Sudah 10 menit semenjak Rita masuk kedalam ruangan itu. Dalam pikiran Ian ialah bahwa perempuan topeng tadi menjadi orang yang terakhir yang akan menghadiri rapat.
“Sepertinya mereka sudah dimulai ya ”
“Iya, mereka udah dimulai.Mungkin Rita menjadi yang terakhir ditunggu” respon Penjaga disamping kiri Ian.
“Anak bu Wulan ganteng sekali“ Penjaga disebelah kanan Ian begitu asyik dan terpukau disaat memerhatikan bayi yang Ian pegang tidur dengan nyenyak.
“Imutnya, kalian berdua juga tampak seperti kakak beradik” respon Penjaga disebelah kiri Ian.
“Anak bu Wulan itu cewek pak, namanya Fia” Ian membenarkan bahwa kelamin Fia ialah perempuan, bukan laki laki. Fia memang mirip dengan bayi laki laki karna pakaian yang Fia kenakan menyerupai laki laki.
“ Perempuan ya ternyata, waduh cantik sekali dek Fia, oom sampai tertipu dengan mu nak”
Mereka bertiga pun menghabiskan waktu dengan memerhatikan Fia tertidur lelap. Tak ada hal yang bisa mereka lakukan didepan ruangan itu yang mulai mengeluarkan hawa yang dingin.
"kenapa hawa nya begitu dingin ya?" ucap Penjaga yang kanan Ian tadi. Ia memeluk dirinya sendiri untuk menghangatkan diri.
" Mr.Berun sudah mulai serius tandanya. Rumornya sih gitu" Penjaga dikiri Ian menjawab pertanyaan yang dilontarkan rekannya.
"Mr.Berun?" tanya Ian kembali.
" Kamu tidak tau lagi? Mr.Berun itu ketua dari segala ketua."
"Ouhh, begitu.." Ian mengangguk mengerti.
Penjaga itu tidak sadar bahwa Ian dan Fia tidak terlihat begitu kedinginan.
Beberapa menit kemudian, Fia mulai menangis. Ian dan penjaga di sampingnya panik ketika melihat Fia bangun dan langsung menangis dengan histeris.
“ Pak gimana ?!” tanya Ian panik.
“ kan kamu yang tau ahli bayi nak, kok nanya ama bapak ?” penjaga dikiri bertanya balik ke Ian.
“Tapi pak- saya tidak bisa menyusui, ini gimana?”
Ian mengayunkan Fia supaya tenang. Ian berharap bahwa Wulan bisa mendengar suara tangisan ini, namun apa yang Ian harapkan tidak akan pernah terjadi karena ruangan itu kedap akan suara sehingga Wulan ataupun orang didalamnya tidak akan mendengar.
Ian berlari untuk masuk kedalam.
“ nak apa yang kamu lakukan?!“ mereka menghentikan tindakan Ian yang mau masuk.
“ bapak mau menyusui ini? Kan laki laki tidak bisa pak” sambil mengayunkan Fia.
“ Akhhh” kedua penjaga itu membiarkan Ian menerobos pintu masuk
“ Wulan, anak mu nangis!” teriak remaja lelaki yang wajah nya mirip seperti di hologram.
Remaja mengendong bayi kini menjadi pusat perhatian oleh orang orang didalam ruangan. Tubuh remaja itu menjadi kaku ketika ditatap oleh mereka, ditambah ketika ia melihat sosok yang berada di hologram adalah dirinya sendiri.
Wulan seketika bangkit dari tempat duduknya, dan segera menuju ke tempat pemuda itu berdiri. Wulan paham apa yang dimaksud pemuda itu ialah bahwa anaknya sedang kelaparan. Wulan pun mengambil Fia dari gendongan Ian lalu menuju keruang menyusui dan meninggalkan Ian masih berdiri dipintu depan.
Ian bingung mau melangkah kemana. Sebenarnya Ian bisa mengikuti Wulan dari belakang, Namun Ian melihat bahwa dirinya dibahas diruang rapat ini. Ian tak tau mereka membahas apa namun Ian yakin bahwa ini bukanlah hal yang baik.
“ Sa-ya permisi dulu” Ian kembali tersenyum kaku dan melangkah meninggalkan ruangan ini.
“ Berhenti” seseorang memperintahkan Ian dengan dingin untuk menghentikan langkahnya itu.
Tubuh Ian berhenti secara mendadak.
“ Kamu mau kemana? Nama mu Ian bukan?” Pria seperti umur 40 tahun itu berbicara kepada Ian. Ian yakin kalau itu adalah ketua dari segala ketua yang dikatakan penjaga tadi.
“ Bukankah saya harus pergi dari sini? Saya juga seharusnya tidak berada disini pak-“ jawab Ian.
