8. Year End Film Project

Anja

Ia tentu tak pernah berani berkhayal, jika peristiwa kelabu yang dialaminya saat malam Final HSBL West Region akan berlalu secepat ini. Karena dua hari lalu, Marshal, casting director film akhir tahun sekolah, menghubunginya secara personal.

"Lo masih ada waktu kosong nggak, Ja? Kita rencana mau jadiin lo PU (pemeran utama) di segmen terakhir film kita."

"For the last, jadwal mepet banget, ngejar sebelum PAS sama CS (Championship Series)."

Bahkan sebelum Marshal menyelesaikan kalimatnya, ia sudah mengiyakan di dalam hati. Kapan lagi coba ia bisa mendapat tawaran semenggiurkan ini. Karena menurut gossip yang beredar di seantero sekolah selama seminggu ini, deretan PU yang diincar anak Cinema adalah para expert di bidangnya. Alias aktor dan aktris sungguhan yang telah malang melintang di dunia pertelevisian nasional. Camelia, Jasmine, Dave, Nigel, hanyalah beberapa dari sekian banyak selebriti muda yang kebetulan bersekolah di PB. Alasannya apalagi, kalau bukan untuk menarik antusiasme para siswa baru tahun depan. Agar tertarik memilih ekskul sinematografi sebagai pilihan utama.

Dan yang paling membuatnya melompat kegirangan adalah, lawan mainnya di segmen tersebut yaitu .... Yes, Dipa Megantara her forever crush. Sungguh semesta sedang berbaik hati padanya. Hingga keberuntungan benar-benar kembali menaunginya. Thanks God.

"Lo nggak keberatan kan, Ja?" Marshal sempat khawatir ia akan menolak. For sure?

"Khawatir lo masih trauma ...." Lanjut Marshal dengan wajah tak enak.

Trauma apaan?

Meski ia tahu pasti, sutradara memilih mereka berdua demi popularitas semata. Karena semenjak kejadian menghebohkan katakan cinta nya di malam Final HSBL viral di sosmed, ia mendadak terkenal di seantero anak SMA di Jekardah. Namun menurutnya tak jadi masalah.

Toh ia dan Dipa tetap baik-baik saja seperti biasa. Semua tetap berjalan normal seperti saat sebelum tragedi katakan cinta terjadi. Dan ini jelas bisa menjadi jalan pintas baginya untuk merebut kembali hati Dipa dari genggaman Tiara. Yang sampai saat ini masih belum jelas statusnya.

Dibilang mereka sudah putus -seperti yang sering Dipa katakan padanya- nggak juga. Nyatanya beberapa kali ia sempat memergoki mereka, Dipa dan Tiara, jalan berdua diluar waktu sekolah. Tapi kalau dibilang belum putus, nggak juga. Karena sikap Dipa padanya berubah menjadi jauh lebih baik dan perhatian dibanding sebelum tragedi katakan cinta.

Kalau begini apa dong jadinya? Apa Dipa yang meletakkan dua kaki secara bersamaan? Alias masih pacaran dengan Tiara sekaligus memberi harapan padanya?

Tahu ah, yang penting seminggu bersama Dipa. Sesuai rundown yang diberikan oleh Marshal, akan menjadi seminggu yang paling menyenangkan baginya.

Seminggu bersama Dipa, what a moment.

Dan sebelum memasuki shoot day, hari ini adalah proses reading pertama mereka. Tujuannya untuk mendengarkan secara langsung interpretasi tentang peran yang akan dimainkan.

Meski hanya project film akhir tahun yang sudah berlangsung secara turun temurun sejak bertahun-tahun lalu, namun anak-anak Cinema sepertinya ingin melakukan semua proses dengan standar terbaik. Itulah mengapa mereka menjadwalkan dua hari khusus untuk reading.

"Karena ide cerita kali ini beda dari biasanya," terang Yasser sang sutradara.

Tim penulis dan sutradara sepakat untuk mengangkat beberapa cerita rakyat Betawi sebagai issue utama film tahun ini. Yang nantinya akan dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari khas remaja masa kini dalam menggapai cita.

