9. Mamayu dan Mager

Cakra

Ia berdiri di baris paling belakang bersama deretan anak cowok lainnya. Namun masih bisa melihat dengan jelas wajah pucat Anja yang kini setengah berbaring dengan wajah kusut dan rambut acak-acakan. Di tangan kirinya menempel selang yang tersambung dengan cairan infus.

"Wah, terima kasih banyak ya, udah ditengokin Anjanya," ujar seorang wanita yang penampilannya terlalu tua untuk disebut sebagai Mamanya Anja.

"Sakit apa Tante?" Yasser sebagai juru bicara mereka angkat bicara.

"Maaf kemarin Anja sempat kami ajak ikut bikin film. Khawatir jadi pemicu sakit," lanjut Yasser lagi.

"Oh, nggak papa," wanita yang sejak awal memperkenalkan diri sebagai Mamanya Anja itu tersenyum ramah sambil mengibaskan tangan.

"Malah senang diajak kegiatan positif begitu. Daripada di rumah terus main sama kucing," lanjut Mama Anja sambil terkekeh.

"Awalnya dehidrasi. Emang anaknya susah banget disuruh minum air putih. Mana lagi cuaca ekstrem begini kan?" Mama Anja menggelengkan kepala, mungkin mengingat kekeras kepalaan putrinya.

"Tapi karena semalam muntah terus nggak berhenti-berhenti, jadi tadi pagi cek widal. Ternyata positif. Bukan anak kost tapi sakitnya typus," sambung Mama Anja lagi sambil tertawa.

"Bukan DB kan ya Tante?" kali ini Priska yang bertanya. "Soalnya lagi musim DB juga. Kemarin kita sempat syuting di tempat yang rimbun-rimbun gitu deh."

"Oh, bukan....udah di cek, bukan DB. Ini sih positif typus. Suka jajan sembarangan pasti nih ya," seloroh Mama Anja sambil menyentil ujung hidung putrinya yang memasang wajah manyun. Membuatnya tersenyum dan menebak betapa hangatnya hubungan keluarga mereka.

Setelah berbasa-basi dan saling melempar candaan seperlunya, mereka semua pamit undur diri. Ia masih mengantri di urutan terakhir untuk berpamitan ketika pintu ruangan tempat Anja dirawat mendadak terbuka, disusul dengan kemunculan Dipa sambil membawa seikat bunga mawar pink yang sangat cantik.

Beberapa anak sempat melempar candaan kearah Dipa yang hanya dibalas dengan senyum simpul. Masih ada tiga orang di depannya ketika Dipa menyerahkan seikat mawar pink tersebut kearah Anja yang tersenyum bahagia menerimanya. Kemudian mendudukkan diri di atas tempat tidur tepat di samping Anja.

"Cepat sembuh, Ja," ucapnya kaku yang dibalas Anja dengan anggukan kecil tanpa sedikitpun melihat kearahnya.

"Mari Tante," angguknya sambil tersenyum menyapa Mama Anja ketika sudut matanya menangkap dalam gerakan slow motion ketika tangan Dipa mengusap halus tangan kiri Anja sambil mereka berdua saling melempar senyum.

"Wah, ini teman baru Anja ya?" diluar dugaan, Mama Anja menghentikan langkahnya.

"Kok Tante baru lihat. Iya Ja?" pertanyaan Mama Anja tak dihiraukan karena Anja sedang asyik ngobrol sambil tertawa-tawa dengan Dipa.

"Satu sekolah sama Anja?" Mama Anja kembali bertanya kearahnya karena Anja masih tertawa-tawa dengan Dipa.

"Iya Tante," ia tersenyum mengangguk.

"Makasih ya udah nengokin Anja," Mama Anja menepuk bahunya sambil tersenyum.

Ia balas tersenyum sambil ikut mengangguk. Mungkinkah Mama Anja tetap bersikap seramah ini jika mengetahui apa yang telah ia lakukan terhadap Anja?

***

Anja

Hanya karena ia pingsan di lokasi dan terlihat sakit, mereka langsung menggantikan posisinya dengan Tiara?! Yang benar saja. Ini bahkan lebih buruk dari mimpi paling buruk sekalipun. Menyebalkan. Menjengkelkan. Apalagi sebutan yang pantas?

