Pulang kerja

"Kenapa lo jadi kepo" ejek Gara, tiba-tiba saja ia mengalihkan arah pembicaraan

Ana mendelikkan mata. Hampir salah paham mengartikan sorot mata Gara yang terlalu lembut padanya.

"Gue heran aja, gue kira lo sama Rio cukup akrab, lo sama Rio kan satu kelas, satu lingkungan, sama-sama aktif juga di klub basket" ucap Ana

"Akrab sebagai partner iya, kalo kumpul kita seru-seruan aja, latihan juga latihan aja, tapi kalo temen sih nggak"

"Kenapa? Kalian kenal dari kecil kan?"

"Gue, Rio, Berlian, sama Dasa itu emang dulunya satu lingkungan, dulunya juga satu SD, cuman ga sekelas aja jadi cuman saling tau ngga saling kenal" ujar Gara

"Jujur aja gue gak suka Rio yang sok cool, sok kalem, sok keren, atau Berlian yang manjanya selangit, Sementara Dasa dia..."

Entah kenapa Gara menjeda perkataannya, seakan sedang mencari kata yang tepat untuk mendeskripsikan Dasa

"Biar gue tebak, lo suka Dasa yang kaku begitu biar bisa ngimbangi sifat petakilan lo kan?" goda Ana

"bukan tuh" jawab Gara, sekenanya

"trus kenapa?"

"ah udahlah, lo makan aja yang bener!"

Gara mengalihkan dengan menyendok daging dari mangkuknya dan menyerahkannya pada mangkuk Ana.

"Kebanyakan, Gara!"

"Anggap aja rapel, lo kan belum makan dari pagi"

Ana kaget ternyata Gara menyadarinya "kok lo bisa tau?"

"Kan kita tinggal satu atap Ana, warna bra lo dijemuran juga gue tahu..."

BUGH...

Ana memukul lengan Gara dengan kesal "Lo gausah bahas hal nyebelin gitu bisa gak sih?" protesnya

"Kalo gitu, bahas lebih banyak tentang lo coba, gue mau tau alasan lo nekat kabur dari rumah dan tinggal ditempat ini?"

Pertanyaan Gara membuat Ana menghela nafas dalam. Mungkin tak ada salahnya berbagi kisah dengan seseorang meski itu Gara Mahendra.

Sebab Ana bahkan..

menahan cerita ini pada Berlian, apalagi Rio.

"Gue anak adopsi, orang tua angkat gue tiba-tiba pergi gitu aja dari negara ini dan bilang kalo gue udah cukup mandiri buat hidup mandiri"

"Terus karena sebelumnya mereka juga gedein gue sebatas ngasih uang tanpa kasih sayang, bukan hal berat bagi gue buat pisah dari mereka"

"Yang berat cuman masalah keuangan aja, karena gue harus mikirin gimana caranya buat bertahan buat hidup sendiri"

Gara membulatkan bibir "Pantesan lo kekeuh mau mertahanin uang sewa lo ditempat ini, bahkan gak peduli kalo harus sharing sama gue"

"Dari pada uang hangus kan? Lagian gue mau karena kita satu sekolah kalo lo macem-macem gue bisa laporin lo ke BK"

"Yee Ana cepu" ejek Gara bergurau

Ana tersenyum merasa hubungannya dengan Gara mulai mencair "terus lo gak akan cerita balik tentang hidup lo?"

"enggak"

"Ihh nyebelin! Nyesel gue cerita panjang lebar sama lo.." sekaligus mikir kalo kita mungkin bisa jadi teman akrab

Sepertinya Ana salah menilai Gara, cowok tengil itu benar-benar susah untuk ditebak dan dipahami.

Gara tersenyum tipis "Bilang aja lo mulai nyaman sama gue"

"Males!"

Tak terasa mangkuk milik Gara sudah kosong. Cowok itupun berdiri dan merenggangkan ototnya.

"Karena gue udah neraktir, jadi Lo yang bersihin sampahnya ya? Gue mau tidur jangan berisik!" ucap Gara

Ana mendengus

Gadis itu pun membersihkan meja, pergi mandi dan baru sempat membuka ponselnya saat sudah merebahkan tubuhnya diatas ranjang.

Rupanya ada banyak pesan masuk dari Rio. Dan Ana baru sadar bahwa wallpaper ponselnya masih fotonya dengan Rio.

Rio :[Gue baru inget, Lo suka rasa keju kan?]

Rio: [Bukan, ya?]

Rio :[Oh, cokelat aja gak pake mint?]

Rio :[Vanilla?]

Rio :[Rasanya gak mungkin deh cewek centil kayak lo doyan makan asem-asem kaya stroberi?]

Rio :[Jawab dong! Gak usah tarik ulur sama gue, Gak suka!]

Ana tersenyum pahit tanpa membalas pesan-pesan dari Rio. Padahal benar adanya kalo stroberi adalah rasa favorit gadis itu.

"Lo bahkan tau Berlian gak suka acar, Dasa yang suka rasa mint choco, tapi lo sama sekali gak tau tentang gue"

Ana segera mengganti wallpaper hpnya dan menghapus isi galeri bersama Rio, tidak banyak karena Rio tidak suka difoto.

Seringkali Ana sendiri yang diam-diam memotret cowok itu saat mereka kencan, itupun hanya sebulan sekali.

Rio tak suka Ana mencampuri kehidupannya, dan kali ini Ana tak akan pernah lagi mengusiknya.....

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!