Chapter 12

“Benar,” gumam dokter itu sambil tersenyum kikuk. “Beberapa orang memang memiliki kelebihan sel darah putih. Kondisi ini memungkinkan mereka mempercepat pemulihan. Tapi…” Dokter itu menggantung kalimatnya dan kembali menatap Valentine dengan mata terpicing. “Pemulihannya terlalu cepat. Dia sungguh rusak parah beberapa saat lalu.”

Beberapa saat yang lalu? Valentine mengerutkan keningnya. Pantas saja perawat itu seperti melihat hantu mendapatiku sudah sadarkan diri, katanya dalam hati.

“Dia hanya sedikit lebih kebal, itu saja!” Jessifer menandaskan.

Dokter itu langsung terdiam.

“So…” kata Jessifer. “Apakah dia sudah diperbolehkan pulang?”

Valentine spontan mengerling ke arah gadis itu dengan terkejut.

Dokter itu tertegun beberapa saat sebelum akhirnya melanjutkan pemeriksaan. Setelah memastikan kondisi Valentine baik-baik saja, ia pun mengizinkannya pulang.

Jessifer mengulurkan sebuah paper bag pada Valentine.

Valentine menerima paper bag itu dengan ragu dan melongok isinya dengan dahi berkerut-kerut.

Isinya ternyata satu set pakaian baru dan jaket denim yang sama persis dengan milik Valentine.

Valentine menatap Jessifer dan membuka mulut. Tapi tidak sepatah kata pun keluar dari mulutnya.

“Pakaianmu robek,” kata Jessifer sebelum ditanya. Seperti bisa menebak isi kepala Valentine.

Valentine mengangkat bahu dan mengulum senyumnya, kemudian menyelinap ke kamar mandi.

Jessifer menunggu sampai pemuda itu selesai berganti pakaian, kemudian memandunya keluar, menyelesaikan semua prosedur, melunasi semua pembayaran dan mendesak Valentine ke mobilnya.

Dan selama itu, Valentine hanya tergagap-gagap tanpa bisa menolak apa pun yang diinstruksikan oleh Jessifer.

Kenapa aku selalu dipertemukan dengan wanita yang mendominasi? Erang Valentine dalam hatinya.

“Sekarang aku tahu kenapa mereka menamaimu In Repair,” kata Jessifer setelah mobil mereka meluncur di jalan aspal.

Valentine spontan menoleh dan memicingkan mata. “Mereka?”

“Line Efs,” jawab Jessifer tanpa mengalihkan perhatiannya dari jalan di depan mereka. “Para pengembang di belakangnya menanamkan fitur pemindai yang cukup canggih. Tak hanya identitas, mereka juga mendeteksi DNA para pengguna.”

Valentine terperangah dengan ekspresi takjub. Tapi lalu mendadak khawatir mengingat aksesnya bukan miliknya. Tiba-tiba ia merasa bersalah pada Michael. “Well,” gumamnya sambil tertunduk. Raut wajahnya berubah muram. “Mungkin tidak seharusnya aku bergabung dengan kalian di Line Efs,” katanya dengan pahit.

Jessifer spontan mengerling melalui sudut matanya. “Apa maksudnya tidak seharusnya?”

“Aku sedang memegang ponsel orang lain,” cerita Valentine. “Kemudian pesan itu masuk, dan…” ia menggantung kalimatnya seraya tersenyum pahit. “Aku mengakses Line Efs dari URL yang tertaut di pesan itu!” Ia mengaku.

Jessifer tersenyum samar. Tatapannya sudah kembali terfokus ke depan. “Nyatanya kau sudah terdaftar,” katanya. “Asal kau tahu, sistem akan memblokir halaman situs secara otomatis jika ditemukan seseorang yang tidak terdaftar mengakses Line Efs.”

“Aku baru pertama kali mengakses Line Efs,” tukas Valentine.

“Benar,” timpal Jessifer. “Kau memang baru pertama mengakses situs Line Efs. Tapi kau sudah terdaftar di Line Efs.”

“Aku tidak mengerti,” sela Valentine.

“Line Efs adalah jaringan persaudaraan elit global,” Jessifer memberitahu. “Sudah berdiri selama berabad-abad.”

Valentine mengerjap dan terkesiap. “Elit global?”

“Yeah,” jawab Jessifer. “Elit global! Setiap anggotanya sudah terdaftar di pusat data.”

“Aku tidak pernah mendaftar,” sanggah Valentine.

“Tentu tidak,” tukas Jessifer. “Tapi anggota Line Efs terdahulu sudah terdaftar secara genetik kemudian diwariskan ke generasi berikutnya dan diteruskan lagi secara turun-temurun hingga ke generasi kita, dan salah satunya jatuh padamu. Dengan kata lain, kau bukan orang luar!”

Valentine tercengang dalam waktu lama. Dihinggapi perasaan takjub yang menggelayut.

Tak lama kemudian, Jessifer memarkir mobilnya di depan sebuah Coffee Shop bernama Dandy, dan Valentine ingat untuk berkedip.

Dandy's Coffee Shop! Pikirnya. Tempat janjian kami. Ia melirik arlojinya. Waktu baru menunjukkan pukul delapan lewat. Masih banyak waktu untuk mengobrol, pikirnya bersemangat. Kemudian menyelinap keluar dan menggeliat.

