"Lo lagi diet?" tanya Berlian
Ana menganguk meski sebenarnya bohong. Makanan di kafetaria elite ini harganya lumayan mahal-mahal bagi Ana.
Ana juga tidak memiliki cukup uang untuk membelinya seperti ketika orang tua angkatnya masih ada.
"Beneran? Lo kan udah kurus, gue traktir juga gak mau!" Selidik Berlian lagi
Ana menggeleng dengan senyuman "Please, jangan bikin diet gue gagal" kata Ana
"Dih kalo gitu ngapain lo kesini?"
"Gue kesini buat nemenin lo lah"
"Gue bisa makan sendiri, lagian lo nanti malah ngiler lagi liat gue makan" gerutu Berlian
"Tapikan gue sayang bingit sama lo Berlian Ferdina," Gurau Ana
"Ihhhhh... Sosweet" Berlian langsung menonyor pipi sahabatnya itu karena gemas
Berlian tak punya teman selain Ana, sebab sejak dulu gadis itu punya trauma dengan ikatan pertemanan.
Saking kaya rayanya Berlian selalu dijadikan ATM berjalan oleh teman lamanya. Ana tidak ingin Berlian mengalami hal yang sama seandainya Ana terus menerus meminta tolong terkain masalah uang pada gadis itu.
Jadi sekalipun dia punya sahabat kaya raya, Ana akan menahan diri untuk tidak memanfaatkan Berlian demi persahabatan mereka.
Tak lama setelah itu, seseorang yang baru saja selesai rapat OSIS pun bergabung di meja mereka tanpa izin.
"Gak makan?" tanya Rio sambil menyimpan nampan makanannya tepat disebelan Ana
Gadis itupun refleks menoleh "Lo nanya gue?"
"Siapa lagi? Cewek gue kan cuman lo Ana Fredlyna" sahut Rio ''Jangan bahas-bahas putus lagi ya? Gue gak suka"
"Dih terseran Ana dong, mau putus sama lo atau nggak!" timpal Berlian, kesal
"Nggak usah ikut campur Ber!" Rio menyimpan acar kepiring Berlian, makanan yang paling dibenci gadis itu
"IH SUMPAH YAA, LO NYEBELIN BANGET RIOO" Berlian memekik kesal sambil menyimpan balik acarnya.
Ana menghela nafas melihat pertengkaran dua manusia itu, Rio sangat senang mengerjai Berlian karena mereka kenal sejak kecil.
Sebenarnya Gara dan Dasa juga...
Tapi sejak tamat sekolah dasar Berlian bilang hubungan mereka mulai merenggang dan Berlian tidak peduli.
Toh Dasa, Rio, Gara mereka semua sama menyebalkan dan layak untuk dihindari.
Rio sok keren sejak dulu, sementara Dasa terlalu kaku dan serius berbanding terbalik dengan Gara yang petakilan.
Makanya Ana yang aktif, feminim, centil tapi positif vibes gini paling cocok dengan Berlian yang galak-galak manja.
"Gue juga beli ini tadi, kalau lo lagi gak mau makan" ucap Rio sambil menyodorkan sebuah cupcake disebelah Ana.
Gadis itu terdiam, satu tahun mereka pacaran, baru kali ini Rio memberinya perhatian manis.
"Lo bahkan gak tau ya? Ana gak suka rasa mint choco" Berlian berkata sambil tersenyum sinis.
Rio terdiam selama beberapa detik "Masa sih? Dasa suka kok, dan dia bilang semua cewek suka rasa mint choco"
BRAK!!
Berlian langsung berdiri sambil menggebrak meja
"Lo kenapa sih? Bisa-bisa lo gak mau mutusin Ana, lo bahkan lebih tau apa yang disuka Dasa dari pada Ana!, lo gila?"
Ana menahan Berlian agar tak kelepasan mengamuk dan membuat keributan di kafetaria dan membuat meja mereka menjadi tontonan.
"Lo makan dikelas aja ya?" ajak Ana
Rio berdecak "Kalian kenapa sih? Tinggal gue ganti rasa cupcake nya selesai kan?"
"Gue gak butuh cupcake dari lo Rio!" Ana menarik Berlian pergi dari kafetaria
Tapi sebelum itu, dia menyambar cupcake milik Rio terlebih dulu kemudian menaruhnya pada meja Dasa.
Gadis berwajah datar itu menyipitkan mata "apa?" tanyanya
"Rio bilang lo suka mint choco, habisin ya?" kata Ana sambil tersenyum manis
Kebetulan ada Gara disamping Dasa dan mereka bertatapan sekilas tanpa bertukar sapa.
Untuk kejadian tadi, Gara tak berkomentar. Hanya tersenyum tipis dan terus mengamati Ana yang pergi menjauh.
Mereka benar-benar bersikap seolah tidak ada apapun meski diam-diam sudah menjadi teman satu kasur.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 32 Episodes
Comments