Bab 3

Biao duduk sambil memeriksa beberapa laporan bulanan yang harus ia tanda tangani. Hari ini, lelaki itu tidak lagi kosentrasi dalam pekerjaannya. Nama Sharin terus saja mengganggu kosentrasinya dalam bekerja. Biao menutup layar laptopnya sambil menutup wajahnya dengan kedua tangan. Sudah dua bulan Biao memimpin perusahaan itu. Tepatnya sejak Sharin masuk dan mulai bekerja di perusahaan. Selama ini Biao selalu saja berusaha untuk menghindari Sharin.

“Wanita itu!” umpat Biao sambil mengacak-ngacak rambutnya. Wajah Sharin terus-terusan mengiang di dalam pikirannya. Senyumnya, wajah takutnya, tatapan sinisnya. Semua ekspresi wajah Sharin seperti sebuah candu tersendiri baginya. Biao ingin Sharin terus-terusan ada di depan matanya. Hingga ia bisa mendengar suara Sharin setiap detiknya. Biao juga tidak mau bertindak gegabah. Wanita yang ia hadapi juga wanita yang sangat cerdas. Bahkan gerak-geriknya akan mudah diketahui oleh Sharin jika wanita itu ingin menyelidiki dirinya saat ini.

Tapi, hari ini pria itu sudah bisa bersabar lagi. Biao sangat rindu dengan suara Sharin. Ia ingin melihat wajah wanita yang ia cintai dari jarak yang cukup dekat. Sudah cukup ia menahan rindu selama dua bulan ini. Kali ini saatnya ia membuat Sharin jatuh cinta dan menjadi miliknya seutuhnya.

Walaupun Biao tidak ingin ketahuan secepat ini. Sudah dua bulan ia bersabar dengan menyembunyikan identitas aslinya. Pria itu mau membuka identitas aslinya saat ia benar-benar yakin dengan perasaan Sharin. Biao ingin Sharin mencintainya seperti dirinya mencintai Sharin. Bukan karena harta atau apapun itu. Biao ingin Sharin memberikan cinta suci yang ia miliki hanya untuk dirinya seorang.

Biao mengangkat telepon yang ada di atas meja. Pria itu mengukir senyuman kecil saat mendapatkan ide baru untuk bisa bertemu dengan Sharin lagi. Bagaimanapun juga, dengan jabatannya yang sekarang Biao bebas melakukan hal apa saja. Sudah bisa di pastikan kalau Sharin tidak akan bisa menolak perintahnya.

“Suruh karyawan bernama Sharin datang ke ruangan saya, Sekarang!” Biao meletakkan kembali telepon itu pada tempatnya. Bibirnya tampak mengukir senyuman kecil dengan hati yang berbunga-bunga.

“Sharin, kali ini kau tidak akan bisa menolakku lagi. Kau akan menikah denganku dan menjadi milikku seutuhnya,” ucap Biao dengan senyuman mengembang. ”Aku tidak akan membiarkanmu melupakan namaku semudah itu. Hanya boleh ada namaku di dalam hati dan pikiranmu itu.”

***

Jam sudah menunjukkan pukul lima sore. Beberapa karyawan S.G. Group yang telah selesai dengan pekerjaannya telah bersiap-siap untuk pulang. Sharin dan Amelia juga terlihat sibuk membersihkan meja kerja mereka. Dua wanita itu berjalan beriringan menuju ke arah lift. Langkah kaki kedua wanita cantik itu terhenti saat seorang pria berjalan mendekati posisi mereka berdiri. Seorang pria yang memiliki ekspresi sangat menyeramkan di balik wajahnya yang terlihat tampan.

“Selamat sore, apa anda Nona Sharin?” tanyanya sambil menatap wajah Amelia dan Sharin secara bergantian.

“Ya, saya Sharin. Anda siapa?” tanya Sharin ragu-ragu.

“Presdir Bo memanggil anda ke ruangannya,” ucap Pria itu tanpa ekspresi.

Amelia menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Bibirnya mengukir senyuman indah saat lagi-lagi rekan kerjanya di panggil oleh pemimpin perusahaan itu.

“Ini sudah jam pulang kerja. Pria itu tidak bisa seenaknya memb-”

“Silahkan, Tuan. Jika rekan saya ini tidak mau anda bisa membawanya secara paksa.” Amelie mendorong tubuh Sharin agar wanita itu melangkah maju menuju ke arah lift.

Sharin melebarkan bola matanya saat mendengar kalimat yang di ucapkan Amelia.

“Silahkan, Nona.” Pria itu menggeser sedikit tubuhnya untuk memberi jalan kepada Sharin.

Sharin melangkah perlahan dengan wajah yang cukup kesal. Selama ini ia baik-baik saja kerja di perusahaan besar itu. Entah apa yang membuatnya mengalami kesialan seperti ini. Sampai-sampai Sharin harus datang ke ruangan pria itu hingga dua kali dalam sehari.

“Sharin, semoga sukses,” teriak Amelia dengan tangan melambai.

