19. Menepilah

Anja

Badannya masih menggigil gemetaran dan pikirannya nge blank ketika Sopir Taxi bertanya untuk entah yang keberapa kalinya, "Mau kemana?"

"J-jalan dulu aja Pak, nanti saya kasih tahu."

"Kalau gitu saya muter-muter disini dulu ya Mba, biar nanti kalau harus putar balik nggak terlalu jauh."

"Gimana baiknya aja Pak."

Jadi untuk sementara Taxi hanya berputar-putar di sekitaran Cikini. Ia pun hanya bisa berdiam diri sambil memandangi deretan gedung dan bangunan yang terlewati.

Di dalam kepalanya masih lekat dalam ingatan tentang ruang operasi yang cat temboknya terkelupas, orang berwajah kusut dengan jas dokter berwarna kekuningan, alat-alat berwarna silver, toples kaca besar dan selang, tak lupa cewek-cewek yang keluar dari ruang operasi dengan wajah menyesal.

My God. Apa yang barusan dilakukannya?

Tanpa sadar tangannya mengelus perut -yang sepertinya masih biasa saja, rata, tak banyak berubah walau berdasar pemeriksaan USG telah berusia 20 minggu lebih- sementara di dalam kepalanya terbayang wajah Dipa. Ya ampun Dipa nya, first love nya, rasanya ingin menjerit sekeras mungkin. Meluapkan sesak di dada.

Dipa, masihkah kau disana?

Atau semakin menjauh dan tak pernah kembali?

Namun perlahan wajah Dipa mulai menghilang, digantikan oleh wajah Mama yang sedang tersenyum. Kemudian menyusul berturut-turut Papa yang tegas tapi sebenarnya tipe orang yang asyik. Lalu Mas Tama yang plek ketiplek duplikat Papa. Tak ketinggalan Mas Sada yang -sebelum berkeluarga- selalu menjadi shoulder to cry on baginya. Wajah mereka berempat muncul bergantian bagai roll film yang diputar berulang-ulang. Membuat dadanya terasa semakin sesak dan sakit.

Maafin Anja Ma.

Maafin Anja Pa.

Telah mengecewakan.

Dengan perasaan mengharu biru ia mencoba melempar pandangan ke jendela samping, memperhatikan sederet bangunan tempo dulu yang terlewati. Namun justru kembali mengingatkannya pada Klinik aborsi yang cat tembok kamar operasinya terkelupas disana sini.

Tapi sebentar.

Tunggu dulu.

Sepertinya ada yang kurang.

Sedetik kemudian ia hampir menjerit saking kesalnya, "Ya ampun, duit gue ilang?!"

"Apa Mba?" sopir Taxi melihat kearahnya melalui rear vission mirror dengan wajah bingung.

"Oh...eh...enggak Pak," ia hanya meringis malu sambil terus mengutuk-ngutuk dalam hati. Ya ampun, duit gue 6 juta hangus begitu aja?! My God. Sial. Sial. Sial. Gggrrgrgrhrgrh.

Ia semakin kesal demi mengingat uang tersebut sejatinya ia kumpulkan sungguh-sungguh dari sisa uang jajan untuk travelling around Asia bersama Hanum dan Bening tahun depan.

Namun kini dalam sekejap mata hilang sebanyak 6 juta!?!

Sialan.

Sialan banget.

Dan yang paling bertanggungjawab atas semua kejadian menyebalkan ini adalah....yeah siapa lagi kalau bukan cowok berandal brengsek yang telah menitipkan sesuatu di dalam perutnya hingga ia harus pontang panting dan kalang kabut seperti sekarang ini.

Cakraaa, tunggu pembalasan gue!!

Ia bahkan tak sempat berpikir ketika minta diantarkan ke alamat yang tertera di layar ponsel, yang kini tengah menampilkan website resmi sekolah/data siswa/XII IPA6/Teuku Cakradonya Ishak.

"Ini gangnya," tunjuk Sopir Taxi saat menepi di depan sebuah gang yang terletak tak jauh dari Pasar Kemiri.