Tujuannya tentu agar generasi muda seperti mereka mengenal kisah-kisah cerita rakyat. Yang biasanya sarat akan makna dan nilai luhur yang tak lekang oleh waktu. Sekaligus melestarikan budaya daerah yang mulai tergerus dan terlupakan oleh jaman yang semakin modern.

Semua ini membuatnya very excited. Ia bahkan selalu tersenyum sepanjang proses reading berlangsung. Puas memandangi Dipa yang duduk tepat segaris di hadapannya.

"Ja, karakter Mirah itu cewek kuat, mandiri, penuh percaya diri. Kalau lo ketawa terus kek gitu, ntar jatohnya malah ngelawak!" sembur Yasser di akhir proses reading tanpa tedeng aling-aling.

Membuatnya tersenyum malu. Memang kelihatan banget ya kalau ia seharian tersipu sendiri gara-gara terlalu excited? Ya sudah, berarti ke depannya ia harus lebih bisa menahan diri.

Dan hari ini adalah hari yang paling ditunggu, shoot day 1 dari tiga hari yang dijadwalkan. Ia masih duduk di meja rias, ketika tiba-tiba jantungnya melompat keluar. Demi melihat orang yang sedang memasang rigging kamera di salah satu sudut.

"Kenapa dia ada di sini?!" tanyanya kesal sambil mengkerut.

"Siapa? Oh, Cakra. Dia kan cameramannya," jawab Priska sang MuA enteng.

What is going on, here?!

Ia bahkan tak pernah tahu, jika Cakra dulunya pernah mengikuti ekskul Cinema.

"Dia paling bagus sih kalau ambil gambar. Siapapun sutradaranya pasti cocok. Makanya diajak lagi di project ini," lanjut Priska lagi seolah ingin menuntaskan keingintahuannya.

Dan melakoni adegan sesuai skenario dengan sepasang mata tajam yang mengawasinya dari balik kamera, jelas bukan hal mudah.

Beberapa kali ia salah saat mengucapkan dialog mudah. Atau lupa moving selanjutnya hingga harus berkali-kali take ulang. Bahkan tiba-tiba blank saking groginya. Hingga ia hanya bisa bengong di depan kamera, tanpa melakukan apapun saat pengambilan gambar close up.

Memalukan. Bodoh dan memalukan. Grgrrgrhrhrhrhr kenapa harus dia sih yang jadi kameramannya. Membuat suasana tak nyaman dan jauh dari kata kondusif.

"Ada yang salah?" tanya Yasser penasaran. "Kemarin waktu reading lo udah oke banget lho. Kenapa sekarang jadi amburadul begini?!"

"Sori Yas," ia hanya bisa meringis. "Kayaknya semalam gue kurang tidur makanya nggak bisa konsen," ia lebih memilih untuk berbohong. Daripada harus ketahuan orang lain, telah salah tingkah gara-gara si berandal. Yang bahkan sejak take pertama, selalu menyunggingkan senyum miring dari balik kamera sambil menatapnya tajam. Sialan!

"Okey, sekarang scene selanjutnya,"pungkas Yasser. "Ingat durasi ya gaes. Come on. Come on."

Dan adegan selanjutnya jelas menjadi favoritnya. Di mana ia harus beradu akting secara intens dengan Dipa. Kehadiran Dipa tepat di depan matanya, tentu menjadi sarana pendistraksi terbaik dari sepasang mata tajam di balik kamera.

Dipa berakting baik. Ia juga. Bahkan sangat baik dan begitu menjiwai. Semua mengalir tanpa hambatan. Tapi tidak dengan orang di balik kamera. Cakra mendadak uring-uringan tak jelas.

Mulai dari salah framing lah, keliru saat menyesuaikan kamera dan lensa lah. Gambar yang diambil menurut Yasser jelek lah, kepotong lah, tenggelam lah. Membuat pekerjaan sempurnanya menjadi kacau balau. Gara-gara ketidak becusan kameraman dan harus berkali-kali take ulang.

Membuat kepalanya yang akhir-akhir ini sering tiba-tiba pusing langsung cenat-cenut tak karuan. Take yang sejatinya dijadwalkan hanya sampai jam 12 siang, kini telah lewat dari jam 5 sore bahkan belum kelar.

