10. Chocolate Almond Cinnamon

Anja

Ia membuka kaca samping kanan dengan tangan gemetaran. Sambil mempersiapkan diri jika orang yang mengetuk akan marah-marah lalu memaki-makinya. Mulutnya sedari tadi komat kamit menyusun kalimat pembelaan yang akan diucapkannya jika orang tersebut mulai membentak. Namun begitu kaca turun dengan sempurna dan memperlihatkan keseluruhan wajahnya, orang yang memakai helm full face dengan kaca tertutup itu justru tertegun sebentar. Untuk kemudian bertanya,

"Kenapa berhenti? Mesin mati?"

Ia masih berusaha menenangkan diri dari rasa takut yang melanda. Sama sekali tak menyangka akan mendengar pertanyaan yang jauh diluar perkiraan. Ia tadi sudah sangat yakin akan mendapat makian atau bentakan, tapi ternyata tidak.

"Nyalain lagi!" orang itu memberi isyarat dengan tangan memintanya agar segera menyalakan mesin. "Macet di belakang!"

Ia buru-buru mengangguk. Namun lagi-lagi mesin tak bisa menyala. Membuatnya putus asa dan menggelengkan kepala dengan wajah pias. Tapi ia masih berusaha mencoba, off/on/menyala/masuk gigi/lepas kopling/injak gas/mati lagi. Begitu terus sampai telinganya tak lagi sanggup mendengar lengkingan klakson yang membabi buta.

DIIIN! DIIIN! DIIIN!

DIIIIIIIIIIIIINNNNN!!!!

Ia masih berusaha mencoba menyalakan mesin dengan tangan berkeringat yang gemetaran, ketika orang itu membuka helm yang sedang dipakai lalu memintanya untuk turun.

"Sini biar gua aja."

Kini gantian ia yang tertegun demi mendengar nada suara yang sepertinya pernah didengar namun entah dimana. Dan masih tertegun sampai orang itu berinisiatif membuka central lock untuk kemudian membuka pintu samping kanan.

"Lo pindah ke samping."

Ia pasti sekarang sedang terlelap di atas tempat tidur dan tengah mengalami mimpi buruk. Namun lonjakan degup jantung yang bertalu-talu dan tangan gemetaran yang dipenuhi keringat dingin membuatnya sadar jika ini benar-benar kenyataan buruk yang sedang dihadapinya.

Ia masih terlolong ketika Cakra dengan cepat menyuruhnya untuk turun, "Buruan! Tambah macet di belakang!"

Dengan tergopoh-gopoh ia turun untuk pindah ke pintu sebelah kiri. Diiringi tatapan kesal semua orang dan lengkingan klakson yang tiada henti.

DIIIN! DIIIN! DIIIN!

DIIIIIIIIIIIIINNNNN!!!!

DIIIIIIIIIIIIINNNNN!!!!!

"Iya, sabar...sabar!" sungut Cakra sembari menyalakan mesin dan....langsung berhasil.

Busyet.

Dengan sigap Cakra segera melajukan mobil ke depan agar antrian kendaraan di belakang bisa terurai. Setelah yakin arus lalu lintas telah kembali normal, tak lama kemudian Cakra menepikan mobil di pinggir jalan yang kosong lumayan lebar.

Ia hanya bisa memilin-milin jemari tangan sambil menunduk demi menyadari Cakra telah membantunya melewati kejadian paling tak menyenangkan di jalan raya barusan.

Cakra menghembuskan napas sebelum berkata, "Lo gimana sih, kalau nggak bisa bawa sendiri jangan nekat!"

For sure? Ia yang awalnya telah menyiapkan ucapan beribu terima kasih langsung menguap begitu saja digantikan oleh kekesalan demi mendengar omelan Cakra.

"Eh, bacot lo!" ia melotot kesal. "Suka suka gue mau bawa kek mau enggak kek! Kenapa jadi lo ngatur-ngatur gue?!?"

"Lepas koplingnya jangan semua! Itu yang bikin mesin langsung mati!" telunjuk Cakra mengarah ke belakang tempat insiden tadi terjadi. "Sampai bikin macet!"

"Ilmu dasar gini aja lo ngeblank!" gerutu Cakra sambil memukul kemudi. "Itu artinya lo grogi, kagok, nggak biasa di jalan raya!"

"Lo mau dimarahin orang sekampung berhenti di pertigaan begitu?! Kalau tadi gua nggak datang, bisa habis dimaki-maki orang lo!"

"Ish!" ia melotot semakin marah. "Lo habis nolongin orang malah maki-maki sih?! Dari tadi nggak ada tuh orang maki-maki! Paling cuman klakson klakson doang! Elo sekarang malah yang maki-maki gue!"