Ia berusaha meminta dispensasi dari Yasser, masih bersikeras untuk melanjutkan syuting esok hari dan menolak diganti. Karena ia hanya dehidrasi. Nanti setelah mendapat asupan cairan infus, pasti sehat kembali seperti semula. Dan bisa melanjutkan syuting.

Namun begitu labu ketiga habis dan ia senang karena sebentar lagi diperbolehkan dokter untuk pulang ke rumah, tubuhnya justru memberontak dan tak bisa diajak bekerja sama. Semalaman ia muntah-muntah. Sampai keluar cairan kuning pahit yang artinya sudah tak ada lagi isi perut yang bisa dikeluarkan namun hasrat ingin muntah masih ada. Membuat kepalanya kembali pening. Mendefinisikan dengan jelas jika ia tak mungkin melanjutkan syuting.

Ah, kenapa kebahagiaan yang sudah ada di depan mata mendadak menghilang tanpa bekas. Ibarat sudah jatuh tertimpa tangga. Sudahlah ia diganti, dan penggantinya adalah Tiara pula. Ini kenapa anak-anak Cinema bisa punya second plan begini sih? Benar-benar memanfaatkan keadaan yang sedang hits.

Ogah rugi banget deh anak-anak Cinema. Mentang-mentang gossip mereka bertiga, ia-Dipa-Tiara, masih hangat suam-suam kuku, langsung saja dimanfaatkan untuk publisitas. Padahal kan masih banyak kandidat lain yang lebih bagus dibanding Tiara.

Pokoknya kesel, kesel, kesel.

Dan yang membuatnya bertambah kesal adalah melihat wajah Cakra diantara anak-anak yang menjenguknya di rumah sakit. Ya ampun, kondisi ini benar-benar memperburuk suasana hatinya. Rasanya ingin marah-marah sambil menunjuk hidung Cakra dan berteriak, "Pergi jauh-jauh dari hidupku!"

Untung tak lama kemudian Dipa nya datang sambil membawa seikat bunga mawar kesukaannya. Minimal bisa membuat hati sedikit terobati dengan kehadiran dan senyum manis Dipa.

Ia dirawat selama empat hari di rumah sakit. Tentu tak boleh berlama-lama karena hari Senin besok sudah harus mengikuti PAS. Harus mempersiapkannya dengan cara belajar semaksimal mungkin, agar cita-cita lolos SNMPTN di FKG Kampus Jakun bisa tercapai.

Namun ia merasakan sedikit kendala, karena meski sudah dinyatakan pulih secara medis dan semua fungsi tubuhnya telah berfungsi normal kembali, ia merasakan ada sesuatu yang aneh. Akhir-akhir ini ia menjadi cepat lelah dan sering mengantuk. Membaca satu halaman buku saja bisa membuatnya langsung tertidur. Atau berjalan kaki dari pintu gerbang sekolah menuju kelasnya langsung membuat keringat dingin bercucuran. Ditambah rasa pahit di mulut dan mual yang sering menyerang terutama di pagi hari. Membuatnya malas sarapan, enggan makan, dan tak bisa belajar dengan efektif.

"Lo kenapa Ja, pucat banget?" tanya Hanum di hari terakhir PAS sambil meletakkan punggung tangan ke dahinya. "Dingin banget kayak es."

"Lo sakit?" Bening ikut-ikutan meletakkan punggung tangan ke dahinya, yang langsung membuatnya menjauhkan diri.

"Apa sih?!" sungutnya kesal. "Awas...awas ah, gue mau ke kantin!"

Ia yang awalnya sudah membayangkan alangkah sedapnya menikmati mie baso favorit dan jus alpukat, kini justru hanya mengaduk-aduk mie baso di mangkok tanpa ada keinginan untuk memakannya.

"Kok malah melamun sih, Ja?" Hanum memandangnya bingung. "Tadi katanya lapar. Sekarang cuma diaduk-aduk doang."

"Nggak tahu nih gue tiba-tiba jadi males makan," sungutnya sambil menyesap jus Alpukat yang rasanya mendadak berubah menjadi pahit.

"Typus lo belom sembuh benar kali Ja," selidik Bening. "Coba cek lab lagi."

Ia hanya mengendikkan bahu malas. "Masuk angin aja kali. Kemarin sempat kehujanan bentar," jawabnya asal.

