Part 10 : Pengganggu

Hari sudah berlalu, kini sudah memasuki hari awal dari minggu ini yang paling dibenci orang,tentu saja Hari Senin.

Begitu banyak kalimat yang mampu di deskripsi kan oleh setiap makhluk. Walau dunia begitu berbeda, namun ini sudah menjadi tradisi untuk tidak menyukai kata 'senin' di kebanyakan orang.

Murid Sekolah ataupun pekerja mungkin akan anti dengan hari Senin, mereka harus masuk sekolah ditengah libur yang menyenangkan dan para pekerja mau tidak mau harus menjalaninya demi hari keesokannya. Ian seperti biasa berjalan di tengah masyarakat.

Hari yang biasa, dimana berjalan masuk kesekolah dan belajar seperti biasa. Tidak ada yang berubah kecuali pikiran Ian yang selalu entah kemana dan prajurit yang berada dimana mana juga.

Sabtu kemarin, mbak Fia tidak berkata apapun kepada Ian yang seketika sudah berada di depan pintu belakang rumah di pagi hari. Kemungkinan mbak Fia tidak menanyakan apapun karna disaat Ian kecil sering melakukan hal demikian.

'Dan..' Ian bertanya pada dirinya yang suka kebingungan sendiri.

"Ian, ada apa?"

Perempuan rambut perak menghentikan Ian yang terlarut dalam pikiran sendiri. Seperti biasa juga Tari selalu menyapa di pagi hari.

" Tidak ada, hanya memikirkan yang tidak harus kupikir kan" jawab Ian.

Mereka berdua berjalan menuju kearah yang sama, yang sebelumnya berada di tempat loker.

" Ouh begitu ya?" jawabnya datar.

Tari tidak seperti biasanya menjawab seperti itu, mungkin ada pikiran yang membebani sehingga Ian bertanya tanpa langsung pikir.

" dan dirimu ada apa juga?".

Diam beberapa saat, Dia berdiam diri sambil menunduk.

"Maaf membuat mu repot lagi Ian"

"Hah?"

Ian bingung dengan sikap Tari di pagi hari ini, dan mungkin apa yang dipikirannya akan menjadi benar.

"ada apa?" tanya lagi

"Bisakah aku melihat tugas matematika pagi ini?" permintaan perempuan itu.

Tunggu, Aku sungguh lupa dengan tugas yang diberikan guru matematika. Dengan segera aku menarik tangan Tari menuju kekelas.

"Aku belum kerjain, cepat ke kelas." ucap Ian sambil lari.

" Apa! belum kerjain juga?"

Tari kaget dengan apa yang barusan ku katakan. Gadis itu langsung menyamakan langkah lariku dan bisa saja melewatiku seperti kami sedang ikut dalam lomba lari. kami berlari di sepanjang lorong hingga finish dikelas.

sampai dikelas, Aku dan Tari tidak menuju ke meja kami melainkan ke meja orang dimana berkumpul.

"Vin Mana tugas mu?",

" lihat no 6 lah",

" Jangan lupa kembali kan buku ku woi !"

keributan didalam kelas pun terjadi.

****

Bel Istirahat telah berbunyi, Tentu para murid akan bersemangat lagi setelah berperang melawan materi yang diberikan pengajarnya. Namun, berbeda dengan kelas Ian.

...kringgg...

"Hore" sorak murid kelas.

" Siapa itu yang bising?" tanya guru matematika yang mengajar kelas Ian di pagi hari.

"Buk waktunya istirahat" ngeluh perwakilan murid yang ditunggu tunggu.

"Ouh istirahat ya, sebentar materi nya tinggal sedikit lagi" lanjut guru matematika dan kembali kepapan tulis. Para murid hanya bisa berdiam, karna akan tau apa akibat ketika melawan guru ini.

15 menit telah berlalu, Kelas Ian mendapatkan istirahat yang ditunggu tunggu.

"Akhirnya" sorak murid kelas.

...Kringggg...

Bel sekolah berbunyi yang menandakan masuk kelas. Yang berseri seri kini menjadi suram dalam sekejap.

"Tidakkk" keluh mereka. Suasana kelas menjadi lebih ramai dari sebelumnya. Guru Matematika memerhatikan anak muridnya yang mengeluh itu.

" Kalian istirahat aja, ibuk bilang ke guru pelajaran selanjutnya. Sana gih" ucapnya sebagai permintaan rasa maaf dengan wajah yang tegas.

jam setelah istirahat masihlah pelajaran matematika, jadi ada waktu yang lumayan lama dibanding istirahat pada umumnya.

Teman Kelas langsung bersorak karna apa yang mereka lakukan mendapat yang setimpal. Sorakan mereka tidak akan ditegur oleh kelas lain karna murid lain pada masuk ke kelas.