Ia pun menunjuk pintu sebelah kanan dengan penuh emosional, "Turun!"

"Enak aja! Eh, Maemunah!" Cakra mendelik marah. "Gua mau turun di tempat tadi," Cakra mulai menyalakan mesin. "Motor gua disana!"

"Enak aja nyuruh gua balik jalan kaki. Ini udah sekilo lebih kita jalan!"

Ia hanya mengkerut mendengar omelan Cakra. Tak berniat untuk membalas karena memang ia yang salah. Namun sikap diamnya justru membuat Cakra terheran-heran, "Kenapa lo? Mo nangis?!"

Kalimat Cakra kembali menyulut emosinya, "Lo bisa jadi orang bener nggak sih?!" jeritnya kesal. "Sopan dikit sama orang bisa nggak sih?!"

Cakra hanya mendesis sebal sambil mengarahkan kemudi ke tempat insiden tadi. Kemudian menepikan mobilnya di depan sebuah ruko dengan plang lampu neon besar bertuliskan nama sebuah jasa pengiriman. Jika matanya tak salah mengidentifikasi, ia melihat motor yang dipakai Cakra malam itu terparkir di depan ruko.

"Udah malam," ujar Cakra sambil mematikan mesin. "Mending lo pulang, daripada ntar kejadian kayak tadi lagi."

Ia hanya menelan ludah sambil mengkerut.

"Bisa pulang sendiri?"

Ia melotot marah, "Apa tuh maksudnya?!"

"Jam segini tuh lagi padat-padatnya arus lalu lintas. Kalau lo masih kaget sama kejadian tadi, biar gua antar ke rumah," Cakra menatapnya sungguh-sungguh.

Ia kembali mengkerut sambil memilin-milin jari jemari sembari beberapa kali menelan ludah. Tawaran Cakra jelas sangat menggiurkan. Terus terang ia masih gemetar mengingat kejadian tadi. Mesin mati di pertigaan yang padat. My God.

Benar kata Cakra tadi, jika saja dia tak muncul untuk menolongnya, mungkin sekarang ia masih di pertigaan tadi sedang dimaki-maki oleh banyak orang.

"Tik tok tik tok," Cakra menggumam sebal sambil menunjuk pergelangan tangan kanan dimana melingkar sebuah jam.

"Buruan putusin! Tawaran cuma sekali! Gua mesti pulang udah mal...."

"Anterin gue," jawabnya cepat sambil mengkerut.

"Oke, tapi nanti bayarin ojek dari rumah lo kesini ya," ujar Cakra sambil tersenyum lalu mulai menyalakan mesin. "Soalnya gua mesti ambil motor kesini."

"Bukan ke rumah," ia masih mengkerut. Bayangan chocolate almond cinnamon masih memenuhi benaknya. Melambai-lambai agar segera didatangi. Percuma saja sudah jauh-jauh kesini, sampai mesin mobil mati di tengah jalan dan ia hampir digeruduk orang sekampung, kalau harus pulang dengan tangan kosong.

"Anterin gue ke Mall, baru ke rumah!"

***

Cakra

Ia baru selesai mengembalikan faktur, menandatangani kartu absen, lalu menerima tiga lembaran merah dari Bang Fahri dengan mata berbinar.

"Ini bonus karena lo kerjanya bener."

"Makasih Bang."

"Salam buat Mamak."

Ia mengangguk dan mulai memakai helm, ketika rentetan bunyi klakson memekakkan telinga dan keriuhan para pengemudi di pertigaan yang terletak tak jauh dari ruko Bang Fahri menarik perhatiannya.

Dari kejauhan ia bisa melihat sebuah mobil berwarna hitam metalik berhenti tepat di pertigaan menuju Jl. Kembang Kencana. Sialan, ada amatir baru turun ke jalan, gerutunya sambil setengah berlari menghampiri. Ingin berusaha membantu karena antrian kendaraan di belakang semakin mengular. Meski beberapa driver ojek online telah ikut membantu mengatur arus lalu lintas. Namun biang kemacetan masih belum terselesaikan, yaitu mobil hitam metalik yang menghalangi jalan.

Ia lalu mengetuk kaca pintu samping sebelah kanan sebanyak beberapa kali dan meminta pengemudi mobil nahas itu untuk membuka kaca. Sekilas dari bayangan hitam kaca yang gelap ia melihat seorang gadis sedang kerepotan menyalakan mesin.

Namun begitu kaca terbuka seluruhnya justru ia yang terkejut. Anja?

