“Baik, sekarang ada perubahan jadwal pelatihan karena hal mengejutkan yang terjadi,” jelas Pelatih Bennetta.
Semua orang menyimaknya baik-baik, tentu setelah tahu bahwa wanita di depan mereka adalah salah satu Rare Human yang tidak bisa diremehkan.
“Hal apa yang Anda maksud, Pelatih?” tanya Blue mengangkat tangannya.
“Ho, anda yakin ingin mendengarnya tuan Blue?” tanya Bennetta meyakinkan. Blue mengangguk yakin.
“Tuan Rendy sudah dapat mengeluarkan Avra di usianya yang baru menginjak enam belas tahun.”
Semua orang terkejut, tambah terkejut begitu pintu terbuka, dan topik pembicaraan mereka tiba.
“Maaf, Pelatih atas keterlambatan saya. Saya baru saja tiba,” ucap Rendy lalu duduk ke kursi terdekat.
Semua menganga dan menatap heran ke arah Rendy, yang membuat Rendy penasaran.
“Hey, ada kotoran ya di wajahku?” tanya Rendy meraba-raba wajahnya. Semua masih belum berkutik.
“Sudah kagetnya, saya ulangi kembali jadwalnya,” ucap Bennetta mengambil alih kembali perhatian semua orang.
“Besok kalian akan dites jenis dari Avra kalian. Jadi pastikan kalian sudah tiba di ruang latihan pukul enam pagi.”
“ENAM PAGIII??!!” teriak semua orang.
...***...
“Bagaimana anak-anak, apakah kalian siap untuk tes hari ini?” tanya seorang pria melipat tangannya ke belakang punggungnya, seperti sikap istirahat di tempat. Semua Demi-God di situ bahkan terlihat lebih kusam daripada para manusia.
“Apa-apaan ini? Kita bahkan saat sekolah bangun jam segini. Sekarang kita sekolah jam segini! Are you kidding me?!” keluh Jack masih loyo.
“Jika kalian mau, boleh kembali pada kamar kalian dan melewatkan tes ini.”
“Baiklah, ayo Rendy!” ajak Jack bersemangat lalu menguap karena mengantuk.
“Kau bodoh atau bagaimana sih?” rutuk Rendy mendengus kesal.
“Hah? Kenapa?” Dengan polosnya, Jack justru bertanya balik.
“Jika kamu tidak mengikuti tes ini, dengan kata lain, kamu dikeluarkan dari pelatihan ini.
Jenis Avramu diketahui untuk mempermudah proses pembelajaran bagi Demi-God pemula, bodoh!” jelas Lucy serius.
“Anda benar sekali, nona Lucy!” puji Pelatih Pria itu.
“Oh iya, nama saya adalah Pelatih Phon, nama Panjang saya Rephonix Hisminai.”
“Jangan bilang anda juga Demi-God?!” terka Lily. Pelatih Phon mengangguk sambil tersenyum hangat.
“Tetapi dewa personifikasi seperti ayah saya tidak memiliki kewajiban untuk melindungi alam semesta seperti kalian. Saya tidak memiliki kekuatan yang istimewa,” tutur Phon masih tersenyum, walau sebenarnya jelas dalam dirinya tersirat rasa kekecewaan.
“Anda tetap istimewa,” celetuk salah seorang, ialah Rendy.
“Terima kasih atas pujian anda, tuan Rendy.”
“Saya tidak memuji, Pelatih. Ini fakta,” imbuh Rendy menatap serius Pelatih Phon. Pelatih Phon membuka matanya, ia agak bingung dengan ucapan Rendy.
“Anda sekarang istimewa! Anda adalah guru dari pelindung bumi dan semesta! Ditambah sekarang Anda jauh lebih mengerti dibandingkan kami! Jangan merendahkan diri!” tegur Rendy.
Semua menatap Rendy, rasa heran dan kagum tersirat di masing-masing mata. Terutama Pelatih Phon, ia menatap sendu sekaligus kagum dengan Rendy.
“Maaf, saya sama sekali tidak menyadari dan mensyukuri hal istimewa tersebut.” Mata Pelatih Phon kembali ke smile-eyes ciri khasnya.
“Kalau begitu, mari berjuang bersama untuk Pelatih Phon!” sorak Stephanie disahut oleh yang lainnya.
“Yosh, kita mulai dari tes ini dahulu!” semangat Pelatih Phon.
...----------<[Five Minutes Later]>----------...
“Argh! Kenapa sesusah ini?!” erang Jack memegangi pergelangan tangan kanannya yang diletakkan pada sebuah bola bening.
Setelah sekitar 20 menit, tak ada kejadian apa pun seusai Jack mengajukan diri sebagai urutan pertama.
“Hah … sepertinya memang mustahil baginya …” gumam Lucy sesekali menengok ke barisan depan di antrean.
“Hey, Michael Muses! Apa kamu mau bertukar posisi denganku?” pinta Lucy. Anak dari dewi musik itu menatap bingung Lucy.
“Untung apa aku dari permintaan konyolmu itu? Jawabanku tidak!” tolak Michael dingin. Lucy mendengus kesal.
“Hey, Jacky! Sudah tidak usah dilanjutkan! Kau sudah gagal di awal-awal!” usir Stephanie. Jack akhirnya pergi dari tempat itu dengan lesu bak kambing belum makan.
