Supir yang mengemudikan mobil Biao berhenti di depan sebuah butik yang terlihat sangat mewah. Sharin mengucek-ngucek matanya saat tidak percaya dengan apa yang kini ia lihat. Sejak awal pimpinannya itu hanya ingin menyuruhnya menemani pertemuan. Tapi, bukan mala pergi ke sebuah restoran mala kini merek berkunjung ke sebuah butik.
“Turun,” perintah Biao tanpa mau memandang wajah Sharin.
Sharin mengepal kuat kedua tangannya sambil memandang ke arah Biao yang sudah pergi meninggalkan mobil, “Apa lagi sekarang?” Dengan berat hati, Sharin turun dari dalam mobil. Mengikuti langkah pria itu dari belakang.
Butik yang kini di masuki oleh Sharin adalah butik terkenal yang ada di Amerika. Bukan hanya mewah dan megah, tapi di butik itu hanya menjual baju dengan model yang cukup indah dan hanya ada satu model di seluruh dunia.
Beberapa karyawan butik berbaris rapi untuk menyambut kedatangan Biao sore itu. Beberapa di antaranya sibuk mengelilingi Sharin dengan senyuman yang cukup ramah.
“Selamat datang Presdir Bo. Satu kehormatan bagi saya karena anda sudah mau berkunjung di butik kecil saya ini.” Pemilik butik itu mengukir senyum ramah untuk menyambut kedatangan Biao.
“Saya mau wanita di belakang saya memakai baju paling bagus yang ada di butik ini,” perintah Biao sebelum berjalan menuju ke arah sofa.
“Apa?” celetuk Sharin.
“Apa ada yang salah?” tanya Biao sambil mengeryitkan dahi.
“Maaf, Presdir Bo yang terhormat. Sejak awal anda memberi saya perintah untuk menemani anda bertemu dengan clien. Kenapa sekarang kita bisa berada di butik ini. Dan, untuk apa membeli baju untuk saya? Saya tidak pernah memakai barang mewah seperti ini,” ucap Sharin dengan senyuman terpaksa.
“Bagus, karena kau tidak pernah memakai barang mewah. Maka dari itu, aku akan membelikanmu lebih dari satu.” Biao memandang wajah pemilik butik itu lagi, “Berikan beberapa baju terbaik untuknya.”
Sharin menepuk pelan dahinya, “Presdir Bo, Saya-”
“Kita akan terlambat jika kau masih belum mau memilih.” Biao duduk dengan posisi yang cukup nyaman.
“Apa yang sebenarnya ada di dalam pikirannya itu? Untuk apa baju-baju ini?” umpat Sharin di dalam hati. Dengan langkah kaki yang cukup berat, Sharin mengikuti arahan yang diberikan beberapa pegawai butik itu. Semua tidak akan segera berakhir jika Sharin tidak segera menyelesaikan permintaan Biao sore itu.
Biao menahan tawa saat melihat reaksi wajah Sharin saat itu. Hari ini hatinya cukup bahagia karena berhasil menahan Sharin berjam-jam. Ia mengotak-atik ponselnya sambil menunggu Sharin. Suara high heels seseorang mengagetkan Biao saat itu.
“Presdir Bo, anda ada di sini?” Amelia berdiri dengan senyum yang cukup indah. Wanita itu berpenampilan layaknya orang kaya yang biasa berbelaja barang-barang mewah.
“Maaf, anda siapa?” tanya Biao dengan ekspresi dinginnya.
“Saya Amelia, Presdir. Karyawan di S.G. Group,” jawab Amelia sambil memandang keadaan sekitar.
“Apa anda ke sini untuk menemani kekasih anda berbelanja, Presdir?” ucap Amelia dengan penuh tatapan menyelidik.
“Jika kau masih mau berkerja di S.G. Group sebaiknya kunci mulutmu dan menjauhlah dari hadapanku.” Biao melanjutkan kegiatannya pada layar ponsel yang kini ada di genggaman tangannya.