Jessifer memandunya ke dalam Coffee Shop dan menemui sepasang remaja lain seusai mereka.

Mereka adalah Ele Seven dan Deadheart.

“Mereka biasa memanggilku Die,” kata Deadheart ketika mereka berkenalan.

Lalu mereka duduk bersama, memesan kopi dan kudapan.

“Kudengar kau mengalami kecelakaan,” kata Ele Seven. “Apa kau terluka?”

Valentine tersenyum kikuk dan mengerling ke arah Jessifer.

Gadis itu menelengkan kepala sedikit mengisyaratkan bahwa tidak ada yang perlu dirahasiakan di sini.

“Sejujurnya aku tak ingat apa-apa,” cerita Valentine terbata-bata. Masih sedikit merasa canggung. “Sepertinya aku sudah pingsan sebelum kecelakaan benar-benar terjadi,” katanya berkelakar.

Ele dan Deadheart tertawa menanggapinya.

Kebekuan itu mulai mencair.

Jessifer lebih banyak diam setelah berada di dalam Coffee Shop, tapi matanya menyiratkan senyuman samar.

Apakah dia selalu pendiam saat acara kumpul-kumpul? Pikir Valentine. Dia bicara banyak selama dalam mobil!

“Kau tidak penasaran kenapa Captain bisa tahu kau kecelakaan?” tanya Ele.

Mata Valentine spontan membulat, merasa diingatkan. “Benar,” katanya sambil berpaling ke arah Jessifer. “Aku belum bertanya bagaimana kau menemukanku?”

Jessifer hanya menanggapinya dengan senyuman tipis.

“Sebenarnya dia sama seperti Miss. Visionist!” Ele menyela dengan riang.

“Ah!” Valentine menyela tak kalah riang. “Sebenarnya aku masih penasaran dengan semua istilah ini! Aku sudah memendamnya sejak kemarin. Sebenarnya apa itu Visionist? Thunder Rider? Transporter? Kalian takkan mentertawakanku, kan?”

Ele dan Deadheart tertawa lagi. Tawa riang yang tidak terkesan meremehkan.

“Visionist berkaitan dengan kelebihan visual,” jelas Deadheart.

Sudah kuduga! Kata Valentine dalam hatinya.

“Kau tahu, seperti… cenayang?” Deadheart menggerak-gerakkan jari tengah dan telunjuknya membentuk tanda kutip.

“Ah—aku tahu!” timpal Valentine bersemangat. “Jadi dia sudah meramalkan aku akan mengalami kecelakaan?” tanyanya sambil mengerling ke arah Jessifer.

“Lebih tepatnya sudah melihat,” ralat Jessifer. “Yang dimaksud Visionist itu artinya ahli visi. Itu berbeda dengan ahli ramalan yang bersifat… spirit! You know?”

“I know,” tanggap Valentine.

“Well, kemampuanku ini bersifat alamiah,” jelas Jessifer. “Lebih ke psikologis. Para ahli menyebutnya… psikokinesis!”

“Benar!” Ele Seven menimpali. “Setiap anggota Line Efs memiliki kemampuan seperti ini. You too!”

“Lalu apa itu transporter?” tanya Valentine.

“Itu bukan designation,” tukas Deadheart. “Tapi profesi. Jasa antar seperti driver online.”

Begitu rupanya! Gumam Valentine dalam hatinya.

“Ke depannya kita harus sering bertemu,” kata Ele Seven sambil menepuk-nepuk punggung tangan Valentine.

“Deal!” Valentine menanggapi dengan antusias. Kemudian tersenyum lebar.

“Pastikan kau yang mentraktir kami lain kali!” Kelakar Deadheart.

“Kalau begitu pastikan aku tak gagal misi!” Valentine balas berkelakar.

“Ah—untungnya kau ingatkan!” Seru Ele Seven tiba-tiba. “Kenapa M2 belum datang? Dia bilang ada yang ingin dikatakan terkait target misi kalian,” katanya sambil melirik arlojinya.

“M2?” Valentine menaikkan satu alisnya.

“Madame Mimesis!” Jawab Ele Seven.

“Oh!” Valentine mengangguk-angguk. “Madame yang itu,” katanya dengan gestur ambigu.

“Yeah!” timpal Ele Seven dengan gestur yang sama. “Madame yang itu!”

Jessifer mendesis tertawa.

Valentine mengerling padanya sambil tersenyum. Diam-diam merasakan hatinya berbunga-bunga. Tidak mengira bisa mendapat kehangatan seperti ini justru di tempat asing yang katanya paling mematikan.

Bahkan di tempat asalnya dia jarang sekali menemukan suasana yang akrab seperti ini karena dia begitu payah.

Ini adalah pertama kalinya Valentine merasa dirinya benar-benar dianggap, didengarkan dan diterima.

Terpopuler

Comments

Oe Din

Oe Din

Karena Valentine selalu bisa "memperbaiki" tubuhnya jika terjadi kecelakaan/kerusakan...

2024-12-13

0

Oe Din

Oe Din

Valentine, mungkin kau termasuk golongan suami-suami takut istri...!!!
😅😅😅

2024-12-13

0

Oe Din

Oe Din

Yang itu, laki-laki bukan...
Perempuan juga bukan...
😅😅😅

2024-12-13

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!