"Tadi PU, sekarang kameraman!" omel Yasser kesal. "Kalian bisa serius nggak sih?! Kita dikejar waktu nih. Cuma bisa take weekend doang. Kalau begini terus kapan selesainya?!?"

Yasser masih terus meluapkan kekesalan dengan mengomeli semua orang tanpa kecuali.

Ketika kepalanya semakin bertambah pening. Ditambah rasa begah yang membuat tubuhnya sama sekali tak nyaman. Disusul pandangan mata yang perlahan mulai berkunang-kunang. Untuk kemudian semuanya menjadi gelap.

***

Cakra

Dulu awal-awal, ia sempat bergabung di klub fotografi. Lalu pindah ke ekskul sinematografi saat pembuatan film pendek di sekolah-sekolah sedang booming.

Namun hanya sebentar. Kesulitan biaya jelas menjadi alasan utama. Karena mengikuti ekskul mahal seperti sinematografi jelas membutuhkan biaya yang tak sedikit. Sementara beasiswa prestasinya telah dicabut. Membuatnya tak memiliki fasilitas mengikuti seluruh ekskul yang ada for free.

Tapi minimal, ia telah mengambil ilmu yang diperlukan. Memahami bagaimana cara mengoperasikan kamera, pengambilan angle gambar yang tepat, dan sedikit proses editing.

Menjadi bekal baginya saat bergabung sebagai crew freelance event di EO milik teman Bang Fahri. Awalnya menjadi helper yang disuruh-suruh kesana kemari. Lama kelamaan mulai menjadi asisten fotografer untuk prewedding. Selanjutnya mulai dipercaya memegang project foto kecil-kecilan. Hingga akhirnya lambat laun, sesekali diperbolehkan memegang kamera untuk event penting.

Dan terbiasa terjun langsung di lapangan, membuat skill nya semakin terasah. Suatu ketika, Darwin, sesama freelance di EO, mengikut sertakannya dalam sebuah project pembuatan film pendek. Yang tak disangka berhasil memenangkan penghargaan di Global Indo Short Movie Award, dalam kategori best cinematography.

Keikutsertaannya dalam kemenangan film tersebut, berhasil diketahui anak-anak Cinema di sekolah. Sejak saat itulah, ia sering diikutsertakan dalam project-project Cinema.

Seperti kemarin, ketika Yasser memintanya secara khusus untuk membantu project film akhir tahun sekolah besutan Cinema. Tanpa pikir panjang langsung menyetujuinya. Selain karena dibayar secara profesional dengan jumlah yang jauh melebihi upah di tempat Bang Fahri dan insentif di Retrouvailles. Ia juga ingin ikut berperan di project sekolah meski kecil, sebelum kelulusan semester depan.

Namun yang paling tak disangkanya adalah, akan bertemu dan melihat Anja yang tengah duduk di salah satu sudut lokasi pengambilan gambar.

"Cewek itu ngapain di sini?" tanyanya ingin tahu kepada Yasser di sela-sela briefing.

"Siapa? Oh, Anja? Dia PU gue."

Dan wajah pucat ditambah tubuh kurus Anja dibanding kali terakhir mereka bertemu, sedikit mengganggu pikirannya. Apakah Anja sedang sakit? Semoga tidak. Cewek berisik itu jelas terlalu galak dan tangguh untuk sekedar sakit.

Sepanjang pengambilan gambar, ia masih bisa menguasai diri. Meski Anja jelas-jelas terlihat grogi dan salah tingkah.

Ia bahkan sesekali masih bisa tersenyum senang, tiap kali Anja nge-blank di depan kamera. Karena bisa puas menatap wajah cantik nan pucat itu. Hingga membuat Yasser uring-uringan. Karena jadwal take molor hingga sore hari.

Namun beberapa scene terakhir mulai sangat mengganggu dirinya. Terlebih saat adegan Anja dan Dipa yang lumayan intens, berhasil membuatnya melakukan kesalahan paling tak penting. Yang seharusnya tak dilakukan oleh orang seperti dirinya.

