13. The Result is ....

Anja

Usai euforia keberhasilan team basket putra SMA Pusaka Bangsa menjadi Runner up di Grand Final HSBL DKI Jakarta, dengan Dipa terpilih menjadi salah satu pemain pilihan di all star team, hidupnya kembali berjalan seperti biasa. Berpusat pada tiga hal utama yaitu sekolah, intensifikasi, dan bimbel. Namun diluar hal rutin tersebut, ada satu hal lain yang paling membuatnya heran, yaitu nafsu makan yang tiba-tiba meningkat tajam.

Meski kadang masih merasa mual dan tak enak badan, namun lonjakan nafsu makan yang tiba-tiba berhasil membuat tubuhnya menjadi sedikit lebih bertenaga. Tak selemah atau semager beberapa minggu yang lalu.

Ia bahkan memiliki keinginan khusus yang harus terealisasi terkait menu makanan. Seperti pagi ini ingin sarapan bubur ayam kuah kuning, lalu makan siang membayangkan gado-gado, terakhir saat makan malam mendamba nasi goreng kampung.

Dan yang bertugas merealisasikan keinginannya siapa lagi kalau bukan Bi Enok. Yang dengan senang hati akan membuatkan makanan apapun yang diinginkannya.

Seperti sore ini, tiba-tiba ia ingin makan rujak buah yang bumbunya memakai taburan kacang mete. Bi Enok pun dengan semangat membuatkan rujak persis seperti permintaannya.

"Bibi seneng Neng Anja jadi doyan makan," ujar Bi Enok yang terkekeh-kekeh melihat caranya melahap rujak buah kacang mete.

"Masih muda harus banyak makan. Jangan kurus-kurus. Hariwang (khawatir)," lanjut Bi Enok sambil menambahkan beberapa potong mangga muda requestnya ke dalam piring lalu disorongkan kearahnya.

"Ini mangga barusan metik di halaman belakang. Enak, asemnya pas, buahnya tebal," promo Bi Enok dengan gaya menyerupai marketing handal. Membuatnya tertawa lalu mengambil satu yang berpotongan paling besar, mencocolnya ke dalam bumbu rujak, kemudian melahapnya cepat.

"Tapi eneng apa nggak bosen makan yang asem-asem terus?" selidik Bi Enok sambil mengupas sebuah mangga lagi.

"Kemarin asinan, terus rujak cuka. Sekarang rujak lagi. Kayak orang ngidam aja," seloroh Bi Enok sambil tertawa.

"Ngidam?" ia menghentikan suapannya sambil mengernyit.

"Iya, ngidam, hamil muda....."

"Uhuk! Uhuk! Uhuk!!" ia mendadak tersedak dan terbatuk-batuk.

"Aduh Eneng, maapin bibi ya jadi keselek begini. Udah lanjutin makannya dulu," Bi Enok menatapnya yang masih terbatuk-batuk dengan wajah iba.

"Bibi mau buang sampah dulu," lanjut Bi Enok sambil mengumpulkan kulit mangga bekas kupasannya lalu dibawa ke dapur.

Sepeninggal Bi Enok ia mendadak kehilangan nafsu makan dan memilih untuk masuk ke dalam kamar. Kemudian mengambil ponsel dan mulai mengetikkan sesuatu disana.

Meski awalnya takut dan berusaha mengabaikan bahkan membuang jauh-jauh pikiran tersebut, namun ia tetap harus mengetahui jawaban pastinya. Agar hati tak lagi bertanya-tanya tentang apa yang sebenarnya sedang dialaminya.

Sambil menarik napas panjang ia mulai mengetik,

'Sebab terlambat datang bulan?'

'Kenapa seseorang tidak datang bulan?'

'Kenapa selalu ingin buang air kecil?'

'Apa arti mual dan ingin muntah.'

'Kenapa sering merasa lelah.'

'Bagaimana kehamilan bisa terjadi.'

'Ciri-ciri orang hamil.'

'Tanda-tanda kehamilan.'

'Cara mengetahui kehamilan.'

