Bab 11: Diam-Diam

Wei Shiqi dan Han Ziqing kembali ke istana pada malam hari. Tapi sepanjang perjalanan itu, mereka sama-sama diam seperti orang asing. Bahkan Han Ziqing malah tidur di dalam kereta karena bosan, sementara ia tidak punya topik yang bisa dibicarakan dengan Wei Shiqi.

Yah, hubungan dan posisinya terlalu canggung saat ini. Dia dan Wei Shiqi punya perselisihan mendalam, jadi tidak mungkin berbaikan dengan mudah.

Keributan yang ditimbulkan akibat kematiannya saja belum sepenuhnya dibereskan. Han Ziqing tidak mau peduli, tapi entah mengapa ia merasa ragu.

Keduanya berpisah di gerbang istana, lalu pergi tanpa saling berpamitan. Wei Shiqi merasa hatinya tidak nyaman melihat sikap acuh tak acuh Han Ziqing.

Biasanya Han Ziqing selalu menggunakan setiap kesempatan untuk mendekatinya meski tidak pernah berhasil. Sekarang setelah dia mengalami kematian satu kali, semua yang pernah ia miliki di masa lalu seperti telah hilang entah ke mana.

Wei Shiqi memandang punggung permaisurinya yang perlahan menghilang di kejauhan, lenyap ditelah redupnya cahaya lentera dan kokohnya bangunan istana yang megah. Dia punya sesuatu untuk dikatakan, tapi hanya berakhir dengan menghela napasnya.

Wei Shiqi hanya berpikir kalau Han Ziqing sebenarnya sangat menyedihkan. Dia menjebak dirinya sendiri di istana, menduduki posisi permaisuri yang diincar banyak wanita, menjadi penguasa harem yang harus menghadapi banyak trik sepanjang waktu.

Hanya karena sebuah perasaan bodoh yang kekanak-kanakan, Han Ziqing melepaskan semua kebebasan dan apa yang sebenarnya bisa ia raih demi demi seorang pria.

Dengan latar belakang keluarganya, Han Ziqing bisa menikah dengan orang yang mencintainya. Tetapi, dia lebih memilih untuk dikurung dalam sangkar emas, sehari-hari hanya memikirkan cara agar Wei Shiqi jatuh cinta padanya.

Han Ziqing sungguh tidak tahu kalau sifatnya yang begitu memalukan sebelum kematiannya hanya menimbulkan kebencian dan rasa jijik bagi Wei Shiqi.

Ah, apakah itu sudah mulai berubah sekarang?

Entahlah. Wei Shiqi tidak lagi memikirkannya dan kembali ke Istana Yongqian.

Fu Dou, si tabib yang agak gila itu sudah menunggunya sejak sore. Dia bahkan melewatkan makan malamnya hanya untuk menemui Wei Shiqi. Tampang tengilnya seketika membuat Wei Shiqi agak mual, tapi dia menahannya.

“Jadi, bagaimana hasil penyelidikanmu, Yang Mulia?”

Wei Shiqi duduk di kursi kerjanya, menatap Fu Dou dengan tatapan mendalam. Seandainya dia membawa Fu Dou ke Restoran Tongxiu tadi, ceritanya bisa jadi berbeda. Namun, ia tahu bahwa yang diinginkan Fu Dou bukan hanya mengetahui siapa orang yang mendalangi kematian Han Ziqing dengan bunga Lanyin.

“Mereka memang dari Beiqi yang menyamar sebagai pedagang,” Wei Shiqi menjawabnya dengan nada yang sedikit tertekan. Ia melirik wajah Fu Dou, tapi ekspresi pria itu malah biasa saja.

“Mereka benar-benar berani. Ah, jika berhasil, maka negaramu ini akan hancur dari dalam, Yang Mulia.”

Wei Shiqi tidak menanggapi. Ya, jika Han Ziqing benar-benar mati saat itu, Adipati Yongyi akan menyerbu ibukota dan membantai istana.

Han Ziqing adalah putri kesayangan Adipati Yongyi, jika bukan karena Han Ziqing yang merengek memaksa menikah dengannya dan menjadi seorang permaisuri, Adipati Yongyi tidak akan membiarkan putrinya memasuki harem.