"Jangan sampai sakit lagi loh," rengek Hanum. "Kita kan mau nonton Championship Series."

"Iya Ja, kapan lagi," sambung Bening antusias. "Pokoknya kita bertiga mesti seru-seruan nonton sampai grand final. Tahun depan kita udah kuliah, nggak bisa asyik-asyik kayak gini lagi."

"Yakali segampang itu. Lawannya keren-keren bo," Hanum mengingatkan.

"Ya minimal sampai fantastic four lah gue yakin PB bisa," Bening mengepalkan tangan yakin.

Namun nafsu makannya mendadak muncul kembali di sore hari sepulang dari bimbel. Kepalanya tiba-tiba membayangkan betapa enaknya makan Kwetiaw Spesial Mabes yang gurih dengan wangi bawang. Ia pun order melalui Ojol. Dan langsung melahapnya dengan semangat empat lima.

"Wah, jajan apa, sayang?" sapa Mama yang baru pulang dari pabrik.

"Wangi banget," Papa mengendus kearahnya.

"Kwetiaw," jawabnya dengan mulut penuh. "Buat Mama sama Papa ada tuh aku beliin," tunjuknya kearah pantry.

"Biii, tolong ambilin kwetiaw punya Mama sama Papa," ia memanggil Bi Enok agar membantunya, karena sekarang ia tengah sibuk mengunyah kwetiaw.

Esok paginya Mama dan Papa mengajak jalan ke Bandung untuk menengok kebun bunga dan sayur milik keluarga, namun ia menolak dengan alasan, "Mau nyantai di rumah ah. Soalnya hari Minggu mau nonton Championship Series."

"Tapi Mama sama Papa baru pulang Senin ya," Mama mengingatkan. "Soalnya sekalian Papa mau nengok lahan di Pengalengan."

"Bereeees," ia mengacungkan jempol sambil mengangguk. Ia memang sering ditinggal sendirian di rumah, hanya bertiga dengan Bi Enok dan suaminya, Mang Jaja. Beginilah nasib anak bungsu yang terpaut usia cukup jauh dengan kakak-kakaknya yang telah berkeluarga.

Papa, meskipun telah pensiun tiga tahun yang lalu, namun masih dalam suasana post power syndrome. Belum terbiasa berdiam diri di rumah. Inginnya melakukan banyak aktivitas di luar, sama seperti saat masih aktif berdinas.

Mama yang memiliki usaha restoran lengkap dengan pabrik pengolahan makanannya masih sering mengontrol para pegawai. Jadilah ia anak bungsu yang seperti anak tunggal. Karena lebih sering sendirian di rumah.

Sepeninggal Mama Papa ke Bandung, ia hanya santai-santai sambil sesekali membaca buku atau bermain-main dengan Candy, kucing cantik berbulu putih bersih seperti salju pemberian dari Dipa. Namun seharian itu pula kerjaannya adalah mengorder makanan via Ojol.

"Ya ampun Eneng Anja, ini mau pesta apa gimana?" Bi Enok sampai menggeleng-gelengkan kepala demi melihat banyaknya makanan yang dipesan.

"Ayo, Bi, kita makan bareng yuk. Mumpung lagi enak makan nih," ajaknya semangat.

"Neng Anja lagi mamayu ya," Bi Enok hanya tersenyum. "Kalau habis sembuh dari sakit emang pinginnya makan terus."

Ia tertawa.

Namun keriaannya di siang hari tiba-tiba berubah jelang sore. Padahal ia sudah janjian berdua Hanum jalan ke Mall iseng-iseng wasting time biar nggak boring di rumah.

"Sorry, Han, gue mager banget sumpah," ia pun terpaksa membatalkan rencana pergi ke Mall.

"Yah, gimana sih. Gue sendirian dong?"

"Lo coba ajak anak yang lain deh, siapa kek. Ajak Faza coba, siapa tahu malah nyantol."

Meski sudah leyeh-leyeh dan tak melakukan apapun, ia malah tambah merasa tak enak badan dan sedikit meriang. Ini tentu sangat aneh, karena sesiangan tadi segar bugar. Akhirnya malam minggu ia lalui hanya dengan meringkuk di atas sofa sambil streaming film yang telah masuk dalam wishlistnya.