Setelah membayar ongkos dan mengucapkan terimakasih, ia pun mulai berjalan menyusuri gang menuju rumah nomor 173.

Ia yang merasa kesal setengah mati dan geregetan, sesekali harus berjalan lebih menepi ke pinggir karena ada motor yang lewat. Atau berhenti sebentar guna memberi ruang untuk anak-anak usia SD yang berlarian kesana kemari di sepanjang gang.

Setelah berjalan cukup jauh dan tak juga menemukan nomor rumah yang dimaksud, ia pun menyerah dan memutuskan untuk bertanya pada orang lain.

"Oh, ini sih bukan disini," ujar seorang ibu yang sedang menyuapi anaknya di teras rumah.

"Kalau RT 7 disono noh, gang kelima. Ini sih gang ketiga," lanjut ibu itu lagi sambil menunjuk tempat yang terletak nun jauh disana.

"Nyari siapa?" tanya seorang kakek yang juga sedang duduk-duduk di teras rumah sebelah ibu tersebut.

"Nyari rumah si Agam," jawab ibu itu sambil terus menyuapi anaknya.

"Oh, bukan Agam Bu," ralatnya cepat. "Saya nyari rumahnya Cakra. Cakradonya," ulangnya dengan suara yang lebih keras.

"Iye, same aje Neng. Agam ya Cakra. Cakra ya Agam."

Membuat keningnya mengkerut. Kok bisa?

"Kalau di rumah dipanggilnya Agam. Jadi orang-orang kampung sini pada ikutan manggil Agam. Kecuali anak-anak muda baru manggil nama Cakra," terang ibu tersebut panjang lebar. Membuatnya mengangguk-angguk meski masih sedikit bingung.

Lalu ibu itu kembali melanjutkan, "Lewat sono Neng....jalan terus....lewat jembatan itu juga bisa. Ntar ada langgar (masjid) belok kiri, terus kanan, sampai deh di gang lima. Ntar disono nanya lagi rumahnya Agam."

"Makasih Bu," ia tersenyum mengangguk. Namun sebelum melangkah pergi telinganya masih sempat mendengar orang berkomentar, "Dari dulu banyak kali cewek-cewek nyari rumah si Agam."

"Iya. Kemarenan juga ada, tiga orang malah. Bahenol (cantik)."

"Ya begitu dah resiko jadi orang cakep," kali ini terdengar suara si kakek. "Banyak cewek pada nyosor."

"Macem gua jaman muda dulu, banyak cewek nyang pada nyariin ke rumah."

"Karena cakep ye Kong? Kek si Agam gitu?" celetuk yang lain.

"Iye dong. Sebelas dua belas lah. Sekarang masih kelihatan kan cakepnye?"

Kemudian disusul gelak tawa para ibu, "Ah, si Engkong bisa aje....."

Sambil terus berjalan ia pun mencibir. Banyak cewek bahenol nyariin Cakra? Oh ya, jelas sudah bisa diduga. Si berandal brengsek itu pasti punya banyak mainan. Sayang seribu sayang, justru ia yang kena getahnya. Sial banget kan?

Setelah sempat tersesat dan harus beberapa kali bertanya, sampailah ia di sebuah rumah yang bagian depannya terlihat paling asri dibanding rumah lain yang ada di sekitarnya. Mungkin karena pot-pot bunga yang menggantung di sekeliling teras rumah dan beberapa tanaman apotik hidup di sudut rumah.

Sekilas ia sempat melihat nomor rumah yang tertempel di atas pintu, 173. Baiklah. Namun ketika baru mau mengetuk, tiba-tiba pintu terbuka dari dalam disusul munculnya dua bocah usia SD yang sedang berkejaran dan langsung menabraknya.

"Aduh," ia spontan mengaduh karena bocah laki-laki itu menabrak tubuhnya dengan cukup keras hingga hampir terjatuh. Sementara bocah perempuan hanya menyenggolnya sedikit.