"Ian, Kantin yuk" Teman kelas ku mengajak, Aku mengikutinya karna memang lapar. Rombongan Laki laki sudah keluar dari kelas sedangkan perempuan sebagian keluar, sebagian didalam karna sudah membawa bekal dari rumah.

Sesampai dikantin yang sepi, Kami langsung duduk di yang terdekat dengan sumber makanan. Untuk kekurangan di jam istirahat yang berbeda ini hanyalah,

" Sialan, makanan dikantin kebanyakan sudah habis. Ingin berkata kasar" ngeluh disampingku sambil mengunyah roti sisa.

"Sudah lah, yang penting kita sudah makan, daripada belajar terus. Aku sampai kebawa mimpi semalam, seharian belajar matematika"

"awkwkwkwkwk" semuanya tertawa.

Kantin sekolah ini serasa menjadi milik kami.

Waktu yang dipakai untuk istirahat telah selesai, ketua kelas memanggil teman temannya untuk segera masuk kelas.

"oi masuk kelas, guru fisika sudah datang" ucap ketua kelas.

" Akhhhh" teriak rombongan ini.

Segera melangkah kaki untuk pergi kekelas neraka selanjutnya. Aku memerhatikan wajah wajah tersiksa mereka, tampaknya cukup menyenangkan walau aku juga seperti itu.

Saat menuju ke kelas, Langkah kakiku tak sengaja membuat diriku menabrak orang yang tinggi dari ku.

"Maaf" aku membungkuk.

" Tidak apa, Lain kali berhati hatilah." jawabnya.

Ku lihat wajah orang yang kutabrak, tidak kusangka bahwa yang ku tabrak sudah 2 kali.

" Maaf pak, saya menabrak bapak lagi" aku kembali membungkuk. Pak Luther hanya tersenyum dengan tindakan ku.

"apa kalian bolos kelas, ramai ramai berada diluar gini" tanya pak luther.

"Tidak pak, kami ada istirahat tambahan dari ibuk matematika" jawab kawan kelas.

"Ouh begitu, baiklah kembali ke kelas"

"Baik pak" jawab kami dan meninggalkan pak luther dibelakang.

" Ian.." panggilnya.

Aku menoleh kebelakang untuk menyaut siapa yang memanggil ku.

" Iya pak?"

"Apakah kamu bisa bilang ke Tari untuk ke kantor pemerintah?"

" Akan saya sampaikan pak"

"Baik terimakasih, susul temanmu"

Aku menyusul teman ku. Sesampai dikelas, aku menghampiri Tari dan menyampaikan pesan pak Luther.

"Tari, Guru bahasa Inggris kemarin bilang bahwa kamu pulang sekolah pergi ke kantor pemerintah"

" yahh, kenapa sih harus hari ini. Ian bisa temenin ngak?"

" hmm bisa aja sepertinya"

" Wahh asyik, temenin ya"

" emang ngurus apaan sampai temenin segala"

" Biasa, Hehe"

"hmm sudah kuduga, awas udah lakuin hal aneh"

Aku menghadap ke depan meja, membiarkan Tari dengan senyum buatannya.

***

Bel pulang sekolah telah berbunyi, Murid sekolah berhamburan keluar seperti anak ayam mencari induknya.

Ada beberapa murid berada dikelas untuk mengerjakan tugas piket atau menemui guru BK.

Aku sudah berada di depan loker untuk menaruh apa yang ditinggal di dalamnya. Tari sudah berada disamping untuk menunggu ku selesai dengan urusan ini.Selama aku melakukan urusan ini, Hiro datang menghampiri kami.

" kalian mau kemana habis pulang sekolah?"

" Menemani Tari dengan urusannya di kantor pusat" jelasku mengatakan tujuan kami.

" aku ikut lah" Hiro menawarkan diri untuk mengikuti kami.

" Hiro jangan ganggu kami berduaan. kenapa kamu selalu jadi pengganggu ketika aku berhasil mendekati Ian".

" Entahlah, Aku ikut ya Ian. mumpung sejalan"

" Emang kamu tau kami mau kemana?"

" Kekantor pusat kan?"

" Kenapa kamu bisa tau segala"

"kan dikasih tau sama Ian barusan"

" Hphmmm"

Mendengar bahwa kami sejalan, aku setuju jika Hiro akan ikut dengan kami.

"Ramai lebih baik bukan, lagian sejalan"

'Dasar Ian tidak peka' ucap Tari pelan.

#bersambung

Terpopuler

Comments

Rubella

Rubella

Halo halo halo, izin ngerusuhhhhhhh

2021-01-13

2

yoemi noor

yoemi noor

semangat kak ....

maaf, koreksi penulisan. Awal kalimat banyak yg belum pakai huruf kapital. Tanda kutip ("...") untuk penulisan kalimat langsung atau dialog tanpa spasi ya, Kak .... 😊🙏

2020-11-13

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!