Bab 10: Mengintai Target

“Mengapa Yang Mulia ada di sini?”

Han Ziqing tidak percaya Wei Shiqi ada di sini. Apakah dia mengikutinya diam-diam? Tapi, itu tidak mungkin. Wei Shiqi jelas bukan orang yang akan mengikuti orang lain saat dirinya sendiri memiliki begitu banyak pekerjaan untuk diselesaikan.

“Seharusnya aku yang bertanya padamu. Permaisuri, mengapa kau ada di sini?”

Celaka! Han Ziqing keluar diam-diam, secara teknis, dia telah melanggar aturan. Tapi, siapa yang menyangka Wei Shiqi akan keluar istana juga?

Dia adalah kaisar, dia tentu saja bisa berkeliaran ke manapun ia ingin dan pergi ke manapun ia ingin pergi. Ini berbeda dengannya yang seorang permaisuri, apalagi dia baru selesai menjalani hukuman kurungan.

“Yang Mulia, ini salahku karena tidak bisa mencegah Yang Mulia Permaisuri pergi. Mohon Yang Mulia menghukumku saja, jangan menghukum Yang Mulia Permaisuri,” Meixiang tiba-tiba menunduk memohon ampun. Dia pelayan Han Ziqing, maka dia harus menjadi orang pertama yang menanggung hukuman saat Han Ziqing melakukan kesalahan.

“Beraninya kau menyela omongan Yang Mulia Kaisar!” Jin Bao menegurnya dengan tegas. Meixiang langsung terdiam.

“Aku saja tidak ribut, untuk apa kalian ribut?” ucap Wei Shiqi.

Dia masih menatap Han Ziqing dengan tatapan tidak suka, tapi kebenciannya sepertinya sudah mulai berkurang selama satu minggu ini. Dia mengeluarkan saputangan dari jubahnya dan memberikannya pada Han Ziqing.

“Bersihkan tanganmu!”

“Hei, aku juga bukannya habis menyentuh benda kotor. Bagaimanapun, tangan pengemis itu masihlah tangan rakyatmu.”

“Memangnya kenapa? Aku ingin kau membersihkan tanganmu, maka bersihkan saja!”

Han Ziqing mendecih. Baiklah, karena di sini Wei Shiqi lebih berkuasa darinya, dia tidak boleh melawannya lebih dulu.

Han Ziqing berpikir kalau dia bisa mengikuti Wei Shiqi sekarang, ketika dia kembali mungkin tidak akan dimarahi Ibu Suri Agung karena pergi diam-diam tanpa izin. Dia menurut dan mengelap tangannya.

“Sekarang ikutlah denganku!”

“Ke mana?”

“Jika kau ingin tahu siapa yang ingin membunuhmu, ikutlah dengan patuh!”

Entah kenapa Han Ziqing jadi bersemangat. Wei Shiqi benar-benar Kaisar yang berkuasa. Hanya dalam satu minggu, dia berhasil menemukan orang yang membunuhnya dengan racun bunga Wangchuan dan Lanyin Biru. Orang-orang yang dipekerjakan olehnya pasti sangat luar biasa cekatan.

Jika tidak, di zaman ini yang tidak memiliki akses teknologi modern dan internet, menemukan sesuatu yang hampir mustahil adalah hal yang sangat sulit. Mencari pelaku pembunuhan hanya dari petunjuk jenis racun dan tabib sudah cukup untuknya menemukan orang itu.

Han Ziqing jadi bertanya-tanya mengapa Wei Shiqi begitu bersemangat menemukan pelaku pembunuhnya. Bukankah dia membenci dirinya sebelumnya?

Cukup aneh ketika dia meluangkan waktu dan banyak usaha untuk menemukannya, bahkan sampai membuatnya turun tangan sendiri.

Ah, masa bodoh, Han Ziqing hanya ingin tahu siapa pembunuhnya. Jadi, dia mengikuti pria itu dengan patuh tanpa banyak bertanya.