"Maap...maap...," teriak bocah laki-laki tersebut sambil terus berlari dan tertawa-tawa.

Saat ia masih bengong sebuah teriakan kembali muncul dari dalam rumah, "Umay! Sasa! Kalia.....," namun langsung terpotong begitu melihat dirinya yang telah berdiri di teras.

"Cari siapa?" tanya wanita itu sambil memperhatikannya tajam. Dengan kening berkerut dan mata yang jelas-jelas memikirkan sesuatu.

"C-cakra ada?" jawabnya kaku.

Ia harus menunggu selama beberapa detik hingga wanita itu balik bertanya dengan tatapan penuh selidik, "Anjani?"

Tak lama kemudian ia telah duduk di dalam ruang tamu yang sangat sederhana dan tak terlalu luas. Hanya berisi seperangkat kursi rotan yang telah lapuk dimakan usia dan sebuah lemari buffet kayu yang tak kalah tuanya.

"Silahkan minum dulu," wanita yang tadi memperkenalkan diri sebagai kakak ipar Cakra, Kak Pocut, menyorongkan secangkir teh manis hangat ke hadapannya.

"Makasih," ia tersenyum mengangguk dan mengambil cangkir tersebut. Berjalan kaki lumayan jauh membuatnya merasa sangat haus.

"Jauh ya jalan kesini?" ada seulas senyum di bibir Kak Pocut demi melihatnya menyesap habis teh di dalam cangkir dalam satu waktu.

"Nyasar berapa kali?"

Ia meringis, "Banyak kali."

Kak Pocut tertawa, "Ya beginilah tinggal di daerah padat. Suka susah cari alamat karena gangnya mirip-mirip. Harus lengkap RT RW nya."

Ia mengangguk.

"Agam...maksudnya Cakra, lagi di jalan mau pulang," nada suara Kak Pocut mendadak berubah serius. "Tunggu sebentar ya...."

Ia tersenyum malu, "Saya lupa kalau ini hari Sabtu. Saya pikir Cakra ada di rumah."

Ia memang benar-benar lupa jika sekarang hari Sabtu. Kejadian nge blank di Klinik tadi membuat kinerja otaknya mengalami disorientasi yang cukup parah. Pertama, ia bingung 7 keliling tak tahu harus kemana. Kedua, ia kesal setengah mati karena telah kehilangan uang sebesar 6 juta. Ketiga, yang ada di dalam benaknya hanya satu, yaitu menagih uang 6 jutanya yang hilang kepada Cakra. Karena gara-gara dialah ia bisa sampai kehilangan uang seperti sekarang ini. Dan itu menjadi alasan utama keputusannya untuk mendatangi rumah Cakra.

My Gosh! Entah apa yang ada di dalam pikirannya hingga nekat mendatangi rumah si berandal brengsek ini. Padahal kalau hanya menagih uang toh bisa lewat telepon. Tak harus jauh-jauh kesini sampai tersesat segala.What a joke.

"Nggak papa. Memang sebentar lagi waktunya pulang. Karena hari ini cuma ambil satu shift pagi."

Ia mengangguk.

"Kutinggal dulu ke belakang ya," pamit Kak Pocut. Dan tak lama kemudian terdengar suara orang sedang memasak disusul bau harum yang semerbak memenuhi ruang tamu.

Sambil menunggu ia pun mulai memperhatikan keadaan sekeliling ruang tamu. Terutama lemari buffet kayu yang di dalamnya dipenuhi oleh foto-foto, piagam, medali, dan beberapa piala.

Karena penasaran ia pun berjalan mendekat ke arah lemari, dan matanya langsung meloncat keluar demi membaca tulisan yang tertera di setiap piagam tersebut.

... ----------...

...Pemerintah Propinsi DKI Jakarta...

...Dinas Pendidikan dan Kebudayaan...

...Piagam Penghargaan...

...Teuku Cakradonya Ishak...

...SMP Negeri 372 Jakarta...

...Sebagai peraih medali emas bidang Matematika...