Dan ketika Yasser yang sejak awal selalu mengomeli Anja, kini justru berbalik memarahinya. Tapi sudut matanya justru menangkap bayangan tubuh Anja yang merosot ke bawah tanpa daya. Pingsan.

Semua orang panik. Ia yang awalnya ingin berlari menolong, harus mengurungkan niat. Demi melihat Dipa langsung meraih tubuh Anja. Lalu membawanya ke tempat teduh.

Ia masih gelisah menunggu, ketika Yasser memutuskan untuk menyudahi hari. Dari kejauhan, ia sempat melihat wajah Anja yang semakin memucat, tengah dipapah oleh Dipa memasuki mobil.

Keesokan hari, ia berniat menanyakan keadaan Anja, dan memberinya dua kaleng Bear Brand untuk dopping. Namun cewek berisik itu tak lagi terlihat, digantikan oleh kemunculan Tiara dengan senyum sumringah.

"Yas, PU yang kemarin ke mana?" ia bahkan menanyakan langsung kepada sang sutradara.

"Siapa? Oh, Anja? Dia masuk rumah sakit. Mau nggak mau harus diganti sama yang lain," jawab Yasser yang sudah bersiap-siap untuk take.

"Hari ini lancar ya, Ngab," lanjut Yasser ke arahnya. "Jangan kacau kek kemarin."

Pengambilan gambar yang dijadwalkan selama dua hari, yaitu hari ini dan hari Sabtu minggu depan. Di iluar dugaan berlangsung cepat dan amat sangat lancar.

Sebab jadwal dua hari ternyata bisa selesai dalam sehari. Membuat seluruh crew bersuka cita karena segmen terakhir telah selesai. Minimal beberapa crew yang juga anak basket, bisa berkonsentrasi latihan guna menghadapi Championship Series yang akan berlangsung dua minggu lagi. Tepat setelah pelaksanaan PAS (penilaian akhir semester) semester satu.

"Gila! Ini gila sih!" Yasser mengacungkan jempol berkali-kali pada mereka semua. "Thank you kerjasamanya semua gaes!"

"We are the best!!!" teriak semua crew senang karena setengah tugas telah terlewati dengan baik.

Ia juga cukup surprise pengambilan gambar berjalan terlalu lancar. Entah karena Tiara yang memang cerdas dan berbakat akting, atau suasana nyaman antar PU hingga adegan langsung jadi. Jarang ada scene yang di take ulang. Membuat semua berjalan lancar.

"Habis ini kita mau ramai-ramai nengok Anja. Yang mau ikutan kolektif, daftar ke Priska," Yasser memberi pengumuman saat ia masih membongkar rigging.

Dan ketika ia baru selesai memasukkan peralatan syuting ke dalam mobil Yasser, seseorang memanggil namanya.

"Cakra!"

Setelah menutup bagasi mobil, ia menoleh ke arah suara. Di mana telah berdiri Dipa dan Tiara, yang menggelayut manja di sebelah.

"Manggil?" tanyanya sinis.

"Thank you!" Yasser lewat sambil menepuk bahunya. "Kita ketemu di rumah sakit?" lanjut Yasser sebelum masuk ke dalam mobil.

Ia mengangguk.

"Ok, sip!" Yasser mengacungkan jempol. "Dip! Buru Dip! Jalan ke sana macet gila kalau jam segini!" teriak Yasser kearah Dipa sebelum menutup pintu mobil.

"Gue nyusul," jawab Dipa yang berjalan mendekatinya. Sementara Tiara lebih dulu masuk ke dalam mobil Dipa.

"Itu jaket lo?" sebelum mereka saling berhadapan, Dipa lebih dulu menunjuk jaket navy yang sedang dipakainya.

Ia mengernyit heran, sungguh pertanyaan yang aneh.

"Iya," jawabnya singkat.

Dipa tersenyum kaku, "Gue mo nanya. Hari Sabtu waktu Final HSBL, lo di mana?"

Ia semakin mengernyit heran, "Bukan urusan lo!" jawabnya sinis sambil berlalu. Demi menyadari sebagian besar anak-anak telah beranjak pergi menuju rumah sakit tempat Anja dirawat. Ia tentu tak boleh ketinggalan.