Tak pernah menyangka akan bertemu lagi dengan cewek berisik ini di tengah jalan yang ribut dengan suara klakson memekakkan telinga dalam suasana kemacetan yang mengular seperti sekarang ini. Sekilas matanya menangkap wajah Anja masih pucat seperti saat ia menjenguk ke rumah sakit. Lebih pucat malah. Dengan tulang pipi yang semakin menonjol. Anja benar-benar telah berubah menjadi sangat kurus dibanding kali pertama mereka bertemu di Retrouvailles.

Dan sekarang cewek berisik kurus ini memintanya untuk mengantar ke Mall? Yang benar saja.

"Sori, nggak bisa," ia menggeleng.

"Gua harus cepet pulang. Udah ditungguin," ia sudah berjanji pada Icad, Umay, dan Sasa untuk pulang cepat hari ini. Sambil membawa jajanan kesukaan mereka. Ia tentu tak ingin ingkar janji hanya gara-gara harus mengantar cewek berisik yang manja ini ke Mall.

"Ntar gue bayarin ojek dari rumah ke sini."

"Bukan itu," ia menggeleng. "Gua beneran ada janji."

"Janji sama siapa sih?!" Anja menggerutu. "Pacar?" tuduh cewek berisik itu sengit.

"Ada deh," ia tersenyum simpul pura-pura terlihat misterius. "Kalau antar ke rumah ayo, tapi kalau ke Mall nggak bisa."

Diluar dugaan wajah Anja mendadak berubah keruh, untuk kemudian mulai terlihat seperti mau menangis.

"Ya udah lo turun sekarang!" salak Anja galak dengan wajah memerah. Matanya bahkan sudah mulai berkaca-kaca. Ah, sial! Ia paling tak bisa menghadapi cewek menangis.

"Trus lo pulangnya gimana?" selidiknya heran.

"Bukan urusan lo!" bentak Anja dengan suara bergetar menahan tangis sambil membuka pintu sebelah kiri. "Buruan turun!"

Namun sebelum pintu terbuka seluruhnya ia buru-buru mengulurkan tangan kiri untuk menutupnya kembali. Dengan badan sedikit membungkuk ke depan agar bisa mencapai handle pintu. Membuat wajahnya bisa mencium lutut Anja.

"Cakra!" pekik Anja marah. "Lo apa-apan sih?! Kalau gue kejepit gimana?!?"

"Buktinya enggak kan?" ia mencoba tersenyum.

"Mau diantar ke Mall mana?" ia bertanya dengan tangan masih memegang handle pintu hingga lengannya hampir menyentuh wajah mungil Anja.

"Nggak usah!" jawab Anja dengan muka ditekuk. "Nggak jadi! Udah lo turun! Biar gue pulang sendiri!"

Ia tersenyum sambil kembali memposisikan diri duduk di belakang kemudi, lalu menekan central lock. "Taman Anggrek apa Central Park?"

Ia pun melajukan kendaraan menuju Mall sesuai dengan permintaan Anja. Sepanjang perjalanan yang hanya sebentar, karena memang sudah dekat, mereka hanya berdiam diri. Tak ada seorangpun yang berminat untuk membuka pembicaraan.

"Lo tunggu disini!" bentak Anja begitu mobil yang dikendarainya memasuki lobby Mall. "Nggak usah ikut! Gue cuma sebentar! Nggak lama!"

Ia hanya menghela napas lalu mengangguk, "Lo nggak takut gua bawa kabur nih mobil?" ledeknya sambil tertawa sumbang.

Namun Anja tak menjawab, hanya mencibir sinis lalu buru-buru menutup pintu dengan membantingnya.

Eh, dasar Maemunah nih cewek! gerutunya kesal demi melihat reaksi Anja yang kasar. Lalu kembali melajukan mobil ke tempat parkir terdekat dengan lobby. Untung pengunjung Mall sedang tak terlalu ramai, hingga ia bisa menemukan tempat parkir sesuai dengan yang diinginkan.

Eh, brengsek! gerutunya lagi merasa semakin kesal demi mengingat mereka bahkan tak pernah berkomunikasi melalui ponsel. Karena nomornya keburu di blok Anja, dan saat itu juga ia langsung menghapus nomor kontak Anja. Jadi bagaimana cara cewek berisik itu memberi tahu padanya kalau sudah selesai urusan di Mall dan ingin pulang?

Ah, sialan! ia pun memaki-maki kebodohannya sendiri. Untuk kemudian menyetel alarm, jika dalam setengah jam Anja tak menghubungi nomornya, ia akan masuk ke dalam Mall dan mencari keberadaan Anja. Terpaksa harus dilakukan. Daripada saling menunggu tanpa kejelasan begini.

