Chapter 13

“Kau tahu bagaimana dia menjuluki dirinya?” Cerocos Ele dengan gaya kocak. “De-de. Do you know? Like a… day-day...”

“I know!” tanggap Valentine dengan riang. “Itu semacam panggilan ‘sweetheart’ di negaranya!” ia menambahkan.

“That’s right!” Ele menanggapi dengan seru.

Lalu mereka semua tergelak.

“Aku penasaran kenapa dia diberi nama kode Manusia Transgenik?” tanya Valentine setelah puas tertawa.

“Itu karena dia bisa bertransformasi menjadi siapa saja secara genetik,” jawab Deadheart.

“Ternyata begitu,” gumam Valentine sambil mengusap dagu dengan buku jarinya.

“Hey! Bukankah itu Thunder?” seru Ele tiba-tiba.

Ketiga temannya kompak menoleh mengikuti arah pandangnya.

“Siapa yang memberitahu dia kalau kita di sini?” gumam Jessifer agak terkejut.

“Siapa yang perlu memberitahu dia kalau kita di mana?” seloroh Deadheart. “Dia selalu tahu di mana semua orang!”

"Tapi, bukankah dia bilang dia sedang berada di misi lain?" gumam Jessifer.

"Siapa yang tahu?" Deadheart menanggapinya dengan mengangkat bahu.

Dari dinding kaca di dekat meja mereka, terlihat seorang pria melambaikan tangannya ke arah mereka dari halaman Dandy’s Coffee Shop, tepat di sebelah meja mereka.

Pria itu memarkir sepeda motor jenis sport touring asal jepang, Suzuki Thunder.

Jadi maksudnya Thunder Rider itu pengendara sepeda motor thunder? Pikir Valentine. Merasa konyol sendiri mengingat dirinya pernah mengira Thunder Rider adalah penunggang halilintar.

Tak lama kemudian, pria itu bergabung di meja mereka dengan perangai seperti halilintar—panas, pedas, liar, dominan dan tidak terduga, namun sangat memukau.

Tingginya sekitar seratus delapan puluh, rambutnya ikal gelombang sebahu berwarna coklat madu seperti iris matanya. Wajahnya kental Hindustan, namun kulitnya dominan bule. Pesonanya setingkat dewa.

Dalam divisi mereka, Thunder terkenal sebagai pria bermulut pedas. Ocehannya yang kerap membuat orang mengernyit membuat dirinya dijuluki Knalpot Racing.

Pria ini memang cocok menyandang gelar Thunder Rider, pikir Valentine. Karakternya mendekati Dewa Zeus—sedikit gila namun begitu digilai!

Tak lama kemudian, muncullah si pria melambai—Madame Mimesis.

“Olaaaa… Amiga, querida, mi vida, dolcsezza, cara mia, ponpoka, otakara, jogiya, oppa… honey-bunny, lovely, sweetie-sweetie babiiii…!” Serunya sambil menggetarkan jemari tangannya di sisi wajah hingga keriting.

Astaga, Tuhan! Dia bicara bahasa apa? Erang Valentine dalam hatinya. Diam-diam ia mengusap wajahnya sambil mengernyit.

Yah, sebenarnya itu panggilan sayang dalam berbagai bahasa—Latin, Portugis, Italia, Jepang, Korea, Inggris dan bahasa ikan.

“Ada yang bisa menerjemahkan bahasa ikan?” cerocos Thunder tanpa tertawa.

Valentine terkekeh bersama Deadheart.

Ele tergelak sementara Jessifer hanya tersenyum tipis.

“Aaaaaw! My Darling, darling-darling, dadar guling!” Madame Mimesis berlanting saat matanya bergulir ke arah Valentine. Lalu menghambur ke arah pemuda itu sembari merentangkan kedua tangannya seperti fans gila dan menerkamnya seperti gorila.

Valentine mengekrut dalam rengkuhan Manusia Jadi-jadian itu sembari meringis.

Jessifer membekap mulutnya menahan tawa.

Deadheart dan Ele Seven terbahak-bahak.

Thunder tetap memasang wajah ketus sembari bersedekap.

“Singkirkan Keparat Lonomia-obliqua ini dariku!” pekik Valentine sembari menggeliat-geliut mencoba melepaskan diri.

Lonomia obliqua adalah ulat ngengat sutra raksasa dari Uruguay.

“Ish, jahat!” Madame Mimesis akhirnya melepaskan pelukannya dan memukul bahu Valentine sembari mengerucutkan bibirnya, pura-pura marah. “Masak Dede disamain sama ulet sutra Uruguay! Dede uler gabon Afrika, tau!”

Tidak ada yang tertawa kecuali Ele Seven. Tidak satu pun dari yang lain mengerti apa yang dikatakan Madame Mimesis. Itu adalah Bahasa Indonesia sehari-hari yang telah terkontaminasi bahasa gaul.

Semua orang di Athena Minor menggunakan bahasa Inggris.

“Apa yang dia katakan?” tanya Deadheart pada Ele.

“Dia bilang dia bukan Ulat Sutra Uruguay, tapi Ular Gabon Afrika,” Ele Seven menerjemahkan.

“Tidak lucu!” celetuk Thunder tanpa ekspresi.