Di pengadilan, menteri kabinet sudah banyak melapor perihal Adipati Yongyi yang dianggap semena-mena di perbatasan.

Katanya, Adipati Yongyi menyalahgunakan kekuasaan untuk meraup keuntungan pribadi, mengabaikan peraturan dan tidak memedulikan kesejahteraan rakyat perbatasan.

Jelas mereka ingin Wei Shiqi memanggil kembali Adipati Yongyi ke ibu kota, merampas plakat militernya dan menjadikannya tahanan rumah.

Wei Shiqi tidak sepenuhnya percaya, karena ia tahu meski Adipati Yongyi tidak puas kepadanya, Adipati Yongyi tidak akan memberontak kecuali benar-benar terpaksa.

Bisa dibilang, Wei Shiqi beruntung kali ini. Insiden kematian Han Ziqing membuka banyak jalan untuknya.

Selain menyelidiki dalang, dia juga bisa sekaligus membantu Fu Dou. Hanya saja Wei Shiqi terkejut karena Han Ziqing ternyata memiliki kepekaan yang sangat tajam.

“Fu Dou, apakah kau masih bisa menunggu?”

“Jika aku mengatakan aku tidak sabar lagi, apakah Yang Mulia akan menyerang Beiqi?”

Wei Shiqi tertegun. Fu Dou kemudian tertawa terbahak-bahak.

“Aku bercanda, Yang Mulia. Bagaimana mungkin aku mengorbankan sebuah negara hanya untuk membalaskan dendamku?”

Wei Shiqi akhirnya mengerti. Meski Kekaisaran Wei Agung dan Beiqi memiliki permusuhan terpendam, Wei Shiqi tidak merasa dia harus memusuhi Fu Dou.

Fu Dou yang ia selamatkan mungkin sudah dianggap mati oleh Beiqi, sehingga tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Sejak dibawa ke istana Kekaisaran Wei Agung,Fu Dou juga tidak pernah macam-macam. Dia seolah menjadi orang yang sangat berbeda sejak berhasil melarikan diri dari kekacauan internal Beiqi.

Fu Dou mengubah namanya. Dia membuang nama aslinya, karena bagi Fu Dou, marga Huyan dari Beiqi tidak lagi ada hubungannya dengannya.

Ia belajar medis dan racun hanya untuk mencari tahu penyebab asli kematian ibunya. Jika memang ibunya dibunuh, maka dia akan membalaskannya bahkan meski pelakunya adalah Kaisar Beiqi atau para pangerannya sekalipun.

Sekarang setelah sepuluh tahun berlalu, akhirnya mereka menemukan sebuah petunjuk yang muncul dari kematian Permaisuri Han.

Wei Shiqi sudah berjanji sebelumnya bahwa dia akan membantu Fu Dou. Jadi, mereka tidak dapat melepaskan kesempatan ini.

"Huyan Shao dari Beiqi sudah mati dalam kekacauan sepuluh tahun lalu. Jadi, Yang Mulia tidak perlu khawatir," sambung Fu Dou. Ekspresinya terlihat biasa dan nada bicaranya sangat ringan, seolah yang barusan dia katakan tidak berarti apa-apa.

Wei Shiqi menghela napas pelan. Orang gila ini bisa membohongi orang lain, tapi tidak dengan dia. “Xiao Cui dan Xiao Hui sudah diutus untuk mengawasi. Kau dapat bertanya pada mereka jika ingin tahu detail orang itu."

“Aku tahu Yang Mulia selalu bertindak cermat dalam situasi apapun. Yang Mulia, aku akan menantikan hasil penyelidikanmu.”

Setelah itu, Fu Dou meninggalkan Istana Yongqian. Jin Bao lantas membantu Wei Shiqi mengganti pakaian, menanggalkan penyamaran dan kembali ke penampilan asli. Meski sudah larut malam, Wei Shiqi tidak langsung tidur. Rasanya ada yang kurang hari ini, tapi entah apa.

“Pergi ke Istana Ningxi!”

