Gara tidak salah dengan perkataannya. Ana saat ini tengah memakai kaos kamisol tipis spaghetti strap dengan celana yang super pendek.
Warna kulit cerah dan lekuk tubuh indah tubuh gadis itu terlihat samar. Bagi Gara yang matanya normal, penampilan Ana sekarang terlihat meresahkan.
Gara tidak bisa berkonsentrasi pada bukunya
"Gue kan gak tau kalo bakal tidur sekamar bareng lo! Terus gue harus tidur pake seragam gitu?, lo aja tinggal jaga mata selesai!"
"Lagian lo juga punya cewek!, bisa berhenti genit sama gue gak sih?!, Cewek lo bisa nangis kalo tau cowoknya jelalatan!!" tegas Ana
Gara hanya menanggapinya dengan tersenyum pahit "Cinta bagi gue cuman Sampah.."
Ana tertegun dengan jawaban Gara
Mungkin banyak yang belum sadar bahwa selama ini, Rio pacar Ana dan Dasa pacar Gara memiliki kedekatan yang tidak wajar.
Sedikit informasi
Rio Brahma dan Dasa Qalisa adalah ketua dan wakil osis SMA Sore. Mereka berdua sering dijuluki pasangan yang serasi oleh adek kelas mereka, karena memiliki kedisiplinan dan sifat yang kalem.
Sementara itu, Ana dan Gara adalah kedua orang yang tidak jarang berbuat ulah sehingga dianggap sebagai benalu hubungan Rio dengan Dasa.
Orang-orang sering berkata bahwa Ana modal cantik doang mangkanya banyak yang mau. Begitupun sebaliknya Banyak yang berkata Gara hanya modal tampang ganteng mangkanya Dasa mau. Padahal kenyataannya tidak seperti itu.
Diam-diam mereka berempat memiliki keterikatan hubungan yang rumit, yang mereka sendiri tidak saling tahu.
"Lo sama Dasa lagi ada masalah?" tanya Ana
"Kenapa lo nanya? Lo berharap gue putus sama Dasa terusan ngelirik lo, Ya??" ejek Gara
"TERSERAH" jawab Ana jengkel
Gara tersenyum tipis, menyenangkan baginya bisa menggoda cewek centil satu itu.
"Lo kali yang sama Rio lagi ada masalah" Sindir Gara
"emang" jawab Ana cepat
"Kenapa lo udah ga ngejar-ngejar Rio lagi?" tanya Gara
"Semua orang tau ya kalo gue ngejar Rio?" tanya balik Ana
"Kucing sekolah juga tau" jawab Gara
Faktanya Ana sang kapten cheerleader itu jatuh hati pada Rio sejak awal pertemuan mereka.
Akhirnya setelah satu tahun Ana mengejak Rio, cintanya diterima meski Rio tetap saja bersikap dingin pada Ana hingga saat ini.
Ana hanya tersenyum masam
"Gue capek sama Rio, lo bener kalo cinta cuma sampah"
Gara tidak menyahut ia membiarkan Ana berbaring kembali, menarik selimut dan kembali tidur.
Setelah dengkuran halus Ana terdengar Gara menutup buku kimianya.
Lantas ia menatap wajah cantik itu dan mengusapnya pelan
"Selamat terjebak diperangkap gue Ana.."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dalam tidurnya yang lelap, Ana merasakan sebuah tekanan lembut di bibirnya, meresap ke alam bawah sadar dan terasa nyaman.
Ah mungkin hanya mimpi, tidak mungkin Gara menciumnya kan?
Mereka bahkan baru mengobrol hari ini setelah dua tahun di sekolah yang sama tanpa saling bertukar sapa.
....
Esok paginya Ana mengerjapkan mata dan bernafas lega saat terbangun dalam kondisi utuh.
"Syukurlah Gara ga kurang ajar" lirih Ana
Cowok itu masih terlelap di balik batas guling. Ana tertegun sesaat, mengagumi wajah tidur Gara.
Ganteng juga,,
"Ahh Gilaa" Ana bergumam sambil mengucek matanya yang sudah berdosa. Karena baru saja mengagumi wajah cowok sialan itu.
Kemudian Ana menyambar handuk dan bergegas ke kamar mandi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 32 Episodes
Comments
atik
lanjut
2025-03-28
0