" Selebihnya, tetap mencari jejak Napi-01! Bubar" Perintah orang itu.
"Siap pak" mereka menjawab serentak dan langsung membubarkan diri.
Dini hari
sudah Dini hari pun tiba. Aku akan pergi ke Rumah lama bersama Gadis Merah itu.
"oi bangun" aku membangunkan Gadis Merah yang tertidur lelap. Gadis merah itu pun perlahan bangun dari tidur nya.
"Udah Dini hari ini, ayuk siap siap" perintahku.
Gadis merah itu segera menyiapkan diri. Selesai bersiap siap aku langsung menjulurkan tangan ku.
"Ayok!" Ajak ku kepadanya.
Gadis Merah tampak ragu dengan juluran tangan ku.
"Udah sini" Aku melangsung menarik tangannya yang ragu itu.Kami mengendap endap pelan menuju pintu belakang rumah. Tujuan kami ialah arah Utara.
Kami pergi menggunakan tudung yang berguna untuk menutupi kepala kami. kami berlari melompati batu ke batu, dahan ke dahan.
Aku tidak perlu khawatir tentang prajurit yang Melitasi. Prajurit daerah perbatasan akan selalu disibukkan untuk mengurusi monster diluar perbatasan.
" ngomong ngomong, selama ini kita belum memperkenalan diri lebih lanjut." ucap ku dalam keheningan diantara kami berdua.
" Aku Ian, pemuda kelas 11. salam kenal" lanjutku.
Gadis Merah tidak membalas sapaan ku ini. Aku tidak memperhiraukan atas tindakan dia walau hanya sedikit kesal.
Kami atau lebih tepatnya diriku, perlahan lahan mengurangi laju. Gadis Merah mengikuti tindakan ku ini.
Didepan jalan kami, Kunang kunang berterbangan disaat langkah kami berhenti. Satu terbang, yang lain didepannya ikut terbang pelan. Terlihat, kunang kunang itu menuntun kami ke suatu jalan.Rembulan pada saat itu juga bersinar.
Jalan yang didepan kami, tampak indah. Gadis Merah itu terkesima dengan pemandangan yang didepannya. Aku memerhatikan wajah saat ia memasang ekspresi itu. Ia mengeluarkan sedikit air mata, jelas sekali ia menahan Air mata itu untuk keluar lebih deras.
"Perbatasan sebentar lagi akan terlihat" ucapku.
"Tetap ikuti aku. dan satu hal lagi, pemandangan didepan begitu mengerikan namun akan menjadi menakjubkan jika memasuki lebih dalam" Lanjut jelasku.
Sengaja ku langkah pelan, supaya Ia bisa menikmati lebih lama.
Kini kami sudah berada di perbatasan. di perbatasan itu ada tembok besar. Aku meloncati dahan pohon ke tembok itu sambil mengendong Gadis Merah.
Dibalik tembok besar itu, Prajurit beserta orang yang tidak memakai baju seragam itu sedang melawan monster yang menghadang.
Tidak tau alasan apa yang monster itu rela untuk memasuki wilayah ini, mereka akan terus menerus melawan hingga Tembok ini pernah hampir runtuh.
Banyak darah dimana mana, tidak tau apakah itu darah monster atau manusia itu sendiri. Alasan inilah yang membuat Anugerah akan terus bersembunyi di dalam masyarakat. Tak peduli ia masih balita,remaja bahkan orang tua. Mereka dipaksa untuk dilatih dan jika sudah dilatih maka mereka akan bertarung melawan ini semua.
Saat ini aku berada diatas tembok, segera aku menurunkan Gadis Merah dari gendonganku. Wajah Gadis Merah yang tadi terkesima kini terkejut. Wajah nya begitu pucat ketika melihat apa yang terjadi didepannya.
Tak berlama lama, aku langsung mengucapkan "Skill Aktif".
Cahaya hijau keluar dari tubuh ku, Cahaya itu segera menuju kedepan. Angin tornado muncul ditengah tengah mereka. Orang orang disana tentu kebingungan dengan kehadiran itu.
"Sial kenapa ada angin besar sih?!" gerutu salah satu dari mereka.
"He liat?! kehadiran angin ini juga membuat mereka berhenti dan luka luka kita langsung hilang" Teriak perempuan di sana.
"Pasti ada anggota baru, Anugerah penyembuhannya luar biasa" Ucap senang pria disana.
'Byuahh' darah keluar dari mulutku, badanku hampir saja tumbang. Gadis merah sempat untuk menompang tubuhku yang hampir jatuh.
disaat aku kecil, aku pernah melakukan ini.
" walau pernah melakukannya dulu, namun tidak seberapa dengan tubuh remaja ini" ucapku sambil mengelap bibir untuk membersihkan darah ini.
