putus

"Pantesan beberapa hari ini telinga gue tenang banget. Tumben lo ga spam chat gue, ngga nelpon gue, bahkan ngga nyariin gue dikelas?" tanya Rio

Cowok itu muncul pada saat jam istirahat kedua. Cepat sekali, karena biasanya Rio tidak pernah mencari Ana.

Gadis yang sedang menulis catatan keuangan pribadinya itu pun menoleh dengan wajah datar.

"Lo bisa pergi? Gue lagi sibuk Rio!" sahut Ana

"Oh, gue paham, lo ngambek ya?" tanya Rio

"Hah, buat apa?" tanya Ana kesal

Rio berfikir sejenak..

"Karena gue pinjemin jaket ke Dasa kemari?"

"Gue bahkan bak mau tau tentang itu" ucap Ana

Rio mengusap tengkuknya "Yah, gak penting juga sih. Gue cuman heran aja sih kenapa lo kalem aja akhir-akhir ini"

"Gue malah heran kenapa gue dulu bisa bucin parah sama lo..."

"Lo lagi kenapa? Kesambar petir?"

"Rio.. Gue mau ngobrol sama lo" Ucap Ana pelan, karena arah obrolan mereka mulai serius sekarang.

Rio mengernyitkan dahi "ngobrol ya tinggal ngobrol, harus ge ajarin?"

"Kita keluar dulu.." Ana mulai merasa risih karena orang-orang disekitar kelas mulai memperhatikan mereka berdua.

"Enggak, disini aja!" tegas Rio

Begitulah Rio, selalu otoriter mana mau dia mengalah pada Ana apalagi menuruti kemauan gadis itu.

Sejak awal mereka pacaran pun Ana selalu mengalah dan menuruti kemauan Rio dan mengorbankan segalanya.

Tapi sekarang tidak lagi. Ana sudah tertampar jika cinta ternyata hanyalah sebutir masalah yang tidak perlu.

Perut yang lapar, biaya tempat tinggal, SPP per semester dan masa depan adalah hal yang lebih layak Ana pikirkan daripada mengejar cintanya Rio.

"Oke, gamasalah kalo gitu ge bakal ngomong disini, gue mau kita putus!!" ucap Ana mantap

Rio bergeming, cowok itupun menarik lengan Ana, membawanya keluar kelas ke lorong yang lebih sepi

"Lo serius?" tanya Rio

"Limarius kalo perlu" jawab Ana sambil tersenyum tipis "Sekarang lo bebas dari belenggu gue,,,, good luck!"

Saat Ana hendak berbalik, Rio menahan lengannya dan menatap gadis itu dengan sorot mata yang tajam

"Senggaknya lo harus jelasin, kenapa lo mau putus dari gue!"

"Masih nanya?, karena gue capek ngejar lo, dan lo juga gak pernah punya perasaan sama gue, jadi buat apa hubungan ini dipertahanin?"

"Lagian lo dulu nerima gue biar gak ada cewek centil lainnya yang deketin lo, tapi lo sekarang juga deket sama Dasa"

"Dan deket sama Dasa juga udah bikin cewek-cewek itu mundur juga dari lo, jadi tanpa gue pun lo gak kehilangan apa-apa"

Ana berbicara fakta, tak ada satu hal pun dari hubungannya dan Rio yang layak dipertahankan.

"Gak bisa!! Lo yang nembak dan ngejar-ngejar gue jadi harus gue yang mutusin lo"

"Kalo gitu putusin gue sekarang!!"

"Gak mau!!"

"Kenapa sih??, Lo bahkan gak pernah cinta sama gue!"

Rio diam sejenak "Tapi itu bukan berarti gue gak punya rasa sayang sama lo Ana" ucap Rio

"Gue gak tahu kenapa, awalnya gue pikir bagus kalo lo mulai dewasa"

"tapi kalau lo ternyata berubah karena ada masalah, apapun masalah lo, gue harap bisa cepet selesai"

"Lo udah gede buat selesaiin masalah lo sendiri, kan? Sekarang gue mau ada rapat OSIS, nanti kita ngobrol lagi ya?"

"Tapi bukan tentang putus! Sekarang lo masih cewek gue, Bye... Ana"

Ana mengacak rambut Ana sebelum benar-benar pergi.

Ana menghela nafas sambil membenarkan helaian poni curtainnya yang kini berantakan.

Tanpa Ana sadari, seseorang dari kelas sebelah membuka jendelanya dan mencuri dengar obrolan mereka...

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!