“Hmh!” M2 mendengus sembari memalingkan wajahnya dengan cemberut. Tidak ada yang lucu di mata Thunder Rider, rutuknya dalam hati. Kemudian menarik salah satu bangku di antara Jessifer dan Valentine dan menghempaskan dirinya di bangku itu.

“Pastikan lain kali kau menggunakan Bahasa Inggris saat membuat lelucon,” gerutu Deadheart setengah mencebik.

“Paling tidak gunakan bahasa manusia,” timpal Thunder dengan raut wajah ketusnya yang khas. Marah tak marah garis wajahnya memang selalu terlihat ketus.

“Sekarang aku mengerti apa maksudnya pria Line 7 jarang yang berumur panjang,” erang Valentine sembari mendelik ke arah M2. Sekadar mengalihkan perasaan canggung.

Ele dan Deadheart tertawa.

Jessifer hanya tersenyum tipis.

Thunder tetap memasang wajah datar.

“Katakan,” ungkap Jessifer setelah semua orang tenang. “Informasi apa yang kau bawa terkait misi kami?” tanyanya pada M2.

“Bisakah kau membiarkan aku memesan kopi dulu?” ratap M2 dengan raut wajah memelas.

“Kami?” Thunder tiba-tiba menyela sembari menatap Jessifer dengan mata terpicing.

“Captain memutuskan untuk mengambil misi ini bersama Seventhson!” Ele Seven memberitahu.

Mata Thunder bergulir ke arah Valentine, kemudian beralih pada Jessifer, lalu beralih lagi pada Valentine.

Valentine bergerak gelisah di tempatnya. Entah kenapa tatapan Thunder membuatnya merasa tak nyaman. Diam-diam ia mengerling ke arah Jessifer. Gadis itu tidak tampak terganggu sama sekali.

“Bukankah kau bilang kau bukan petinju?” Thunder beralih lagi pada Jessifer.

“Well—yeah, aku memang bilang aku bukan petinju!” Jessifer berkilah. “Tapi aku tak bilang aku menolak misi!”

“Kau memang ahli bersilat! Terutama bersilat lidah,” seloroh Thunder sembari mendengus.

“Dia hanya tak pernah menyelesaikan perkataannya,” sela Deadheart menimpali.

Ele spontan tertawa. Membuat Thunder spontan mendelik ke arahnya.

“Lagi pula peran fighter dan transporter tidak bisa dilakukan oleh satu orang,” tukas Jessifer beralasan. “Omong-omong, bukankah kau bilang kau sedang berada di misi lain?” Selorohnya balas menyindir. “Kenapa kau harus repot-repot mengurusi misi yang lain lagi?”

“Jangan lupa aku yang memberikan misi ini,” tukas Thunder sambil melotot.

“Haish! Sudahlah! Kenapa kita harus memperdebatkan soal siapa yang mengambil misi, siapa yang memberikan misi?” M2 menyela dengan gaya bicara seperti guru wanita yang melerai perkelahian murid-muridnya. “Bukankah masih bagus misinya tidak jatuh ke divisi lain?”

Thunder dan Jessifer langsung terdiam.

M2 mengangkat sebelah tangannya untuk memanggil pelayan, kemudian memesan kopi untuk Thunder dan untuk dirinya.

“Aku punya sedikit catatan mengenai kebiasaan target,” bisik M2 setelah pelayanan itu pergi. Kemudian merogoh ke dalam tas genggamnya dan mengeluarkan secarik kertas yang lalu disodorkan pada Jessifer. “Aku ingat aku pernah menyamar sebagai dia,” katanya menambahkan.

Jessifer membuka lipatan kertas itu dan mempelajarinya beberapa saat, kemudian memberikannya pada Valentine.

Valentine menerimanya dan membacanya.

“Ingatlah untuk membakarnya setelah kau menghafalnya!” M2 mengingatkan pada Valentine.

“I know,” jawab Valentine tanpa mengalihkan perhatiannya dari kertas yang sedang dibacanya.

“Aku juga punya sedikit tambahan informasi!” Thunder menimpali.

Semuanya mata serentak mengerling ke arah pria itu.

Thunder berdeham dan membungkuk menautkan kedua jemari tangannya dengan sikut bertumpu pada meja, bersiap untuk mengatakan sesuatu. Tapi tak jadi bicara dan buru-buru menegakkan tubuhnya lagi ketika seorang pelayan menghampiri meja mereka.

Pelayan itu mengangguk dengan sopan, kemudian menata pesanan mereka di meja.

Thunder balas mengangguk ketika pelayan itu menaruh secangkir kopi di depannya.

Pelayan itu menanggapinya dengan senyuman ramah, kemudian berbalik menjauhi meja mereka.

Thunder kembali membungkuk. Yang lain-lainnya turut membungkuk---bersiap mendengarkan.

“Target akan mengantar paket penting malam ini,” bisik Thunder. “Klien kita menginginkan paketnya!”

“Malam ini?” Jessifer memekik tertahan. Kemudian melirik Valentine dengan tak yakin. Apakah dia siap?

Terpopuler

Comments

Nusan

Nusan

tanggung jawab kau es
aku begadang nih

2021-06-18

0

Lingling Sweet

Lingling Sweet

diluar dugaan 😱
👏👏👏👏👏

2020-12-08

0

Is

Is

idddiiisshhh gokiiilll 🤘

2020-10-20

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!