...Pada Olimpiade Sains Nasional (OSN) jenjang SMP tingkat propinsi DKI Jakarta...

...----------...

Perlahan namun pasti matanya berkali-kali meloncat keluar demi melihat semua piagam, medali, dan piala tertulis atas nama Cakradonya Ishak. What the hell? My God.

Ia masih terheran-heran melihat sederet medali yang lumayan mentereng -pastinya belum pernah ia raih sampai hampir lulus SMA seperti sekarang ini- ketika suara Kak Pocut mengejutkannya, "Itu waktu SD sama SMP."

Ia meringis malu karena terpergok sedang menganalisa isi lemari dan berniat kembali duduk di kursi rotan ketika matanya tertumbuk pada piagam yang paling mencolok karena terdapat logo Garuda Pancasila berukuran besar dan mengkilap di dalamnya, dengan tulisan yang berbunyi,

... ----------...

...Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan...

...Piagam Penghargaan...

...Teuku Cakradonya Ishak...

...SMA Pusaka Bangsa, Jakarta...

...Sebagai peraih medali emas bidang Matematika...

...Pada Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat SMA...

...----------...

How come? Bagaimana bisa ia tidak tahu semua ini? Si berandal brengsek itu? Impossible.

"Begitu masuk SMA langsung turun drastis," lanjut Kak Pocut sambil tertawa sumbang.

"Ini ada waktu SMA Kak?" kernyitnya heran.

"Oh itu yang terakhir. Waktu masih kelas 10."

"Setelah itu?" ia mendadak ingin tahu.

"Setelah itu prestasinya terjun bebas," Kak Pocut menggelengkan kepala dengan wajah murung.

"Kenapa bisa?" ia mengernyit heran.

Aduh, kenapa ia banyak bertanya yang terkesan menginterogasi sih? Stop it, Anja! Dia cuma anak berandal brengsek yang sudah menodaimu!

Kak Pocut menghela napas kemudian tersenyum sebelum akhirnya menjawab, "Anjani tak tahu cerita ini? Atau belum masuk ke Pusaka Bangsa ya? Karena Agam memang harusnya sudah lulus SMA tahun lalu."

Ia menggeleng sambil terus mengernyit.

"Sebagai pemenang OSN, Agam terpilih untuk ikut seleksi Asian Mathematics Olympiad di Tokyo. Dan wajib ikut training selama tiga bulan di kampus Ganapati, Bandung, sebagai base camp OSN tingkat nasional."

"Tapi kepala sekolah bilang, sekolah tak bisa memfasilitasi. Jadi harus pergi sendiri ke Bandung tanpa didampingi pihak sekolah. Padahal Agam tak pernah pergi jauh sendirian. Ke Bandung sekalipun."

"Tapi karena anaknya semangat ingin ikut, akhirnya tetap pergi pakai biaya sendiri."

"Pas Agam masih training di Bandung, pas pembagian rapot. Sekolah memanggil Mamak."

"Sekolah bilang kalau Agam lolos seleksi Asian Mathematics Olympiad ke Tokyo, dia tak akan naik kelas."

"Dapat kabar begitu, Agam langsung down. Padahal dia membawa nama sekolah untuk lolos di Olimpiade Sains tingkat Asia."

“Dia tak lagi bisa fokus, akhirnya hanya duduk di urutan 6. Sementara yang masuk ke tahap selanjutnya hanya peringkat 5 besar."

"Agam akhirnya dapat segalanya," ujar Kak Pocut dengan senyum getir. "Tak lolos ke Olimpiade di Tokyo, tak naik kelas, beasiswa penuhnya dicabut, di skors pula."

"Sejak kejadian itu Agam mulai berubah."