Mereka masuk ke Restoran Tongxiu di sebelah barat ibukota. Ini adalah tempat persinggahan para pedagang dari berbagai negara.

Lantai pertamanya adalah restoran, sedangkan lantai keduanya adalah penginapan. Saat sampai, restoran sudah penuh dengan pelanggan.

Seorang pelayan restoran datang menanyakan apa yang mereka perlukan. Lalu, Jin Bao memesan sebuah ruangan khusus di lantai dua. Dia dan Meixiang menunggu di luar pintu, membiarkan Kaisar dan Permaisuri mereka duduk tenang di dalam ruangan.

“Siapa pembunuhnya?” tanya Han Ziqing.

“Sebentar lagi kau akan tahu.”

Sepuluh menit kemudian, Jin Bao masuk melaporkan sesuatu.

“Yang Mulia, orangnya sudah datang.”

Wei Shiqi berhenti memutar cangkirnya, menatap dengan sudut mata lalu membawa Han Ziqing keluar dari ruangan. Di lantai atas, mereka menatap penuh pada sekumpulan pengunjung berpakaian tidak biasa di lantai bawah yang baru tiba. Mereka adalah rombongan para pedagang dari Beiqi.

“Apakah mereka adalah orang-orang dari Beiqi?” tanya Han Ziqing lagi.

Seingatnya, selain Kekaisaran Wei Agung, masih ada Beiqi dan tiga negara lain di Dataran Tengah. Dari negara-negara tersebut, Beiqi adalah yang paling sering terlibat perang dengan Kekaisaran Wei Agung di samping melakukan kerja sama.

“Ya,” jawab Wei Shiqi.

“Jadi, pembunuhnya dari negara lain? Apakah aku sepenting itu?”

“Kau baru tahu?”

Han Ziqing tidak menjawab.  Han Ziqing, putri dari Adipati Yongyi yang  merupakan Permaisuri Han dari Kekaisaran Wei Agung ternyata dipandang sangat penting di mata orang dari negeri tetangga. Ia pikir ia hanyalah permaisuri yang tidak disukai di dinasti ini. Ternyata ia bisa membangkitkan keinginan membunuh yang kuat.

“Selain bodoh, kau juga lamban,” Wei Shiqi mengejeknya seolah ia sudah terbiasa.

“Hei, perhatikan kata-katamu. Sebodoh apapun aku sebelumnya, aku tetap permaisurimu.”

Wei Shiqi tidak menanggapi pembelaan wanita itu. Ia sibuk memperhatikan seorang pedagang yang terlihat tidak biasa.

Di antara kumpulan pedagang lain, dia paling mencolok. Postur tubuhnya tidak terlihat seperti orang yang suka jalan-jalan untuk berbisnis. Dia lebih seperti petarung.

Han Ziqing tiba-tiba mengerti sesuatu.

“Mereka ingin menggunakan kematianku untuk mengadu domba ayahku dan Yang Mulia?”

Oh, Han Ziqing ternyata tidak terlalu bodoh sekarang. Dia sedikit cerdas. Hanya sedikit saja. Tapi itu cukup untuk membuat Wei Shiqi menumbuhkan sedikit pandangan berbeda untuknya.

“Jika kau mati tanpa sebab yang jelas, Adipati Yongyi akan melanggar perintah meninggalkan perbatasan dan memberontak melawanku. Menurutmu siapa yang paling diuntungkan ketika jenderal penjaga perbatasan tidak ada di tempatnya?”

“Ah, jadi begitu.”

“Apa yang kau mengerti?”

“Aku mengerti semuanya. Mereka ingin menciptakan kekacauan internal Kekaisaran Wei Agung dan memanfaatkannya untuk merebut perbatasan.”

Meski Beiqi dan Kekaisaran Wei Agung menjalani kerja sama, tapi pada dasarnya dua negara ini bermusuhan. Perang pecah sepuluh tahun lalu dan perjanjian perdamaian diberlakukan untuk masa sepuluh tahun.