Haduh! Nambah-nambahin kerjaan aja sih tuh cewek! makinya semakin kesal.

Tepat di menit ke 35 ia pun terpaksa masuk ke dalam Mall untuk mencari keberadaan Anja. Gila, gila, gila! batinnya sebal. Darimana ia harus mulai mencari di Mall setinggi tujuh lantai ini? Ah, bener-bener ya tuh cewek ngeselin banget!

Atau ia harus mendatangi information center untuk memberitahukan tentang orang hilang seperti yang biasa dilakukan oleh orangtua yang kehilangan anaknya saat di Mall?

Ia justru tertawa sendiri menyadari ide cemerlang ini. Yang pasti akan membuat cewek berisik itu malu tujuh turunan jika sampai namanya diinformasikan melalui pengeras suara. Tapi nanti ia lagi yang kena getahnya. Ah, brengsek emang.

Ia pun mulai berpikir kemana kira-kira cewek sekurus itu pergi? Membeli baju? Aksesoris? Atau makanan?

Demi menyadari betapa kurusnya Anja sekarang ini, ia memutuskan untuk mencari di lantai tempat makanan berada. Dan sialnya di Mall ini setiap lantai ada makanannya. Ampun dah!

Ia pun menyusuri lantai upper ground. Melewati etalase fashion pria, jewelry, departemen store, deretan optik. Ah ya, ia baru ingat, di lantai ini hanya terdapat sebuah cafe. Ia pun memutuskan langsung naik ke lantai 3, dimana food court berada. Banyak pilihan tempat makan yang bisa dikunjungi.

Ia baru menginjakkan kaki ke tangga eskalator paling atas dan mendarat di lantai tiga ketika dalam waktu yang sama melihat sekelebatan bayangan Anja yang hendak menuruni eskalator.

"Haish!" ia mendecak kesal demi menyadari itu memang Anja. Dengan setengah berlari ia pun mengejar Anja dan mensejajarkan diri tepat di sampingnya.

"Lo kemana aja sih?! Gua cariin muter-muter?!" gerutunya kesal.

Anja sedikit terkejut saat mendengar suaranya, namun jelas terlihat buru-buru menetralkan diri. "Salah sendiri!" cibir Anja dengan wajah mengkerut tanpa sedikitpun melihat kearahnya. "Gue kan udah bilang suruh tunggu! Kenapa malah nyusul?!"

"Ck!" ia mendecak kesal. "Ya udah lo tunggu di lobby, gua ambil mobil dulu!" sungutnya kesal begitu menginjakkan kaki di tangga terakhir eskalator. Lalu setengah berlari menuju pintu keluar.

Ketika ia menepikan mobil di depan lobby, Anja terlihat sedang berdiri menunggu sambil memainkan ponsel dengan wajah mengkerut. Membuatnya harus membunyikan klakson untuk memberitahu bahwa ia sudah berada disana.

Anja terlebih dulu membuka pintu tengah untuk menyimpan beberapa kantong plastik besar entah berisi apa. Setelah itu baru mendudukkan diri di samping kirinya.

"Udah?"

Anja mengangguk, lagi-lagi tanpa melihat kearahnya.

"Pakai seatbeltnya!" tegurnya menggunakan dagu.

Anja hanya diam namun menurut memakai seatbelt.

"Langsung pulang ke rumah?" tanyanya begitu keluar dari area Mall.

Anja mengangguk.

"Rumah lo belom pindah kan?"

Kali ini Anja menengok kearahnya sambil melotot marah, "Nggak usah banyak nanya! Buruan jalan!"

Ia hanya terkekeh dan mulai melajukan mobil menuju rumah Anja. Yang meski belum ia ketahui rumahnya yang mana, namun beberapa kali sempat tak sengaja melihat Anja berada di sekitar kompleks perumahan tersebut. Pasti rumah Anja berada tak jauh dari sana.

"Kasih tahu beloknya dimana," ujarnya ketika mobil yang dikendarainya mulai mendekati kompleks perumahan.

Ternyata benar, rumah Anja berada tak jauh dari tempat ia pernah melihat Anja waktu itu.

"Langsung masukkin," gumam Anja lebih seperti perintah ketika pintu gerbang setinggi dua meter itu dibuka oleh seseorang dari arah dalam.

"Parkirnya hadap keluar," gumam Anja lagi begitu mereka memasuki halaman rumah yang sangat luas dan asri.

"Baik nyonya," desisnya setengah mendongkol.

"Lo mau cash apa mau dipesenin ojeknya ke tempat tadi?" tanya Anja ketika ia telah selesai memarkirkan mobil tepat seperti keinginan Anja.