***

Terpopuler

Comments

Athalla✨

Athalla✨

neng Anja terheran-heran yaa
abang mah laris manis 😁😁

2025-01-26

0

kusrini 09

kusrini 09

dianya yg salah ngamok2 sendiri

2024-09-27

1

Raufaya Raisa Putri

Raufaya Raisa Putri

hemm... dunia nyata di negri tercinta.memang ngg secata gamblang kyk India.tp kasta ttp ada.yg membedakan hanya dilakukan secara halus kyk bayang bayang semu

2024-09-16

1

lihat semua
Episodes
1 1. Retrouvailles
2 2. Run All Night
3 3. Room Number 27
4 4. A Big Mistake
5 5. Sunday Morning, Worst Thing is Falling
6 6. "Gue Hancur ...."
7 7. Cakra itu ....
8 8. Year End Film Project
9 9. Mamayu dan Mager
10 10. Chocolate Almond Cinnamon
11 11. Hadiah dari Kakak Cantik
12 12. Fantastic Four
13 13. The Result is ....
14 14. Tenggelam Dalam Lautan Penyesalan
15 15. Bad Timing
16 16. How It Feels
17 17. Kasih Ibu Sepanjang Masa
18 18. Tersesat
19 19. Menepilah
20 20. Namaku Cinta
21 21. Blue Saturday Night
22 22. Meregang
23 23. Melampaui Semua Batasan
24 24. Cinta Selalu Ada
25 25. Cinta Selalu Ada (2)
26 26. Cinta Selalu Ada (3)
27 27. Cinta Selalu Ada (4)
28 28. Cinta Selalu Ada (5)
29 29. As Long As You Love Me
30 30. Butiran Debu
31 31. Butiran Debu (2)
32 32. Butiran Debu (3)
33 33. "I'm Nobody and I've Nothing"
34 34. Hari Tanpa Bayangan
35 35. "Good Luck, Cakra!"
36 36. Losing You
37 37. Don't Wanna Cry
38 38. Don't Wanna Cry (2)
39 39. Mama Knows Best
40 40. Terrible Things
41 41. Terrible Things (2)
42 42. When Mama Said
43 43. The Real Problem
44 44. Road to ....
45 45. Road to .... (2)
46 46. Rezeki dari Arah yang Tak Terduga
47 47. Starting The Countdown
48 48. Mitsaqan Ghalidza
49 49. You Are The Reason
50 50. You Are The Reason (2)
51 51. Terima Kasih : Satu Tanda Syukur
52 52. Terima Kasih : Satu Tanda Syukur (2)
53 53. Mencari Rekam Jejak
54 54. 17 Missed Calls
55 55. 17 Missed Calls (2)
56 56. Love Has No Reason
57 57. Love Has No Reason (2)
58 58. Love Has No Reason (3)
59 59. Love Has No Reason (4)
60 60. Love Has No Reason (5)
61 61. Nothings Gonna Change My Love For You
62 62. Best Mama, Ever
63 63. You and Me Against The World
64 64. You and Me Against The World (2)
65 65. Just You and Me
66 66. Just You and Me (2)
67 67. Bertualang Bersamamu
68 68. Selalu Bersamamu
69 69. Selalu Bersamamu (2)
70 70. "Lakukan Sekarang Juga!"
71 71. Pagi di Rumah Mertua
72 72. Kado Berpita Biru
73 73. Kau Buatku Jatuh Hati
74 74. Mulai Membaik Atau Tetap Sama?
75 75. "Leave Them Alone"
76 76. Runtuhnya Langit Biru
77 77. Kiamat Menjadi Kenyataan
78 78. Finding You
79 79. It's Us, Against The Entire World
80 80. It's Us, Against The Entire World (2)
81 81. It's Us, Against The Entire World (3)
82 82. Our Journey
83 83. Our Journey (2)
84 84. Kesuksesan yang Tertunda
85 85. Jangan Pernah Lelah untuk Belajar
86 86. "See You On Top!"
87 87. Nostalgia SMA Kita
88 88. Everything Gonna be Alright
89 89. You're More Than What You Think
90 90. You're More Than What You Think (2)
91 91. From Zero to Hero
92 92. "Hati-hati ya!"
93 93. "Miss You Already ...."
94 94. Miss You Like Crazy