Minggu pagi badannya mulai terasa nyaman, tak lagi meriang. Ia bahkan sempat pergi ke rumah Dipa untuk memberi support pada forever crush nya itu yang akan bertanding di laga perdana Championship Series nanti sore.

"Semangattt!" ia mengepalkan tangan kanan. "Lo pasti bisa!" sambil memeluk Dipa erat-erat.

Kemudian ikut membantu Bunda Dipa memasak bubur Manado. Dilanjutkan ngobrol ngalor ngidul sampai siang hari.

Namun jelang sore ia mendadak dilanda mager berat. Rasanya malaaaas untuk bangun tidur. Inginnya leyeh-leyeh sambil malas-malasan di atas sofa.

"Lo gimana sih?! Katanya mau nonton?!" pekik Bening di telepon.

"Semalam juga tiba-tiba cancel," gerutu Hanum yang berada di samping Bening.

"Alasannya sama lagi, mager, aneh banget," sungut Hanum yang suaranya terdengar kesal setengah mati.

"Ya udah, tiket punya gue lo jual aja," ia mencoba memberi solusi karena memang malas menonton.

"Ih, lo mendadak aneh banget sih?!" gerutu Bening yang langsung menutup telepon kesal.

Anehnya, tak sampai satu jam setelah ia membatalkan rencana nonton laga perdana Championship Series yang telah digadangkan jauh-jauh hari, badannya mendadak terasa fit kembali. Dengan kepala yang tiba-tiba dipenuhi keinginan untuk memakan sesuatu.

Membayangkan menikmati lezatnya Chocolate Almond Cinnamon yang dijual di sebuah Mall lama yang terletak tak jauh dari rumah. Sambil duduk di cafe nya, memperhatikan satu dua orang yang lewat karena memang Mall tersebut semakin sepi pengunjung akhir-akhir ini.

Dan entah kerasukan apa, tiba-tiba ia nekat untuk membawa mobil sendiri menuju Mall tujuan. Padahal mobil yang terletak tepat di depan pintu keluar adalah mobil jenis manual sejuta umat yang sering dipakai sebagai mobil operasional manajer restoran. Yang tak pernah disentuhnya.

"Ari eneng boleh bawa mobil?" selidik Mang Jaja curiga. Ia memang sudah memiliki SIM, namun masih jarang membawa kendaraan sendiri karena cara menyetir yang masih amatir.

"Boleh lah," sungutnya mulai menyalakan mesin. Kepalanya sudah dipenuhi oleh bayangan chocolate almond cinnamon yang lezat.

"Nggak ijin dulu sama Bapak?" Mang Jaja masih belum puas dengan jawaban yang dilontarkannya.

"Neng, naik Taxi online aja neng kalau mau pergi," saran Bi Enok sambil mengkerut. "Udah mau malam hariwang (khawatir)."

Tapi ia sudah keburu melesat pergi. Tak mengindahkan kekhawatiran Mang Jaja dan Bi Enok. Pikirnya ah, cuma dekat ini. Lagian di Mall tersebut ada fasilitas valet, membuatnya tak harus pusing-pusing untuk memarkirkan sendiri.

Namun kenyataan sering tak seindah harapan. Ia yang tak terbiasa membawa mobil berjenis manual harus kerepotan mengatur timing antara masuk gigi, lepas kopling, dan injak gas. Beberapa kali suara mesinnya menggerung keras usai berhenti di lampu merah untuk kemudian melaju lagi. Menyebalkan! gerutunya kesal. Mungkin tadi harusnya naik Taxi online saja agar tak kerepotan seperti ini sampai membuatnya bersimbah keringat.

Dan mimpi buruknya menjadi kenyataan ketika ia tengah mengantri diantara padatnya kendaraan untuk belok kiri menuju Jl. Kembang Kencana, mesin mobil mendadak mati. Ia telah berusaha untuk menghidupkan kembali namun selalu gagal.

My God.

Suara jeritan klakson memekakkan telinga mulai terdengar bersahut-sahutan di belakang punggungnya. Tanda bahwa sebagian besar pengguna jalan merasa terganggu dengan posisi kendaraannya yang melintang menghalangi arus lalu lintas.

"WOI!!"

"JALAN!!"

BLAR! BLAR! BLAR!