Sekarang, masa damai sepuluh tahun sudah hampir habis. Kemungkinan terjadi peperangan lagi tidak dapat disingkirkan dari benak orang-orang.

Dari dalam ingatannya, Han Ziqing mengerti kalau hubungan bilateral semacam ini hanya bertahan sementara. Orang-orang Beiqi keras dan ganas, ambisi mereka menaklukan wilayah Kekaisaran Wei Agung lebih besar dari gunung. Mereka ingin memecah perang lebih awal dengan mengacaukan hubungan antara Adipati Yongyi dan Kaisar, membuat mereka berselisih.

“Jin Bao, suruh Xiao Hui dan Xiao Cui mengawasi orang itu.”

“Dimengerti, Yang Mulia.”

Xiao Hui dan Xiao Cui, mereka adalah dua perwira yang ditunjuk Wei Shiqi. Kedua orang itu adalah anak kembar dari keluarga Xiao, yang sepuluh tahun lalu musnah karena peperangan. Setelah dibawa ke ibukota, mereka menjadi kaki tangan Wei Shiqi dan sangat setia.

Wei Shiqi merasa tidak perlu lagi ada di sini. Orangnya sudah ditemukan, tinggal diawasi dan ditangkap. Keberadaan racun Lanyin Biru cukup membuatnya kehilangan fokus selama berhari-hari. Jika dapat menemukan sumber Lanyin Biru dari orang itu, artinya ia juga sudah membantu Fu Dou.

“Kembali ke istana!”

