Part 7 : Trapped

Aku memasang penutup kepala, lalu berjalan kearah sebaliknya. Tidak berlari seperti tadi, aku melangkah seperti berjalan kaki. Jalan yang kulalui ini membuat ku nostalgia dengan masa umur 10 tahun.

Tak terasa, aku sudah berada di gerbang itu lagi, tidak seperti sebelumnya yang penuh dengan darah, namun apa yang ada didepanku tampak tentram. Orang orang berlalu lalang disekitar tembok itu,Aku pun menggunakan kesempatan itu untuk menyelinap.

Mereka tidak sadar dengan keberadaan ku yang berada diantara mereka dan aku pun terus berjalan melewati mereka.

" Hey??" seseorang memegang pundak ku. Aku tidak bisa bernafas selama beberapa detik.

" Kau anak baru itu?" Tanya orang itu. aku mengangguk kepala dan mengatakan 'Iya' dengan spontan.

" Wah selamat bergabung ke team ini " Orang itu menjulur kan tangannya kearah ku.

Aku membalikkan badan untuk menjawab juluran tangannya itu dengan terpaksa,

'bersikaplah seperti biasa Ian' batin ku.

" Terimakasih" sapa ku dengan senyum paksa. Pria itu tidak nampak senyum paksa ini karna tudung yang menutupi kepala ku.

" Aku team kapten ini, Jack salam kenal" ia menggoyangkan tangan keatas dan bawah kemudian merangkul, wajahnya begitu bahagia.

"Azka,Salam kenal." jawabku pelan.

" Wah Azka, Nama yang bagus. kamu tim mana Azka" ucapnya.

"seperti nya support"

"Hey bukan disini, Tempat support ada di arah timur. Tersesat Hahaha. Sini biar diriku antar" Rangkul Jack kepada ku dan menuju kearah timur. Aku terpaksa mengikuti pria itu.

setelah sampai di tujuan.

" nah ini, tempat khusus tim support. selebihnya tanya dengan ketua tim Niraa tentang tugas. Dah ku tinggalin ya, selamat bergabung " Jack meninggalkan ku diruangan ini.

 Ruangan seperti merawat luka pada biasanya. Orang-orang berlalu lalang dengan kegiatannya masing-masing, Walau yang berada diruangan ini sedikit.

"Hy kau yang ada disana? Kenapa menghalangi pintu masuk?" teguran wanita yang berada diujung ruangan itu. Wanita itu memakai pakaian putih seperti dokter.

Teguran itu mengarah ketempat ku berada, aku melihat belakang untuk siapa yang ditegur itu. Namun, tak ada orang yang berada dibelakang ku karna orang orang tidak berada tetap di pijakan lantai ini.

Aku berbalik kembali menatap ke wanita itu sambil 'aku?' menyatakan diri. Seketika wanita itu sudah berada di depan wajah sambil memegang kening ku.

"Kamu tidak sakit, kenapa hanya berdiri disini aja?" jelasnya.

'Oi, ini terlalu dekat' wajahku memerah.

"kenapa muka mu memerah?" tanyanya lagi seperti memang tujuan wanita ini.

"psttt, liat Dr.Nira sedang modus" gibah perawat didekat kami.

"Biasa ada cowok ganteng,Cari kesempatan itu" balas orang yang dirawat oleh perawat itu. Suara mereka seharusnya sudah terdengar dengan kami namun Wanita didepanku tidak mempedulikannya dan masih menunggu jawaban dari ku.

"Apa kau anak baru itu atau baru pertama kali datang kesini? Sepertinya wajahmu jarang terlihat di ruangan ini" Wanita itu kembali bertanya.

"Anak baa-ru" ucapku terbata

" Wah, akhirnya ada tenaga baru juga. Ehem! perkenalkan Ketua tim medis U, Dr.Nira" Dr.Nira memperkenalkan diri.

"Azka" singkatku.

"Jarang sekali Laki Laki memiliki Anugerah Support seperti mu" Dr.Nira antusias sekali, Ia mengelilingi ku dengan mata membinar itu.

Ditengah Antusias dia, Langkah banyak kaki menuju kemari. Suara sunyi kini sudah berakhir.

"Cepat, Cepat!!" Teriak orang.

Di lorong, gerombolan perawat mendorong kereta dorong. Dr.Nira membuka pintu ini begitu lebar mempersilahkan mereka masuk.

Kereta dorong itu melewatiku dan menuju ke tempat ujung ruangan tadi. Dr.Nira mengikuti Gerombolan itu sambil menarik tangan ku.

'Eh?!' Terkejut dengan tarikan ini.

"Kau ikut aku! Ini ujian mu dari ku! " jelasnya saat menarikku.

Kami sudah memasuki ruangan operasi. Perawat bersiap siap sambil menjelaskan yang terjadi.

"Terjadi penyerangan lagi, dan dia korban pertama" jelas perawat itu. Dr.Nira memerhatikan penjelasannya itu.

"Yang lain sedang berusaha mengurangi korban, Type Support membantu di belakang layar Type Pertarung" lanjut perawat itu.

