"Selamat Datang di tim 77" sambutan dari remaja perempuan berambut coklat bersemangat.
Diruangan ini, Ian melihat 2 laki laki dan 1 perempuan yang sebaya denganya.
"Lah?!" tanggapan perempuan itu berubah dratis yang tadinya semangat menjadi kesal ketika melihat kami berdua.
"Katanya Ada Perempuan! Kenapa kedua nya laki laki?!" memarahi Nira karna telah membohongi perempuan itu.
"Saya kan perempuan, makanya ada perempuan yang datang" Jawaban Nira dengan santai dan merasa bahwa apa yang dikatakannya memanglah benar.
"Akh! Nira!" Berteriaknya seperti kesal mendapat sebuah harapan palsu. Ian menjadi salut dengan perempuan ini.
"Mereka anggota barunya?" Lelaki berambut hitam menjadi pembicara kedua diantara mereka tadi.
"Iya, mereka anggota barunya. Anak kecil yang memegang boneka itu bernama Lutka dan yang disampingnya Ian" Mengarah ke Lutka dan Ian yang masih berdiam diri untuk memperkenalkan mereka.
Ian hanya bisa tersenyum kepada mereka bertiga sedangkan Lutka,
"Kakak ayok main!" Ajaknya sambil menyodorkan Tedy kearah perempuan tadi.
"Main?"
"Iya, main boneka milik adek Lutka"
" Mainnya nanti aja"
"Yahh.." Lutka cemburut mendengar perkataan gadis itu.
"Dan Ian,Lutka. Perkenalkan orang yang akan menjadi rekan kalian. Cewek yang memegang sniper bernama Ino"
"Senang berkenalan dengan mu"
"Cowok yang memegang pedang panjang dan tipis itu bernama Bayu"
Lelaki berambut hitam tadi menanggapi dengan senyum tipis.
"Cowok yang selalu diam itu bernama Aldo"
Menunjuk kearah laki laki yang selalu memakai tudung dari bajunya. Laki laki itu tidak menanggapi dan Ia daritadi hanya terus memegang perut nya.
Ian memperkirakan posisi Team ini.
Aldo, remaja laki laki dengan Belati di saku kanan dan kirinya, Ian menebak bahwa dia mungkin Assasint team ini,Ino yang menjadi penyerang jarak jauh bersama dengan Lutka.
Mungkin Lutka akan memilih maju melihat sifatnya yang suka mengajak untuk bermain.
Bayu menjadi penyerang dekat dan Aku hanya support untuk mereka.
" Untuk masalah posisi terserah pada kalian, kami memberi waktu selama 1 hari. Di hari kamis kalian akan mulai melakukan misi"
"Ok"
"Tunggu!" Ian protes.
"Ada apa Ian? Ah, kalau untuk mu protes nanti saja, ada yang mau kutunjukkan supaya dirimu berguna bagi tim nanti.
Ok malam ini kalian berada di kamar blok J10, Setiap team mendapat 1 kamar supaya kalian makin akrab. Walau kamar tidak akan berguna sih sebenarnya" Jelas Nira
"Selamat malam semuanya, dan pergi kekamar kalian" Nira meninggalkan mereka berlima.
Ian,Lutka, Ino, Bayu dan Aldo pun segera pergi ketempat kamar mereka dengan Ino yang berada didepan memimpin kami.
Sekian lama mereka berlima berjalan, Akhirnya mereka sampai dirumah yang sederhana namun nyaman jika dilihat dari depan.
"Ku kira hanya kamar saja, ternyata rumah" Ian masih menatap rumah sederhana didepannya dengan menceguk.
"Kau ternyata masih baru ya disini" Bayu dengan ramah.
" Iya, kalian udah begitu lama?"
" Hmm, mungkin dari kecil. Ah, udah 10 tahun kami disini" Ino menjawab namun ketika menyebut 10 tahun, Gadis itu mengeluarkan setetes air mata tanpa disadari oleh keempat laki laki itu.
" Baru sadar kita udah 10 tahun bersama" Kalimat pertama Aldo yang Ian dengar.
Mereka pun segera masuk kerumah sederhana itu.
"Karna aku perempuan sendiri di team ini, maka mendapat kamar sendiri. Tidak boleh berbagi dan kalian jangan macam-macam" mengintimidasi 4 pria dibelakangnya.
" Yang ada kami kesempitan! Kenapa Lutka tidak bersamamu!" protes Bayu
" Aku mau sendiri! Dah sampai jumpa!"
Bruakk Suara bantingan pintu yang disebabkan oleh Ino.
"Apa boleh buat, Dia memang seperti itu" Aldo menyaut.
"JAM 8 NANTI AKAN RAPAT!" Teriak Bayu yang suaranya terdengar ke penjuru ruangan, Bayu melakukan itu supaya Ino mendengarkan suaranya.