95 95. Miss You Like Crazy (2)
96 96. You're Always on My Mind
97 97. Bersamamu Selalu Indah
98 98. Bersamamu Selalu Indah (2)
99 99. The Beginning
100 100. No Pain No Gain
101 101. You're My All
102 From Author with Love
103 102. Hari yang Dipenuhi Kebahagiaan
104 103. Hari yang Dipenuhi Kebahagiaan (2)
105 104. Ibu, Termulia dan Teristimewa
106 105. "Jangan Panik!"
107 106. "Jangan Panik!" (2)
108 107. "Maafin Anja, Ma."
109 108. Bintang Paling Terang
110 109. Love at The First Sight
111 From Cakra Anja with Love
112 110. Kisah Teuku Aldebaran Ishak
113 111. New Mom
114 112. New Mom (2)
115 113. "Drg. Anjani Prameswari, Soon to be ...."
116 114. "Bukan ini yang Kuinginkan"
117 115. "Apa Kita Pernah Bertemu Sebelumnya?"
118 116. "Dia Orang Mana?"
119 117. "Dia ... Anak Hamzah Ishak?"
120 118. Aceh Lon Sayang**
121 119. Aceh Lon Sayang (2)
122 120. Adek Lon Sayang, Adek Lon Malang **
123 121. "Seulamat Tinggai" **
124 122. Lahirnya Singa Pemberani
125 123. "Jih Rakan Lon" **
126 124. "Lon Lake Meuah ...." **
127 Sepatah dua patah kata
128 125. Titik Balik
129 126. Rewriting
130 127. Rewriting (2)
131 128. Reminding
132 129. Reminding (2)
133 130. Trio Sunter Goes to Aqiqah
134 131. Hari Spesial untuk Aran Tersayang
135 132. Hari Spesial untuk Aran Tersayang (2)
136 133. What Doesn't Kill You, Makes You Stronger
137 Sapaan Hangat
138 134. Sasa Oh Sasa ....
139 135. Sasa Oh Sasa .... (2)
140 136. Sasa Oh Sasa .... (3)
141 137. About This Night
142 138. About This Night (2)
143 139. Beratapkan Langit Malam
144 140. "Selamat Datang di Rumah Kami."
145 141. Bidadari di Hadapan
146 142. (He) Cares For You **
147 143. Mimpiku Adalah Kalian Berdua
148 144. Follow Your Heart
149 145. Best Decision, Ever
150 146. "Terimakasih, Om."
151 147. Sampai Jumpa di Lain Hari
152 148. Day by Day
153 149. Forever Yours
154 150. Forever Yours (2)
155 151. The Luckiest Guy
156 Ucapan Terimakasih
157 152. The Luckiest Guy (2)
158 153. Welcome to The Club
159 154. When You're Not Around
160 155. When You're Not Around (2)
161 156. How It Started
162 157. How It Started (2)
163 158. Saat Dia Datang Kembali
164 159. Saat Dia Datang Kembali (2)
165 160. Happy Bestdayyy!
166 161. Unforgettable Moments
167 162. Unforgettable Moments (2)
168 163. Semua Karena Cinta
169 164. Semua Karena Cinta (2)
170 165. Too Much Love
171 166. Too Much Love (2)
172 167. Love, Wild Things, and You
173 168. How Its Going
174 169. How Its Going (2)
175 170. Adrenalin Rush
176 171. Adrenalin Rush (2)
177 172. All About Love
178 173. Love is You
179 174. Life Must Go On
180 175. Life Must Go On (2)
181 Before Say Goodbye
182 176. Time After Time
183 177. Time After Time (2)
184 178. Time After Time (3)
185 179. Time After Time (4)
186 180. Love of My Life
187 180. Love of My Life (2)
188 180. (End) Love of My Life
189 (Maybe Not) The End of The Road
190 Panduan Cara Memberi Dukungan
191 Dibuang Sayang (1)
192 Dibuang Sayang (2)
193 Dibuang Sayang (3)
194 Dibuang Sayang (4)
195 Dibuang Sayang (5)
196 Novel Pak Pici Duren Sawit
197 TERBIT CETAK
Episodes