Amelia menunduk dengan wajah penuh rasa bersalah, “Maafkan saya, Presdir Bo.”
“Apa ini cocok aku kenakan?” teriak Sharin dari kejauhan. Wanita itu kaget saat melihat Amelia ada di butik yang sama dengan dirinya.
“Sharin?” celetuk Amelia. Ia juga tidak kalah kagetnya saat melihat sahabatnya ada di dalam butik ternama itu. Memakai gaun cokelat muda selutut. Rambutnya di ikat dan dibiarkan jatuh sedikit di bagian depan. Wajahnya di poles dengan sentuhan make up natural. Walau usianya masih terbilang muda, tapi dengan make up itu bisa membuat wajah Sharin terlihat cukup dewasa.
“Aku tidak suka, ganti,” ucap Biao tanpa peduli dengan dua wanita yang kini masih syok karena bertemu secara mendadak.
“Ini yang menurutku paling murah,” ucap Sharin dengan suara pelan.
“Apa aku ada menyuruhmu untuk membayarnya?” Biao mengangkat satu alisnya sambil menatap tajam wajah Sharin.
“Tidak! Aku akan ganti gaun yang lain.” Sharin memutar tubuhnya untuk mencari gaun yang lainnya. Amelia juga mengikuti Sharin dari belakang untuk menagih satu penjelasan dari sahabatnya itu.
Sharin berjalan menuju ke ruang ganti yang berada di sudut ruangan. Langkahnya terhenti saat Amelia menarik tangan kananya.
“Sharin, apa kau berpacaran dengan Presdir Bo?” ucap Amelia dengan senyuman menuduh.
“Aku tidak ada hubungan apa-apa dengannya. Aku hanya kebetulan sial saja hari ini.” Sharin menjatuhkan tubuhnya di sebuah sofa berwarna merah.
“Apa yang terjadi?” tanya Amelia. Ia juga duduk di sofa yang sama dengan Sharin.
“Aku salah ambil berkas tadi. Padahal aku cukup yakin dengan berkas yang aku ambil tadi. Tidak mungkin aku seceroboh itu,” ucapan Sharin terhenti.
“Berkas apa? Presdir Bo memanggilmu ke ruangannya untuk apa?” Amelia menatap wajah Sharin dengan penuh selidik, “Kau di ajak makan malam ya,” ledek Amelia sambil tertawa.
“Tidak, tidak. Aku juga tidak tahu untuk apa ada di sini. Aku mau mencoba gaun yang lain. Aku ingin semua segera berakhir agar aku bisa kembali pulang untuk istirahat.” Sharin beranjak dari sofa itu.
“Sharin, aku pergi dulu ya. Aku ada janji dengan pria tampan. Oiya, apa kau mau aku kenali salah satunya?” tanya Amelia dengan senyum menyeringai.
“Cowok Amerika?” ucap Sharin dengan wajah bersemangat.
Amelia mengangguk cepat, “Tentu saja. Lihatlah foto-fotonya ini.” Ia mengeluarkan ponsel yang ada di dalam tas. Memamerkan beberapa pria bule dengan tubuh atletis yang cukup menggoda.
“Aku mau satu,” teriak Sharin kegirangan dengan wajah berseri.
“Apanya yang mau?” celetuk Biao tiba-tiba. Entah sejak kapan pria itu berdiri untuk menyaksikan tingkah laku aneh dua wanita yang kini berdiri di hadapannya.
“Presdir Bo,” ucap Sharin dan Amelia bersamaan.
Like biar nanti siang aku tambah lagi babnya...Kalau dapat 500 like aku tambah 2 bab.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 103 Episodes
Comments
sudin samiun05
kipll
2021-12-04
0
indah_kajoL
mau satu juga donk 😂
aroma aroma bucinnnn-biao
2021-11-23
0
Maia Mayong
🤣🤣🤣🤣TDK boleh Sharin. kW ckup milik Presdir biao z .
2021-08-31
0