Part 20 Ayah Punya Penyakit Jantung

Anin dengan segera memasuki rumahnya, namun rumah itu terlihat sangat sepi tidak ada yang membukakan pintu sama sekali.

"Neng Anin," ujar Ibu Asih tetangga dekat rumahnya, menghampiri Anin yang masih berdiri di depan pintu.

"Bu Asih... ! Bu Asih tahu tidak kenapa rumah Anin sepi, seperti tidak ada orangnya?" tanya Anin pada Bu Asih.

"Loh Neng Anin tidak tahu kalau Ayah Neng Anin itu masuk Rumah sakit?" tanya Ibu Asih dengan wajah binggung.

"Ayah masuk Rumah Sakit?" tanya Anin dengan terkekut.

"Sudah dua hari ini Ayah Neng Anin di rawat karena terkena serangan jantung," ujar Bu Asih.

"Jantung?" lirih Anin dengan mata yang mulai berkaca kaca.

"Ayah Anin di rawat di mana bu?" tanya Anin dengan wajah yang pucat.

"Pak Salim di rawat di Rumah Sakit Hasan Sadikin," jawab Bu Asih.

"Terima kasih Bu," ucap Anin yang langsung berlari menuju jalan untuk mencari tukang ojek.

"Kenapa Neng Anin tidak tahu kalau Ayah nya di rawat," gumam Bu Asih dengan binggung dan berjalan kembali kerumahnya.

Anin yang sudah sampai di Rs Hasan Sadikin langsung menuju meja informasi untuk menanyakan di ruangan mana Ayahnya di rawat.

"Ayah," ujar Anin yang langsung berlari masuk kedalam ruang rawat saat melihat Ayah nya terbaring di atas tempat tidur dengan tangan yang di infus.

"Anin," ujar Ibu Tika yang merasa kaget melihat Anin yang sudah masuk kedalam ruang rawat.

"Ayah," lirih Anin mengusap wajah Ayahnya.

"Anin," ujar Pak Salim.

"Ayah kenapa tidak memberitahu Anin kalau Ayah sakit?" tanya Anin dengan air mata yang sudah mengalir di pipinya.

"Ayah tidak papa sayang," ucap Pak Salim.

"Tidak papa bagaimana? Ayah ini sampai masuk Rs masih bilang tidak papa," gerutu Anin masih dengan terisak.

"Anin, Ayahmu ini sudah baikan," ujar Bu Tika mengelus punggung Anin.

Anin yang mendengar perkataan Bu Tika langsung menggerakan punggungnya agar tangan Bu Tika lepas dari punggungnya. Dengan tatapan tajam Anin menatap Bu Tika yang tersenyum padanya tanpa ada rasa bersalah sedikitpun karena tidak memberitahu dirinya kalau Ayah masuk Rumah Sakit.

Anin yang menjaga Ayahnya, menatap wajah tua yang sedang tertidur. Wajah itu terlihat pucat dan tubuh Ayah pun terlihat agak kurusan.

"Tante, bisa berbicara di luar?" tanya Anin dengan suara yang sangat pelan agar Ayah tidak terbangun.

"Tentu saja bisa," jawab Bu Tika.

Anin pun langsung keluar dari ruang rawat Ayahnya yang diikuti oleh Ibu Tika.

"Ada apa Nak?" tanya Bu Tika.

"Tante Tika, kenapa Tante tidak memberitahu Anin kalau Ayah masuk Rumah Sakit?" tanya Anin dengan suara yang sangat marah, kemarahan yang sudah ditahannya sejak kemarin karena ulah Anaknya.

"Ayah Anin, yang melarang Ibu untuk memberitahu Anin," ujar Bu Tika dengan suara yang pelan.

"Bohong!" bentak Anin dengan suara yang tertahan. "Tante sengaja kan ingin membuat Ayah jauh dari Anin." ujar Anin dengan tajam.

"Anin, ibu tidak pernah berniat seperti itu. Ayah Anin yang tidak mau memberitahu Anin karena takut merepotkan Anin dan tidak ingin membuat Anin sedih." ujar Ibu Tika dengan wajah yang terlihat sedih.

"Kalian Ibu dan Anak datang kedalam kehidupan kami, dan dengan seenaknya merusak kebahagiaan aku dan Ayah," ujar Anin dengan suara yang sangat tegas menatap Ibu tirinya dengan tatapan mata yang tajam.

"Anin, Ibu----"

"Kau bukan Ibu ku," Ujar Anin dengan tegas.

"Sekali lagi kau menyembunyikan tentang keadaan Ayah, aku Anindita akan membuat kau pergi dari rumahku.... !" ujar Anin yang langsung meninggalkan Ibu Tika yang terlihat sedih dengan air mata yang sudah mengalir di pipinya.