Setelah teriakan itu terdengar ke punjuru ruangan, mereka yang masih berada diruangan tamu pun membubarkan diri. Bayu yang duduk di sofa sambil melihat kelayar TV, Aldo menuju ruang dapur untuk mencari makanan bersama Lutka.
"Kenapa masih berdiri?" tanya Bayu melihat Ian yang masih berdiam diri ditempat semula.
"Tidak ada, hanya masih berbaur dengan lingkungan"
" Ini pasti berat bagi mu yang masih baru bukan?" sambil membersihkan bilah pedang dengan sapu tangannya.
"Enaknya, masih bisa merasakan kebebasan."
Tak ada tanggapan dari Ian. Ian hanya mendengar keluh pemuda disampingnya, Dilihat mungkin Bayu memiliki usia lebih tua dari Ian.
"ingin bertanya, jika kalian bertiga sudah lama berada disini, kenapa dengan teamnya?" tanya Ian, Ian begitu penasaran. Jika mereka sudah lama berada disini, secara tidak langsung sudah pasti mendapatkan tim lebih lama.
" hmm, ya.." Raut wajah Bayu terlihat sangat jelas bingung menjawab pertanyaan Ian.
"Kalau tidak diceritakan tidak apa" Ian tidak memaksa Bayu untuk bercerita, Ian memilih ke dapur menyusul Aldo dan Lutka dan meninggalkan Bayu sendiri diruang tamu yang masih membersihkan pedangnya
Pukul 8 telah tiba.
Kelima anggota Team 77 berkumpul di ruang tamu, mereka mengelilingi meja hitam berbentuk persegi panjang.
" karna kita baru ketemu, apalagi dengan kalian berdua. Ada baiknya saling memberitahu kelebihan masing-masing supaya saya bisa menentukan posisi nanti" Bayu membuka suara.
"Karna saya yang mengusulkan ini, maka saya yang memperkenalkan diri lebih dalam. Nama Bayu umur 19 tahun. Kelebihan bermain Pedang yang bisa kalian lihat. Untuk Anugerah 'Teleport'"
Bayu mendadak berada disamping ku, aku tentu saja kaget karnanya. Teleport, kekuatan yang diinginkan setiap orang untuk mudah pergi kemana saja.
"Namun, aku hanya bisa teleport ke apa yang kulihat dalam pandangan ku. Seperti itu perkenalannya dan kita memulai dari kiri." Melihat kesisi kirinya untuk melanjutkan perkenalan diri.
"Aldo, 18 tahun. pengguna belati, dan anugerah ku 'Parasit'."
Aldo mengangkat tangan kanannya, tak lama kemudian telapak Aldo berubah menjadi panjang setiap jarinya. Aldo dengan mudah mengubah ujung jarinya menjadi lebih tajam ataupun tumpul.
"Huaa, mirip seperti Rita" Ian berkata kagum dengan Aldo.
"Rita dan saya berbeda, mungkin bisa sama sih. Kurang lebih seperti itu"
"Abang Aldo, berarti Lutka boleh main bersama Abang?!" Lutka bersemangat melihat
"Maaf abang malas untuk bermain" jawab Aldo dengan nada singkat sambil menutup mata.
" Ok lanjut, Ino 16 tahun. Pengguna Sniper dan Anugerah 'All Bullets'. Tanpa mengadakan perkumpulan ini pun aku akan tau akan mendapat posisi belakang" Ino, Ian saat ini mungkin tau dengan sifat perempuan didepannya.
"Apa aku juga harus menunjukkannya?"
"tidak perlu, tidak ada target"
"Baiklah"
"Aku aku selanjutnya!" Lutka kembali bersemangat.
"Nama Lutka umur 10 tahun, Suka bermain tapi tidak ada yang mau bermain bersama Lutka. Harusnya mereka senang karna bermain boneka. Kakak mau main sama Lutka tidak?" Lutka menyodorkan boneka Tedynya.
"Tidak ada bermain hari ini, jadi Lutka bisa apa?" tanya Bayu menolak halus ke 10 kalinya.
"Yah, yasudah. Lutka bisa bermain dengan boneka saja" menunduk karna tidak ada yang mau bermain dengannya.
Ian berbisik ke Bayu yang berada disebelahnya, Ian memberi tau bahwa Lutka bisa merubah sesuatu menjadi boneka dan mengendalikannya. Bayu melanjutkan info yang didapat dari Ian, mereka berempat pun melakukan pesan berantai.
"Terakhir Ian, silahkan"
Ian akhirnya mendapat giliran untuk memperkenalkan diri.
" Nama Ian, 17 tahun. Aku tidak ahli dalam menggunakan senjata. Anugerah ku sendiri tidak tau bernama apa" perkenalan Ian membuat mereka menjadi begitu bingung.
#bersambung
Gambaran Team 77 walau diambil dari Pinterest '-
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 41 Episodes
Comments
Sky Queen
semangat thor💪
2021-01-18
0