Bab 19

Di dalam kamar mandi. Biao kaget ketika mendengar teriakan Sharin. Ia takut wanita yang ia cintai mengalami bahaya. Dengan segera ia meraih handuk dan melilitkannya di pinggang. Pria itu tidak lagi sadar kalau masih ada banyak busa sampo di atas kepalanya. Dengan gerakan cepat Biao berlari meninggalkan kamar mandi.

“Sharin, apa kau baik-baik saja?” ucap Biao dengan wajah paniknya. Lelaki itu menelusuri isi kamarnya. Tidak ada siapapun atau apapun yang terjadi di dalam kamarnya.

Bahkan semua barang-barangnya masih tertata dengan cukup rapi. Hanya ada Sharin di atas tempat tidur yang kini menutup mata.

“Sharin,” sapa Biao sekali lagi. Pria itu berjalan mendekati Sharin untuk memeriksa keadaannya. Tidak peduli dengan tetesan air yang kini menetes di lantai.

Sharin membuka tangannya secara perlahan. Jantungnya masih berdegup cepat karena terlalu panik dengan pakaian yang kini telah terganti.

Wajahnya semakin syok ketika melihat pria yang kini berdiri di hadapannya. Biao memamerkan dada bidangnya yang benar-benar seperti roti sobek. Tetesan air terus saja mengalir dari dada menuju ke perut. Wanita itu tertegun beberapa saat sambil menelan salivanya. Bahkan ia tidak lagi ingat dengan masalah bajunya yang terganti.

“Sharin, kau sudah sembuh?” tanya Biao yang terus saja berusaha untuk mendapatkan jawaban dari Sharin.

Sharin mendongakkan kepalanya secara perlahan. Matanya melebar saat melihat wajah atasannya yang kini berdiri di hadapannya.

“Presdir Bo, kenapa anda tidak mengenakan pakaian!” teriak Sharin hingga suaranya memenuhi isi kamar itu. Wajahnya tiba-tiba saja berubah saat melihat busa putih yang memenuhi bagian atas kepala Biao.

Dalam hitungan detik, Sharin tertawa terbahak-bahak. Kelakuan Biao memang cukup konyol pagi itu, “Presdir Bo, kenapa anda tidak menyelesaikan mandi anda,” ucap Sharin di sela-sela tawanya. Bahkan perutnya terasa sakit saat melihat lelucon pagi yang baru saja di buat oleh atasannya itu.

Biao mengeryitkan dahi saat menyadari tawa Sharin pagi itu. Ia memutar tubuhnya yang kini membelakangi cermin. Kedua bola matanya juga gak kalah syok dengan ekspresi Sharin semula. Biao tidak pernah menyangka bisa mempermalukan dirinya sendiri di depan wanita yang ia cintai.

Tanpa banyak kata lagi Biao berlari menuju ke kamar mandi bahkan tidak lagi peduli dengan keadaan Sharin saat itu.

"Presdir Bo, kenapa anda lari? Apa anda malu dengan penampilan konyol anda?" teriak Sharin yang masih ingin meledek atasannya itu.

“Apa yang sudah aku lakukan,” umpat Biao kesal di dalam kamar mandi. Pria itu melepas handuknya sebelum melanjutkan mandinya yang sempat tertunda.

Masih terdengar jelas di dalam kamar mandi tawa Sharin yang memenuhi isi kamar. Sepertinya pagi ini ia sudah berhasil menghibur wanita itu. Walau harus menurunkan harga dirinya yang selama ini selalu ia tinggikan. Tidak terbayang di dalam hati Biao, kalau sampai sahabatnya melihat kejadian ini. Mungkin momen ini akan menjadi cerita favorit yang akan di ceritakan oleh Tama hingga tujuh turunan yang ia punya.

Di sisi lain.