" Azka, Ini ujian mu, tunjukkkan kelebihan mu disini." Perintah Dr.Nira

"Dokter, jangan jadikan ini Eksperimen anak baru" bentak mereka.

Dr.Nira seperti biasa tidak mempedulikan mereka, Ia menatap ku untuk segera melakukannya.

"Aku tau bahwa kau bisa melakukan ini, tenang jika tidak berhasil ada Aku si dokter terbaik di wilayah ini!" Sombongnya, Dr.Nira mendorong ku kedepan.

'Tak apa, menolong nyawa' Diriku kemudian memegang tangan pasien untuk memulai.

"Transfer" ucapku pelan.

Luka pasien perlahan lahan mulai menutup, Nafasnya juga sudah mulai teratur. Dengan waktu yang sama, Luka yang dideritannya itu mulai berpindah ke diriku.

'Akh' Darah keluar dari mulut ini.

"Organ dalamnya ada yang tergores" jelasku.

Pasien didepan ku langsung bangkit "SAYANG TUNGGU AKU". Tak hanya luka nya yang hilang, namun tenaga Pasien ini juga pulih jika dilihat dari dia bergerak terlalu mendadak ini.

Dr.Nira memerhatikan apa yang kulakukan dengan seksama, Ia kembali antusias kediriku.

"Mungkin ini kejadian ke 2 kalinya. Aku ingin memeriksa dan membedah tubuhmu keseluruhan, namun kita masih ada yang harus dilakukan terlebih dahulu. Dirimu sementara jadi Asisten pribadi ku. Setelah masalah ini selesai, kuharap tidak kabur" Ucap Dr Nira dengan santai nya.

'Wait Wut?!' Aku terlalu takut ketika Dr.Nira mengucapkan kata Membedah dengan santai itu, Seperti sudah biasa untuk melakukannya.

Aku menatap ke sekitar, Orang orang mengalihkan pandangannya tidak tau apa apa.

"Tunggu apalagi, Ayok Bekerja semuanya! Waktu tidak pernah menunggu kita" Dr. Nira memerintahkan kami dengan Tegas.

"Baik" ucap serempak. kami meninggalkan begitu saja pasien tadi karna kondisi sudah sepenuhnya normal. Bahkan Pasien tadi kembali terpaksa ke pertempuran karna diketahui sudah pulih sepenuhnya.

Disepanjang jalan menuju area pertempuran, setiap langkah kami mengobati pasien yang akan datang. Kantong plastik sudah disediakan oleh Dr.Nira untuk diriku yang mengatasi pasien.

Kami membagi tugas, DrNira merawat yang memiliki luka ringan dan diriku yang berat.

Pintu keluar sudah terlihat didepan kami, Aku melihat ini semua dengan begitu dekat pertama kalinya.

Orang yang membutuhkan medis pun sudah ada di dekat pintu keluar, Mereka begitu senang dengan medis, karna para medislah yang datang kelokasi. Bisa dibilang hal ini jarang terjadi. Anugerah Support pun lega dengan kedatangan tim Dr.Nira.

*****

Didepan pertempuran itu, mereka masih bertahan dari awal. Mereka sendiri pun tidak tau dengan apa yang terjadi dibelakang.

" Hahahaha!! Hancurkan semua Teddy!!" teriak anak berumur 11 tahun itu. Dia begitu bersemangat, berbeda dengan yang lain.

Anak berambut ungu itu berteriak ke arah boneka beruang berwarna coklat yang matanya ditutupi oleh kain layaknya bajak laut. Jika biasanya boneka beruang itu imut dan lucu dan disukai oleh banyak orang, berbeda dengan boneka beruang yang satu ini. Dia berbadan besar, ukurannya 3× lebih besar dari orang dewasa, giginya runcing dan dipenuhi oleh darah berwarna merah pekat.

Para monster pemangsa dalam sekejap menjadi mangsaan si Beruang Coklat itu, beberapa diantara mereka ada yang terlepas dari ganasnya mulut runcing si Beruang, darah bercucuran dimana-mana.

"Ayok bermain dengan adekku" ucap anak itu ke Monster yang terlepas dari Beruang Coklat itu. Ia melangkah menuju monster terdekat, lalu menyentuh monster itu dan merubahnya menjadi boneka kecil yang lucu.

"Hayokk Hayokk, Bangunlah. ajak yang lain main" ucapnya lagi dengan nada lembut. boneka lucu pun bangkit, merubah wujudnya seperti Tedy Bear besar dan berlari menyusul kakak mereka. Mereka juga ikut melakukan apa yang dilakukan oleh si kakak, Memangsa.

"Anak itu seperti biasa, selalu aneh" kata wanita yang sekarang berjarak 2 meter dari anak tersebut.

#Bersambung

Terpopuler

Comments

BellaBiyah

BellaBiyah

siap kak udah aku bom, hehe 😂
salam dari Dipaksa Menikah Karena Aku Pembawa Sial

2020-09-23

0

AliceLin

AliceLin

mantap
lanjut thor

2020-09-23

0

Angelenzyy

Angelenzyy

Next thorr nextt

salam The Black Missions Dan The Hidden love kakkak

2020-09-23

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!