"Haha, Serang lagi!!" teriak pria tak jauh dari wanita itu.
"kau juga, aneh seperti biasanya" ucap kecil wanita yang memerhatikan rekan anehnya. wanita yang berkomentar mulai kembali fokus ke monster di depan.
"mungkin diriku akan ikut gila dengan mereka, Ayokk sini monster sialan!!!" wanita yang tenang mulai mabuk. Semua kemarahannya dilapiskan ke monster disekitar.
Orang orang yang mundur karna terluka tadi kembali ke barisan depan seperti awal.
Wanita, Pria dan Anak itu tidak sadar dengan kehadiran rekan lainnya.
Mereka terus menerus menyerang hingga matahari telah terbit. Biasanya saat matahari telah tampak, monsters akan mundur dan kembali ke dalam hutan.
"hey, jangan lari. ayokk bermain lagi dengan ku" anak kecil mengejar monster yang mundur ke hutan.
"Ayok kejar mereka" Pria itu ikut mengejar dan menyemangatinya.
"Lutka, Barbar" wanita melesat maju lalu menahan mereka pergi lebih jauh dengan menarik kerah baju.
Lutka dan Barbar seketika berhenti ditempat karna kerah baju mereka ditarik oleh Wanita itu, Naya.
"Kak Naya, biarkan aku bermain lebih lama lagi" Lutka merajuk karna di hentikan dan masih ingin bermain.
"Nayaaaaa" Barbar ikut merajuk seperti Lutka.
"Lutka, sudah waktunya untuk kembali. Jangan terlalu ego kamu! Barbar, kamu juga jangan seperti anak kecil! kalian harus ingat waktu dan kendalikan diri" oceh Nayaa panjang lebar sambil menarik kerah mereka.
Lutka dan Barbar masih merajuk dan berusaha untuk melepaskan diri, namun Nayaa tidak membiarkan itu terjadi. Boneka Tedy tadi sudah kembali kebentuk lucunya, sedangkan boneka lainnya dibiarkan oleh Lutka.
Naya, Lutka, Barbar pun kembali ke pos untuk istirahatkan diri. Saat sudah didepan pos, mereka terkejut ketika melihat para medis didepan pintu masuk.Untuk pertama kalinya mereka bertiga melihat ini.
"Wah tumben sekali para medis langsung kedepan sini" Sapa Naya.
" Wah Naya kan? sudah lama kita ngak bertemu" jawab Dr.Nira
****
Aku terus menerus mengobati mereka, mungkin bukan mengobati namun untuk sembuh dari luka bahkan penyakit yang diderita mereka.
'Sungguh beruntung sekali kalian' ocehku dalam hati. Namun, aku tidak terlalu peduli dan bayaran atas ini semua ialah aku bisa melihat mereka dari dekat.
"Azka, setelah kau melakukan semua ini, aku jadi ingin menelitimu lebih dalam lagi" Dr.Nira berbisik ditelinga ku.
"Dok, tidak perlu untuk meneliti diriku ini. Aku masih sama dengan Anugerah lain" ucapku menolak secara halus ke Dr.Nira yang terus menerus ingin menelitiku.
"Walau menolak, Aku akan tetap meneliti dirimu. kau sungguh berbeda dengan yang lain Azka." Dr.Nira tidak mau kalah dan tetap begitu.
"berbeda?"
"Kau memang berbeda, mungkin dirimu tidak menyadari perbedaan itu." jelas Nira lebih lanjut ketika melihat ku kebingungan. Aku hanya diam, dan berpikir dengan maksud kata 'berbeda' yang dijelaskan Dr.Nira.
"Lebih herannya lagi, sikapmu sebagai anak baru berbeda dengan yang lain. Biasanya, Anak baru memiliki gangguan mental tetapi kamu seperti sudah terbiasa dengan pelatihan mereka."
"haa ituu..." aku bingung mau berkata apa atas penjelasan Dr.Nira.
"wah tumben sekali tim medis langsung ke sini" wanita yang sedang menarik kerah Anak kecil dan Pria menghampiri kami.
" Wah Naya kan? lama ngak bertemu" jawab Dr.Nira.
"Dokter? Wah Naya ngak nyangka ketemu dokter lagi" Wanita itu melepaskan kerah rekannya yang dipegang daritadi lalu merangkul Nira.
"kamu jarang sekali mampir ke UKS, udah kuat ya berarti"
"hehe bisa aja dokter" Dia bersipu malu dengan pujian Dr.Nira.
"kakak keren sekali bajunya" anak kecil seperti umur 10 tahun yang terlepas dari tangan wanita menyapa Dr.Nira memuji diriku.
"Makasih dek" aku berterima kasih atas pujiannya.
"kak ayok main?" ajak anak kecil didepanku. Seketika boneka Tedy yang dipegangnya menjadi besar dan tidak lucu lagi. Aku tersenyum cangung ketika ia mengajak main dan tau permainan dari anak kecil ini.
"Lutka! jangan sembarangan tunjukin bonekamu! dan jangan sembarangan ajak main orang!" wanita yang tadinya mengobrol dengan Dr.Nira, menarik kembali Anak 10 tahun yang namanya Lutka.
"Lutka, namanya yang lucu"
"makasih kak" anak itu melepaskan diri dari wanita menariknya dan menuju kearah ku.
"Kakak tau, itu nama pemberian adekku. Ya kan dek" Lutka menodorkan boneka tedy yang sudah mengecil.
"Kak ayo bermain" ajaknya lagi.