Body dan kaca mobilnya beberapa kali dipukul, memintanya untuk segera jalan. Namun ia masih kesulitan menghidupkan mesin. Keringat dingin yang sedari tadi membanjiri pelipisnya kini mulai merendam keseluruhan tubuhnya. Tegang, takut, pikiran buntu.

Namun ia masih mencoba bersikap tenang dengan meng off kan lalu meng on kan lagi, yes berhasil. Ia mulai bersemangat, masuk gigi 1, lepas kopling, injak gas, namun mesinnya justru kembali mati. Tetap tak berhasil. No no no no no.

Help me. Please. Please. Please.

Ia kembali melakukan urutan tersebut mulai dari awal, ketika pintu di samping kanannya mendadak diketuk oleh seseorang yang memakai helm full face. Memintanya untuk segera membuka kaca.

***

Keterangan :

Mamayu. : Nafsu makan yang meningkat setelah sembuh dari sakit, bahasa sunda.

Terpopuler

Comments

Mrs.Kristinasena

Mrs.Kristinasena

susah dpt bacaan sebagus ini..saat SDH mencari dan ga ketemu cerita bagus..akhirnya lari kembali ke karya mama Sephinasera..ga ada lawan mah..mskp dah baca ribuan kali..ga bosen..feel-nya sll dapat..ga sekua otor karyanya punya feel..

2025-02-26

1

marianna

marianna

kalo udah dapat cerita sebagus ini bakalan susah dpt cerita yang lebih bagus lagi