Gadis Merah tadi memasang wajah khawatirnya saat aku tumbang tadi, namun ia mungkin teringat ketika aku menyelamatkannya dan kembali memasang wajah dinginnya itu.
"Ayo kita lanjutin, sudah sekitar jam 02.30" ucapku ketika melihat bulan. Kami pun melanjutkan perjalanan ini.
Selama Ian dan Gadis Merah berlari, Diatas langit malam ada siluet manusia dengan sayap besarnya. Tampak seperti malaikat yang turun ke bumi untuk mengawasinya.
Saat mengawasi apa yang terjadi dibawah, semua monster sudah menjauh dari tembok besar itu.
Sosok malaikat itu pun segera turun dari tempatnya mengawasi. Lalu, ia menghampiri orang terdekat.
"Apa yang terjadi?" tanyanya ke perempuan tadi.
"Ada angin besar datang. Angin itu membuat monster berhenti dan mendekatinya. Angin itu juga membuat luka kami menjadi pulih. kemungkinan ini dari anggota yang baru datang" jelasnya singkat dengan hormatnya.
"anggota baru? Atasan tidak memberitauku. Terima kasih dan lanjut bertugas" perintah sosok itu.
"Baik Buk" jawab dengan hormat.
Sosok itu pun mengepakkan sayap putihnya dan segera menuju pos yang disana. Sosok itu terlihat seperti perempuan, ia juga menggunakan topeng berbentuk rubah.
Setelah sampai di Pos, Sosok itu turun dan menghilangkan sayap putihnya.
"Wah ada AGU-3, ada apa? tumben mampir ke pos kecil seperti ini?" tanya pemimpin dipos ini.
"saya hanya ingin mengetahui ini lebih detail, Jack" jawab sosok yang diduga AGU-3.
"ini sudah lama tidak terjadi setelah 5 tahun berlalu" lanjut AGU-3.
" benar, ini sudah tidak terjadi setelah 5 tahun lalu,rita" balas Jack setelah mendegar penjelasan AGU-3 Rita.
"Kudengar ini adalah perbuatan anggota baru dari perempuan diluar tadi. Dimana dia?" Rita melanjutkan pembicaraan.
"Anggota? belum ada kiriman anggota baru kesini. Bahkan saat ini ku dengar Atasan masih mencari yang lain."
"Belum ada? aku mengira Atasan berhasil menemukan orang yang membuat hal sama 5 tahun yang lalu."
"Baiklah terimakasih Jack, aku akan pergi untuk melapor" Rita melangkah ke pintu dan mengeluarkan sayapnya.
*****
Setelah sudah jauh dari area tadi, Aku dan Gadis merah berlari. Aku hanya bisa membantu mereka sedikit, namun aku berharap apa yang aku lakukan pada saat itu akan mengurangi beban mereka.
Sudah beberapa lama kami melaju,kini kami kembali menemukan pemandangan yang luar biasa dibanding sebelumnya. Kami memperlambat laju kami untuk melihat ini semua. Berbagai macam makhluk disini, mereka terlihat menyambut kedatangan kami. Hewan mirip kunang kunang menuntun kami seperti dibalik tembok, Makhluk menyerupai rusa namun berbadan manusia melewati kami mengikuti cahaya kunang kunang.
Aku melihat Gadis Merah kembali terpukau dengan semua ini, Gadis itu seakan melupakan kejadian tadi.
Tidak lama kemudian, waktu menunjuk sekitar 3.30 kami sudah berada ditujuan. Reruntuhan didepan kami lah yang terlihat. Bangunan yang sudah menyatu dengan alam, Makhluk hutan pun menjadi penduduk reruntuhan itu.
"Aku pulang" ucapku pelan. Ya, inilah tempat tinggal ku sebelum bencana itu terjadi.
Gadis Merah mendengar apa yang Ian katakan, Gadis merah itu menjadi teringat tempatnya berasal. Dimana ia dan warga lain hidup tentram namun Prajurit datang menghancurkan semua.
Gadis Merah sedikit demi sedikit mempercayai Lelaki disebelahnya.
"Namaku..." ucap Gadis merah pelan.
"Anna, namaku Anna Redly. Senang berkenalan dengan mu Ian" ucapnya lagi.
Aku terkejut dengan tindakannya.
" Hahaha dari sekian perjalanan, akhirnya kamu bicara juga. Aku kira kamu bisu" Aku tertawa pelan.
bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 41 Episodes
Comments
Bunda umu
datang lagi. semangat ya
2020-09-24
0
Angelenzyy
Like like
salam The Black Missions
2020-09-23
0
Seru lahh lanjuttt
2020-09-02
2