Updated 197 Episodes

1
1. Retrouvailles
2
2. Run All Night
3
3. Room Number 27
4
4. A Big Mistake
5
5. Sunday Morning, Worst Thing is Falling
6
6. "Gue Hancur ...."
7
7. Cakra itu ....
8
8. Year End Film Project
9
9. Mamayu dan Mager
10
10. Chocolate Almond Cinnamon
11
11. Hadiah dari Kakak Cantik
12
12. Fantastic Four
13
13. The Result is ....
14
14. Tenggelam Dalam Lautan Penyesalan
15
15. Bad Timing
16
16. How It Feels
17
17. Kasih Ibu Sepanjang Masa
18
18. Tersesat
19
19. Menepilah
20
20. Namaku Cinta
21
21. Blue Saturday Night
22
22. Meregang
23
23. Melampaui Semua Batasan
24
24. Cinta Selalu Ada
25
25. Cinta Selalu Ada (2)
26
26. Cinta Selalu Ada (3)
27
27. Cinta Selalu Ada (4)
28
28. Cinta Selalu Ada (5)
29
29. As Long As You Love Me
30
30. Butiran Debu
31
31. Butiran Debu (2)
32
32. Butiran Debu (3)
33
33. "I'm Nobody and I've Nothing"
34
34. Hari Tanpa Bayangan
35
35. "Good Luck, Cakra!"
36
36. Losing You
37
37. Don't Wanna Cry
38
38. Don't Wanna Cry (2)
39
39. Mama Knows Best
40
40. Terrible Things
41
41. Terrible Things (2)
42
42. When Mama Said
43
43. The Real Problem
44
44. Road to ....
45
45. Road to .... (2)
46
46. Rezeki dari Arah yang Tak Terduga
47
47. Starting The Countdown
48
48. Mitsaqan Ghalidza
49
49. You Are The Reason
50
50. You Are The Reason (2)
51
51. Terima Kasih : Satu Tanda Syukur
52
52. Terima Kasih : Satu Tanda Syukur (2)
53
53. Mencari Rekam Jejak
54
54. 17 Missed Calls
55
55. 17 Missed Calls (2)
56
56. Love Has No Reason
57
57. Love Has No Reason (2)
58
58. Love Has No Reason (3)
59
59. Love Has No Reason (4)
60
60. Love Has No Reason (5)
61
61. Nothings Gonna Change My Love For You
62
62. Best Mama, Ever
63
63. You and Me Against The World
64
64. You and Me Against The World (2)
65
65. Just You and Me
66
66. Just You and Me (2)
67
67. Bertualang Bersamamu
68
68. Selalu Bersamamu
69
69. Selalu Bersamamu (2)
70
70. "Lakukan Sekarang Juga!"
71
71. Pagi di Rumah Mertua
72
72. Kado Berpita Biru
73
73. Kau Buatku Jatuh Hati
74
74. Mulai Membaik Atau Tetap Sama?
75
75. "Leave Them Alone"
76
76. Runtuhnya Langit Biru
77
77. Kiamat Menjadi Kenyataan
78
78. Finding You
79
79. It's Us, Against The Entire World
80
80. It's Us, Against The Entire World (2)
81
81. It's Us, Against The Entire World (3)
82
82. Our Journey
83
83. Our Journey (2)
84
84. Kesuksesan yang Tertunda
85
85. Jangan Pernah Lelah untuk Belajar
86
86. "See You On Top!"
87
87. Nostalgia SMA Kita
88
88. Everything Gonna be Alright
89
89. You're More Than What You Think
90
90. You're More Than What You Think (2)
91
91. From Zero to Hero
92
92. "Hati-hati ya!"
93
93. "Miss You Already ...."
94
94. Miss You Like Crazy
95
95. Miss You Like Crazy (2)
96
96. You're Always on My Mind
97
97. Bersamamu Selalu Indah
98
98. Bersamamu Selalu Indah (2)
99
99. The Beginning
100
100. No Pain No Gain
101
101. You're My All
102
From Author with Love
103