“ Sepertinya kamu itu dekat dengan Wulan. Melihat Wulan keluar ijin, kamu pasti bisa menggantikannya “ Berun terus mengeluarkan pendapatnya seperti menyuruh Ian untuk ikut bersama mereka.
“ Kami memang dekat pak, Cuma kami baru pertama bertemu. Jadi saya pa-“ seseorang mendorong Ian supaya masuk dari belakangnya.
Ian melihat kebelakang, Penjaga yang bersamanya tadi mendorongnya
“Kenapa! Bukankah kita sudah menjadi teman!” wajah Ian mengatakan itu ke Penjaga bersamanya dengan begitu jelas.
“ Maaf, kamu siapa?” Penjaga itu membalas ekspresi Ian melalui wajah juga. ketika yakin Ian sudah berada jauh dari pintu masuk, mereka menutup pintu dan mengunci dari luar.
“ Jadi?” tanya Berun yang merasa sudah menang.
“ Ahh” Ian mendengus pelan dan melangkah kakinya ke meja tempat Wulan duduk tadi. Kursi Wulan yang berada didekat Nira.
Ian merasakan tatapan dari anggota lain.
“ Tenang aja, kamu disamping ku Ian” Nira menyemangati ku dan aku yakin mungkin itu akan berguna sedikit sekali.
“Ok kita lanjutkan rapat yang tertunda karna remaja tadi. “ Berun berkata untuk memerintahkan lanjut kearah Zyne setelah melihat remaja yang bernama Ian itu duduk manis dikursi yang disediakan.
“ Baik pak.”
“Ian Azka yang diduga terlibat dalam 2 peristiwa. Yang pertama terlibat dengan hilang nya jejak Napi-01. Untuk kedua ialah Ian muncul digerbang bagian utara dan turut membantu Dr.Nira dalam mengerjakan tugasnya sebagai perawat.
Kemunculan Ian juga bersamaan dengan kemunculan Sendatzailea.” jelas Zyne panjang lebar.
“Dan jika alasan anak itu hanya kebetulan. Saya akan mengeluarkan pendapat bahwa itu tidak mungkin.” Zyne langsung saja mengeluarkan pendapatnya.
“Bukan kah ini menjadi aneh? Ikut rapat dengan membahas dirimu sendiri?! Dan dia langsung mengeluarkan pendapat disaat diriku mau mengelak. Akhh sudah lah pasrah aja. Dan apa maksud dari Sendatzailea?” keluh dan pertanyaan Ian yang hanya didengar oleh dirinya sendiri itu.
“ Dan Ian?” panggil Berun
“ I-ya pak?” Ian menjawab dengan gugup.
“ Apa kamu ada pertanyaan?” tanya pria berumur 40 tahun itu.
“ saya mengaku memang membantu Dr.Nira. namun saya tidak mengerti maksud dari Sendatzailea dan saya tidak tau mengapa ini menjadi poin penting sehingga mengatakan bahwa saya mungkin menjadi tersangka” jelas Ian.
“ dengan pernyataan itu, berarti anda mengaku bahwa terlibat dengan Napi01?” tanya Zyne seperti menjadi pengancara dalam pengadilan.
“ jika itu memang benar” jawab Ian singkat.
“ Namun jika iya, maka aku tidak tau dimana Napi01 berada.” Lanjutnya lagi
“Udah, tidak bisa mengelak! mau jawab apapun juga bakal ketahuan. Aku yakin pria yang menjadi ketua itu lebih ahli dalam pola pikir”
ucap Ian dalam hatinya yang benar benar pasrah. Ian menjadi lebih yakin untuk tetap bersembunyi dibanding terekspos begini.Namun suasana hatinya saat itu, ingin melindungi Gadis Merah.
“Adakah seseorang mau menjelaskan Sendatzailea kepada anak ini?” tanya Berun kepada orang didalam ruangan ini.
“Sendatzailea, kemampuan penyembuh yang luar biasa bahkan ini lebih mirip dengan dewa Pan. Dirumorkan kemungkinan Sendatzailea bisa membangkitkan seseorang. Namun secara penelitian dan cerita kuno yang dilakukan oleh team penelitian, Sendatzailea hanya bisa menyelamatkan orang yang sekarat. “
“ Hal yang membuat keberadaan nya menjadi penting ialah, Sendatzailea bisa mempertahan jumlah orang orang yang bertarung. Ini juga bermanfaat untuk mengurangi kerugian kematian jika mengikuti perang besar” jawab Pria diseberang.
“ info yang begitu – bukankah ini menjadi rahasia?” tanya Ian.
“ tidak untuk mu nak, karna kamu akan menjadi bagian dari kami juga pada ujungnya” jawab pria itu lagi.
Ian terkejut siapa orang yang menjelaskan semua itu.
“ Halo nak, tidak menyangka kamu disini juga” pria itu tersenyum untuk menjawab atas keterkejutan Ian.
#bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 41 Episodes
Comments