Bab 12

Siang hari di kantin.

“Kau tahu, Sharin. Aku sudah lama tidak kencan dengan seorang pria tampan.” Amelia baru saja curhat tentang pertemuannya dengan pria Amerika tadi malam. Bukan hanya menghabiskan waktu dengan menonton dan berbelanja. Amelia juga melewati makan malam romantis. Tidak cukup sampai di situ. Amelia berakhir di hotel dengan pria yang baru saja ia temui semalam sore.

Sejak pertama kali berkenalan dengan Amelia, Sharin sudah tahu bagaimana watak sahabatnya itu. Dia sangat sering bergonta-ganti pasangan. Bahkan menganggap hubungan ranjang seperti satu hal yang biasa. Tidak seperti Sharin yang menjaga kehormatannya seperti menjaga nyawa yang ia punya.

Bukan hanya berciuman dengan sembarang pria. Namun Sharin juga tidak rela jika ada pria yang sembarangan menyentuh tubuhnya. Untuk soal Presdir Bo hal itu satu pengecualian buat Sharin.

“Ya. Sepertinya kau mendapat pria yang cukup pas dengan seleramu tadi malam.” Sharin tersenyum pahit menatap wajah sahabatnya.

Mereka baru saja menyelesaikan makan siang di kantin yang terletak di lantai satu. Beberapa piring yang sempat terisi menu-menu lezat juga sudah terlihat kosong. Kantin itu terletak di dalam gedung hingga tidak memiliki pencahayaan yang berasal dari sinar matahari.

Hanya mengandalkan sorot lampu berwarna agak kuning untuk menyinari setiap penghuninya. Lantai kantin itu dibuat dengan panel kayu hingga membuatnya terlihat menyatu dengan suasana yang tersaji. Untuk kantin yang ada di kantor, kantin itu terbilang elegan dan nyaris sempurna.

Amelia membalas senyuman Sharin dengan satu tangan menopang dagunya, “Apa kau tidak tertarik untuk mencobanya?” ucap Amelia tanpa perhitungan.

Kalimat yang di ucapkan Amelia cukup berhasil membuat Sharin syok. Wanita itu bahkan merasakan tubuhnya tiba-tiba merinding dan geli saat membayangkannya.

“Aku hanya akan melakukannya dengan pria yang menjadi suamiku,” jawab Sharin dengan senyuman menyeringai.

“Sharin, kau sudah lama tinggal di Amerika. Kau harus tahu bagaimana pergaulan di negara ini. Hal seperti itu sudah seperti hal wajar. Kenapa kau tidak mau mencobanya walau cuma sekali. Kau pasti akan ketagihan nanti.” Amelia mengedipkan sebelah matanya.

“Itu bukan satu keharusan. Jadi aku tidak terlalu memikirkan hal seperti itu.” Sharin melirik arlojinya yang ada di pergelangan tangan, “Sudah waktunya. Ayo kita kembali ke lantai atas.”

Sharin dan Amelia beranjak dari kursi kayu yang sempat mereka duduki. Dua wanita cantik itu tertawa kecil sambil berjalan lurus ke depan. Di waktu yang bersamaan, Walker juga ada di kantin itu. Memegang satu gelas jus dan berjalan menuju ke arah meja.

Sharin menabrak tubuh Walker hingga membuat jus itu tumpah membasahi bajunya sendiri. Walker melebarkan matanya karena kaget. Namun, ekspresinya berubah saat melihat wanita yang ada di hadapannya adalah Sharin.

“Maaf. Saya tidak sengaja.” Walker melirik sekilas ke arah baju Sharin yang kotor. Pria itu ingin mengambil sapu tangan miliknya agar bisa membersihkan baju Sharin. Namun, lagi-lagi ancaman Biao mengiang di dalam pikirannya.

“Kenapa aku bertemu dengannya lagi. Wanita ini ada dimana-mana. Semakin aku ingin menghindarinya maka semakin sering ia muncul di hadapanku,” gumam Walker di dalam hati.