Ia memejamkan mata sambil menggeleng-gelengkan kepala demi membaca tiap baris artikel yang dibukanya. Tidak. Tidak. Tidak. Ini tak mungkin terjadi. Mereka tak melakukan apapun. Maksudnya, ia tak ingat apapun kecuali sentuhan lembut Cakra yang berhasil membuatnya terbang ke awang-awang.

Astaga. Ya ampun. Apakah ia benar-benar telah melakukannya? Tak mungkin. Oh, tidak. Sungguh bodoh. Ya, bodoh sekali.

Dan hei, apakah melakukan itu hanya sekali dalam kondisi separuh sadar bisa mengakibatkan sesuatu? Apakah begitu? Bisakah?

Ia pikir menghasilkan itu akan membutuhkan waktu yang lumayan lama dengan usaha yang berulang kali dilakukan. Sementara ia kan hanya melakukannya sekali? Sekali dan langsung berhasil? Ya ampun, tidak.

Sungguh, seseorang beritahulah padanya, apakah ini kutukan? Tolong bangunkan ia dari mimpi paling buruk ini. Tolonglah. Please. Kumohon.

Seseorang siapapun tolonglah.

Aduh! Ia berjalan mondar-mandir dari satu sisi ke sisi lain kamarnya dengan gelisah. What should've do?

Cerita ke Hanum dan Bening? Tak mungkin. Ini jelas akan menjadi cerita yang sangat panjang dan rumit. Cerita ke Mama? Mama sibuk di pabrik dan ia takut pertanyaannya akan memicu darah tinggi Mama yang bisa berakibat fatal. Cerita ke Papa? Mungkin Papa justru akan menertawakan ceritanya dan menganggap ia sedang mengada-ada.

Cerita ke Dipa? Ya, Dipa. Bukankah mereka sahabat? Sahabat yang ia cintai. Hei, bukankah hari dimana ia pulang dari hotel, Dipa notice dengan penampilan anehnya yang memakai baju kebesaran milik si berandal Cakra? Jadi, Dipa pasti akan mengerti dan memahami perasaannya.

Tapi...tunggu dulu...betapa bodohnya ia jika menceritakan hal seburuk ini pada orang yang dicintainya. Alih-alih mendapat solusi, mungkin malah Dipa langsung menjauh begitu mengetahui ia sudah tidak....sudah tidak....aargrrhrhrhhrghg

Kenapa ia mesti berlaku sebodoh ini? Kenapa ia mesti bertingkah seperti anak kecil? Kenapa ia mesti lari menembus hujan di malam itu? Kenapa ia tak menunggu Dipa saja? Toh Dipa jelas-jelas akan mencari dan mengejarnya.

Kenapa ia justru lari entah kemana? Kenapa ia malah masuk ke cafe apalah itu namanya dan bertemu si berandal Cakra? Oh, tidak, sungguh malang nasibnya. Benar-benar malang.

Akhirnya setelah dua hari dua malam berpikir, berpikir, dan berpikir, yang membuatnya justru semakin merasa ketakutan. Siang ini ia memberanikan diri untuk membeli barang tersebut melalui online shop. Ya, ini tentu jauh lebih aman. Tak harus datang sendiri ke apotek untuk membeli barang tersebut. Atau menyuruh orang lain, Bi Enok misalnya, yang pasti akan bertanya penuh selidik, "Untuk apa Neng? Neng kunaon?"

Skip, skip, next. Ia tentu harus berusaha sendiri. Karena semakin sedikit orang yang tahu semakin baik. Karena ini masalah besar. Sangat besar. Besar sekali malah. Oh ya ampun, rasanya ia ingin menangis saja.

Setelah gelisah menunggu yang rasanya seperti bertahun-tahun lamanya, paket yang dinanti akhirnya datang juga. Dengan tergesa ia segera mengunci pintu kamar rapat-rapat, lalu membaca petunjuk pemakaian dengan seteliti mungkin. Begitu semua dirasa beres, dengan tangan gemetaran ia mulai melakukan semua langkah sesuai dengan yang tertulis dalam kemasan tersebut. Dan hasilnya adalah.......

***

Cakra

Ia baru masuk ke dalam office untuk berganti seragam lalu menyimpan bajunya sendiri ke dalam loker ketika Riany, manajer Retrouvailles memanggil namanya, "Cakra?"

