Part 9 : Tidak Ada Anak Baru

" Heh kemana dia? ada dibelakang tadi"

Dr.Nira mencari keberadaan orang diceritakannya menghilang.

"Dokter, sebaiknya kamu istirahat dulu."

Rita berprasangka Dr.Niraa terlalu kelelahan karna bisa sampai kedepan ini sehingga memiliki teman imajinasi untuk menyemangati wanita didepannya.

"Dia ada. ini jadinya jika tipe pemalu, seenaknya main menghilang begitu saja. atau jangan jangan dia terlalu takut dengan diriku? bukankah aku bersikap baik dengan dia selama ini?"

Dr.Nira berbicara pada dirinya sendiri, Rita bingung dengan sikap Dr.Nira yang begitu aktif dan masih beranggapan bahwa itu hanyalah imajinasi si Dokter.

Rita langsung berbicara bahwa

"Kita tidak ada yang namanya anak baru".

jelas Rita dengan datar, dan langsung to the point.

Dr.Nira yang daritadi begitu aktif kesana dan kemari seketika terdiam dengan apa yang barusan dikatakan Rita.

Walau suara yang dikeluarkan begitu pelan, namun kalimat itu sungguh terdengar jelas di pendengaran Dr.Nira

"Apa kau yakin Rita?"

Dr.Nira mendekat ke Rita yang masih terdiam ditempat.

" wah info yang-, aku segera kembali ke dalam. Mungkin diriku kelelahan dan segera istirahat" Dr.Nira meninggalkan Rita

'Aku yakin dia bukan bagian dari mereka, ahh kau menghancurkan harapanku Rita.'

Dr.Nira melangkah masuk ke dalam pos dan menuju keruang kerja nya berada. Rita sendiri masih terdiam kebingungan dengan tindakan wanita itu.

Dr.Nira pergi menuju ke ruang kerja tanpa mempedulikan orang orang di sekitarnya. Dia tidak percaya dengan perkataan yang dilontarkan Rita.

'Azka, kamu bukan bagian dari mereka kan? aku berharap dan percaya pada kamu sepenuhnya'

Dr Nira masih gelisah. Ia tidak begitu mengerti dan ragu untuk kedepannya.

Disisi Rita, ia seketika teringat dengan kemuncululan Sendatzailea.

'aku lupa apa tugas ku, ini bisa mungkin kebetulan dan mungkin memang imajinasinya. Aku harus memeriksa lebih lanjut.' Rita ikut melangkah kaki menyusul Dr.Nira masuk kedalam.

Rita berjalan masuk namun tak searah dengan yang dilalui Dr.Nira lurus kedepan, sedangkan Rita harus berbelok ke kanan.

Setelah berbelok, Rita harus berjalan hingga ujung ruangan.Rita pun sudah sampai di tempat tujuannya, Pintu yang bertulis

"Security".

Rita mengetok pintu, seseorang keluar dari pintu karna ketokan Rita.

"wah Rita ada apa?" orang yang berada didalam ruangan security memakai baju seragam bewarna hijau bertanya. Orang itu terkejut dengan kehadiran Rita.

"maaf mengganggu. bisakah saya melihat cctv ?" ucap Rita datar.

Orang itu menuruti perkataan Rita. Setelah diijinkan, Rita langsung ke monitor untuk memeriksa jalan yanng dilalui rombongan Dr.Nira

Tangan Rita begitu cepat, matanya begitu lihai melihat ke layar monitor.

Apa yang Rita cari sudah ditemukan. Kini ia percaya bahwa apa yang dikatakan Dr.Nira memanglah benar. Rita melihat orang itu bisa menyembuhkan pasien begitu cepat, Bahkan pasiennya bisa berdiri begitu saja. Namun,Orang yang dikatakan 'Anak Baru' selalu menutupi kepala di setiap saat sehingga wajahnya tidak bisa Rita ketahui.

Rita menundurkan waktu didalam layar. Orang dilayar monitor bergerak mundur,Rita mengikuti anak itu dengan pelan hingga awal masuk dipintu. Tak ada yang menyadari keberadaannya hingga Jack menegurnya. Rita menemukan fakta bahwa Anak itu sebelumnya bertemu dengan Jack.

Segera Rita keluar dari ruangan itu untuk menemui Jack, tak lupa berterimakasih ke yang bertugas.

****

Rita bertanya ke orang sekitar

" Apa melihat dimana Jack berada?".

Ada yang menjawab tidak dan ada yang menunjukkan arah dimana Jack terlihat oleh mata mereka. Rita berterimakasih dan melangkah menuju Jack terakhir terlihat.

Butuh beberapa puluh menit hingga akhirnya Rita menemukan orang yang dia cari. Jack berada diruangan tengah yang sedang menghitung korban.

"Bukankah ini angka terkecil? apa yang terjadi?"

Tanya Jack ke orang disebelahnya.

"Ketua kemana aja selama ini? apa tidak mendengar bahwa rombongan Dr.Nira berada diluar"

Orang itu menjelaskan kejadian yang dia ketahui.Jack menyimak penjelasan itu dengan seksama.