***

Terpopuler

Comments

Raufaya Raisa Putri

Raufaya Raisa Putri

ak panggil dab aj lh.... soalnya dipa nih tipe " yg gmn gt.

2024-09-15

0

Raufaya Raisa Putri

Raufaya Raisa Putri

weissss...ganti pu lgsg kyk bis.lancar jaya.ad ap tuh sm dua hati yg sudah terpaut

2024-09-15

1

Raufaya Raisa Putri

Raufaya Raisa Putri

dibalik kebrandalany Cakra ternyata tersimpan mutiara yg kl diasa akan berkilau.syg karena keterbatasan.tp karena keterbatasan ny mlh bisa memanfaatkan momen

2024-09-15

1

lihat semua
Episodes
1 1. Retrouvailles
2 2. Run All Night
3 3. Room Number 27
4 4. A Big Mistake
5 5. Sunday Morning, Worst Thing is Falling
6 6. "Gue Hancur ...."
7 7. Cakra itu ....
8 8. Year End Film Project
9 9. Mamayu dan Mager
10 10. Chocolate Almond Cinnamon
11 11. Hadiah dari Kakak Cantik
12 12. Fantastic Four
13 13. The Result is ....
14 14. Tenggelam Dalam Lautan Penyesalan
15 15. Bad Timing
16 16. How It Feels
17 17. Kasih Ibu Sepanjang Masa
18 18. Tersesat
19 19. Menepilah
20 20. Namaku Cinta
21 21. Blue Saturday Night
22 22. Meregang
23 23. Melampaui Semua Batasan
24 24. Cinta Selalu Ada
25 25. Cinta Selalu Ada (2)
26 26. Cinta Selalu Ada (3)
27 27. Cinta Selalu Ada (4)
28 28. Cinta Selalu Ada (5)
29 29. As Long As You Love Me
30 30. Butiran Debu
31 31. Butiran Debu (2)
32 32. Butiran Debu (3)
33 33. "I'm Nobody and I've Nothing"
34 34. Hari Tanpa Bayangan
35 35. "Good Luck, Cakra!"
36 36. Losing You
37 37. Don't Wanna Cry
38 38. Don't Wanna Cry (2)
39 39. Mama Knows Best
40 40. Terrible Things
41 41. Terrible Things (2)
42 42. When Mama Said
43 43. The Real Problem
44 44. Road to ....
45 45. Road to .... (2)
46 46. Rezeki dari Arah yang Tak Terduga
47 47. Starting The Countdown
48 48. Mitsaqan Ghalidza
49 49. You Are The Reason
50 50. You Are The Reason (2)
51 51. Terima Kasih : Satu Tanda Syukur
52 52. Terima Kasih : Satu Tanda Syukur (2)
53 53. Mencari Rekam Jejak
54 54. 17 Missed Calls
55 55. 17 Missed Calls (2)
56 56. Love Has No Reason
57 57. Love Has No Reason (2)
58 58. Love Has No Reason (3)
59 59. Love Has No Reason (4)
60 60. Love Has No Reason (5)
61 61. Nothings Gonna Change My Love For You
62 62. Best Mama, Ever
63 63. You and Me Against The World
64 64. You and Me Against The World (2)
65 65. Just You and Me
66 66. Just You and Me (2)
67 67. Bertualang Bersamamu
68 68. Selalu Bersamamu
69 69. Selalu Bersamamu (2)
70 70. "Lakukan Sekarang Juga!"
71 71. Pagi di Rumah Mertua
72 72. Kado Berpita Biru
73 73. Kau Buatku Jatuh Hati
74 74. Mulai Membaik Atau Tetap Sama?
75 75. "Leave Them Alone"
76 76. Runtuhnya Langit Biru
77 77. Kiamat Menjadi Kenyataan
78 78. Finding You
79 79. It's Us, Against The Entire World
80 80. It's Us, Against The Entire World (2)
81 81. It's Us, Against The Entire World (3)
82 82. Our Journey
83 83. Our Journey (2)
84 84. Kesuksesan yang Tertunda
85 85. Jangan Pernah Lelah untuk Belajar
86 86. "See You On Top!"
87 87. Nostalgia SMA Kita
88 88. Everything Gonna be Alright
89 89. You're More Than What You Think
90 90. You're More Than What You Think (2)
91 91. From Zero to Hero
92 92. "Hati-hati ya!"