Sharin mulai bisa menguasai tawanya. Wanita itu kembali ingat dengan apa yang sempat membuatnya khawatir. Kali ini ia tidak lagi berpikiran yang anen-aneh. Melihat sikap lugu dan polos atasannya, Sharin tidak lagi ingin menuduh pria itu melakukan hal yang aneh-aneh pada dirinya.

“Mungkin karena bajuku basah hingga ia mengganti bajuku dengan kemeja putih ini. Tapi, apa Presdir Bo sendiri yang menggantikannya?” Sharin menggeleng kepalanya seolah tidak setuju, “Pasti ada wanita lain yang membantunya. Aku cukup yakin kalau ia bukan pria seperti itu.”

Sharin beranjak dari tempat tidur. Wanita itu mencari-cari pintu yang bisa membuatnya meninggalkan kamar. Ia ingin mencari bukti tentang pria berstatus atasannya itu. Kemeja yang ia kenakan memang cukup membuat penampilannya seksi.

Karena kemeja putih Biao cukup besar hingga membuat si pemakai terlihat seperti memakai dres pendek. Dengan bertelanjang kaki, Sharin pergi meninggalkan kamar. Ia tidak terlalu peduli dengan rumah siapa yang kini ia tempati. Baginya penyelidikan itu harus segera ia lakukan agar ia bisa tahu identitas pria yang selama ini mirip dengan paman tampannya.

Beberapa menit kemudian.

Biao keluar dari dalam kamar mandi dengan pakaian yang sudah lengkap. Kamar mandi itu memang terhubung langsung dengan ruang ganti yang menyimpan aneka pakaian yang ia perlukan. Dahinya mengeryit saat melihat tubuh Sharin tidak ada lagi di atas tempat tidur.

Yang tersisa hanya selimut putih yang menggulung di atas kasur.

“Kemana wanita itu?” ucapnya bingung. Biao berjalan menuju pintu untuk mencari keberadaan Sharin.

Terdengar suara lemari yang terbuka dengan paksa. Biao berjalan mendekati sumber suara. Di ruang tamu yang luas, lelaki itu melihat Sharin yang sibuk mencari-cari sesuatu. Tidak hanya laci. Bahkan lemari buku dan semua barang ia periksa dengan begitu teliti.

Biao menyandarkan tubuhnya di dinding dengan tangan terlipat di depan dada. Ia lebih memilih menjadi penonton pagi itu. Biao sangat paham kalau kini Sharin mulai menyelidiki. Hatinya juga tidak merasa khawatir, karena sejak awal ia sudah menyimpan rapi bukti yang bisa membuat identitasnya terbongkar.

Ada tawa kecil di sudut bibir Biao saat melihat Sharin menyerah. Wanita itu duduk di lantai sambil melempar dokumen terakhir yang ia periksa.

Secara perlahan Biao mukai melangkahkan kakinya untuk mendekati Sharin berada.

“Apa yang kau lakukan, Sharin?” ucap Biao dengan suara khasnya. Bahkan ekspresinya sudah berubah menjadi cukup menyeramkan seolah sedang marah. Padahal di dalam hati, Biao kini terlihat menahan tawa.

“Presdir Bo,” celetuk Sharin sebelum beranjak dari lantai yang sempat ia duduki.

Untuk Minggu ini vote di kumpulin di Novel moving on ya. Moving on novel author juga. jadi bagi di sana atau di sini itu kalian sudah termasuk mendukung karya saya.

Terima kasih Readers.

Terpopuler

Comments

Maia Mayong

Maia Mayong

🤣🤣🤣🤣 untg hnduk ny ga lepas y biao . 🤣🤣🤣

2021-08-31

0

Ita Nusta Mega

Ita Nusta Mega

biao seperti bukan biao yg kukenal Thor...bucinnya sudah akut....🤣🤣🤣

2021-03-23

0

☆☆@bh!☆☆

☆☆@bh!☆☆

xixizixizixixi

2021-01-09

0

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!