengan sahabat baiknya itu dia kembali pergi ke rooftop.
Saat memasuki area rooftop senyum manis Devina terukir dan dia langsung mendudukkan dirinya, tempat ini sangat menenangkan. Dari tempatnya Ziko menatap Devina, dia tau bahwa yang dilakukannya adalah hal bodoh menerima untuk diberi hukuman hanya agar bisa menghabiskan waktu berdua dengan gadisnya.
Ikut tersenyum Ziko mendudukkan dirinya disamping Devina yang tengah menatap lurus ke depan.
"Padahal aku udah ngerjaiin tugas sampai tengah malam, tapi bukunya malah ketinggalan dan sekarang malah kena hukuman." Kata Devina dengan wajahnya yang kembali cemberut
Ziko tersenyum melihatnya wajah cemberut Devina sangat lucu sekarang.
'Padahal gue udah buru-buru nyalin tugas dalam waktu sepuluh menit, tapi malah ngikutin Devina disini' Batin Ziko
Helaan nafas Devina terdengar bersamaan dengan dia yang menendang-nendang kakinya membuat Ziko tidak bisa menahan senyumnya.
"Jangan cemberut gitu dong sayang." Kata Ziko
"Aku kesal tau sama kamu juga kesal! Aku kesal sama semua orang!" Kata Devina sambil mengerucutkan bibirnya
Tertawa kecil Ziko tidak bisa menahan dirinya untuk mencubit pipi chubby Devina dengan gemas.
"Gemes banget sih Vin." Kata Ziko
"Ihh jangan!" Kata Devina sambil menjauhkan tangan Ziko dari pipinya
"Jangan cemberut, nanti malam aku ajakin ke cafe mau? Malam ini aku sama yang lain mau manggung disana." Kata Ziko
Kali ini Devina menatapnya dengan antusias, ide yang sangat bagus.
"Beneran?" Tanya Devina
"Bener lah masa bohong." Kekeh Ziko
"Mau, tapi izin sama Daddy ya?" Kata Devina
"Iya, sekarang senyum dulu, mana senyumnya?" Tanya Ziko
Berhasil
Devina mengembangkan senyum manisnya dan membuat Ziko lagi dan lagi terpesona dengannya.
Matanya yang menyipit setiap kali tersenyum membuat Devina semakin terlihat menggemaskan.
Eye smile nya bikin ambyar kalau kata Ziko.
"Kata Gio tadi kamu ngerjaiin tugasnya, terus kenapa malah enggak dikumpul?" Tanya Devina
"Biar bisa nemenin kamu kan? Jadi kamu enggak cemberut lagi." Kata Ziko membuat Devina tersenyum ketika mendengarnya
Tapi, tetap saja dia merasa tidak enak karena membuat Ziko ikutan diusir dari dalam kelas padahal dia sudah lelah mengerjakan tugas.
"Harusnya jangan Ziko kamu kan udah ngerjaiin tugasnya capek-capek, tapi malah enggak dinilai karena aku." Kata Devina dengan penuh rasa bersalah
"Kata siapa karena kamu? Orang aku sendiri yang mau kok lagian malas di kelas." Kata Ziko
"Tapi, tetap aja aku enggak enak jadinya, jangan lagi ya? Kalau kamu ngerjaiin dikumpul aja aku enggak papa sendirian." Kata Devina
"Aku juga enggak papa dihukum kalau sama kamu." Kata Ziko
"Ihh jangan!" Kata Devina membuat Ziko tertawa melihatnya
"Iya enggak lagi Vin." Kata Ziko
"Janji ya?" Kata Devina sambil mengangkat jari kelingkingnya
Ziko tersenyum manis lalu menautkan jari kelingkingnya dengan jari kecil Devina.
"Iya cantik"
Sesaat setelahnya tangan Ziko terulur untuk mengacak rambut Devina dan membuatnya kembali merasa kesal.
"Kan nyebelinnn"
Ziko tertawa lalu merangkulnya dengan sayang.
"Iya maaf"
"Enggak dimaafin"
"Maaf"
"Enggak mau"
"Yaudah enggak jadi aku ajak nanti malam"
"Tuh kan nyebelinn!"