2025-02-17

0

Cece Irmaya

Cece Irmaya

ngidam

2025-03-04

0

lihat semua
Episodes
1 1. Retrouvailles
2 2. Run All Night
3 3. Room Number 27
4 4. A Big Mistake
5 5. Sunday Morning, Worst Thing is Falling
6 6. "Gue Hancur ...."
7 7. Cakra itu ....
8 8. Year End Film Project
9 9. Mamayu dan Mager
10 10. Chocolate Almond Cinnamon
11 11. Hadiah dari Kakak Cantik
12 12. Fantastic Four
13 13. The Result is ....
14 14. Tenggelam Dalam Lautan Penyesalan
15 15. Bad Timing
16 16. How It Feels
17 17. Kasih Ibu Sepanjang Masa
18 18. Tersesat
19 19. Menepilah
20 20. Namaku Cinta
21 21. Blue Saturday Night
22 22. Meregang
23 23. Melampaui Semua Batasan
24 24. Cinta Selalu Ada
25 25. Cinta Selalu Ada (2)
26 26. Cinta Selalu Ada (3)
27 27. Cinta Selalu Ada (4)
28 28. Cinta Selalu Ada (5)
29 29. As Long As You Love Me
30 30. Butiran Debu
31 31. Butiran Debu (2)
32 32. Butiran Debu (3)
33 33. "I'm Nobody and I've Nothing"
34 34. Hari Tanpa Bayangan
35 35. "Good Luck, Cakra!"
36 36. Losing You
37 37. Don't Wanna Cry
38 38. Don't Wanna Cry (2)
39 39. Mama Knows Best
40 40. Terrible Things
41 41. Terrible Things (2)
42 42. When Mama Said
43 43. The Real Problem
44 44. Road to ....
45 45. Road to .... (2)
46 46. Rezeki dari Arah yang Tak Terduga
47 47. Starting The Countdown
48 48. Mitsaqan Ghalidza
49 49. You Are The Reason
50 50. You Are The Reason (2)
51 51. Terima Kasih : Satu Tanda Syukur
52 52. Terima Kasih : Satu Tanda Syukur (2)
53 53. Mencari Rekam Jejak
54 54. 17 Missed Calls
55 55. 17 Missed Calls (2)
56 56. Love Has No Reason
57 57. Love Has No Reason (2)
58 58. Love Has No Reason (3)
59 59. Love Has No Reason (4)
60 60. Love Has No Reason (5)
61 61. Nothings Gonna Change My Love For You
62 62. Best Mama, Ever
63 63. You and Me Against The World
64 64. You and Me Against The World (2)
65 65. Just You and Me
66 66. Just You and Me (2)
67 67. Bertualang Bersamamu
68 68. Selalu Bersamamu
69 69. Selalu Bersamamu (2)
70 70. "Lakukan Sekarang Juga!"
71 71. Pagi di Rumah Mertua
72 72. Kado Berpita Biru
73 73. Kau Buatku Jatuh Hati
74 74. Mulai Membaik Atau Tetap Sama?
75 75. "Leave Them Alone"
76 76. Runtuhnya Langit Biru
77 77. Kiamat Menjadi Kenyataan
78 78. Finding You
79 79. It's Us, Against The Entire World
80 80. It's Us, Against The Entire World (2)
81 81. It's Us, Against The Entire World (3)
82 82. Our Journey
83 83. Our Journey (2)
84 84. Kesuksesan yang Tertunda
85 85. Jangan Pernah Lelah untuk Belajar
86 86. "See You On Top!"
87 87. Nostalgia SMA Kita
88 88. Everything Gonna be Alright
89 89. You're More Than What You Think
90 90. You're More Than What You Think (2)
91 91. From Zero to Hero
92 92. "Hati-hati ya!"
93 93. "Miss You Already ...."
94 94. Miss You Like Crazy
95 95. Miss You Like Crazy (2)
96 96. You're Always on My Mind
97 97. Bersamamu Selalu Indah
98 98. Bersamamu Selalu Indah (2)
99 99. The Beginning
100 100. No Pain No Gain