Di tengah malam yang sunyi, Wei Shiqi berjalan melewati taman dan jembatan yang cahayanya hanya bersumber dari lentera yang dinyalakan di beberapa sudut.

Kecuali pada hari-hari besar dan festival, lentera-lenteranya akan jadi lebih banyak. Jika hanya hari biasa, maka hanya terlihat seperti ini saja.

Setelah berjalan sekitar lima menit, dia tiba di depan Istana Ningxi. Bangunan megah yang dibangun dari puluhan generasi lalu bercahaya di tengah gelapnya malam. Sepi, tamannya sepi. Wei Shiqi memandang area sekitarnya, ke tempat yang biasa digunakan Han Ziqing berjemur.

Sulur anggur yang ditanam oleh wanita itu masih belum bertunas. Dia kemudian berdiri di depan tangga, menatap pintu yang tertutup.

Dari dalam, terdengar suara Han Ziqing seperti sedang mengajarkan sesuatu kepada Meixiang. Setelah didengarkan dengan saksama, dia baru tahu kalau Han Ziqing sedang mengajari pelayannya cara membaca.

Wei Shiqi agak terkejut. Han Ziqing yang sebelumnya tidak akan peduli pada kecerdasan pelayan, apakah mereka bisa membaca atau tidak. Selama dia bisa mendapatkan Wei Shiqi, yang lainnya tidak penting. Sekarang semuanya justru berbeda.

Wei Shiqi jadi merasa Han Ziqing sudah benar-benar berubah sejak dia bangun terakhir kali. Han Ziqing bukan lagi Bai Han Ziqing memalukan yang setiap hari mengejar cinta Wei Shiqi. Dia jadi lebih tenang dan masuk akal. Cara bicaranya pun berubah dan terkesan sangat santai.

“Meixiang, ambilkan aku air hangat.”

Wei Shiqi berbalik saat ia mendengar wanita itu memerintah pelayannya untuk pergi mengambil air hangat. Saat pintu utama dibuka, Wei Shiqi telah kembali ke Istana Yongqian dan langsung beristirahat.

