Dasa dan Selina ada di bilik-bilik toilet ketika mereka mendengar suara Gara memanggil nama Ana dan bilang mau bicara.
Merasa curiga, dua orang itu segera mengendap-endap mengikuti Gara dan Ana sampai ke gudang.
"Duh, gak kedengeran! gue penasaran sama yang mereka obrolin berdua" ucap Selina lirih sambil menempelkan telinganya di pintu gudang.
Dasa sibuk mencari akal, lalu menemukan tumpukan bangku tak terpakai di sisi lain gudang.
Gadis itupun naik ke bangku dan menyimpan ponselnya dalam mode merekam menempel ke kaca ventilasi.
Kemudian Dasa memastikan angle nya tepat merekam gerak-gerik Ana dan Gara.
"Dapet! ayo tinggalin aja!" ajak Dasa sambil menyimpan kursinya kembali ke semula.
Dasa cerdas, dia tau menunggu di depan pintu gudang malah bisa membuat mereka kepergok basah.
Kringggg..
Tak lama kemudian ketika bel berbunyi, Gara dan Ana akhirnya keluar dengan senyuman canggung.
Mereka kembali bersikap seolah tak saling kenal. Keduanya menjaga jarak jalan meski kelas mereka satu arah.
"Mereka keliatan pro-player banget" gumam Selina pada Dasa yang masih fokus mengamati gerak-gerik Ana dan Gara dari kejauhan.
Dasa tak menyahut, dia menyimpan kembali kursi ke depan pintu, lalu mengambil ponselnya dan memetik hasil rekaman.
"Gue juga mau lihat" seru Selina
Apa boleh buat, Dasa mengizinkan Selina menempel dan ikut melihatnya bersama-sama.
Meski ponsel Dasa keluaran terbaru dan mahal harganya, tapi video yang diambil tak cukup jelas.
Kamera yang dibatasi kaca, pencahayaan gudang yang ramang, belum lagi posisi Gara dan Ana yang memunggungi angle kamera.
Tapi gerakan mereka cukup menjelaskan situasi, kalau kedua orang itu sedang berciuman panas di dalam gudang.
"Woww" seru Selina, tak menyangka kalau ada rahasia besar antara Gara Mahendra dengan Ana Fredlyna.
Dasa memijat dahi saat melihat tangan Gara naik turun pada punggung Ana sambil terus menciumnya, menahan tengkuk lantas mendekapnya erat.
"Mood gue runyem nih, males rasanya masuk ke kelas" keluh Dasa.
"Gue paham, lo pasti syok banget.. mau bolos jam kimia aja? kita cari ketenangan"
"Boleh juga, toh gue gak pernah bolos sebelumnya. Biar gue ceritain sama lo ada apa sebernarnya antara gue sama Gara"
Selina langsung antusias, karena akhirnya Dasa mau bercerita setelah selama ini Dasa terlalu mandiri sebagai teman.
Dasa sedikit misterius dan tak banyak bicara..
Mereka pergi ke atap sekolah, kemudian Dasa bersandar pada pagar dan mulai bercerita:
"Dari kecil gue suka sama Rio. Tapi gue gak punya nyali buat deketin dia duluan kayak Ana yang semudah itu nunjukin kalau dia sedang jatuh cinta"
"Ana bikin gue insecure, gue gak nyangka saingan gue harus cewek perfect kayak dia. Dan Rio, meski awalnya dingin lama-lama dia mulai luluh sama Ana"
"Gue sempet mikir buat nyerah saat tau kalau mereka jadian. Tapi dari dulu gue sadar satu hal, kalau diam-diam Rio punya sisi bersaing sama Gara"
"Entah kenapa, Rio bakal mau sama yang Gara mau. Dan gue rasa ada celah di situ. Seandainya gue jadian sama Gara, Rio mungkin bakal ngelirik gue dan mencoba ngerebut gue dari Gara"
"Kita hampir berhasil, karena setelah gosip gue sama Gara jadian, Rio mulai nanya-nanya kenapa gue mau sama Gara dan mulai merasa kalau dia lebih baik dari Gara"
"Tapi sebulan yang lalu, ketika gue nekat buat Rio selingkuh, dia nolak gue karena gak mau nyakitin dan ngecewain Ana..."
"Lucky girl," gumam Selina
"Dan sekarang malah Ana yang selingkuh sama Gara. Padahal Rio udah setia?"
Dasa menghela nafas "Gue gak nyangka kenapa bisa jadi kayak gini. Gara bilang dia juga mau deketin Ana tapi gak pernah ngambil tindakan serius"
"Malah makin lama, gue yang awalnya suka Rio mulai baper sama Gara karena sikap baiknya. Tapi pada akhirnya, Gara ternyata udah main belakang duluan"
"Pantesan, dia mendadak putusin gue, toh dia udah dapat targetnya. Tinggal gue malah gagal dapet apa-apa" Dasa tersenyum pahit.
"Gue rasa ini gak adil buat lo Sa! lo harus tunjukin ke Rio tentang ini. Setelah tau Ana selingkuh dia juga bakal ilfeel, dan marahnya Rio bakal jadi peluang bagus buat lo..."
Dasa menjentikkan jari "Ide bagus... bahkan kalau bisa, semua orang tahu. Biar heboh sekalian!"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 32 Episodes
Comments