102. Hari yang Dipenuhi Kebahagiaan
104
103. Hari yang Dipenuhi Kebahagiaan (2)
105
104. Ibu, Termulia dan Teristimewa
106
105. "Jangan Panik!"
107
106. "Jangan Panik!" (2)
108
107. "Maafin Anja, Ma."
109
108. Bintang Paling Terang
110
109. Love at The First Sight
111
From Cakra Anja with Love
112
110. Kisah Teuku Aldebaran Ishak
113
111. New Mom
114
112. New Mom (2)
115
113. "Drg. Anjani Prameswari, Soon to be ...."
116
114. "Bukan ini yang Kuinginkan"
117
115. "Apa Kita Pernah Bertemu Sebelumnya?"
118
116. "Dia Orang Mana?"
119
117. "Dia ... Anak Hamzah Ishak?"
120
118. Aceh Lon Sayang**
121
119. Aceh Lon Sayang (2)
122
120. Adek Lon Sayang, Adek Lon Malang **
123
121. "Seulamat Tinggai" **
124
122. Lahirnya Singa Pemberani
125
123. "Jih Rakan Lon" **
126
124. "Lon Lake Meuah ...." **
127
Sepatah dua patah kata
128
125. Titik Balik
129
126. Rewriting
130
127. Rewriting (2)
131
128. Reminding
132
129. Reminding (2)
133
130. Trio Sunter Goes to Aqiqah
134
131. Hari Spesial untuk Aran Tersayang
135
132. Hari Spesial untuk Aran Tersayang (2)
136
133. What Doesn't Kill You, Makes You Stronger
137
Sapaan Hangat
138
134. Sasa Oh Sasa ....
139
135. Sasa Oh Sasa .... (2)
140
136. Sasa Oh Sasa .... (3)
141
137. About This Night
142
138. About This Night (2)
143
139. Beratapkan Langit Malam
144
140. "Selamat Datang di Rumah Kami."
145
141. Bidadari di Hadapan
146
142. (He) Cares For You **
147
143. Mimpiku Adalah Kalian Berdua
148
144. Follow Your Heart
149
145. Best Decision, Ever
150
146. "Terimakasih, Om."
151
147. Sampai Jumpa di Lain Hari
152
148. Day by Day
153
149. Forever Yours
154
150. Forever Yours (2)
155
151. The Luckiest Guy
156
Ucapan Terimakasih
157
152. The Luckiest Guy (2)
158
153. Welcome to The Club
159
154. When You're Not Around
160
155. When You're Not Around (2)
161
156. How It Started
162
157. How It Started (2)
163
158. Saat Dia Datang Kembali
164
159. Saat Dia Datang Kembali (2)
165
160. Happy Bestdayyy!
166
161. Unforgettable Moments
167
162. Unforgettable Moments (2)
168
163. Semua Karena Cinta
169
164. Semua Karena Cinta (2)
170
165. Too Much Love
171
166. Too Much Love (2)
172
167. Love, Wild Things, and You
173
168. How Its Going
174
169. How Its Going (2)
175
170. Adrenalin Rush
176
171. Adrenalin Rush (2)
177
172. All About Love
178
173. Love is You
179
174. Life Must Go On
180
175. Life Must Go On (2)
181
Before Say Goodbye
182
176. Time After Time
183
177. Time After Time (2)
184
178. Time After Time (3)
185
179. Time After Time (4)
186
180. Love of My Life
187
180. Love of My Life (2)
188
180. (End) Love of My Life
189
(Maybe Not) The End of The Road
190
Panduan Cara Memberi Dukungan
191
Dibuang Sayang (1)
192
Dibuang Sayang (2)
193
Dibuang Sayang (3)
194
Dibuang Sayang (4)
195
Dibuang Sayang (5)
196
Novel Pak Pici Duren Sawit
197
TERBIT CETAK

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!