"Iya Kak?"

"Ada yang nyari tuh di depan," tunjuk Riany menggunakan dagunya kearah cafe.

"Oh ya, saya ganti baju dulu," ia pun buru-buru masuk ke dalam ruang ganti, namun sebelum sempat menutup pintu, Riany kembali bicara.

"Minggu lalu dia juga kesini. Waktu kamu lagi ikut event. Udah kukasih nomor ponselmu, sempat nelpon nggak?"

Ia mengernyit, "Siapa ya Kak?" Seingatnya tak ada orang baru yang menghubungi ponselnya selama seminggu ini.

"Lupa namanya. Tapi cantik sih, teteup ya selera kamu yang high level," seloroh Riany membuatnya tertawa.

"Biasa aja Kak," ia menggelengkan kepala sambil terus tertawa.

"Tapi yang ini beda sih sama yang biasa nyariin kamu, default cabe-cabean," Riany tertawa. "Ini anaknya lumayan sopan, badannya kecil, mungil, kulitnya pucat kayak nggak pernah kena sinar matahari...."

Begitu mendengar kalimat terakhir Riany, ia pun buru-buru masuk ke dalam ruang ganti, "Makasih Kak."

Kalau tebakannya benar, berarti yang minggu lalu dan sekarang datang mencarinya adalah....Anja. Tapi kenapa cewek berisik itu mencarinya? Terakhir kali mereka bertemu di Fantastic Four HSBL, Anja bahkan terlihat marah dan enggan begitu melihat wajahnya. Saat ia dengan sengaja selalu mengikuti Anja tiap kali cewek itu pergi ke toilet. Karena khawatir cewek berisik itu akan diganggu orang iseng atau bahkan tersesat. Mungkin saja kan dengan gaya seradak seruduk bar bar nya yang sering bertindak tanpa berpikir terlebih dulu.

Dan tebakannya memang benar, demi melihat Anja sedang duduk mencangkung di salah satu sudut cafe. Sekilas ia melihat wajah cewek berisik itu memang semakin pucat, persis seperti gambaran yang diberikan Riany, wajah yang tak pernah terkena sinar matahari.

"Nyari gua?" ia mencoba tersenyum namun wajah Anja terlihat kusut, marah, sekaligus lelah. Kamu kenapa? Ia ingin bertanya, sudah hampir terlontar. Namun segera ditelan mentah-mentah.

Anja mengangguk.

"Kenapa nggak nelpon? Kata Kak Riany minggu lalu udah ngasih nomor gue ke elo?"

Anja menggeleng, "Nggak bisa. Harus ngomong langsung."

Ia mengangguk mengerti. Kira-kira hal penting apa yang akan cewek berisik pucat ini katakan hingga harus bertemu langsung dengannya? Terdengar sangat penting. Apakah ia boleh mulai ge er sekarang?

"Lo masih kerja?"

"Belum," ia tertawa. "Baru datang, baru ganti baju."

Anja mengangguk, "Bisa ijin sebentar nggak?"

"Ke?" ia mengernyit bingung.

"Nggak enak ngomong disini," jawab Anja dengan gerik gelisah.

Ia pun terpaksa meminta ijin pada Riany untuk keluar sebentar. Dan berjanji malam nanti akan pulang lebih larut untuk mengganti jam yang hilang karena terpakai keluar sekarang.

"Mau ngomong dimana sih?" tanyanya heran ketika Anja berjalan dengan gerakan yang sangat cepat menyusuri trotoar.

"Di taman depan," jawab Anja tak kalah cepat sambil tangannya menunjuk kearah ruang terbuka hijau yang berjarak kurang lebih seratus meter dari tempat mereka berdiri saat ini.

Ia -lagi-lagi- terpaksa mengikuti kemauan Anja dengan berjalan di belakangnya. Namun karena banyaknya orang yang berjalan di trotoar, ia harus beberapa kali melindungi tubuh Anja dari orang lain yang akan menabrak atau menyenggol tubuh kurus itu meski secara tak sengaja. Membuatnya memutuskan untuk meraih tangan Anja lalu menggandengnya menuju tempat yang dimaksud.