Anin pun langsung pergi dan masuk kembali ke ruang rawat, meninggalkan Ibu Tika yang masih berdiri dengan isak tangisnya.

"Adam mana?" tanya Pak Salim yang sudah terbangun dari tidurnya.

"Mas Adam sibuk, jadi Anin ke sini sendirian" ujar Anin menggenggam tangan Ayahnya.

"Anin lebih baik pulang, Ayah sudah baikan."

"Anin akan di sini sampai Ayah pulang," ujar Anin.

"Tapi Anin,.... " Pak Salim tidak meneruskan perkataannya dan tersenyum pada putrinya.

Ibu Tika yang berada di satu ruangan yang sama hanya bisa terdiam, melihat keakraban anak tiri dan suaminya itu.

Anin meminta ijin keluar ruangan pada Ayahnya untuk menghubungi Mita, Anin memberitahu Mita untuk pulang ke Jakarta lebih dulu karena Ayah nya masuk Rumah Sakit. Anin pun meminta ijin pada Pak Andre tidak bisa masuk kerja.

Anin lalu berjalan ke arah ruangan Dokter yang menangani Ayahnya.

"Selamat siang Dok," ujar Anin.

"Siang, silahkan masuk." ucap Dokter tersebut.

"Dok, saya Anin putri dari Pak Salim. Saya ingin menanyakan kondisi Ayah saya," ucap Anin yang sudah duduk di depan meja Dokter Spesialis Jantung.

"Keadaan Pak salim sudah membaik, dan sebaiknya harus lebih banyak beristirahat jaga pola makannya. Dan di usahakan jangan terlalu banyak pikiran yang berpengaruh pada tekanan darahnya sehingga jantungnya kembali bermasalah," ujar Dokter menjelaskan pada Anin.

"Tapi Dok, Ayah saya kenapa bisa menderita jantung? karena selama ini Ayah tidak punya riwayat penyakit jantung?" tanya Anin.

"Ada banyak faktor yang mempengaruhi seseorang terkena penyakit jantung, karena usia yang sudah tua, pola makan yang tidak sehat, tekanan darah yang tinggi, gaya hidup dan masih banyak yang lainnya," jawab Dokter.

Anin pun mengingat kembali riwayat penyakit Ayahnya yang memang punya tekanan darah tinggi.

"Baik Dok, terima kasih atas penjelasannya."

Anin pun langsung keluar dari ruangan Dokter Spesialis jantung dengan langkah yang gontai, Anin merasa dilema dengan keadaannya saat ini. Ingin rasanya ia bercerita pada Ayahnya tentang permasalahan rumah tangganya, tapi Anin takut penyakit jantung Ayahnya yang sudah membaik akan kembali kumat.

"Ya tuhan, apa yang harus aku lakukan!" lirih Anin.

Dan saat Anin masuk kedalam ruangan Ayahnya, Anin sangat terkejut dengan apa yang dilihat. Mas Adam dan Alya ada di dalam ruang rawat Ayahnya.

"Anin," ujar Pak Salim yang melihat Anin berdiri di depan pintu.

Mas Adam dan Alya secara bersamaan langsung menatap pada dirinya.

"Sini Nak, lihatlah suamimu sungguh baik. Menyempatkan diri untuk menjenguk Ayah," ujar Pak Salim dengan tersenyum.

Anin yang melihat senyuman Ayahnya, hanya bisa terdiam dengan senyum yang dipaksakan kepada Mas Adam.

Anin yang duduk di sebelah Mas Adam hanya mendengarkan pembicaraan antara Ayahnya dan Mas Adam, sementara Alya terlihat mengobrol bersama Ibunya dengan sesekali memegang tangan Ibunya.

Setelah setengah jam, Anin dengan terpaksa ikut bersama Mas Adam untuk pulang kerumah Ayah untuk mengganti pakaiannya.

"Anin, aku...."

"Aku tidak ingin membicarakan apa pun," potong Anin tanpa menatap kearah Mas Adam.

Dan sepanjang perjalanan Adam dan Anin hanya terdiam, Anin menatap jendela mobil samping sedangkan Adam menatap lurus kedepan fokus kejalanan.

Anin yang sudah sampai di rumahnya langsung masuk kedalam kamarnya, "Kau mau apa?" tanya Anin yang melihat Mas Adam mengikutinya dari belakang.

"Tentu saja ikut masuk kedalam kamarmu," ujar Adam menatap manik manik hitam Anin yang seperti hendak keluar.

"Masuk saja ke kamar istri tercintamu itu!" bentak Anin dengan keras. Anin akhirnya bisa dengan bebas meluapkan emosi yang ditahannya sejak di rumah Sakit.