Terpopuler

Comments

trie

trie

masih bingung komen apa ./Kiss//Kiss//Kiss//Kiss/

2025-01-16

2

Abel_alone

Abel_alone

wowowowo ada yg penasaran dng permaisuri

2025-01-15

2

zansen

zansen

kepo ya kaisar gara² udah d cuekin 😂😂😂

2025-01-15

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1: Peti Mati Permaisuri
2 Bab 2: Berkelahi
3 Bab 3: Ibu Suri Agung
4 Bab 4: Orang yang Tercerahkan
5 Bab 5: Ada Orang yang Meracunimu!
6 Bab 6: Wangchuan dan Lanyin
7 Bab 7: Anggur
8 Bab 8: Kunjungan Para Selir
9 Bab 9: Tertangkap Basah
10 Bab 10: Mengintai Target
11 Bab 11: Diam-Diam
12 Bab 12: Menolong Orang
13 Bab 13: Melabrak Permaisuri
14 Bab 14: Citra Diri
15 Bab 15: Pertimbangan
16 Bab 16: Kematian Pedagang Gadungan
17 Bab 17: Cari Masalah
18 Bab 18: Keterlibatan Selir Mu
19 Bab 19: Kaki Tangan
20 Bab 20: Melepaskan Satu Orang
21 Bab 21: Lepas Satu Lagi
22 Bab 22: Ruang Rahasia
23 Bab 23: Hadiah Pertama
24 Bab 24: Fragmen Sejarah
25 Bab 25: Memainkan Peran
26 Bab 26: Memancing Kemarahan
27 Bab 27: Reuni Keluarga
28 Bab 28: Malam
29 Bab 29: Berkas Pengakuan
30 Bab 30: Berita Baru
31 Bab 31: Menjadi Orang Sibuk
32 Bab 32: Menanyakan Pendapat
33 Bab 33: Terkejut
34 Bab 34: Mencari Tahu
35 Bab 35: Arsip Kekaisaran
36 Bab 36: Ada yang Terbakar
37 Bab 37: Marah Besar
38 Bab 38: Melanjutkan Tugas
39 Bab 39: Cara Membujuk Orang
40 Bab 40: Mengorek Informasi
41 Bab 41: Hidangan dan Bujukan
42 Bab 42: Kedatangan Utusan
43 Bab 43: Malam Perjamuan
44 Bab 44: Terpukau
45 Bab 45: Pengacau
46 Bab 46: Bantu Aku!
47 Bab 47: Bantuan Darurat
48 Bab 48: Rencana Kerja Sama
49 Bab 49: Imbalan Jasa
50 Bab 50: Mengajari
51 Bab 51: Wajah Damai
52 Bab 52: Merasa Tidak Adil
53 Bab 53: Mengapa Permaisuri Datang dari Luar?
54 Bab 54: Jangan Terlalu Dekat
55 Bab 55: Menunggu Orang
56 Bab 56: Orang yang Iri Hati
57 Bab 57: Setelah Urusan Resmi
58 Bab 58: Tak Tahu Diri
59 Bab 59: Tenang
60 Bab 60: Memikirkan Hal yang Sama
61 Bab 61: Memberikan Petunjuk
62 Bab 62: Putusan
63 Bab 63: Memulai dari Awal
64 Bab 64: Saling Memiliki
65 Bab 65: Mengganggu Orang
66 Bab 66: Menemui Mata-Mata
67 Bab 67: Motif
68 Bab 68: Ingin Istirahat
69 Bab 69: Mencari Perhatian
70 Bab 70: Mengusir Pengganggu
71 Bab 71: Tidak Fokus
72 Bab 72: Mengubah Tradisi
73 Bab 73: Menarik Diri
74 Bab 74: Orang yang Tidak Sopan
75 Bab 75: Kehilangan Martabat
76 Bab 76: Panen Besar
77 Bab 77: Menyerah
78 Bab 78: Kenalan Lama
79 Bab 79: Melihat Orang
80 Bab 80: Masa Lalu Selir Rou
81 Bab 81: Para Cinta Pertama
82 Bab 82: Dua Kendi Cuka
83 Bab 83: Memberikan Anugerah
84 Bab 84: Kelinci Liar, Tak Bisa Lari!
85 Bab 85: Tidak Beres
86 Bab 86: Memberi Mandat
87 Bab 87: Percaya Saja
88 Bab 88: Akulah Ratumu!
89 Bab 89: Bagian yang Hilang
90 Bab 90: Mulai Curiga
91 Bab 91: Membuat Rencana
92 Bab 92: Mengapa Tidak Mungkin?
93 Bab 93: Dia Mengandung Keturunan Kekaisaran
94 Bab 94: Manja
95 Bab 95: Berbagi Kebahagiaan
96 Bab 96: Petunjuk Penting
97 Bab 97: Teguran Halus
98 Bab 98: Minta Orang
99 Bab 99: Rencana Fu Dou
100 Bab 100: Mengikuti Kata Hati
101 Bab 101: Niat Jahat
102 Bab 102: Membebaskan Orang
103 Bab 103: Gelagat Aneh
104 Bab 104: Menyimpan Rencana
105 Bab 105: Menerima Gugatan
106 Bab 106: Bau Konspirasi
107 Bab 107: Aku Tidak Akan Membiarkan Mereka Menahanmu!
108 Bab 108: Orang Lama
Episodes