Begitu mereka tiba di taman, Anja langsung melepaskan genggaman tangannya dengan kasar. Membuatnya tersinggung dan bertanya dengan nada suara tinggi, "Mau ngomong apa sih?!?"

Dengan suara tercekik yang hampir tak terdengar oleh telinganya Anja menggumam pelan, "Gue hamil."

Terpopuler

Comments

Raufaya Raisa Putri

Raufaya Raisa Putri

Mak jleb.... ginjal aman bang

2024-09-15

0

Raufaya Raisa Putri

Raufaya Raisa Putri

weiss... tumben PK bisa geer

2024-09-15

0

Raufaya Raisa Putri

Raufaya Raisa Putri

vampir dunk

2024-09-15

0

lihat semua
Episodes
1 1. Retrouvailles
2 2. Run All Night
3 3. Room Number 27
4 4. A Big Mistake
5 5. Sunday Morning, Worst Thing is Falling
6 6. "Gue Hancur ...."
7 7. Cakra itu ....
8 8. Year End Film Project
9 9. Mamayu dan Mager
10 10. Chocolate Almond Cinnamon
11 11. Hadiah dari Kakak Cantik
12 12. Fantastic Four
13 13. The Result is ....
14 14. Tenggelam Dalam Lautan Penyesalan
15 15. Bad Timing
16 16. How It Feels
17 17. Kasih Ibu Sepanjang Masa
18 18. Tersesat
19 19. Menepilah
20 20. Namaku Cinta
21 21. Blue Saturday Night
22 22. Meregang
23 23. Melampaui Semua Batasan
24 24. Cinta Selalu Ada
25 25. Cinta Selalu Ada (2)
26 26. Cinta Selalu Ada (3)
27 27. Cinta Selalu Ada (4)
28 28. Cinta Selalu Ada (5)
29 29. As Long As You Love Me
30 30. Butiran Debu
31 31. Butiran Debu (2)
32 32. Butiran Debu (3)
33 33. "I'm Nobody and I've Nothing"
34 34. Hari Tanpa Bayangan
35 35. "Good Luck, Cakra!"
36 36. Losing You
37 37. Don't Wanna Cry
38 38. Don't Wanna Cry (2)
39 39. Mama Knows Best
40 40. Terrible Things
41 41. Terrible Things (2)
42 42. When Mama Said
43 43. The Real Problem
44 44. Road to ....
45 45. Road to .... (2)
46 46. Rezeki dari Arah yang Tak Terduga
47 47. Starting The Countdown
48 48. Mitsaqan Ghalidza
49 49. You Are The Reason
50 50. You Are The Reason (2)
51 51. Terima Kasih : Satu Tanda Syukur
52 52. Terima Kasih : Satu Tanda Syukur (2)
53 53. Mencari Rekam Jejak
54 54. 17 Missed Calls
55 55. 17 Missed Calls (2)
56 56. Love Has No Reason
57 57. Love Has No Reason (2)
58 58. Love Has No Reason (3)
59 59. Love Has No Reason (4)
60 60. Love Has No Reason (5)
61 61. Nothings Gonna Change My Love For You
62 62. Best Mama, Ever
63 63. You and Me Against The World
64 64. You and Me Against The World (2)
65 65. Just You and Me
66 66. Just You and Me (2)
67 67. Bertualang Bersamamu
68 68. Selalu Bersamamu
69 69. Selalu Bersamamu (2)
70 70. "Lakukan Sekarang Juga!"
71 71. Pagi di Rumah Mertua
72 72. Kado Berpita Biru
73 73. Kau Buatku Jatuh Hati
74 74. Mulai Membaik Atau Tetap Sama?
75 75. "Leave Them Alone"
76 76. Runtuhnya Langit Biru
77 77. Kiamat Menjadi Kenyataan
78 78. Finding You
79 79. It's Us, Against The Entire World
80 80. It's Us, Against The Entire World (2)
81 81. It's Us, Against The Entire World (3)
82 82. Our Journey
83 83. Our Journey (2)
84 84. Kesuksesan yang Tertunda
85 85. Jangan Pernah Lelah untuk Belajar
86 86. "See You On Top!"
87 87. Nostalgia SMA Kita
88 88. Everything Gonna be Alright
89 89. You're More Than What You Think
90 90. You're More Than What You Think (2)
91 91. From Zero to Hero
92 92. "Hati-hati ya!"