Aku mengerti apa maksud Dr.Nira tentang gangguan mental ini, mungkin mereka tampak normal namun itu hanyalah tampang luar mereka saja.
" Hey, kamu anak sini? atau aku yang jarang melihat mu? dan kenapa menutup diri seperti itu? kamu mencurigakan" Pria yang daritadi diam saja memerhatikan kami mulai mengeluarkan suaranya.
'to the poin sekali'
" Dia anak sini sekarang, cuma beda kelas dengan kalian yang suka datang disaat butuhnya saja. Dasar kalian main lupain dokter ini" Dr.Nira tampak ngambek dengan mereka.
"Azka, kamu juga jangan malu malu seperti tadi, bukalah penutup kepalamu. suka sekali main nutup nutupi, mereka itu juga rekan mu nantinya" Dr.Nira menyuruh aku untuk membuka penutup kepala ini.
"aku-" tak sempat menjelaskan alasan ku, angin besar mengampiri kami. Pasir pasir berterbangan hingga menciptakan badai debu dipagi hari. Orang orang disekitar melindungi kedua mata mereka dengan tangan masing masing dari debu.
Sosok mirip malaikat karna kedua sayap dipunggungnya dan topeng menutupi wajah menginjak tanah ini.
"Wah kakak Rita, ayo main dengan aku" Lutka kembali bersemangat dan boneka Tedy miliknya mulai berubah wujud menjadi ukuran 3x dari orang dewasa.
Boneka Tedy langsung menerjang manusia bersayap yang baru saja menyentuh tanah. Rita dengan cepat menangkis serangan dari boneka besar milik Lutka. Rita kalah ukuran dengan lawannya.
Rita langsung saja merubah tangan nya menjadi pedang yang tajam. Rita mengembangkan sayapnya lagi lalu terbang kelangit. Sosok itu mirip seperti malaikat perang yang ada di lukisan jaman dulu, ditambah dengan matahari terbit menjadi latar belakangnya.
Rita dengan cepat membalas serangan boneka itu dengan menuju ke daerah kepala. Karna sudah tau apa yang di incar oleh Rita, Boneka besar langsung mengecilkan tubuhnya.
Rita meleset karna tindakan boneka besar itu. Boneka Tedy merubah ukurannya menjadi ukuran dewasa normal. Lalu, boneka Lutka meloncat dan segera menyusul Rita yang berada diatas sana.
Rita sudah berada di jangkauan Boneka Lutka. Dengan cepat, Boneka Lutka memeluk Rita yang meleset. Rita berhasil dalam pelukan hangat boneka yang berukuran dewasa normal, Pelukan yang diidam para kaum hawa. Boneka Lutka langsung saja memamerkan gigi runcing indahnya dengan gerakan memakan Rita mulai dari kepala.
Rita langsung saja menendang boneka itu dengan kuat. Hal hasil, boneka Lutka menabrak tanah dan membelahnya menjadi dua.
Rita yang masih berdiam diatas langit, langsung menyusul dimana boneka Lutka menabrak. Kini, Rita sudah berada didepan boneka Lutka berada. Rita pun membelah boneka itu menjadi 2 begitu cepat. Namun, masih belum selesai. Monster yang Lutka ubah menjadi boneka, ikut membesar seperti boneka tadi. Boneka itu berlari sehingga menyebabkan getaran ditanah dan mengepung Rita. Rita memerhatikan boneka lainnya lalu memutarkan badannya seperti berdansa. Sekejab boneka yang tadinya mengepung menjadi badai kapas karna dansa Rita.Rita memanfaatkan sayapnya yang tajam.
" TIDAK!!" Lutka berteriak ketika tau bahwa Tedynya kalah dalam permainan tadi.
Orang orang terpukau dengan pertarungan mereka, jarang mereka menonton duel dengan tenang seperti ini.
Boneka Tedy mulai kembali ke bentuk awal, dan wujudnya seperti wujud boneka biasanya. Rita membawa boneka lucu milik Lutka untuk dikembalikan ke pemiliknya.Rita kembali melebarkan sayapnya dan terbang rendah.
"ini boneka mu" Rita berbicara dengan suara lembutnya.Orang disekitar tidak menyangka pemilik suara lembut itu adalah orang didepannya.
" Terimakasih Kak Rita " ucap Lutka dengan santainya.
plakk
"Kamu ini, jangan sembarangan main seperti ini" Nayaa menjitak kepala Lutka.
"Haduhh Kak Naya, Ini sakit tau!" Lutka memegang kepalanya yang habis dijitak Nayaa.
"Biasakah kau berjalan saja Rita? jangan terus mepamerkan sayap mu" Dr.Nira menceramahi sosok topeng didepannya.
"Dr.Nira, tumben sekali kamu sampai ke depan pintu pos" jawab Rita dan tidak menperdulikan ceramah dari lawan bicara.
" Semua karna anak baru itu, bilang ke Berun Terimakasih. berkatnya mendapat anak itu, korban bisa di minimalis " Dr.Nira mengancungkan jempol ke arah Rita.
"Angota baru?" tanya Rita kebingungan.
" iya, ini dibela-" Sosok yang ditunjuk Dr.Nira tidak ada.
#bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 41 Episodes
Comments
anggiebae25
lanjutkan thor
2020-09-25
0
anggiebae25
hadir! mampir lagi
2020-09-25
0
Bunda umu
4 like tersisa aku habiskan. semangat ya.
2020-09-24
0