Part 6 : Sendatzailea.

"Apa kau mengatakan sesuatu?" Tanya Anna ketika melihat Ian tertawa pelan. Ian menggelengkan kepalanya dan berkata 'Tidak ada apa apa, jangan dipikirkan lebih jauh'.

Kami melanjutkan langkah yang sempat terhenti ini. kami melusuri reruntuhan itu lebih dalam. Tentu, yang memimpin ialah aku sendiri, Anna mengekor aku dari belakang. Aku terus berjalan seakan mengenali, Ya aku memang mengenalinya. Dulu reruntuhan ini adalah tempat dimana keluarga kecil tinggal dan yang tersisa dari keluarga itu hanya seorang anak.

Aku hentikan langkah saat berada didepan rumah yang sudah menyatu dengan alam itu,rumah ku dulu. Rumah itu walau sudah menyatu dengan alam, namun rumah ini yang berbeda dibanding bangunan lain. Rumah ini tidak sehancur dengan bangunan lain.

"Ayo masuk" Ajak ku ke Anna.

Ku tatap rumah ini secara perlahan. Ingatan ku bersama keluarga mulai hadir didepan mataku. Aku mengingat seperti apa kami bahagia,bertingkai,bersedih hingga Bencana itu datang. Lalu, aku mengingat kembali bahwa aku kembali kerumah ini di umur 10 tahun. Sungguh aneh anak 10 tahun pergi ke hutan ini sendirian dipandangan orang. Tapi sayangnya waktu itu aku tidak sendirian.

"Oke" aku merenggangkan tangan keatas.

"untuk sementara kau bisa disini atau mau tinggal. Bisa dibilang tempat ini akan aman karna mereka tidak akan mengira kau akan pergi ketempat ini" jelasku.

Memang, jarang sekali mereka bisa mengetahui letak reruntuhan ini, bisa dibilang sedikit orang yang mengetahui ini. Reruntuhan ini memang pernah menjadi pembicaraan umum karna salah satu dampak dari kejadian Lily itu. Namun, letak nya begitu jauh dan jalan yang bahaya, orang orang enggan untuk kesini hingga akhirnya reruntuhan ini hanya lokasi tebak menebak orang saja.

Kami mempersiapkan dan membuat rumah ini layak ditinggali. Anna membersihkan dalam ruangan dan aku luar ruangan. Kami seperti pasutri yang sudah memiliki rumah baru.

...

    Disebuah Ruangan yang Serba putih, Ruangan yang mirip seperti tempat perkumpulan. Orang orang berbaju jas hitam sedang berkumpul, mereka sedang membahas sesuatu. Orang orang itu tampak serius dengan apa yang mereka bicarakan.

" Katanya ada kabar tentang jejaknya? Tolong lebih jelasnya Zyne" perintah pria bertubuh seperti umur 40 tahun. Pria itu memiliki sosok yang wibawa. Pria itu duduk di tengah tengah orang, jelas dari posisi itu bahwa pria itu memiliki kedudukan diatas diatara mereka semua. Di meja tempat ia duduk, terpapang nama Berun Okkera.

"Saya ijin untuk berbicara Mr" ucap Zyne yang membungkuk rendah kearah pria itu. Zyne sendiri adalah orang yang memimpin pos pencarian. Zyne menjelaskan semua dengan apa yang didapatkan dari laporan bawahannya itu. Zyne menjelas bahwa Napi 01 masih belum ditemukan begitu juga dengan jejaknya masih nihil. namun dari tempat kehilangan Napi 01 di Panti blok E, secara kebetulan prajurit yang sedang berada disana melacak sinyal rendah Anugerah dari anak yang diwawancarai.

"Kemungkinan juga anak itu terlibat dengan hilangnya Napi 01. Saya sudah menyuruh Luther menyilidiki anak itu yang kebetulan berada ditempat Luther ditugaskan oleh Mr. Untuk berjaga jaga dan bisa berharap sedikit" jelas Zyne kepada Berun.

" Begitu penjelasannya saya Mr Berun."  Zyne membungkuk dan kembali duduk di kursi ujung. Berun terdiam sejenak ketika mendengar penjelasan Zyne, Memang petunjuk mereka masih sangatlah minim. Berun sudah memerintahkan prajurit mencari ke setiap sudut namun tidak ditemukan.

"Tetap awasi anak itu untuk saat ini" perintah Berun dengan wajah datarnya. Berun tidak terlalu tertarik dengan Ian, tujuan Berun saat ini mencari Napi 01 dan Anugerah Sendatzailea.

Clitt clitt

Pintu ruangan itu terbuka,Angin besar datang dan memasuki ruangan,Perempuan memakai topeng rubah datang dari balik pintu itu.

"Bisakah masuk kepintu ini tidak terlalu dramatis AGU03 atau harus kusebut nick mu Rita?" Zyne berkomentar tentang cara masuk Rita yang begitu dramatis. Rita menyembunyikan sayap besar itu berdiri didekat meja bundar itu.