93 93. "Miss You Already ...."
94 94. Miss You Like Crazy
95 95. Miss You Like Crazy (2)
96 96. You're Always on My Mind
97 97. Bersamamu Selalu Indah
98 98. Bersamamu Selalu Indah (2)
99 99. The Beginning
100 100. No Pain No Gain
101 101. You're My All
102 From Author with Love
103 102. Hari yang Dipenuhi Kebahagiaan
104 103. Hari yang Dipenuhi Kebahagiaan (2)
105 104. Ibu, Termulia dan Teristimewa
106 105. "Jangan Panik!"
107 106. "Jangan Panik!" (2)
108 107. "Maafin Anja, Ma."
109 108. Bintang Paling Terang
110 109. Love at The First Sight
111 From Cakra Anja with Love
112 110. Kisah Teuku Aldebaran Ishak
113 111. New Mom
114 112. New Mom (2)
115 113. "Drg. Anjani Prameswari, Soon to be ...."
116 114. "Bukan ini yang Kuinginkan"
117 115. "Apa Kita Pernah Bertemu Sebelumnya?"
118 116. "Dia Orang Mana?"
119 117. "Dia ... Anak Hamzah Ishak?"
120 118. Aceh Lon Sayang**
121 119. Aceh Lon Sayang (2)
122 120. Adek Lon Sayang, Adek Lon Malang **
123 121. "Seulamat Tinggai" **
124 122. Lahirnya Singa Pemberani
125 123. "Jih Rakan Lon" **
126 124. "Lon Lake Meuah ...." **
127 Sepatah dua patah kata
128 125. Titik Balik
129 126. Rewriting
130 127. Rewriting (2)
131 128. Reminding
132 129. Reminding (2)
133 130. Trio Sunter Goes to Aqiqah
134 131. Hari Spesial untuk Aran Tersayang
135 132. Hari Spesial untuk Aran Tersayang (2)
136 133. What Doesn't Kill You, Makes You Stronger
137 Sapaan Hangat
138 134. Sasa Oh Sasa ....
139 135. Sasa Oh Sasa .... (2)
140 136. Sasa Oh Sasa .... (3)
141 137. About This Night
142 138. About This Night (2)
143 139. Beratapkan Langit Malam
144 140. "Selamat Datang di Rumah Kami."
145 141. Bidadari di Hadapan
146 142. (He) Cares For You **
147 143. Mimpiku Adalah Kalian Berdua
148 144. Follow Your Heart
149 145. Best Decision, Ever
150 146. "Terimakasih, Om."
151 147. Sampai Jumpa di Lain Hari
152 148. Day by Day
153 149. Forever Yours
154 150. Forever Yours (2)
155 151. The Luckiest Guy
156 Ucapan Terimakasih
157 152. The Luckiest Guy (2)
158 153. Welcome to The Club
159 154. When You're Not Around
160 155. When You're Not Around (2)
161 156. How It Started
162 157. How It Started (2)
163 158. Saat Dia Datang Kembali
164 159. Saat Dia Datang Kembali (2)
165 160. Happy Bestdayyy!
166 161. Unforgettable Moments
167 162. Unforgettable Moments (2)
168 163. Semua Karena Cinta
169 164. Semua Karena Cinta (2)
170 165. Too Much Love
171 166. Too Much Love (2)
172 167. Love, Wild Things, and You
173 168. How Its Going
174 169. How Its Going (2)
175 170. Adrenalin Rush
176 171. Adrenalin Rush (2)
177 172. All About Love
178 173. Love is You
179 174. Life Must Go On
180 175. Life Must Go On (2)
181 Before Say Goodbye
182 176. Time After Time
183 177. Time After Time (2)
184 178. Time After Time (3)
185 179. Time After Time (4)
186 180. Love of My Life
187 180. Love of My Life (2)
188 180. (End) Love of My Life
189 (Maybe Not) The End of The Road
190 Panduan Cara Memberi Dukungan
191 Dibuang Sayang (1)
192 Dibuang Sayang (2)
193 Dibuang Sayang (3)
194 Dibuang Sayang (4)
195 Dibuang Sayang (5)
196 Novel Pak Pici Duren Sawit
197 TERBIT CETAK
Episodes