93 93. "Miss You Already ...."
94 94. Miss You Like Crazy
95 95. Miss You Like Crazy (2)
96 96. You're Always on My Mind
97 97. Bersamamu Selalu Indah
98 98. Bersamamu Selalu Indah (2)
99 99. The Beginning
100 100. No Pain No Gain
101 101. You're My All
102 From Author with Love
103 102. Hari yang Dipenuhi Kebahagiaan
104 103. Hari yang Dipenuhi Kebahagiaan (2)
105 104. Ibu, Termulia dan Teristimewa
106 105. "Jangan Panik!"
107 106. "Jangan Panik!" (2)
108 107. "Maafin Anja, Ma."
109 108. Bintang Paling Terang
110 109. Love at The First Sight
111 From Cakra Anja with Love
112 110. Kisah Teuku Aldebaran Ishak
113 111. New Mom
114 112. New Mom (2)
115 113. "Drg. Anjani Prameswari, Soon to be ...."
116 114. "Bukan ini yang Kuinginkan"
117 115. "Apa Kita Pernah Bertemu Sebelumnya?"
118 116. "Dia Orang Mana?"
119 117. "Dia ... Anak Hamzah Ishak?"
120 118. Aceh Lon Sayang**
121 119. Aceh Lon Sayang (2)
122 120. Adek Lon Sayang, Adek Lon Malang **
123 121. "Seulamat Tinggai" **
124 122. Lahirnya Singa Pemberani
125 123. "Jih Rakan Lon" **
126 124. "Lon Lake Meuah ...." **
127 Sepatah dua patah kata
128 125. Titik Balik
129 126. Rewriting
130 127. Rewriting (2)
131 128. Reminding
132 129. Reminding (2)
133 130. Trio Sunter Goes to Aqiqah
134 131. Hari Spesial untuk Aran Tersayang
135 132. Hari Spesial untuk Aran Tersayang (2)
136 133. What Doesn't Kill You, Makes You Stronger
137 Sapaan Hangat
138 134. Sasa Oh Sasa ....
139 135. Sasa Oh Sasa .... (2)
140 136. Sasa Oh Sasa .... (3)
141 137. About This Night
142 138. About This Night (2)
143 139. Beratapkan Langit Malam
144 140. "Selamat Datang di Rumah Kami."
145 141. Bidadari di Hadapan
146 142. (He) Cares For You **
147 143. Mimpiku Adalah Kalian Berdua
148 144. Follow Your Heart
149 145. Best Decision, Ever
150 146. "Terimakasih, Om."
151 147. Sampai Jumpa di Lain Hari
152 148. Day by Day
153 149. Forever Yours
154 150. Forever Yours (2)
155 151. The Luckiest Guy
156 Ucapan Terimakasih
157 152. The Luckiest Guy (2)
158 153. Welcome to The Club
159 154. When You're Not Around
160 155. When You're Not Around (2)
161 156. How It Started
162 157. How It Started (2)
163 158. Saat Dia Datang Kembali
164 159. Saat Dia Datang Kembali (2)
165 160. Happy Bestdayyy!
166 161. Unforgettable Moments
167 162. Unforgettable Moments (2)
168 163. Semua Karena Cinta
169 164. Semua Karena Cinta (2)
170 165. Too Much Love
171 166. Too Much Love (2)
172 167. Love, Wild Things, and You
173 168. How Its Going
174 169. How Its Going (2)
175 170. Adrenalin Rush
176 171. Adrenalin Rush (2)
177 172. All About Love
178 173. Love is You
179 174. Life Must Go On
180 175. Life Must Go On (2)
181 Before Say Goodbye
182 176. Time After Time
183 177. Time After Time (2)
184 178. Time After Time (3)
185 179. Time After Time (4)
186 180. Love of My Life
187 180. Love of My Life (2)
188 180. (End) Love of My Life
189 (Maybe Not) The End of The Road
190 Panduan Cara Memberi Dukungan
191 Dibuang Sayang (1)
192 Dibuang Sayang (2)
193 Dibuang Sayang (3)
194 Dibuang Sayang (4)
195 Dibuang Sayang (5)
196 Novel Pak Pici Duren Sawit
197 TERBIT CETAK
Episodes

