"Rendy, ayo cepat! Sebelum makanannya dingin!" seru Bi Angel.
Sudah ada Bibi Angel dan Nenek Durma di meja makan. Rendy segera melepaskan sepatu dan jaketnya. Ia taruh jaketnya ke gantungan atas rak sepatunya.
"Nek, bagaimana keadaanmu?" Rendy berhenti di dekat meja makan.
"Sehat, sudah ayo makan! Keburu dingin masakannya, nanti tidak enak lho!" jawab Nek Durma tersenyum hangat.
Senyuman hangat Nenek Durma dapat membuat hati menjadi tenang. Selain itu juga membuat lawan bicara ikut tersenyum. Senyuman yang menular, tepatnya.
"Iya, Nek. Rendy ke kamar dulu, menaruh tas. Nenek dan Bibi makan saja dahulu," sahut Rendy lalu menaiki tangga. Di sebelah kanan tangga terdapat lorong ke dapur kanan tepat ada pintu untuk ke toilet (kurang lebih seperti rumahnya Nobita hanya saja tidak ada ruang keluarganya).
"Anak itu sudah besar ya," celetuk Nenek Durma. Bibi Angel hanya tersenyum simpul.
Di kamar, Rendy merebahkan tubuhnya ke kasur dengan kasar. Ia menghela napas lalu teringat dengan kartu nama yang dipungutnya tadi. Langsung bergegaslah ia untuk ke bawah.
Rendy langsung mengambil kartu nama di saku jaketnya. Bi Angel dan Nek Durma melihat Rendy keheranan.
"Ada apa?" tanya Bi Angel.
"Saya tadi perjalanan pulang memungut kartu nama. Ada seorang wanita menjatuhkannya saat tidak sengaja bersenggolan dengan saya. Lalu saat saya ingin mengembalikannya ia sudah pergi. Jadi saya berencana mengembalikannya esok," jelas Rendy.
"Dasar ceroboh! Besok lagi kalau jalan lihat-lihat!" tegur Bi Angel. Rendy menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Mereka bertiga pun makan malam bersama. Seusai makan, Bi Angel dan Nek Durma pamit untuk pulang. Rendy mengantar mereka sampai gerbang. Lalu masuk ke kamar untuk tidur.
Di kamarnya ia melamun, memandang langit-langit kamarnya. Tak terasa ia pun terlelap juga.
...***...
"Rendy?" Suara wanita yang pernah Rendy dengar membangunkannya. Rendy terbangun di ruang serba putih tanpa ujung. Segera ia menoleh ke bawah, di mana arah suara berasal.
Seorang wanita cantik jelita tersenyum ke arahnya. Pakaian yang dikenakannya sama persis yang dikenakan wanita saat siang tadi. Hanya saja, sekarang wajah wanita itu tidak terhalang cahaya lagi.
"Kau!? Wanita tadi!" teriak Rendy terkejut. Wanita itu tertawa kecil. Wajah putih susu yang cantik nan lembut bak dewi, berhasil membuat Rendy merona.
"Hihihi, tak kusangka kau masih mengingatku." Suaranya ringan dan indah.
"Apa yang ingin kau lakukan, hah?" tanya Rendy. Wanita itu tersenyum hangat.
"Selamat hari ibu, Rendy!"
Rendy terbangun kembali di kamarnya karena suara alarm yang memekakkan telinga. Segeralah ia mematikan alarm digital itu. Begitu menengok waktu, Rendy langsung berlari ke kamar mandi.
Ia kenakan sweaternya dan berlari ke stasiun secepat mungkin. Untung saja ia tidak ketinggalan kereta, justru ia yang menunggu kereta. Rendy berdiri bersandar pada tembok stasiun. Ia keluarkan handphonenya seraya menunggu kereta.
Selang waktu 5 menit, kereta tiba di stasiun. Cepat-cepat Rendy masuk ke stasiun dan mencari tempat duduk yang nyaman. Ia memasukkan handphonenya dan berganti ke buku yang adalah hobinya.
Kereta ekspress itu hanya butuh waktu 5 menit untuk sampai ke tujuan Rendy. Lalu 250 meter dari stasiun ke sekolah. Hanya butuh maksimal 15 menit dan Rendy tiba tanpa terlambat.
