Part 4 : Mimpi REVISI

Ian dan mbak Fia terkejut atas kehadiran tamu tak terduga ini. Sudah kedua kalinya mereka mendatangi kerumah ini, namun jumlah mereka lebih sedikit dibanding kemarin.

"Iya pak ada yang bisa saya bantu?" tanya mbak Fia.

"Maaf mengganggu, kami melihat gerak-gerik remaja yang dibelakang ibu  mencurigakan" Jawab salah satu dari mereka yang menunjuk.

Mbak Fia menoleh kebelakang untuk melihat yang ditunjuk prajurit itu. Ian  memasang ekspresi tidak tau apa apa saat mereka memerhatikan dia.

"mencurigakan ?" Mbak Fia bertanya sekali lagi.

"Anak itu berlari terburu buru dan menabrak orang. karna keadaan saat ini, sepatutnya kami akan curiga walau sekecil masalahnya" jelas dia.

"Begitu ya pak,maaf jadi salah paham begini" Ucap mbak Fia dengan senyum ramahnya.

"Ian bisa jelasin kenapa kamu begini?"

"Maaf pak dan terimakasih telah perhatian seperti ini. saya terburu buru karna takut telat memasak untuk makan malam nanti" Jawaban yang hanya bisa Ian berikan.

"Soalnya tadi pagi saya melihat mbak Fia kurang enak badan, jadi saya begitu terburu buru tadi. maaf" Lanjut Ian sambil membungkuk dan berharap bahwa ini berhasil.

"Maaf kami menganggu. Kami hanya menjalankan tugas demi keamanan umum. Jika melihat hal mencurigakan terutama terkait buronan ini, saya harap ibuk dan adik melaporkan  kepada  kami" Ucapan perpisahan penekanan dari prajurit itu.

"Baik pak, terima kasih. Kami akan melapor" Jawab mbak Fia.

"Kalian, tolong awasi kembali rumah ini untuk sesaat. aku akan kembali ke pos untuk melapor hasil hari ini." Ucap salah satu dari prajurit itu setelah menjauh dari rumah Ian.

"Baik" jawab kedua rekannya dengan serentak.

.....

"Mbak,terima kasih." tak lupa Ian mengucapkan terimakasih kepada mbak Fia karna menutupi semua ini.

"Sama sama. mbak hanya membantu sampai sini saja. selebihnya, mbak tidak akan ikut terlibat dengan perbuatan mu ini Ian." Nada kelelahan dengan tingkah laku anaknya Ian. bukan pertama kali untuk Ian melakukan semua ini.

"Kenapa kamu ikut terlibat dengan dia? Bahkan dia itu bukan siapa siapa kamu Ian?" Tanya mbak Fia.

Setelah pertanyaan yang dilontarkan oleh mbak Fia, Ian menjadi diam sesaat. Ian ingin memberikan jawaban yang akan bisa diterima oleh kakaknya. Tidak mungkin Ian memberi alasan bahwa perempuan yang ia selamatkan sedang meminta tolong melalui mimpi Ian.

"Tidak bisa memberi tau ya.. baiklah, mbak yakin bahwa itu tindakan yang benar bagi mu. Mbak ingin kamu  tidak lari dari apa yang kamu lakukan ini. Tentu akibat dari masalah ini akan mempengaruhi masa depan mu Ian." ucapannya sambil mengelus rambut perak milik Ian.

"Baik"

....

"Anna larilah!!!!" Teriak salah satu dari mereka yang berhasil tertangkap oleh pasukan yang entah darimana. 

"Tapi?!!" bantah Anna.

"Jangan pedulikan kami!! Cepatlah lari!" perintah gadis disamping pria itu.

Karena perintah dari seniornya, Anna tak ada pilihan lain untuk mengikuti. *'hosh hosh' nafas Anna memburu. Larinya begitu lambat jika dibandingkan oleh orang yang mengejarnya karna kaki kecilnya itu.

"Hey disana!! cepat tangkap Anak itu!" perintah salah satu rombongan itu kepada rekannya.

"Haduh"  Anna tersandung oleh batu didepannya. 

"Haha, kamu tidak akan bisa lari lagi sekarang. Jadilah patuh, atau kamu akan lebih tersakiti lagi." Pasukan itu berhasil mengekang tangan Anna. 

"Tidak!!Lepaskan!!" bentak Anna.

"Diamlah!! jangan membentak!! biarlah kami bekerja dengan lancar!!" Teriak dia sambil menyeret Anna dengan kasar.

Aura merah pun menyerang pria yang menyeret Anna dengan cepat, sehingga membuat dia terseret begitu jauh dari tempat Anna.  

"Kak Yuno" ucap Anna ke orang yang menolong nya tadi.