Terpopuler

Comments

Katherina Ajawaila

Katherina Ajawaila

Adam, CEo hebat se Indonesia, tapi ko pin2 bo ya, sm perempuan takluk. pengen tonjok aku😫

2024-03-18

2

anisa

anisa

kalo aq di posisi Anin...pasti sakit hati dan marah juga terhadap adam dan alya 😣

2023-12-28

0

⏤͟͟͞Rꦻ나의 사랑

⏤͟͟͞Rꦻ나의 사랑

untungnya Anin punya sikap keras kepala jadi ga bisa di tindas

2023-12-24

0

lihat semua
Episodes
1 Part 1 Pertemuan
2 Part 2 The Wedding
3 Part 3 Kenyataan Yang Menyakitkan
4 Part 4 New Day
5 Part 5 Pertama kali
6 Part 6 Perdebatan Pertama
7 Part 7 Bertemu Sahabat
8 Part 8 Terkejut
9 Part 9 Aneh
10 Part 10 Sebuah Rasa
11 Part 11 Ibu Mas Adam Sakit
12 Part 12 Meminta Cucu
13 Part 13 Kepulangan Yang Mendadak
14 Part 14 Intan Sekertaris Mas Adam.
15 Part 15 Kemarahan Mas Adam.
16 Part 16 Hari Penyelidikan
17 Part 17 Kebohongan Mita
18 Part 18 Kebenaran Yang Mulai Terkuak.
19 Part 19 Kenyataan Pahit
20 Part 20 Ayah Punya Penyakit Jantung
21 Part 21 Kebencian Alya
22 Part 22 Alya Tinggal Di Rumah Mas Adam
23 Part 23 Pendapat Mita
24 Part 24 Membulatkan Tekad
25 Part 25 Tawa Yang Membuat Hati Bahagia
26 Part 26 Pertanyaan Mas Andre
27 Part 27 Siapa Yang Menang Dan Siapa Yang Kalah
28 Part 28 Pov Adam Part 1
29 Part 29 Pov Adam 2
30 Part 30 Bali
31 Part 31 Bali 2
32 Part 32 Bali 3
33 Part 33 Bali 4
34 Part 34 Honeymoon
35 Part 35 Kejutan Dari Alya
36 Part 36 Kesedihan Anin
37 Part 37 Kehamilan Alya
38 Part 38 Keputusan Adam
39 Part 39 Keputusan Anindita
40 Part 40 Pulang
41 Part 41 Penyesalan Pak Salim
42 Part 42 Pernikahan Yang Membuat Luka Anin Dan Alya
43 Part 43
44 Part 44
45 Part 45
46 Part 46
47 Part 47
48 Part 48
49 Part 49
50 Part 50
51 Part 51
52 Part 52
53 Part 53
54 Part 54
55 Terima kasih
Episodes

Updated 55 Episodes

1
Part 1 Pertemuan
2
Part 2 The Wedding
3
Part 3 Kenyataan Yang Menyakitkan
4
Part 4 New Day
5
Part 5 Pertama kali
6
Part 6 Perdebatan Pertama
7
Part 7 Bertemu Sahabat
8
Part 8 Terkejut
9
Part 9 Aneh
10
Part 10 Sebuah Rasa
11
Part 11 Ibu Mas Adam Sakit
12
Part 12 Meminta Cucu
13
Part 13 Kepulangan Yang Mendadak
14
Part 14 Intan Sekertaris Mas Adam.
15
Part 15 Kemarahan Mas Adam.
16
Part 16 Hari Penyelidikan
17
Part 17 Kebohongan Mita
18
Part 18 Kebenaran Yang Mulai Terkuak.
19
Part 19 Kenyataan Pahit
20
Part 20 Ayah Punya Penyakit Jantung
21
Part 21 Kebencian Alya
22
Part 22 Alya Tinggal Di Rumah Mas Adam
23
Part 23 Pendapat Mita
24
Part 24 Membulatkan Tekad
25
Part 25 Tawa Yang Membuat Hati Bahagia
26
Part 26 Pertanyaan Mas Andre
27
Part 27 Siapa Yang Menang Dan Siapa Yang Kalah
28
Part 28 Pov Adam Part 1
29
Part 29 Pov Adam 2
30
Part 30 Bali
31
Part 31 Bali 2
32
Part 32 Bali 3
33
Part 33 Bali 4
34
Part 34 Honeymoon
35
Part 35 Kejutan Dari Alya
36
Part 36 Kesedihan Anin
37
Part 37 Kehamilan Alya
38
Part 38 Keputusan Adam
39
Part 39 Keputusan Anindita
40
Part 40 Pulang
41
Part 41 Penyesalan Pak Salim
42
Part 42 Pernikahan Yang Membuat Luka Anin Dan Alya
43
Part 43
44
Part 44
45
Part 45
46
Part 46
47
Part 47
48
Part 48
49
Part 49
50
Part 50
51
Part 51
52
Part 52
53
Part 53
54
Part 54
55
Terima kasih

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!