Updated 197 Episodes

1
1. Retrouvailles
2
2. Run All Night
3
3. Room Number 27
4
4. A Big Mistake
5
5. Sunday Morning, Worst Thing is Falling
6
6. "Gue Hancur ...."
7
7. Cakra itu ....
8
8. Year End Film Project
9
9. Mamayu dan Mager
10
10. Chocolate Almond Cinnamon
11
11. Hadiah dari Kakak Cantik
12
12. Fantastic Four
13
13. The Result is ....
14
14. Tenggelam Dalam Lautan Penyesalan
15
15. Bad Timing
16
16. How It Feels
17
17. Kasih Ibu Sepanjang Masa
18
18. Tersesat
19
19. Menepilah
20
20. Namaku Cinta
21
21. Blue Saturday Night
22
22. Meregang
23
23. Melampaui Semua Batasan
24
24. Cinta Selalu Ada
25
25. Cinta Selalu Ada (2)
26
26. Cinta Selalu Ada (3)
27
27. Cinta Selalu Ada (4)
28
28. Cinta Selalu Ada (5)
29
29. As Long As You Love Me
30
30. Butiran Debu
31
31. Butiran Debu (2)
32
32. Butiran Debu (3)
33
33. "I'm Nobody and I've Nothing"
34
34. Hari Tanpa Bayangan
35
35. "Good Luck, Cakra!"
36
36. Losing You
37
37. Don't Wanna Cry
38
38. Don't Wanna Cry (2)
39
39. Mama Knows Best
40
40. Terrible Things
41
41. Terrible Things (2)
42
42. When Mama Said
43
43. The Real Problem
44
44. Road to ....
45
45. Road to .... (2)
46
46. Rezeki dari Arah yang Tak Terduga
47
47. Starting The Countdown
48
48. Mitsaqan Ghalidza
49
49. You Are The Reason
50
50. You Are The Reason (2)
51
51. Terima Kasih : Satu Tanda Syukur
52
52. Terima Kasih : Satu Tanda Syukur (2)
53
53. Mencari Rekam Jejak
54
54. 17 Missed Calls
55
55. 17 Missed Calls (2)
56
56. Love Has No Reason
57
57. Love Has No Reason (2)
58
58. Love Has No Reason (3)
59
59. Love Has No Reason (4)
60
60. Love Has No Reason (5)
61
61. Nothings Gonna Change My Love For You
62
62. Best Mama, Ever
63
63. You and Me Against The World
64
64. You and Me Against The World (2)
65
65. Just You and Me
66
66. Just You and Me (2)
67
67. Bertualang Bersamamu
68
68. Selalu Bersamamu
69
69. Selalu Bersamamu (2)
70
70. "Lakukan Sekarang Juga!"
71
71. Pagi di Rumah Mertua
72
72. Kado Berpita Biru
73
73. Kau Buatku Jatuh Hati
74
74. Mulai Membaik Atau Tetap Sama?
75
75. "Leave Them Alone"
76
76. Runtuhnya Langit Biru
77
77. Kiamat Menjadi Kenyataan
78
78. Finding You
79
79. It's Us, Against The Entire World
80
80. It's Us, Against The Entire World (2)
81
81. It's Us, Against The Entire World (3)
82
82. Our Journey
83
83. Our Journey (2)
84
84. Kesuksesan yang Tertunda
85
85. Jangan Pernah Lelah untuk Belajar
86
86. "See You On Top!"
87
87. Nostalgia SMA Kita
88
88. Everything Gonna be Alright
89
89. You're More Than What You Think
90
90. You're More Than What You Think (2)
91
91. From Zero to Hero
92
92. "Hati-hati ya!"
93
93. "Miss You Already ...."
94
94. Miss You Like Crazy
95
95. Miss You Like Crazy (2)
96
96. You're Always on My Mind
97
97. Bersamamu Selalu Indah
98
98. Bersamamu Selalu Indah (2)
99
99. The Beginning
100
100. No Pain No Gain
101
101. You're My All
102
From Author with Love
103