"Ayok cepat lari Anna!" Yuno menjulur tangannya ketempat sang adik untuk membantu nya berdiri. Namun, sebelum tangan Anna mencapai Yuno, Yuno tertusuk tombak besi dari belakangnya.

"huff" darah keluar dari mulut Yuno akibat tusukan itu.

Anna terdiam sejenak. Pupil mata Anna mengecil, kejadian yang begitu cepat berlalu.

"Kakak!!" Anna berteriak histeris. Kakinya semakin tidak bisa digerakkan, bukan! Anna tidak ingin meninggalkan kakaknya. Anna tidak ingin sendirian, Anna ingin ikut bersama kakaknya.

Yuno menggerakkan bibirnya seakan ingin berbicara kepada Anna. Karena darah yang keluar dari mulut Yuno, Yuno tidak bisa mengeluarkan suaranya.

"Kakak jangan berbicara, Bertahanlah kakak" panik Anna. Anna berusaha untuk menutupi luka yang terbuka lebar di perutnya.

Yuno tersenyum dengan apa yang dilakukan oleh adik nya.

"Sampai Jumpa Anna" walau tak mengeluarkan suara, namun gerak gerik bibir Yuno bisa dibaca. Yuno pun tersenyum lega dan nafas nya berhenti.

"Tidak Kakak!!!" Gadis Merah terbangun dari mimpi itu. Ia berkeringat dingin.

hosh,hosh

Nafas Perempuan itu begitu berat seperti sudah berlari kencang. Ian menyaksikan sendiri bagaimana Perempuan itu mengingau apalagi disaat Perempuan itu menyebut "Kakak" dalam mimpinya.

"Bermimpi buruk?"

Dia hanya mengangguk pelan.

"Aku ingin membangunkan mu tadi. Aku membawa makan malam"

"Setelah makan, beristirahatlah lagi. karna setelah itu mungkin kamu akan pergi sekali lagi. Tentu aku akan menemani mu"

Perempuan itu menatap Ian dengan bingung. Tetapi, dia mengangguk kan kepala saja untuk merespon perkataan dari Ian.

"Baiklah sampai jumpa di Dini Hari" Ian melangkah keluar dari kamar ini.

Perempuan kembali termenung beberapa saat. Lalu, ia memakan makanan yang dibawa Ian untuk mengisi perutnya yang sudah berbunyi.

******

" Lapor pak! Jejak Napi 01 tidak ditemukan" lapor prajurit ke atasannya.

Brukkkk!! "sialan! kemana dia pergi?!" Orang yang menjadi atasan mereka itu memukul meja karna kesal tidak menemukan Napi 01.

"Apakah ada laporan lain? Petunjuk kecil ada?!" tanya tegas orang itu.

Tidak ada yang menjawab pertanyaan atasan mereka, semua terdiam.

"Siap pak, saya ada!" Jawab Prajurit yang tadi memeriksa Ian.

"Silahkan Laporannya" perintah orang itu.

"Remaja laki laki dari daerah kota Northen!" jawab prajurit tadi.

Orang itu kebingungan atas jawaban yang diberikan oleh bawahannya.

"maksud?" tanyanya penasaran.

"Napi 1 terakhir terlihat di sebuah Panti ujung kota Northen. dan kami mencari disekitaran sana tidak menemukan jejak. Namun, semenjak Sore hari setelah kehilangan Napi 01. Remaja laki laki  terlihat terburu buru dan menabrak warga sekitar pak! Saat kami menanyakan alasan anak itu tergesa gesa, Ia menjawab untuk menyediakan makanan makan malam" jawab prajurit itu.

"Apa hubungannya?" Tanya orang itu sekali lagi.

"Saat kami menanyakannya, alat deteksi yang baru tercipta merespon sinyal dari anak itu walau lemah. harap bapak mengerti maksud saya" jelas prajurit itu.

Orang itu pun mengerti maksud dari Bawahannya. Tempat dimana Napi terakhir terlihat, dan dengan respon alat baru. Jika anak itu salah satu Anugerah, pasti memiliki alasan untuk menolong Napi.

"Laporan yang bagus" Respon orang itu, terlihat dimatanya menemukan sepercah harapan.

Napi 01 harus ketemu! Dia adalah klan Asli terakhir didunia ini'

#Bersambung

Terpopuler

Comments

Angelenzyy

Angelenzyy

Nextt semangat ya thorr

2020-09-23

0

Bunda umu

Bunda umu

semangat ya thor. ceritanya bikin tegang urat syaraf😆😆😆😆.

salam dari MISTERI DIBALIK TALI GANTUNGAN

2020-08-30

0

JstDie.

JstDie.

Like ❣
Gas terus kak 🔥😆

2020-08-29

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!