Dzing!
Bola itu berubah warna menjadi merah begitu dialiri Lily avranya. Hal itu menandakan bahwa Avra jenisnya adalah berupa kekuatan serangan nonfisik. Atau bisa juga dibilang jarak jauh. Lily bersorak kegirangan dan segera mengalih untuk antrean berikutnya.
Begitu giliran Stephanie, bola itu berubah warna menjadi jingga, menandakan bahwa Avranya dominan pada gabungan serangan elemen dan fisik.
Blue, bola berubah merah sama seperti Lily. Irine, berwarna merah juga. Lucy, berwarna kuning menandakan serangannya berupa fisik. Michael juga sama dengan Stephanie.
Saat giliran Rendy, ia berbeda. Bola itu tidak tentu berwarna apa. Lalu setelah berubah-ubah warna dari merah-jingga-kuning-hitam, tiba-tiba…
PYAR!!
Pelatih Phon keheranan dengan reaksi bola sihir itu. Baru kali pertama ia melihat Avra seunik itu. Bahkan si bola ajaib itu sama sekali tidak dapat mendeteksi Avra Rendy.
Ada beberapa kemungkinan, mungkin karena Rendy adalah Avra yang belum matang karena usia yang terlalu belia. Atau memang jenis Avra baru.
“Tidak! Jika Avranya merupakan Avra muda, tidak mungkin ia bisa memusatkan Avra seperti saat ia meniru Deathly Kick milikku!” tentang Lucy. Pelatih Phon segera ke pelatih-pelatih lainnya untuk mengadakan diskusi tentang Avra unik milik Rendy.
“Sialan! Sebenarnya kau itu apa sih, hah!?” gerang Blue mengacak-acak rambutnya.
“Merasa tersaingi, tuan Blue?” sindir Lucy. Blue menatap tajam Lucy.
“Jangan harap bisa menang dariku!” seru Blue.
“Tenang, tuan Blue. Saya tidak akan menang dari anda.”
“Bagus!”
“Tapi aku akan melampauimu.”
Blue terdiam, ia menunduk. Sesaat setelahnya, lantai bergetar hebat. Semua orang berusaha mempertahankan keseimbangan mereka. Kecuali Blue yang tiba-tiba terkekeh-kekeh seperti sedang kerasukan sesuatu.
“Khekekeke, hehehe, hihihi! Phuahahaahahah!!” tawa Blue lepas.
Seketika lantai mencuat keluar, pipa-pipa air yang terbenam di lantai keluar sehingga membuat air di dalamnya keluar semua. Blue mengendalikan semua air itu dan meluncurkannya sebagai serangan kepada Rendy.
Dengan reflek lumayan baik, Rendy berhasil menghindar dari ombak besar milik Blue. Blue yang masih menggila, segera mengubah arah tangannya untuk mengarahkan ombak besar itu ke Rendy kembali. Berulang kali Rendy hanya menghindar dari guyuran ombak Blue.
Seluruh ruangan sudah basah kuyup dibuat Blue, teman-teman sudah gelagapan akibat terguyur ombak air Blue. Hanya Rendy yang masih bertahan.
“Kenapa menghindar terus? Merasa lemah dan tak mampu, ya?” sindir Blue. Rendy hanya mendecih.
Beberapa saat setelah beberapa kali Rendy menghindar. Barulah terjadi efek dari menggunakan Avra Blue. Blue ngos-ngosan berkali-kali lipat daripada Rendy yang hanya menghindar tanpa menggunakan Avra sedikit pun.
“Hah… hah…”
Napas Blue tersengal-sengal ia terkapar di lantai yang sudah basah. Dirinya sendiri juga sudah basah kuyup akibat terkena cipratan-cipratan dari hasil pengontrolan yang tidak sempurna sehingga terkecer-kecer kemana-mana. Rendy yang melihat itu menatap tajam ke Blue.
“Berakhir sudah, sesuai dengan rencanaku.”
Rendy mengepalkan tangannya ke atas ke arah Blue. Seketika air yang basah itu membeku, mengurung Blue hingga hanya kepala yang dapat bergerak lemas akibat kehabisan tenaga.
Di balik kamera CCTV, terdengar suara takjub. Pertarungan yang cukup sengit antara pemula Demi-God itu selesai dengan Rendy sebagai pemenang.
Pelatih Bennetta yang sedari tadi menonton dari kamera CCTV segera berjalan kembali ke ruang latihan. Ia meminta Rendy melepaskan belenggu es itu. Rendy tidak menjawab. Ia masih bersikukuh mengepalkan tangan kanannya.
“Rendy! Blue bisa-bisa mati kedinginan!” bentak Lucy.
Barulah Rendy sadar dan melepas kekuatannya. Belenggu es yang memerangkap Blue pecah menjadi bongkahan-bongkahan es.
Blue berusaha bernapas normal. Rendy segera keluar dari ruang latihan. Semua seketika hening, hanya napas Blue yang terdengar.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 75 Episodes
Comments
~\Vir/~ Merintisnya Cakrawala.
sisi psicopath telah muncul
2021-10-08
2
Alice(*˘︶˘*).。.:*♡
hm...?
2021-01-17
1