“Tidak apa-apa. Saya permisi untuk membersihkannya,” ucap Sharin sebelum berlalu pergi. Dari arah belakang, Amelia mengikuti langkah Sharin.

“Sharin, tunggu,” teriak Amelia yang tidak ingin di tinggal.

Walker berdecak kesal melihat dua wanita yang sudah menjauh dari hadapannya. Pria itu meletakkan gelas kosong yang ada di tangannya ke atas meja yang berada tidak jauh dari posisinya berdiri. Nafsu makannya untuk makan siang sudah tidak ada lagi. Dengan segera, Walker pergi meninggalkan kantin untuk kembali ke ruang kerja miliknya.

Di toilet.

Sharin membuka kemeja yang ia kenakan. Mencuci dengan air lalu mengeringkannya dengan wajah cemberut. Tidak banyak kata-kata protes yang bisa ia keluarkan mengingat pria itu atasannya.

“Sharin, aku akan memesankan baju untukmu. Bekas jus itu tidak akan hilang jika hanya di cuci dengan air.” Sharin menatap tubuh Sharin yang kini hanya mengenakan pakaian dalam saja.

“Dua hari ini aku tidak tahu kenapa bisa sial seperti ini,” umpat Sharin sambil menghela napas, “Padahal hidupku baik-baik saja sebelumnya.”

“Sharin, apa kau kenal dengan pria tadi?” tanya Amelia sambil mengeryitkan dahi.

“Dia IT Manager, bagaimana mungkin kau tidak mengenalnya. Dia pergi ke luar kota selama tiga bulan dan sekarang baru saja kembali.” Sharin memakai kembali kemejanya yang terlihat sudah kering.

“IT Manager? Kau bercanda. Aku sudah dua tahun kerja di sini dan tidak pernah melihat wajahnya.” Amelia tertawa kecil saat mendengar jawaban sahabatnya yang terbilang tidak masuk akal.

“Apa kau bercanda, Amelia?” Wajah Sharin mulai serius.

“Kau bisa menanyakan hal itu pada seluruh karyawan yang ada di lantai lima. Tidak akan ada yang kenal dengannya.” Amelia masih tertawa dengan wajah ceria.

Sharin terlihat semakin bingung. Kini ia menatap wajahnya sendiri di depan cermin dengan tatapan penuh tanya, “Sebenarnya apa yang telah terjadi? Kenapa aku merasakan sesuatu yang cukup mencurigakan di sini.”

“Sudah, sudah. Sekarang ayo kita kembali ke atas. Kita akan mendapat hukuman dari pria berbadan gemuk itu jika terlambat.” Amelia menarik tangan Sharin. Membawanya secara paksa untuk meninggalkan toilet.

“Apa kau yakin tidak mengenal Tuan Walker?” tanya Sharin sekali lagi untuk lebih memastikan.

“Ya. Aku tidak pernah membohongimu, Sharin.” Wajah Amelia cukup menyakinkan. Sharin juga merasa kalau wanita itu kini tidak berbohong pada dirinya.

Uda tiga bab ya reader novel Moving On dan Biao's Lovers. Mohon dukungannya dengan like dan vote. Terima kasih.

Terpopuler

Comments

☆☆@bh!☆☆

☆☆@bh!☆☆

waduh.....bisa2 malah terbongkar deh krn kehadiran walker

2021-01-09

0

Zuni Tree

Zuni Tree

siapa yg bisa jawab biao itu umur brp?

2020-12-05

0

⍣⃝కꫝ🎸Riza🌍ɢ⃟꙰Ⓜʜ֟͜͡ᴠE𝆯⃟🚀⚔️⃠

⍣⃝కꫝ🎸Riza🌍ɢ⃟꙰Ⓜʜ֟͜͡ᴠE𝆯⃟🚀⚔️⃠

waH muLai cuRiGaaa neeeh,,

2020-12-04

0

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!