102. Hari yang Dipenuhi Kebahagiaan
104
103. Hari yang Dipenuhi Kebahagiaan (2)
105
104. Ibu, Termulia dan Teristimewa
106
105. "Jangan Panik!"
107
106. "Jangan Panik!" (2)
108
107. "Maafin Anja, Ma."
109
108. Bintang Paling Terang
110
109. Love at The First Sight
111
From Cakra Anja with Love
112
110. Kisah Teuku Aldebaran Ishak
113
111. New Mom
114
112. New Mom (2)
115
113. "Drg. Anjani Prameswari, Soon to be ...."
116
114. "Bukan ini yang Kuinginkan"
117
115. "Apa Kita Pernah Bertemu Sebelumnya?"
118
116. "Dia Orang Mana?"
119
117. "Dia ... Anak Hamzah Ishak?"
120
118. Aceh Lon Sayang**
121
119. Aceh Lon Sayang (2)
122
120. Adek Lon Sayang, Adek Lon Malang **
123
121. "Seulamat Tinggai" **
124
122. Lahirnya Singa Pemberani
125
123. "Jih Rakan Lon" **
126
124. "Lon Lake Meuah ...." **
127
Sepatah dua patah kata
128
125. Titik Balik
129
126. Rewriting
130
127. Rewriting (2)
131
128. Reminding
132
129. Reminding (2)
133
130. Trio Sunter Goes to Aqiqah
134
131. Hari Spesial untuk Aran Tersayang
135
132. Hari Spesial untuk Aran Tersayang (2)
136
133. What Doesn't Kill You, Makes You Stronger
137
Sapaan Hangat
138
134. Sasa Oh Sasa ....
139
135. Sasa Oh Sasa .... (2)
140
136. Sasa Oh Sasa .... (3)
141
137. About This Night
142
138. About This Night (2)
143
139. Beratapkan Langit Malam
144
140. "Selamat Datang di Rumah Kami."
145
141. Bidadari di Hadapan
146
142. (He) Cares For You **
147
143. Mimpiku Adalah Kalian Berdua
148
144. Follow Your Heart
149
145. Best Decision, Ever
150
146. "Terimakasih, Om."
151
147. Sampai Jumpa di Lain Hari
152
148. Day by Day
153
149. Forever Yours
154
150. Forever Yours (2)
155
151. The Luckiest Guy
156
Ucapan Terimakasih
157
152. The Luckiest Guy (2)
158
153. Welcome to The Club
159
154. When You're Not Around
160
155. When You're Not Around (2)
161
156. How It Started
162
157. How It Started (2)
163
158. Saat Dia Datang Kembali
164
159. Saat Dia Datang Kembali (2)
165
160. Happy Bestdayyy!
166
161. Unforgettable Moments
167
162. Unforgettable Moments (2)
168
163. Semua Karena Cinta
169
164. Semua Karena Cinta (2)
170
165. Too Much Love
171
166. Too Much Love (2)
172
167. Love, Wild Things, and You
173
168. How Its Going
174
169. How Its Going (2)
175
170. Adrenalin Rush
176
171. Adrenalin Rush (2)
177
172. All About Love
178
173. Love is You
179
174. Life Must Go On
180
175. Life Must Go On (2)
181
Before Say Goodbye
182
176. Time After Time
183
177. Time After Time (2)
184
178. Time After Time (3)
185
179. Time After Time (4)
186
180. Love of My Life
187
180. Love of My Life (2)
188
180. (End) Love of My Life
189
(Maybe Not) The End of The Road
190
Panduan Cara Memberi Dukungan
191
Dibuang Sayang (1)
192
Dibuang Sayang (2)
193
Dibuang Sayang (3)
194
Dibuang Sayang (4)
195
Dibuang Sayang (5)
196
Novel Pak Pici Duren Sawit
197
TERBIT CETAK

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!