"Terserah," jawabnya sambil membuka seat belt dan menguap. Setelah ini ia harus mampir membeli oleh-oleh dulu. Sepertinya bakalan lebih malam sampai di rumah. Hoahm.

"Gue pesenin aja," lanjut Anja cepat. "Dimana tadi alamatnya?"

Ia pun menyebut alamat lengkap ruko Bang Fahri.

Lima detik kemudian Anja membuka seatbelt sambil berkata, "Udah dipesenin, tinggal nunggu di depan." Lalu membuka pintu dan berkata, "Nggak usah bayar, udah gue bayarin pakai gopay."

Ia hanya mengangguk-angguk. Lalu mengikuti langkah Anja keluar dari mobil.

"Aduh, Neng, Alhamdulillah bisa pulang ke rumah," ujar seorang wanita paruh baya antusias demi menyambut kepulangan Anja.

Membuatnya tertawa kecil, nih cewek beneran baru belajar udah berani ke jalan raya. Dasar keras kepala. Pantesan tadi sempat chaos di jalan.

"Apa lo ketawa!" bentak Anja ketika wanita paruh baya itu telah kembali masuk ke dalam rumah sambil membawa beberapa kantong plastik.

Ia hanya mencibir, "Nih kuncinya!" sambil mengangsurkan kunci ke tangan Anja. "Lain kali belajar nyetir dulu yang bener. Baru turun ke jalan."

Anja hanya mendelik kesal dan tak membalas ejekannya. Tanpa menunggu ucapan terima kasih, ia pun memutuskan untuk berjalan ke arah pintu gerbang karena siapa tahu ojeknya sudah datang. Namun sebelum ia sempat melangkah Anja lebih dulu bicara,

"Makasih udah nganterin gue," sambil mengangsurkan dua kantong plastik yang berukuran paling besar.

"Ini buat adik-adik lo. Anak-anak bilang, lo punya adik banyak. Sori kalau salah," lanjut Anja terburu-buru dan langsung membalikkan badan untuk masuk ke dalam rumah tanpa sekalipun menengok kearahnya.

***

Terpopuler

Comments

Zi❤Cakra❤Rendra❤️Dean❤Zico

Zi❤Cakra❤Rendra❤️Dean❤Zico

Balik lagi kesini baru seminggu yg lalu baca
Ya Allah pesona Anja ma Cakra bner2 dah😘😘

2025-01-03

0

Arutalaaa

Arutalaaa

Hay Thooorr, aku balik lagi kesini 😅, udah 3x bolak balik kesini pertama tu tahun 2021-2022-2025😁

2025-03-08

0

Zi❤Cakra❤Rendra❤️Dean❤Zico

Zi❤Cakra❤Rendra❤️Dean❤Zico

Kisah cinta mereka tuh bikin merinding bacanya walau dah ratusan kali di baca tetep feel nya dapet banget bikin gamon