Terpopuler

Comments

zansen

zansen

yang pintar ya ziqing biar g d remehin terus sama kaisar.. 😉

2025-01-15

2

Biyan Narendra

Biyan Narendra

Semangat thor

2025-02-01

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1: Peti Mati Permaisuri
2 Bab 2: Berkelahi
3 Bab 3: Ibu Suri Agung
4 Bab 4: Orang yang Tercerahkan
5 Bab 5: Ada Orang yang Meracunimu!
6 Bab 6: Wangchuan dan Lanyin
7 Bab 7: Anggur
8 Bab 8: Kunjungan Para Selir
9 Bab 9: Tertangkap Basah
10 Bab 10: Mengintai Target
11 Bab 11: Diam-Diam
12 Bab 12: Menolong Orang
13 Bab 13: Melabrak Permaisuri
14 Bab 14: Citra Diri
15 Bab 15: Pertimbangan
16 Bab 16: Kematian Pedagang Gadungan
17 Bab 17: Cari Masalah
18 Bab 18: Keterlibatan Selir Mu
19 Bab 19: Kaki Tangan
20 Bab 20: Melepaskan Satu Orang
21 Bab 21: Lepas Satu Lagi
22 Bab 22: Ruang Rahasia
23 Bab 23: Hadiah Pertama
24 Bab 24: Fragmen Sejarah
25 Bab 25: Memainkan Peran
26 Bab 26: Memancing Kemarahan
27 Bab 27: Reuni Keluarga
28 Bab 28: Malam
29 Bab 29: Berkas Pengakuan
30 Bab 30: Berita Baru
31 Bab 31: Menjadi Orang Sibuk
32 Bab 32: Menanyakan Pendapat
33 Bab 33: Terkejut
34 Bab 34: Mencari Tahu
35 Bab 35: Arsip Kekaisaran
36 Bab 36: Ada yang Terbakar
37 Bab 37: Marah Besar
38 Bab 38: Melanjutkan Tugas
39 Bab 39: Cara Membujuk Orang
40 Bab 40: Mengorek Informasi
41 Bab 41: Hidangan dan Bujukan
42 Bab 42: Kedatangan Utusan
43 Bab 43: Malam Perjamuan
44 Bab 44: Terpukau
45 Bab 45: Pengacau
46 Bab 46: Bantu Aku!
47 Bab 47: Bantuan Darurat
48 Bab 48: Rencana Kerja Sama
49 Bab 49: Imbalan Jasa
50 Bab 50: Mengajari
51 Bab 51: Wajah Damai
52 Bab 52: Merasa Tidak Adil
53 Bab 53: Mengapa Permaisuri Datang dari Luar?
54 Bab 54: Jangan Terlalu Dekat
55 Bab 55: Menunggu Orang
56 Bab 56: Orang yang Iri Hati
57 Bab 57: Setelah Urusan Resmi
58 Bab 58: Tak Tahu Diri
59 Bab 59: Tenang
60 Bab 60: Memikirkan Hal yang Sama
61 Bab 61: Memberikan Petunjuk
62 Bab 62: Putusan
63 Bab 63: Memulai dari Awal
64 Bab 64: Saling Memiliki
65 Bab 65: Mengganggu Orang
66 Bab 66: Menemui Mata-Mata
67 Bab 67: Motif
68 Bab 68: Ingin Istirahat
69 Bab 69: Mencari Perhatian
70 Bab 70: Mengusir Pengganggu
71 Bab 71: Tidak Fokus
72 Bab 72: Mengubah Tradisi
73 Bab 73: Menarik Diri
74 Bab 74: Orang yang Tidak Sopan
75 Bab 75: Kehilangan Martabat
76 Bab 76: Panen Besar
77 Bab 77: Menyerah
78 Bab 78: Kenalan Lama
79 Bab 79: Melihat Orang
80 Bab 80: Masa Lalu Selir Rou
81 Bab 81: Para Cinta Pertama
82 Bab 82: Dua Kendi Cuka
83 Bab 83: Memberikan Anugerah
84 Bab 84: Kelinci Liar, Tak Bisa Lari!
85 Bab 85: Tidak Beres
86 Bab 86: Memberi Mandat
87 Bab 87: Percaya Saja
88 Bab 88: Akulah Ratumu!
89 Bab 89: Bagian yang Hilang
90 Bab 90: Mulai Curiga
91 Bab 91: Membuat Rencana
92 Bab 92: Mengapa Tidak Mungkin?
93 Bab 93: Dia Mengandung Keturunan Kekaisaran
94 Bab 94: Manja
95 Bab 95: Berbagi Kebahagiaan
96 Bab 96: Petunjuk Penting
97 Bab 97: Teguran Halus
98 Bab 98: Minta Orang
99 Bab 99: Rencana Fu Dou
100 Bab 100: Mengikuti Kata Hati
101 Bab 101: Niat Jahat
102 Bab 102: Membebaskan Orang
103 Bab 103: Gelagat Aneh
104 Bab 104: Menyimpan Rencana
105 Bab 105: Menerima Gugatan
106 Bab 106: Bau Konspirasi
107 Bab 107: Aku Tidak Akan Membiarkan Mereka Menahanmu!
108 Bab 108: Orang Lama
Episodes