Ziko tertawa ketika melihat Devina berdiri dan meninggalkannya lalu dengan segera dia berlari mengejarnya.
"Bercanda sayang"
Ziko suka dihukum kalau berdua bersama dengan Devina.
¤¤¤
Saat akan kembali ke kelas keduanya berpapasan dengan Devano yang baru keluar dari ruang guru dan hal itu membuat Devina membulatkan matanya terkejut lalu berlari kecil menghampirinya. Sedangkan Devano yang melihat kembarannya ada di luar kelas saat yang lainnya masih belajar di dalam kelas menatap keduanya dengan curiga.
Dia akan sangat-sangat marah kalau Devina sampai bolos pelajaran dan dia tidak akan segan untuk melaporkannya pada kedua orang tuanya.
"Kamu bolos?" Tanya Devano ketika kembarannya itu berdiri dihadapannya
Dengan cepat Devina menggelengkan kepalanya.
"Terus kenapa di luar?" Tanya Devano lagi
Dia menatap Ziko dengan penuh curiga, tapi yang ditatap malah menunjukkan cengirannya.
"Buku tugas aku ketinggalan di rumah jadi aku diusir dari kelas sama Pak Fredi." Kata Devina
"Kok bisa ketinggalan?" Tanya Devano lagi
Devina mengerucutkan bibirnya kesal dan mengatakan kalau dia lupa.
"Lupa bukunya ada di meja belajar." Kata Devina
"Kebiasaan banget sih apa-apa suka lupa." Omel Devano
Devina hanya tersenyum menanggapinya lalu mereka bertiga kembali ke kelas dan berjalan beriringan dengan Devina yang berada di tengah kedua pria yang selalu menemaninya.
"Kamu dari mana Van?" Tanya Devina
"Bantuin Bu Yuni bawa buku ke ruang guru." Kata Devano
Saat sampai di depan kelasnya yang sekarang belum ada guru Ziko dan Devina segera masuk ke dalam. Baru saja duduk mereka berdua sudah digoda habis-habisan oleh teman-temannya.
Semua bermula dari Gio.
"Sweet banget dah temen gue sampe rela dihukum padahal dia ngerjaiin tugas." Kata Gio
"Beneran Yo?" Tanya Mona, Cessa, dan Nayla bersamaan
Ziko mendengus kesal ketika mendengarnya, dasar ember bocor.
"Beneran lah, dia aja datang pagi-pagi buta tadi buat nyalin tugas yang ternyata malah enggak jadi dikumpul." Kata Gio
Mona, Cessa, dan Nayla secara kompak meledeki keduanya hingga membuat Devina malu dan mengerucutkan bibirnya kesal.
"Abisnya kasian kalau sayangku dihukum sendirian." Kata Ziko sambil merangkul Devina membuat mereka semakin menggoda keduanya
Ditempatnya Devina merasa salah tingkah dan malu bahkan dia merasa kalau wajahnya mulai memerah sekarang.
Dan Mona yang melihatnya langsung memasang seringaiannya.
"Ihh Vina salting ya? Mukanya merah." Ledek Mona
Mendadak yang lainnya menatap Devina dan membuat gadis itu semakin merasa salah tingkah lalu mengelak.
"Enggak"
"Cie salting"
Mona terus menggodanya dengan menoel-noel pipi chubby Devina.
"Salting kan?" Kata Mona lagi
"Nyebelinnn!"
Mereka tertawa ketika melihat wajah Devina yang memerah dengan sempurnya begitupun dengan Ziko.
Dia akan sangat senang kalau perasaannya bisa berbalas dengan Devina.
Sudah berapa langkah Ziko sekarang?
¤¤¤
Hmm hmm hmmm🌚
Satu part lagi untuk hari iniii di post sore nanti atau malam ya😋
Masih tetep tim Ziko enggak mau berunah fikiran nihh😂
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 302 Episodes
Comments
Rokiyah Yulianti
aku tetep setia dengan tim ziko dan vina
2021-05-15
2
Winnie Andryana
ko kaka sahara g dimunculin disini...dady daffa sm momy faisha jg ega,ak baca smpe episode ini gda...pdhal kn klo dimunculin rame, jd lbh bnyak crta dskola aja gtu y....
2020-11-07
7
cindia fh
ziko
2020-10-30
6