2024-12-28

1

lihat semua
Episodes
1 1. Retrouvailles
2 2. Run All Night
3 3. Room Number 27
4 4. A Big Mistake
5 5. Sunday Morning, Worst Thing is Falling
6 6. "Gue Hancur ...."
7 7. Cakra itu ....
8 8. Year End Film Project
9 9. Mamayu dan Mager
10 10. Chocolate Almond Cinnamon
11 11. Hadiah dari Kakak Cantik
12 12. Fantastic Four
13 13. The Result is ....
14 14. Tenggelam Dalam Lautan Penyesalan
15 15. Bad Timing
16 16. How It Feels
17 17. Kasih Ibu Sepanjang Masa
18 18. Tersesat
19 19. Menepilah
20 20. Namaku Cinta
21 21. Blue Saturday Night
22 22. Meregang
23 23. Melampaui Semua Batasan
24 24. Cinta Selalu Ada
25 25. Cinta Selalu Ada (2)
26 26. Cinta Selalu Ada (3)
27 27. Cinta Selalu Ada (4)
28 28. Cinta Selalu Ada (5)
29 29. As Long As You Love Me
30 30. Butiran Debu
31 31. Butiran Debu (2)
32 32. Butiran Debu (3)
33 33. "I'm Nobody and I've Nothing"
34 34. Hari Tanpa Bayangan
35 35. "Good Luck, Cakra!"
36 36. Losing You
37 37. Don't Wanna Cry
38 38. Don't Wanna Cry (2)
39 39. Mama Knows Best
40 40. Terrible Things
41 41. Terrible Things (2)
42 42. When Mama Said
43 43. The Real Problem
44 44. Road to ....
45 45. Road to .... (2)
46 46. Rezeki dari Arah yang Tak Terduga
47 47. Starting The Countdown
48 48. Mitsaqan Ghalidza
49 49. You Are The Reason
50 50. You Are The Reason (2)
51 51. Terima Kasih : Satu Tanda Syukur
52 52. Terima Kasih : Satu Tanda Syukur (2)
53 53. Mencari Rekam Jejak
54 54. 17 Missed Calls
55 55. 17 Missed Calls (2)
56 56. Love Has No Reason
57 57. Love Has No Reason (2)
58 58. Love Has No Reason (3)
59 59. Love Has No Reason (4)
60 60. Love Has No Reason (5)
61 61. Nothings Gonna Change My Love For You
62 62. Best Mama, Ever
63 63. You and Me Against The World
64 64. You and Me Against The World (2)
65 65. Just You and Me
66 66. Just You and Me (2)
67 67. Bertualang Bersamamu
68 68. Selalu Bersamamu
69 69. Selalu Bersamamu (2)
70 70. "Lakukan Sekarang Juga!"
71 71. Pagi di Rumah Mertua
72 72. Kado Berpita Biru
73 73. Kau Buatku Jatuh Hati
74 74. Mulai Membaik Atau Tetap Sama?
75 75. "Leave Them Alone"
76 76. Runtuhnya Langit Biru
77 77. Kiamat Menjadi Kenyataan
78 78. Finding You
79 79. It's Us, Against The Entire World
80 80. It's Us, Against The Entire World (2)
81 81. It's Us, Against The Entire World (3)
82 82. Our Journey
83 83. Our Journey (2)
84 84. Kesuksesan yang Tertunda
85 85. Jangan Pernah Lelah untuk Belajar
86 86. "See You On Top!"
87 87. Nostalgia SMA Kita
88 88. Everything Gonna be Alright
89 89. You're More Than What You Think
90 90. You're More Than What You Think (2)
91 91. From Zero to Hero
92 92. "Hati-hati ya!"
93 93. "Miss You Already ...."
94 94. Miss You Like Crazy
95 95. Miss You Like Crazy (2)
96 96. You're Always on My Mind
97 97. Bersamamu Selalu Indah
98 98. Bersamamu Selalu Indah (2)
99 99. The Beginning
100 100. No Pain No Gain
101 101. You're My All