"Apa yang ingin kau sampaikan Rita?" tanya Berun sambil tersenyum dingin. Rita menatap tatapan dingin ke Berun, mereka saling menatap satu sama lain.

"apa kau berhasil menemukan Sendatzailea? Berun" tanya Rita dengan dingin. Berun menaikkan alisnya dan tertarik dengan pertanyaan Rita.

"apanya yang malaikat namun masih tidak sopan seperti ini, hahaha" tawa rendah Berun. Rita masih menatap dingin Berun, ia tidak terlalu peduli dengan komentar pria tua satu ini.

"aku tidak pernah menemukannya, apa ada kejadian menarik yang aku lewatkan?" tanya Berun antusias.

"di perbatasan utara, kejadian 5 tahun yag lalu terjadi lagi. diriku mengira kau berhasil menemukannya dan berhenti melakukan semua ini. Dan jawabannya masih sama" jelas Rita. Berun semangat dengan laporan yang diberikan oleh Rita.

" Bagus!! dapat mangsa 2 dipertemuan ini! petunjuk Napi 01 muncul walau minim dan Sendatzailea yang muncul lagi. Zyne bagi bawahanmu menjadi 2 tim! 1untuk ke perbatasan utara, cari siapa orang yang menjadi Sendatzailea itu. dan untuk tim 2 tetap mencari Napi 01." perintah Berun dengan semangat.

"Pertemuan kali ini, selesai. kembali ketempat masing masing" perintah Berun. Orang orang didalam ruangan memberi hormat lalu pergi keluar ruangan meninggalkan Rita dan Berun berduaan.

"apa yang ingin kau sampaikan lagi?" ucap Berun tanpa melihat Rita.

"setelah ini berakhir, aku harap kau berhenti sampai sini" Rita mengacam. Keadaan diruangan ini hening kembali setelah Rita mengacam.

"Liat saja kedepannya"  jawab Berun.

Rita keluar dari ruangan putih itu meninggalkan Berun sendirian. Rita mengeluarkan sayapnya untuk terbang kembali untuk mengawas.

"sampai kapan kamu menunggu Rita? Dia bukanlah dia" ucap Berun pelan setelah Rita pergi.

"Dia akan menjadi milikku!" Berun keluar dari ruangan putih.

\=\=

    Anna dan Ian masih membersihkan rumah itu. Tanpa mereka sadari, warga hutan ikut melihat apa yang dilakukan Ian dan Anna, beberapa ada yang membantu mereka. Dryad bernyanyi ditengah malam dengan suara khas nya. Anna dan Ian sempat merinding ketika mendengar nyanyian itu. namun, begitu lama didengar,Nyanyian itu begitu indah dan pohon pohon mulai bergerak menutupi rumah Ian menjadi tidak begitu terlihat.

"Terima kasih" Ian berterima kasih ke pohon itu. pohon itu bergoyang untuk merespon ucapan terimakasih Ian. Anna masih merinding dengan ini semua,Jarang Anna mengalami kejadian ini dalam hidupnya. Yang lebih heran bagi Anna ialah 'kenapa respon laki laki berambut putih seperti itu?'.

Anna dan Ian melanjutkan pekerjaan mereka yang tinggal sedikit.,Semua begitu cepat karna ada bantuan dari teman baru mereka. Apa yang membuat Ian berpikir terjawab sudah dengan Tindakan teman baru.

Waktu sudah menunjukkan angka 4.00 am di jam kecil, sudah waktunya Ian untuk kembali kerumaan baru.

" Anna, bantuan ku hanya sampai disini, dengan persediaan hidup mencukupi dalam 1 minggu,Aku akan kembali  minggu depan." jelas Ian.

"Yang lain tolong jaga Gadis Merah ini ya?" Ian berbicara dengan makhluk disekitar mereka. Makhluk lain pun merespon Ian.

"Terimakasih atas semuanya" Anna berterima kasih dengan apa yang dilakukan Ian.

"Aku pamit dulu, sampai jumpa" Ian memasang kembali jubah itu lalu meninggalkan Anna dan teman barunya. Pundak Ian tak terlihat lagi dimata Anna. Sosok Ian mengingatkan Anna kepada kak Yuno.

"Kak, apa itu benar?"

#Bersambung

Terpopuler

Comments

Angelenzyy

Angelenzyy

Lanjut sukses slalu yaaw Kak Thorr

2020-09-23

0

HKSོӇւռαϻЇ ϗαґц✯⃟༊ˢˠ ͥƑ ͣ࿐ཽ༵

HKSོӇւռαϻЇ ϗαґц✯⃟༊ˢˠ ͥƑ ͣ࿐ཽ༵

keren....

Lanjuttttt Thor.... SEMANGAT

2020-09-05

2

JstDie.

JstDie.

Mantap 🔥

2020-09-05

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!