Updated 197 Episodes

1
1. Retrouvailles
2
2. Run All Night
3
3. Room Number 27
4
4. A Big Mistake
5
5. Sunday Morning, Worst Thing is Falling
6
6. "Gue Hancur ...."
7
7. Cakra itu ....
8
8. Year End Film Project
9
9. Mamayu dan Mager
10
10. Chocolate Almond Cinnamon
11
11. Hadiah dari Kakak Cantik
12
12. Fantastic Four
13
13. The Result is ....
14
14. Tenggelam Dalam Lautan Penyesalan
15
15. Bad Timing
16
16. How It Feels
17
17. Kasih Ibu Sepanjang Masa
18
18. Tersesat
19
19. Menepilah
20
20. Namaku Cinta
21
21. Blue Saturday Night
22
22. Meregang
23
23. Melampaui Semua Batasan
24
24. Cinta Selalu Ada
25
25. Cinta Selalu Ada (2)
26
26. Cinta Selalu Ada (3)
27
27. Cinta Selalu Ada (4)
28
28. Cinta Selalu Ada (5)
29
29. As Long As You Love Me
30
30. Butiran Debu
31
31. Butiran Debu (2)
32
32. Butiran Debu (3)
33
33. "I'm Nobody and I've Nothing"
34
34. Hari Tanpa Bayangan
35
35. "Good Luck, Cakra!"
36
36. Losing You
37
37. Don't Wanna Cry
38
38. Don't Wanna Cry (2)
39
39. Mama Knows Best
40
40. Terrible Things
41
41. Terrible Things (2)
42
42. When Mama Said
43
43. The Real Problem
44
44. Road to ....
45
45. Road to .... (2)
46
46. Rezeki dari Arah yang Tak Terduga
47
47. Starting The Countdown
48
48. Mitsaqan Ghalidza
49
49. You Are The Reason
50
50. You Are The Reason (2)
51
51. Terima Kasih : Satu Tanda Syukur
52
52. Terima Kasih : Satu Tanda Syukur (2)
53
53. Mencari Rekam Jejak
54
54. 17 Missed Calls
55
55. 17 Missed Calls (2)
56
56. Love Has No Reason
57
57. Love Has No Reason (2)
58
58. Love Has No Reason (3)
59
59. Love Has No Reason (4)
60
60. Love Has No Reason (5)
61
61. Nothings Gonna Change My Love For You
62
62. Best Mama, Ever
63
63. You and Me Against The World
64
64. You and Me Against The World (2)
65
65. Just You and Me
66
66. Just You and Me (2)
67
67. Bertualang Bersamamu
68
68. Selalu Bersamamu
69
69. Selalu Bersamamu (2)
70
70. "Lakukan Sekarang Juga!"
71
71. Pagi di Rumah Mertua
72
72. Kado Berpita Biru
73
73. Kau Buatku Jatuh Hati
74
74. Mulai Membaik Atau Tetap Sama?
75
75. "Leave Them Alone"
76
76. Runtuhnya Langit Biru
77
77. Kiamat Menjadi Kenyataan
78
78. Finding You
79
79. It's Us, Against The Entire World
80
80. It's Us, Against The Entire World (2)
81
81. It's Us, Against The Entire World (3)
82
82. Our Journey
83
83. Our Journey (2)
84
84. Kesuksesan yang Tertunda
85
85. Jangan Pernah Lelah untuk Belajar
86
86. "See You On Top!"
87
87. Nostalgia SMA Kita
88
88. Everything Gonna be Alright
89
89. You're More Than What You Think
90
90. You're More Than What You Think (2)
91
91. From Zero to Hero
92
92. "Hati-hati ya!"
93
93. "Miss You Already ...."
94
94. Miss You Like Crazy
95
95. Miss You Like Crazy (2)
96
96. You're Always on My Mind
97
97. Bersamamu Selalu Indah
98
98. Bersamamu Selalu Indah (2)
99
99. The Beginning
100
100. No Pain No Gain
101
101. You're My All
102
From Author with Love
103