102 From Author with Love
103 102. Hari yang Dipenuhi Kebahagiaan
104 103. Hari yang Dipenuhi Kebahagiaan (2)
105 104. Ibu, Termulia dan Teristimewa
106 105. "Jangan Panik!"
107 106. "Jangan Panik!" (2)
108 107. "Maafin Anja, Ma."
109 108. Bintang Paling Terang
110 109. Love at The First Sight
111 From Cakra Anja with Love
112 110. Kisah Teuku Aldebaran Ishak
113 111. New Mom
114 112. New Mom (2)
115 113. "Drg. Anjani Prameswari, Soon to be ...."
116 114. "Bukan ini yang Kuinginkan"
117 115. "Apa Kita Pernah Bertemu Sebelumnya?"
118 116. "Dia Orang Mana?"
119 117. "Dia ... Anak Hamzah Ishak?"
120 118. Aceh Lon Sayang**
121 119. Aceh Lon Sayang (2)
122 120. Adek Lon Sayang, Adek Lon Malang **
123 121. "Seulamat Tinggai" **
124 122. Lahirnya Singa Pemberani
125 123. "Jih Rakan Lon" **
126 124. "Lon Lake Meuah ...." **
127 Sepatah dua patah kata
128 125. Titik Balik
129 126. Rewriting
130 127. Rewriting (2)
131 128. Reminding
132 129. Reminding (2)
133 130. Trio Sunter Goes to Aqiqah
134 131. Hari Spesial untuk Aran Tersayang
135 132. Hari Spesial untuk Aran Tersayang (2)
136 133. What Doesn't Kill You, Makes You Stronger
137 Sapaan Hangat
138 134. Sasa Oh Sasa ....
139 135. Sasa Oh Sasa .... (2)
140 136. Sasa Oh Sasa .... (3)
141 137. About This Night
142 138. About This Night (2)
143 139. Beratapkan Langit Malam
144 140. "Selamat Datang di Rumah Kami."
145 141. Bidadari di Hadapan
146 142. (He) Cares For You **
147 143. Mimpiku Adalah Kalian Berdua
148 144. Follow Your Heart
149 145. Best Decision, Ever
150 146. "Terimakasih, Om."
151 147. Sampai Jumpa di Lain Hari
152 148. Day by Day
153 149. Forever Yours
154 150. Forever Yours (2)
155 151. The Luckiest Guy
156 Ucapan Terimakasih
157 152. The Luckiest Guy (2)
158 153. Welcome to The Club
159 154. When You're Not Around
160 155. When You're Not Around (2)
161 156. How It Started
162 157. How It Started (2)
163 158. Saat Dia Datang Kembali
164 159. Saat Dia Datang Kembali (2)
165 160. Happy Bestdayyy!
166 161. Unforgettable Moments
167 162. Unforgettable Moments (2)
168 163. Semua Karena Cinta
169 164. Semua Karena Cinta (2)
170 165. Too Much Love
171 166. Too Much Love (2)
172 167. Love, Wild Things, and You
173 168. How Its Going
174 169. How Its Going (2)
175 170. Adrenalin Rush
176 171. Adrenalin Rush (2)
177 172. All About Love
178 173. Love is You
179 174. Life Must Go On
180 175. Life Must Go On (2)
181 Before Say Goodbye
182 176. Time After Time
183 177. Time After Time (2)
184 178. Time After Time (3)
185 179. Time After Time (4)
186 180. Love of My Life
187 180. Love of My Life (2)
188 180. (End) Love of My Life
189 (Maybe Not) The End of The Road
190 Panduan Cara Memberi Dukungan
191 Dibuang Sayang (1)
192 Dibuang Sayang (2)
193 Dibuang Sayang (3)
194 Dibuang Sayang (4)
195 Dibuang Sayang (5)
196 Novel Pak Pici Duren Sawit
197 TERBIT CETAK
Episodes