"Dr.Nira kerasukan apa? Bisa juga sampai depan. hmm hal ini jarang terjadi" mengangguk kepala.

"Jack" Rita memanggil jack yang sedang mengobrol.

"Rita. iya kenapa?"

"Ada yang ingin ku bicarakan"

Jack pamit dan menyuruh orang tadi untuk menggantikannya sementara. Kemudian, Jack mengikuti Rita dibelakang.

"Apa kau tau Anak Baru itu?" ucap Rita dengan datar.

" sudah ku duga, anak itu pasti berbakat. Saking berbakatnya, ia bisa membawa Tim Nira ke depan hingga mengurangi korban. Bagus nak! dan ada masalah?"

"Kita tidak ada anak baru" ucap Rita jelas.

Jack terdiam sejenak, Sikap nya berbeda dengan Dr.Nira ketika mengetahui tidak ada anak baru.

Jack menghembus kan nafas pelan, Ia awalnya sangat bersyukur ada anak baru yang bisa merubah angka korban begitu besar.

"lalu? apa yang ingin diketahui? pasti tidak hanya ini sehingga dirimu membawa ku ketempat ini"

Ucap Jack seperti tau seperti apa watak Rita.

"apakah tau wajahnya?"

" tidak mengingat wajah anak itu seperti apa, anak itu menutupi wajahnya dengan tudung." jelas Jack.

"untuk apa mengetahuinya sampai bertanya wajah? bukankah bagus anak itu mengurangi korban saat ini? aku juga yakin, dia bukan bagian dari mereka. Apa gunanya mereka untuk melakukan ini dan mau menyembuhkan manusia normal seperti kami?" Tanya jack berturut turut.

" Dr.Nira juga mengira seperti itu. Hanya saja aku menyelidiki apakah dia Sendatzailea yang dicari selama ini. kemunculannya hampir mirip dengan waktu Sendatzailea muncul."

" Berun masih mencarinya?" Jack tertawa pelan.

"begitulah" jawab Rita.

" maaf mengganggu waktunya, terimakasih atas jawaban yang diberikan" Rita membungkuk dan meninggalkan Jack.

******

Aku menyaksikan manusia bersayap itu

bermain dengan boneka milik Lutka. Orang disekitarku begitu fokus untuk menonton pertunjukan didepan.

Tak ingin berdiam disini lebih lama, aku segera memanfaatkan keadaan untuk melarikan diri dari mereka. Setelah melarikan diri, ingin sekali aku berterimakasih ke manusia bersayap suatu saat nanti.

Begitu manusia bersayap itu menerjang boneka milik Lutka, aku meloncat dari pijakan ke pijakan dinding yang memiliki sela. Langkah kaki ku sengaja untuk disamakan dengan getarannya supaya lebih aman.

Jika dibandingkan, aku tidak sama dengan manusia bersayap itu. Tidak seperti dia yang bisa meloncat begitu tinggi, aku hanya bisa beberapa loncatan untuk sampai ke puncak.

Aku sampai di tempat menonton bersama Anna yang lalu, kini aku kembali menonton sendirian untuk kedua kalinya.

Aku bisa memerhatikan manusia bersayap itu di atas dengan tenang dan bisa kabur kapan pun. Manusia Bersayap tampak seperti remaja perempuan, dan rambut putih milik Anna.

Wajahnya pun ditutupi oleh topeng rubah bewarna merah, namun tidak terlalu kontraks dengan warna matanya yang emas. Perempuan itu berdansa berputar dengan begitu indah. Ia berdansa seperti ada pasangan nya.

Permainan sudah usai,tentu pemenangnya ialah si perempuan. Aku begitu salut dengan boneka milik Lutka dan betapa mengerikannya namun memiliki kekurangan yang begitu fatal ketika memerhatikan anak itu lebih lanjut.

Aku berdiri dari tempat ku duduk.

'rasanya seperti kursi VIP jika berada disini' segera turun dengan melopati dari dahan ke dahan lain.

Jalan masih sama dengan yang kulalui dengan si Gadis Merah. Hanya saja, berbeda latar belakang karna fajar sudah muncul.

Aroma pagi sudah tercium disepanjang jalan, ku nikmati kembali ini semua hingga tak sadar sudah berada didepan pintu belakanh rumah dan segera masuk.

Aku menghembus nafas pelan, dan tenang karna Gadis Merah sudah aman untuk sementara.

'Pertualangan ini, mengingatkan aku padamu Ben.' ucapku pelan dan mengingat semua pertualangan yang dulu dan sekarang.

#**bersambung

Hore....Akhirnya siap juga mengantar si Gadis Merah.

mungkin alur part ini begitu cepat. Saya sendiri juga begitu terburu buru untuk menulis cerita ini. Terimakasih untuk yang masih bertahan :D**

Terpopuler

Comments

yoemi noor

yoemi noor

lanjut kak ... semangat

2020-10-07

0

anggiebae25

anggiebae25

hadir, salam dari AMKDL

2020-09-28

0

Fufufu~ Tetap Semangat

2020-09-26

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!