Kemarin memang Rendy tidak naik kereta. Karena ia lupa membawa kartu untuk akses masuk stasiun dan kereta. Jadi terpaksa jalan kaki sejauh 15 km. Dari Emerald District ke Diamond District.
Rendy berjalan sambil membaca bukunya. Saat sampai di depan sekolah ia masukkan buku itu ke tasnya. Ia tengok sekolahnya yang sudah ramai dengan siswa dan ibu mereka masing-masing.
Rendy berusaha menahan perasaannya. Ia merasa iri dan sedih akan nasibnya yang tidak punya ibu dan ayah. Tapi ia berusaha keras membunuh perasaan itu.
Alih-alih membeli makanan di festival, Rendy memilih tidak membawa uang jajan sama sekali. Dengan tujuan penghematan, tepatnya. Bersarang perpustakaan lebih baik menurutnya. Segeralah ia ke perpustakaan sekolah.
Perpustakaan adalah satu-satunya tempat yang kamu butuhkan untuk mencari ketenangan dari ramainya dunia. Tempat kamu bisa mencari informasi-informasi. Tempat kamu bisa bersantai dengan kedamaian.
Tiba-tiba saja, wanita dalam mimpi Rendy muncul duduk di depan Rendy. Rendy yang sedang fokus merasa ada seseorang di depannya melirik.
"Waaa!!" Rendy berteriak terkejut. Antara percaya tidak percaya bahwa wanita dalam mimpinya muncuk di depannya.
Pak!
Rendy menampar pipinya. Mengetes apakah dia masih bermimpi. Yang ada adalah pipinya merah.
"Bu-bukan mimpi!?" jerit Rendy lagi.
"Hey! Anak di sana! Jangan berisik! Tahu kamu satu-satunya orang di sini, tapi jangan membuat keributan!" tegur penjaga perpustakaan.
Rendy membelalak, sadar bahwa hanya ia yang dapat melihat wanita itu.
"Ba-bagaimana!?" tanya Rendy lirih.
"Aku hanya bisa dilihat olehmu, karena kamu istimewa!" tukas wanita itu.
"Siapa namamu?" tanya Rendy.
"Anemoi Skeiron," jawab wanita bernama Anemoi.
"Aku memanggilmu apa? Namamu sepertinya berasal dari bahasa Yunani."
"Aku biasa dipanggil Ane (En) atau Nemo bisa juga Moi," jawab Ane.
"Tapi, Moi itu nama kecilku. Aku agak tidak suka," ujar Ane terkekeh malu.
"Aku–"
"Sudah tahu! Namamu Rendy," sergah Ane.
"Darimana kau tahu?"
"Ra-ha-si-a!"
"Baiklah, jika itu maumu. Lalu apa yang mau kau lakukan sekarang?" tanya Rendy.
"Hanya memberitahu saja, segeralah ke balaikota." Seketika Ane menghilang dari sana. Rendy terkejut. Lalu ia meraba-raba kantong jaketnya dan menemukan kartu nama yang ia pungut kemarin.
Ia pandangi dalam-dalam kartu itu. Kartu itu pasti penting, karena kartu nama itu ada semacam chip di sebaliknya. Jika hilang, maka sesuatu di dalam chip tersebut akan hilang juga.
Rendy menutup bukunya, ia beranjak keluar perpustakaan. Sudah ia putuskan untuk ke balaikota. Ia agak ragu sih. Tapi rencananya adalah, ke sana. Mengembalikan di lobby lalu pergi. Selesai.
Tapi ternyata tak semudah itu. Semuanya jauh lebih berat dari yang Rendy kira. Bahkan hal-hal yang membuat ia hampir syok.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 75 Episodes
Comments
Risma Farna
Masih nyimak... Tpi seru kayaknya
2022-10-08
0
Al^Grizzly🐨
apa tidak salah lagi jlan sambil baca buku..kalau ada selokan kecil atau orang lewat bagaimna yaa?
2022-09-16
0
den x
lanjutkan imajinasimu thor
2021-10-08
1