Updated 197 Episodes

1
1. Retrouvailles
2
2. Run All Night
3
3. Room Number 27
4
4. A Big Mistake
5
5. Sunday Morning, Worst Thing is Falling
6
6. "Gue Hancur ...."
7
7. Cakra itu ....
8
8. Year End Film Project
9
9. Mamayu dan Mager
10
10. Chocolate Almond Cinnamon
11
11. Hadiah dari Kakak Cantik
12
12. Fantastic Four
13
13. The Result is ....
14
14. Tenggelam Dalam Lautan Penyesalan
15
15. Bad Timing
16
16. How It Feels
17
17. Kasih Ibu Sepanjang Masa
18
18. Tersesat
19
19. Menepilah
20
20. Namaku Cinta
21
21. Blue Saturday Night
22
22. Meregang
23
23. Melampaui Semua Batasan
24
24. Cinta Selalu Ada
25
25. Cinta Selalu Ada (2)
26
26. Cinta Selalu Ada (3)
27
27. Cinta Selalu Ada (4)
28
28. Cinta Selalu Ada (5)
29
29. As Long As You Love Me
30
30. Butiran Debu
31
31. Butiran Debu (2)
32
32. Butiran Debu (3)
33
33. "I'm Nobody and I've Nothing"
34
34. Hari Tanpa Bayangan
35
35. "Good Luck, Cakra!"
36
36. Losing You
37
37. Don't Wanna Cry
38
38. Don't Wanna Cry (2)
39
39. Mama Knows Best
40
40. Terrible Things
41
41. Terrible Things (2)
42
42. When Mama Said
43
43. The Real Problem
44
44. Road to ....
45
45. Road to .... (2)
46
46. Rezeki dari Arah yang Tak Terduga
47
47. Starting The Countdown
48
48. Mitsaqan Ghalidza
49
49. You Are The Reason
50
50. You Are The Reason (2)
51
51. Terima Kasih : Satu Tanda Syukur
52
52. Terima Kasih : Satu Tanda Syukur (2)
53
53. Mencari Rekam Jejak
54
54. 17 Missed Calls
55
55. 17 Missed Calls (2)
56
56. Love Has No Reason
57
57. Love Has No Reason (2)
58
58. Love Has No Reason (3)
59
59. Love Has No Reason (4)
60
60. Love Has No Reason (5)
61
61. Nothings Gonna Change My Love For You
62
62. Best Mama, Ever
63
63. You and Me Against The World
64
64. You and Me Against The World (2)
65
65. Just You and Me
66
66. Just You and Me (2)
67
67. Bertualang Bersamamu
68
68. Selalu Bersamamu
69
69. Selalu Bersamamu (2)
70
70. "Lakukan Sekarang Juga!"
71
71. Pagi di Rumah Mertua
72
72. Kado Berpita Biru
73
73. Kau Buatku Jatuh Hati
74
74. Mulai Membaik Atau Tetap Sama?
75
75. "Leave Them Alone"
76
76. Runtuhnya Langit Biru
77
77. Kiamat Menjadi Kenyataan
78
78. Finding You
79
79. It's Us, Against The Entire World
80
80. It's Us, Against The Entire World (2)
81
81. It's Us, Against The Entire World (3)
82
82. Our Journey
83
83. Our Journey (2)
84
84. Kesuksesan yang Tertunda
85
85. Jangan Pernah Lelah untuk Belajar
86
86. "See You On Top!"
87
87. Nostalgia SMA Kita
88
88. Everything Gonna be Alright
89
89. You're More Than What You Think
90
90. You're More Than What You Think (2)
91
91. From Zero to Hero
92
92. "Hati-hati ya!"
93
93. "Miss You Already ...."
94
94. Miss You Like Crazy
95
95. Miss You Like Crazy (2)
96
96. You're Always on My Mind
97
97. Bersamamu Selalu Indah
98
98. Bersamamu Selalu Indah (2)
99
99. The Beginning
100
100. No Pain No Gain
101
101. You're My All
102
From Author with Love
103
102. Hari yang Dipenuhi Kebahagiaan
104
103. Hari yang Dipenuhi Kebahagiaan (2)
105
104. Ibu, Termulia dan Teristimewa
106
105. "Jangan Panik!"
107
106. "Jangan Panik!" (2)
108
107. "Maafin Anja, Ma."
109
108. Bintang Paling Terang
110
109. Love at The First Sight
111
From Cakra Anja with Love
112
110. Kisah Teuku Aldebaran Ishak
113
111. New Mom
114
112. New Mom (2)
115
113. "Drg. Anjani Prameswari, Soon to be ...."
116
114. "Bukan ini yang Kuinginkan"
117
115. "Apa Kita Pernah Bertemu Sebelumnya?"
118
116. "Dia Orang Mana?"
119
117. "Dia ... Anak Hamzah Ishak?"
120
118. Aceh Lon Sayang**
121
119. Aceh Lon Sayang (2)
122
120. Adek Lon Sayang, Adek Lon Malang **
123
121. "Seulamat Tinggai" **
124
122. Lahirnya Singa Pemberani
125
123. "Jih Rakan Lon" **
126
124. "Lon Lake Meuah ...." **
127
Sepatah dua patah kata
128
125. Titik Balik
129
126. Rewriting
130
127. Rewriting (2)
131
128. Reminding
132
129. Reminding (2)
133
130. Trio Sunter Goes to Aqiqah
134
131. Hari Spesial untuk Aran Tersayang
135
132. Hari Spesial untuk Aran Tersayang (2)
136
133. What Doesn't Kill You, Makes You Stronger
137
Sapaan Hangat
138
134. Sasa Oh Sasa ....
139
135. Sasa Oh Sasa .... (2)
140
136. Sasa Oh Sasa .... (3)
141
137. About This Night
142
138. About This Night (2)
143
139. Beratapkan Langit Malam
144
140. "Selamat Datang di Rumah Kami."
145
141. Bidadari di Hadapan
146
142. (He) Cares For You **
147
143. Mimpiku Adalah Kalian Berdua
148
144. Follow Your Heart
149
145. Best Decision, Ever
150
146. "Terimakasih, Om."
151
147. Sampai Jumpa di Lain Hari
152
148. Day by Day
153
149. Forever Yours
154
150. Forever Yours (2)
155
151. The Luckiest Guy
156
Ucapan Terimakasih
157
152. The Luckiest Guy (2)
158
153. Welcome to The Club
159
154. When You're Not Around
160
155. When You're Not Around (2)
161
156. How It Started
162
157. How It Started (2)
163
158. Saat Dia Datang Kembali
164
159. Saat Dia Datang Kembali (2)
165
160. Happy Bestdayyy!
166
161. Unforgettable Moments
167
162. Unforgettable Moments (2)
168
163. Semua Karena Cinta
169
164. Semua Karena Cinta (2)
170
165. Too Much Love
171
166. Too Much Love (2)
172
167. Love, Wild Things, and You
173
168. How Its Going
174
169. How Its Going (2)
175
170. Adrenalin Rush
176
171. Adrenalin Rush (2)
177
172. All About Love
178
173. Love is You
179
174. Life Must Go On
180
175. Life Must Go On (2)
181
Before Say Goodbye
182
176. Time After Time
183
177. Time After Time (2)
184
178. Time After Time (3)
185
179. Time After Time (4)
186
180. Love of My Life
187
180. Love of My Life (2)
188
180. (End) Love of My Life
189
(Maybe Not) The End of The Road
190
Panduan Cara Memberi Dukungan
191
Dibuang Sayang (1)
192
Dibuang Sayang (2)
193
Dibuang Sayang (3)
194
Dibuang Sayang (4)
195
Dibuang Sayang (5)
196
Novel Pak Pici Duren Sawit
197
TERBIT CETAK

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!