101 101. You're My All
102 From Author with Love
103 102. Hari yang Dipenuhi Kebahagiaan
104 103. Hari yang Dipenuhi Kebahagiaan (2)
105 104. Ibu, Termulia dan Teristimewa
106 105. "Jangan Panik!"
107 106. "Jangan Panik!" (2)
108 107. "Maafin Anja, Ma."
109 108. Bintang Paling Terang
110 109. Love at The First Sight
111 From Cakra Anja with Love
112 110. Kisah Teuku Aldebaran Ishak
113 111. New Mom
114 112. New Mom (2)
115 113. "Drg. Anjani Prameswari, Soon to be ...."
116 114. "Bukan ini yang Kuinginkan"
117 115. "Apa Kita Pernah Bertemu Sebelumnya?"
118 116. "Dia Orang Mana?"
119 117. "Dia ... Anak Hamzah Ishak?"
120 118. Aceh Lon Sayang**
121 119. Aceh Lon Sayang (2)
122 120. Adek Lon Sayang, Adek Lon Malang **
123 121. "Seulamat Tinggai" **
124 122. Lahirnya Singa Pemberani
125 123. "Jih Rakan Lon" **
126 124. "Lon Lake Meuah ...." **
127 Sepatah dua patah kata
128 125. Titik Balik
129 126. Rewriting
130 127. Rewriting (2)
131 128. Reminding
132 129. Reminding (2)
133 130. Trio Sunter Goes to Aqiqah
134 131. Hari Spesial untuk Aran Tersayang
135 132. Hari Spesial untuk Aran Tersayang (2)
136 133. What Doesn't Kill You, Makes You Stronger
137 Sapaan Hangat
138 134. Sasa Oh Sasa ....
139 135. Sasa Oh Sasa .... (2)
140 136. Sasa Oh Sasa .... (3)
141 137. About This Night
142 138. About This Night (2)
143 139. Beratapkan Langit Malam
144 140. "Selamat Datang di Rumah Kami."
145 141. Bidadari di Hadapan
146 142. (He) Cares For You **
147 143. Mimpiku Adalah Kalian Berdua
148 144. Follow Your Heart
149 145. Best Decision, Ever
150 146. "Terimakasih, Om."
151 147. Sampai Jumpa di Lain Hari
152 148. Day by Day
153 149. Forever Yours
154 150. Forever Yours (2)
155 151. The Luckiest Guy
156 Ucapan Terimakasih
157 152. The Luckiest Guy (2)
158 153. Welcome to The Club
159 154. When You're Not Around
160 155. When You're Not Around (2)
161 156. How It Started
162 157. How It Started (2)
163 158. Saat Dia Datang Kembali
164 159. Saat Dia Datang Kembali (2)
165 160. Happy Bestdayyy!
166 161. Unforgettable Moments
167 162. Unforgettable Moments (2)
168 163. Semua Karena Cinta
169 164. Semua Karena Cinta (2)
170 165. Too Much Love
171 166. Too Much Love (2)
172 167. Love, Wild Things, and You
173 168. How Its Going
174 169. How Its Going (2)
175 170. Adrenalin Rush
176 171. Adrenalin Rush (2)
177 172. All About Love
178 173. Love is You
179 174. Life Must Go On
180 175. Life Must Go On (2)
181 Before Say Goodbye
182 176. Time After Time
183 177. Time After Time (2)
184 178. Time After Time (3)
185 179. Time After Time (4)
186 180. Love of My Life
187 180. Love of My Life (2)
188 180. (End) Love of My Life
189 (Maybe Not) The End of The Road
190 Panduan Cara Memberi Dukungan
191 Dibuang Sayang (1)
192 Dibuang Sayang (2)
193 Dibuang Sayang (3)
194 Dibuang Sayang (4)
195 Dibuang Sayang (5)
196 Novel Pak Pici Duren Sawit
197 TERBIT CETAK
Episodes

