Karena indekos ini harusnya untuk satu orang saja, kamar mandinya tidak memiliki kunci.
Pemilik indekos bilang "udah dikasih harga murah ya begini adanya! Jangan protes" sebelum meninggalkan Gara dan Ana begitu saja.
Ana menggantungkan pakaiannya, memasuki tirai shower, menyalakan air dan terperanjat saat knop pintu bersuara diputar.
"GARAAA, JANGAN MASUKK" pekik Ana, ia panik karena pakaiannya sudah tergantung dibelakang pintu.
"GAK BISAA, GUE KEBELET PIPISS" jawab Gara tidak kalah galak
Dibalik tirai shower putih yang menampilkan bayangan Ana menghentakkan kakinya marah.
"Garaa lo beneran udah gila ya?!!, Awas aja lo nanti!" kecam Ana
"Gue kebelet, bukan gila! Lo jangan keluar tirai, gue lagi buka celana!" Kata liam, yang sudah berdiri di depan toilet
Ana bahkan bisa mendengar suara air mengalir. Menjijikkan!
"Selesai itu please keluar" kata Ana memohon
Tak lama setelah itu terdengar suara flush, yang berarti Gara sudah selesai buang air.
"Gara, lo langsung keluar lagi kan?" tanya Ana was was
"Buat apa?, lo bisa mandi dibalik tirai shower, dan gue tetap gosok gigi didepan wastafel tanpa saling ganggu" Ucap Gara
"gak mauu!" jawab panik Ana
"kita bisa telat, Ana!" tegas Gara
"CK bener juga, awas aja kalo lo berani ngintipin gue!" sahut Ana
"Emangnya apa yang bisa dilihat dari lo?" tanya Gara
"Semua yang gak lo punya" jawab Ana kesal
"maksut lo da-da ra-ta itu?" ejek Gara
BUGH
Sebuah botol sampo melayang dan tepat mengenai kepala Gara. Cowok itu sempat memekik kesakitan dan kemudian hening...
"Gara?" panggil Ana
Tidak ada jawaban
Beberapa detik, Ana melihat kebawah dan terpekik saat melihat darah mengalir dibawah lantai kamar mandi.
"GARA?"
Gara tidak menyahut.
Mungkin pura-pura pingsan?
Karena nyatanya darah yang mengalir tersebut bukan dari kepala Gara yang terbentur botol sampo, melainkan dari kaki Ana sendiri.
Gadis itu menstruasi
"GARA! Please beliin gue pembalut secepatnya!!" kata Ana panik
Gara yang tadinya mau pura-pura pingsan pun menyipitkan mata. "lo pikir gue pesuruh?" jawab Gara
"GARA, PLEASE! Gue pasti bakal balas budi sama lo, beneran" ucap Ana memelas
Gara tersenyum penuh maksud saat berfikir beberapa saat. "Bener? kalo gitu gue bakal kasih 3 permintaan sama lo, dan lo harus kabulin semua!" kata Gara
"IYA UDAH, CEPETAN" jawab Ana tanpa berfikir panjang
Gara hanya tersenyum penuh kemenangan.
ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ
Setelah pergi ke mini market sebentar, tidak lama setelahnya Gara kembali dengan menenteng seplastik besar berisi pembalut.
Gara membeli seluruh model ukura, warna, dan kemasan karena tidak tau harus memilih yang mana.
"Lo beli ini semua" Kata Ana tidak percaya, ia mengeluarkan tangannya untuk meraih kantong plastik itu dan menutup kembali pintu kamar mandinya.
Kali ini Gara tidak ikut masuk, karena memberi ruang privasi untuk Ana "Gue kan gak tau ukuran lo" jawab Gara
"IH ukuran pembalut bukan segede apa kepunyaan orang! Tapi darahnya meleber atau enggaknya Gara!" kata Ana
"Oh, ya? Mana gue tau! Kalo cowok kan emang bisa diukur! Ukuran gue gede soalnya" ucap Gara
Ana langsung ternganga wajahnya merah padam mendengar ucapan Gara barusaja, bisa-bisanya dia mengatakan hal itu dengan bangganya.
"G-gue gak pedulii!" pekik gadis itu, salah tingkah saking malunya
"Yakin gak penasaran?" Goda Gara dari balik pintu
'Sialan jangan dibayangkan, jangan dibayangkan' batin Ana sambil menggelengkan kepalanya
"GAK GARA! SUMPAH YA, BERHENTI GANGGU GUE!!"
Ana sebenarnya bukan gadis pemarah, tapi periode bulanan membuat gadis itu menjadi lebih sensitif daripada biasanya.
Sementara itu Gara hanya tertawa kecil, ia merasa sangat puas karena berhasil menggoda gadis itu. Pacar si brengsek Rio.
•Jujur saja Gara mempunyai alasan mengapa ia sangat membenci Rio,
benciii sekali,,
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 32 Episodes
Comments