Sharin menoleh ke arah Amelia sekilas sebelum masuk ke dalam lift. Di dalam hati ia terus mengumpa kesal atas sikap Amelia yang terlihat mendukung dirinya.

“Apa lagi sekarang. Pria itu, kenapa ia terus-terusan memanggilku. Jika seperti ini terus-terusan aku akan sangat sulit untuk melupakan Paman Tampan,” gumam Sharin di dalam hati.

Sharin memejamkan mata sambil mencengkram kuat tas miliknya. Hingga beberapa detik kemudian, pintu lift terbuka.

“Silahkan, Nona,” ucap Pria itu sambil menunduk sedikit.

Pria itu lagi-lagi memberi jalan kepada Sharin untuk keluar dari dalam lift. Dengan hati-hati Sharin berjalan perlahan meninggalkan lift itu. Langkahnya terhenti saat merasa pintu lift telah tertutup kembali. Pria yang sempat mengantarkannya kini sudah tidak ada di sana. Pria itu ikut turun ke lantai bawah bersama dengan lift yang membawanya.

“Awas saja kalau sampai pria itu mengerjaiku,” ucap Sharin sambil mengatur hembusan napasnya.

Hanya ada satu ruangan di lantai itu. Sharin menatap pintu kokoh yang berada tidak jauh dari lift dengan tatapan tidak suka. Ingin sekali ia memutar tubuhnya agar tidak lagi menemui atasannya itu. Tapi, bagaimanapun juga jabatannya hanya sebagai bawahan. Sharin tidak mau kerjaannya yang masih berjalan dua bulan ini berakhir dengan cara seperti ini.

“Semoga saja kali ini aku tidak sia-sia masuk ke dalam ruangan itu,” ucap Sharin pelan sebelum melangkahkan kakinya dengan cepat. Suara hentakan sepatu high heels Sharin terdengar dengan begitu jelas. Suasana lantai itu memang sangat sunyi. Presdir Bo terkenal dengan sosok yang lebih suka dengan ketenangan. Maka dari itu, ia membangun gedung yang memiliki lantai khusus untuknya sendiri.

“Semua akan baik-baik saja,” ucap Sharin pelan sebelum mendorong pintu kokoh bertuliskan ruangan Presdir itu.

Sharin masuk dengan langkah yang cukup hati-hati. Tatapan matanya terpusat pada Biao yang terlihat sibuk dengan beberapa berkas yang harus ia tanda tangani.

“Selamat sore, Presdir Bo. Apa benar anda memanggil saya?” ucap Sharin dengan penuh keraguan.

“Ya, benar,” jawab Biao tanpa memandang.

Sharin menghela napas untuk mengatur kesabarannya saat itu, “Kalau saya boleh tahu, untuk apa anda memanggil saya, Presdir.”

Biao menghentikan aktifitasnya sejenak. Pria itu menatap wajah Sharin dengan tatapan menilai, “Tidak terlalu buruk,” ucap Biao pelan sebelum melanjutkan pekerjaannya.

Sharin menggertakan giginya di balik bibirnya yang mengukir senyuman terpaksa.

“Apanya yang tidak terlalu buruk? Itu kata penghinaan atau sebuah pujian?” ucap Sharin di dalam hati.

“Presdir, ada yang bisa saya bantu?” ucap Sharin yang masih berusaha untuk mengetahui alasan pria itu memanggilnya saat ini.

Biao memandang jam yang melingkar di pergelangan tangannya, “Ok, sudah saatnya.” Biao menutup pulpennya sebelum beranjak dari kursi hitam yang sempat ia duduki. Pria itu melangkah mengitari meja menuju ke arah Sharin berdiri saat ini, “Bawa berkas itu. Temani aku untuk menemui clien malam ini,” perintah Biao tanpa peduli dengan ekspresi wajah yang akan diberikan oleh Sharin.

“What? apa-apaan ini? Sejak kapan pekerjaanku berubah menjadi sekretaris presdir,” gumam Sharin di dalam hati.

“Hmmp, Presdir sepertinya ada yang salah,” ucap Sharin untuk menghentikan langkah Biao yang kini mau keluar dari balik pintu.

“Ya, memang berkas itu belum aku periksa seluruhnya. Tugasmu untuk memeriksanya,” jawab Biao tanpa memandang sebelum membuka pintu untuk keluar. Ada senyum puas di bibir Biao karena berhasil menahan wanita itu agar berada di hadapannya selama beberapa jam ke depan.

Sharin menghela napas dengan wajah kesal, “Ok. Dia Presdirnya. Dia pemimpin tertinggi di perusahaan ini. Aku bisa apa?” Dengan berat hati Sharin mengambil tumpukan berkas di atas meja. Wanita itu berjalan dengan langkah yang cepat untuk mengejar Biao di depan.

Ok. Like 500 kita tambah.😘

Terpopuler

Comments

Maia Mayong

Maia Mayong

Tama mna . tpi tama yg lbih pintar dprushaan dr pda biao .

2021-08-31

0

LENY

LENY

lanjut thor

2021-06-15

0

Mira

Mira

OOO..... ternyata Tama keponakanx sharin🤔🤔🤔🤔🤔

2021-02-22

0

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!