102. Hari yang Dipenuhi Kebahagiaan
104
103. Hari yang Dipenuhi Kebahagiaan (2)
105
104. Ibu, Termulia dan Teristimewa
106
105. "Jangan Panik!"
107
106. "Jangan Panik!" (2)
108
107. "Maafin Anja, Ma."
109
108. Bintang Paling Terang
110
109. Love at The First Sight
111
From Cakra Anja with Love
112
110. Kisah Teuku Aldebaran Ishak
113
111. New Mom
114
112. New Mom (2)
115
113. "Drg. Anjani Prameswari, Soon to be ...."
116
114. "Bukan ini yang Kuinginkan"
117
115. "Apa Kita Pernah Bertemu Sebelumnya?"
118
116. "Dia Orang Mana?"
119
117. "Dia ... Anak Hamzah Ishak?"
120
118. Aceh Lon Sayang**
121
119. Aceh Lon Sayang (2)
122
120. Adek Lon Sayang, Adek Lon Malang **
123
121. "Seulamat Tinggai" **
124
122. Lahirnya Singa Pemberani
125
123. "Jih Rakan Lon" **
126
124. "Lon Lake Meuah ...." **
127
Sepatah dua patah kata
128
125. Titik Balik
129
126. Rewriting
130
127. Rewriting (2)
131
128. Reminding
132
129. Reminding (2)
133
130. Trio Sunter Goes to Aqiqah
134
131. Hari Spesial untuk Aran Tersayang
135
132. Hari Spesial untuk Aran Tersayang (2)
136
133. What Doesn't Kill You, Makes You Stronger
137
Sapaan Hangat
138
134. Sasa Oh Sasa ....
139
135. Sasa Oh Sasa .... (2)
140
136. Sasa Oh Sasa .... (3)
141
137. About This Night
142
138. About This Night (2)
143
139. Beratapkan Langit Malam
144
140. "Selamat Datang di Rumah Kami."
145
141. Bidadari di Hadapan
146
142. (He) Cares For You **
147
143. Mimpiku Adalah Kalian Berdua
148
144. Follow Your Heart
149
145. Best Decision, Ever
150
146. "Terimakasih, Om."
151
147. Sampai Jumpa di Lain Hari
152
148. Day by Day
153
149. Forever Yours
154
150. Forever Yours (2)
155
151. The Luckiest Guy
156
Ucapan Terimakasih
157
152. The Luckiest Guy (2)
158
153. Welcome to The Club
159
154. When You're Not Around
160
155. When You're Not Around (2)
161
156. How It Started
162
157. How It Started (2)
163
158. Saat Dia Datang Kembali
164
159. Saat Dia Datang Kembali (2)
165
160. Happy Bestdayyy!
166
161. Unforgettable Moments
167
162. Unforgettable Moments (2)
168
163. Semua Karena Cinta
169
164. Semua Karena Cinta (2)
170
165. Too Much Love
171
166. Too Much Love (2)
172
167. Love, Wild Things, and You
173
168. How Its Going
174
169. How Its Going (2)
175
170. Adrenalin Rush
176
171. Adrenalin Rush (2)
177
172. All About Love
178
173. Love is You
179
174. Life Must Go On
180
175. Life Must Go On (2)
181
Before Say Goodbye
182
176. Time After Time
183
177. Time After Time (2)
184
178. Time After Time (3)
185
179. Time After Time (4)
186
180. Love of My Life
187
180. Love of My Life (2)
188
180. (End) Love of My Life
189
(Maybe Not) The End of The Road
190
Panduan Cara Memberi Dukungan
191
Dibuang Sayang (1)
192
Dibuang Sayang (2)
193
Dibuang Sayang (3)
194
Dibuang Sayang (4)
195
Dibuang Sayang (5)
196
Novel Pak Pici Duren Sawit
197
TERBIT CETAK

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!