Updated 197 Episodes

1
1. Retrouvailles
2
2. Run All Night
3
3. Room Number 27
4
4. A Big Mistake
5
5. Sunday Morning, Worst Thing is Falling
6
6. "Gue Hancur ...."
7
7. Cakra itu ....
8
8. Year End Film Project
9
9. Mamayu dan Mager
10
10. Chocolate Almond Cinnamon
11
11. Hadiah dari Kakak Cantik
12
12. Fantastic Four
13
13. The Result is ....
14
14. Tenggelam Dalam Lautan Penyesalan
15
15. Bad Timing
16
16. How It Feels
17
17. Kasih Ibu Sepanjang Masa
18
18. Tersesat
19
19. Menepilah
20
20. Namaku Cinta
21
21. Blue Saturday Night
22
22. Meregang
23
23. Melampaui Semua Batasan
24
24. Cinta Selalu Ada
25
25. Cinta Selalu Ada (2)
26
26. Cinta Selalu Ada (3)
27
27. Cinta Selalu Ada (4)
28
28. Cinta Selalu Ada (5)
29
29. As Long As You Love Me
30
30. Butiran Debu
31
31. Butiran Debu (2)
32
32. Butiran Debu (3)
33
33. "I'm Nobody and I've Nothing"
34
34. Hari Tanpa Bayangan
35
35. "Good Luck, Cakra!"
36
36. Losing You
37
37. Don't Wanna Cry
38
38. Don't Wanna Cry (2)
39
39. Mama Knows Best
40
40. Terrible Things
41
41. Terrible Things (2)
42
42. When Mama Said
43
43. The Real Problem
44
44. Road to ....
45
45. Road to .... (2)
46
46. Rezeki dari Arah yang Tak Terduga
47
47. Starting The Countdown
48
48. Mitsaqan Ghalidza
49
49. You Are The Reason
50
50. You Are The Reason (2)
51
51. Terima Kasih : Satu Tanda Syukur
52
52. Terima Kasih : Satu Tanda Syukur (2)
53
53. Mencari Rekam Jejak
54
54. 17 Missed Calls
55
55. 17 Missed Calls (2)
56
56. Love Has No Reason
57
57. Love Has No Reason (2)
58
58. Love Has No Reason (3)
59
59. Love Has No Reason (4)
60
60. Love Has No Reason (5)
61
61. Nothings Gonna Change My Love For You
62
62. Best Mama, Ever
63
63. You and Me Against The World
64
64. You and Me Against The World (2)
65
65. Just You and Me
66
66. Just You and Me (2)
67
67. Bertualang Bersamamu
68
68. Selalu Bersamamu
69
69. Selalu Bersamamu (2)
70
70. "Lakukan Sekarang Juga!"
71
71. Pagi di Rumah Mertua
72
72. Kado Berpita Biru
73
73. Kau Buatku Jatuh Hati
74
74. Mulai Membaik Atau Tetap Sama?
75
75. "Leave Them Alone"
76
76. Runtuhnya Langit Biru
77
77. Kiamat Menjadi Kenyataan
78
78. Finding You
79
79. It's Us, Against The Entire World
80
80. It's Us, Against The Entire World (2)
81
81. It's Us, Against The Entire World (3)
82
82. Our Journey
83
83. Our Journey (2)
84
84. Kesuksesan yang Tertunda
85
85. Jangan Pernah Lelah untuk Belajar
86
86. "See You On Top!"
87
87. Nostalgia SMA Kita
88
88. Everything Gonna be Alright
89
89. You're More Than What You Think
90
90. You're More Than What You Think (2)
91
91. From Zero to Hero
92
92. "Hati-hati ya!"
93
93. "Miss You Already ...."
94
94. Miss You Like Crazy
95
95. Miss You Like Crazy (2)
96
96. You're Always on My Mind
97
97. Bersamamu Selalu Indah
98
98. Bersamamu Selalu Indah (2)
99
99. The Beginning
100
100. No Pain No Gain
101
101. You're My All
102
From Author with Love
103
102. Hari yang Dipenuhi Kebahagiaan
104
103. Hari yang Dipenuhi Kebahagiaan (2)
105
104. Ibu, Termulia dan Teristimewa
106
105. "Jangan Panik!"
107
106. "Jangan Panik!" (2)
108
107. "Maafin Anja, Ma."
109
108. Bintang Paling Terang
110
109. Love at The First Sight
111
From Cakra Anja with Love
112
110. Kisah Teuku Aldebaran Ishak
113
111. New Mom
114
112. New Mom (2)
115
113. "Drg. Anjani Prameswari, Soon to be ...."
116
114. "Bukan ini yang Kuinginkan"
117
115. "Apa Kita Pernah Bertemu Sebelumnya?"
118
116. "Dia Orang Mana?"
119
117. "Dia ... Anak Hamzah Ishak?"
120
118. Aceh Lon Sayang**
121
119. Aceh Lon Sayang (2)
122
120. Adek Lon Sayang, Adek Lon Malang **
123
121. "Seulamat Tinggai" **
124
122. Lahirnya Singa Pemberani
125
123. "Jih Rakan Lon" **
126
124. "Lon Lake Meuah ...." **
127
Sepatah dua patah kata
128
125. Titik Balik
129
126. Rewriting
130
127. Rewriting (2)
131
128. Reminding
132
129. Reminding (2)
133
130. Trio Sunter Goes to Aqiqah
134
131. Hari Spesial untuk Aran Tersayang
135
132. Hari Spesial untuk Aran Tersayang (2)
136
133. What Doesn't Kill You, Makes You Stronger
137
Sapaan Hangat
138
134. Sasa Oh Sasa ....
139
135. Sasa Oh Sasa .... (2)
140
136. Sasa Oh Sasa .... (3)
141
137. About This Night
142
138. About This Night (2)
143
139. Beratapkan Langit Malam
144
140. "Selamat Datang di Rumah Kami."
145
141. Bidadari di Hadapan
146
142. (He) Cares For You **
147
143. Mimpiku Adalah Kalian Berdua
148
144. Follow Your Heart
149
145. Best Decision, Ever
150
146. "Terimakasih, Om."
151
147. Sampai Jumpa di Lain Hari
152
148. Day by Day
153
149. Forever Yours
154
150. Forever Yours (2)
155
151. The Luckiest Guy
156
Ucapan Terimakasih
157
152. The Luckiest Guy (2)
158
153. Welcome to The Club
159
154. When You're Not Around
160
155. When You're Not Around (2)
161
156. How It Started
162
157. How It Started (2)
163
158. Saat Dia Datang Kembali
164
159. Saat Dia Datang Kembali (2)
165
160. Happy Bestdayyy!
166
161. Unforgettable Moments
167
162. Unforgettable Moments (2)
168
163. Semua Karena Cinta
169
164. Semua Karena Cinta (2)
170
165. Too Much Love
171
166. Too Much Love (2)
172
167. Love, Wild Things, and You
173
168. How Its Going
174
169. How Its Going (2)
175
170. Adrenalin Rush
176
171. Adrenalin Rush (2)
177
172. All About Love
178
173. Love is You
179
174. Life Must Go On
180
175. Life Must Go On (2)
181
Before Say Goodbye
182
176. Time After Time
183
177. Time After Time (2)
184
178. Time After Time (3)
185
179. Time After Time (4)
186
180. Love of My Life
187
180. Love of My Life (2)
188
180. (End) Love of My Life
189
(Maybe Not) The End of The Road
190
Panduan Cara Memberi Dukungan
191
Dibuang Sayang (1)
192
Dibuang Sayang (2)
193
Dibuang Sayang (3)
194
Dibuang Sayang (4)
195
Dibuang Sayang (5)
196
Novel Pak Pici Duren Sawit
197
TERBIT CETAK

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!