Updated 108 Episodes

1
Bab 1: Peti Mati Permaisuri
2
Bab 2: Berkelahi
3
Bab 3: Ibu Suri Agung
4
Bab 4: Orang yang Tercerahkan
5
Bab 5: Ada Orang yang Meracunimu!
6
Bab 6: Wangchuan dan Lanyin
7
Bab 7: Anggur
8
Bab 8: Kunjungan Para Selir
9
Bab 9: Tertangkap Basah
10
Bab 10: Mengintai Target
11
Bab 11: Diam-Diam
12
Bab 12: Menolong Orang
13
Bab 13: Melabrak Permaisuri
14
Bab 14: Citra Diri
15
Bab 15: Pertimbangan
16
Bab 16: Kematian Pedagang Gadungan
17
Bab 17: Cari Masalah
18
Bab 18: Keterlibatan Selir Mu
19
Bab 19: Kaki Tangan
20
Bab 20: Melepaskan Satu Orang
21
Bab 21: Lepas Satu Lagi
22
Bab 22: Ruang Rahasia
23
Bab 23: Hadiah Pertama
24
Bab 24: Fragmen Sejarah
25
Bab 25: Memainkan Peran
26
Bab 26: Memancing Kemarahan
27
Bab 27: Reuni Keluarga
28
Bab 28: Malam
29
Bab 29: Berkas Pengakuan
30
Bab 30: Berita Baru
31
Bab 31: Menjadi Orang Sibuk
32
Bab 32: Menanyakan Pendapat
33
Bab 33: Terkejut
34
Bab 34: Mencari Tahu
35
Bab 35: Arsip Kekaisaran
36
Bab 36: Ada yang Terbakar
37
Bab 37: Marah Besar
38
Bab 38: Melanjutkan Tugas
39
Bab 39: Cara Membujuk Orang
40
Bab 40: Mengorek Informasi
41
Bab 41: Hidangan dan Bujukan
42
Bab 42: Kedatangan Utusan
43
Bab 43: Malam Perjamuan
44
Bab 44: Terpukau
45
Bab 45: Pengacau
46
Bab 46: Bantu Aku!
47
Bab 47: Bantuan Darurat
48
Bab 48: Rencana Kerja Sama
49
Bab 49: Imbalan Jasa
50
Bab 50: Mengajari
51
Bab 51: Wajah Damai
52
Bab 52: Merasa Tidak Adil
53
Bab 53: Mengapa Permaisuri Datang dari Luar?
54
Bab 54: Jangan Terlalu Dekat
55
Bab 55: Menunggu Orang
56
Bab 56: Orang yang Iri Hati
57
Bab 57: Setelah Urusan Resmi
58
Bab 58: Tak Tahu Diri
59
Bab 59: Tenang
60
Bab 60: Memikirkan Hal yang Sama
61
Bab 61: Memberikan Petunjuk
62
Bab 62: Putusan
63
Bab 63: Memulai dari Awal
64
Bab 64: Saling Memiliki
65
Bab 65: Mengganggu Orang
66
Bab 66: Menemui Mata-Mata
67
Bab 67: Motif
68
Bab 68: Ingin Istirahat
69
Bab 69: Mencari Perhatian
70
Bab 70: Mengusir Pengganggu
71
Bab 71: Tidak Fokus
72
Bab 72: Mengubah Tradisi
73
Bab 73: Menarik Diri
74
Bab 74: Orang yang Tidak Sopan
75
Bab 75: Kehilangan Martabat
76
Bab 76: Panen Besar
77
Bab 77: Menyerah
78
Bab 78: Kenalan Lama
79
Bab 79: Melihat Orang
80
Bab 80: Masa Lalu Selir Rou
81
Bab 81: Para Cinta Pertama
82
Bab 82: Dua Kendi Cuka
83
Bab 83: Memberikan Anugerah
84
Bab 84: Kelinci Liar, Tak Bisa Lari!
85
Bab 85: Tidak Beres
86
Bab 86: Memberi Mandat
87
Bab 87: Percaya Saja
88
Bab 88: Akulah Ratumu!
89
Bab 89: Bagian yang Hilang
90
Bab 90: Mulai Curiga
91
Bab 91: Membuat Rencana
92
Bab 92: Mengapa Tidak Mungkin?
93
Bab 93: Dia Mengandung Keturunan Kekaisaran
94
Bab 94: Manja
95
Bab 95: Berbagi Kebahagiaan
96
Bab 96: Petunjuk Penting
97
Bab 97: Teguran Halus
98
Bab 98: Minta Orang
99
Bab 99: Rencana Fu Dou
100
Bab 100: Mengikuti Kata Hati
101
Bab 101: Niat Jahat
102
Bab 102: Membebaskan Orang
103
Bab 103: Gelagat Aneh
104
Bab 104: Menyimpan Rencana
105
Bab 105: Menerima Gugatan
106
Bab 106: Bau Konspirasi
107
Bab 107: Aku Tidak Akan Membiarkan Mereka Menahanmu!
108
Bab 108: Orang Lama

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!