Updated 108 Episodes

1
Bab 1: Peti Mati Permaisuri
2
Bab 2: Berkelahi
3
Bab 3: Ibu Suri Agung
4
Bab 4: Orang yang Tercerahkan
5
Bab 5: Ada Orang yang Meracunimu!
6
Bab 6: Wangchuan dan Lanyin
7
Bab 7: Anggur
8
Bab 8: Kunjungan Para Selir
9
Bab 9: Tertangkap Basah
10
Bab 10: Mengintai Target
11
Bab 11: Diam-Diam
12
Bab 12: Menolong Orang
13
Bab 13: Melabrak Permaisuri
14
Bab 14: Citra Diri
15
Bab 15: Pertimbangan
16
Bab 16: Kematian Pedagang Gadungan
17
Bab 17: Cari Masalah
18
Bab 18: Keterlibatan Selir Mu
19
Bab 19: Kaki Tangan
20
Bab 20: Melepaskan Satu Orang
21
Bab 21: Lepas Satu Lagi
22
Bab 22: Ruang Rahasia
23
Bab 23: Hadiah Pertama
24
Bab 24: Fragmen Sejarah
25
Bab 25: Memainkan Peran
26
Bab 26: Memancing Kemarahan
27
Bab 27: Reuni Keluarga
28
Bab 28: Malam
29
Bab 29: Berkas Pengakuan
30
Bab 30: Berita Baru
31
Bab 31: Menjadi Orang Sibuk
32
Bab 32: Menanyakan Pendapat
33
Bab 33: Terkejut
34
Bab 34: Mencari Tahu
35
Bab 35: Arsip Kekaisaran
36
Bab 36: Ada yang Terbakar
37
Bab 37: Marah Besar
38
Bab 38: Melanjutkan Tugas
39
Bab 39: Cara Membujuk Orang
40
Bab 40: Mengorek Informasi
41
Bab 41: Hidangan dan Bujukan
42
Bab 42: Kedatangan Utusan
43
Bab 43: Malam Perjamuan
44
Bab 44: Terpukau
45
Bab 45: Pengacau
46
Bab 46: Bantu Aku!
47
Bab 47: Bantuan Darurat
48
Bab 48: Rencana Kerja Sama
49
Bab 49: Imbalan Jasa
50
Bab 50: Mengajari
51
Bab 51: Wajah Damai
52
Bab 52: Merasa Tidak Adil
53
Bab 53: Mengapa Permaisuri Datang dari Luar?
54
Bab 54: Jangan Terlalu Dekat
55
Bab 55: Menunggu Orang
56
Bab 56: Orang yang Iri Hati
57
Bab 57: Setelah Urusan Resmi
58
Bab 58: Tak Tahu Diri
59
Bab 59: Tenang
60
Bab 60: Memikirkan Hal yang Sama
61
Bab 61: Memberikan Petunjuk
62
Bab 62: Putusan
63
Bab 63: Memulai dari Awal
64
Bab 64: Saling Memiliki
65
Bab 65: Mengganggu Orang
66
Bab 66: Menemui Mata-Mata
67
Bab 67: Motif
68
Bab 68: Ingin Istirahat
69
Bab 69: Mencari Perhatian
70
Bab 70: Mengusir Pengganggu
71
Bab 71: Tidak Fokus
72
Bab 72: Mengubah Tradisi
73
Bab 73: Menarik Diri
74
Bab 74: Orang yang Tidak Sopan
75
Bab 75: Kehilangan Martabat
76
Bab 76: Panen Besar
77
Bab 77: Menyerah
78
Bab 78: Kenalan Lama
79
Bab 79: Melihat Orang
80
Bab 80: Masa Lalu Selir Rou
81
Bab 81: Para Cinta Pertama
82
Bab 82: Dua Kendi Cuka
83
Bab 83: Memberikan Anugerah
84
Bab 84: Kelinci Liar, Tak Bisa Lari!
85
Bab 85: Tidak Beres
86
Bab 86: Memberi Mandat
87
Bab 87: Percaya Saja
88
Bab 88: Akulah Ratumu!
89
Bab 89: Bagian yang Hilang
90
Bab 90: Mulai Curiga
91
Bab 91: Membuat Rencana
92
Bab 92: Mengapa Tidak Mungkin?
93
Bab 93: Dia Mengandung Keturunan Kekaisaran
94
Bab 94: Manja
95
Bab 95: Berbagi Kebahagiaan
96
Bab 96: Petunjuk Penting
97
Bab 97: Teguran Halus
98
Bab 98: Minta Orang
99
Bab 99: Rencana Fu Dou
100
Bab 100: Mengikuti Kata Hati
101
Bab 101: Niat Jahat
102
Bab 102: Membebaskan Orang
103
Bab 103: Gelagat Aneh
104
Bab 104: Menyimpan Rencana
105
Bab 105: Menerima Gugatan
106
Bab 106: Bau Konspirasi
107
Bab 107: Aku Tidak Akan Membiarkan Mereka Menahanmu!
108
Bab 108: Orang Lama

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!