Jadilah hari minggu yang biasanya Anin nikmati dengan bersantai ria, kini dirinya harus sibuk membereskan dapur dan seluruh ruangan. dengan wajah kesalnya Anin menatap Mas Adam yang masih sibuk dengan Laptopnya.
"Kenapa kau tidak kerumah istrimu?" tanya Anin dengan tangan yang mengelap meja, diruang tengah tempat Adam duduk.
"Bukankah aku sudah berada di rumah istriku?" tanya Adam, membalikkan pertanyaan Anin.
"Maksudku, kenapa kau tidak ke rumah istrimu yang lain?" tanya Anin dengan wajah yang menahan kesal. karena Mas Adam sudah membuat hari liburnya menjadi hari yang melelahkan karena harus membersihkan rumah.
Adam yang di tanya hanya diam saja tidak menjawab pertanyaan yang diberikan oleh Anin, Anin menatap sekilas pada Adam yang masih sibuk di depan laptopnya.
"Sayang sekali, tampan tapi tuli!" lirih Anin dengan suara yang kecil.
"Aku mendengarmu!" seru Adam yang kini menatap pada Anin dengan tatapan yang intens, membuat Anin salah tingkah.
"Kalau sudah selesai, rapihkan taman yang ada diluar!" perintah Adam masih dengan menatap Anin.
"Merapihkan taman!" tanya Anin dengan suara tercekat.
"Kenapa? apa kau keberatan mengurus rumah ini?" tanya Adam.
"Tentu saja, aku ini bukan pembantumu!" ujar Anin dengan suara yang meninggi.
"Kalau kau keberatan, aku akan mengambil pembantu." ujar Adam.
"Jangan," teriak Anin. "Aku akan merapihkan taman" ujar Anin yang langsung berdiri dan melangkah ke arah taman.
Adam menatap pada punggung Anin dengan senyum tipis di wajahnya, Adam merasa sangat heran pada Anin. sejak pertama kali membawanya kerumah ini, Anin selalu menolak saat Adam mengatakan akan mengambil pembantu. dan terbukti sekarang, dengan mengancam akan mengambil pembantu. sosok Anindita yang keras kepala, dengan mudahnya menuruti keinginannya untuk merapihkan taman.
"Ya ampun, ini benar benar hari sialku!" gerutu Anin menatap tanaman yang ada di hadapannya "Tapi tunggu dulu, kenapa Mas Adam tidak ke rumah istri yang sangat di cintainya itu?" gumam Anin dalam hati sambil merapihkan tanaman yang sudah tidak karuan bentuknya.
"Apa mereka sedang bertengkar?" tanya Anin dalam hati. "Ah sudahlah, bukan urusan ku juga" Anin mulai membereskan taman dengan tangan yang satunya sibuk menutupi wajahnya dari sengatan matahari yang sangat panas.
Setelah selesai merapihkan dan membereskan taman, Anin berjalan masuk kedalam rumah dengan langkah yang terseok seok karena kelelahan.
"Anin ini ----"
"Sudah cukup, aku sangat lelah" teriak Anin memotong ucapan Adam.Tanpa menengok ke arah Adam, Anin langsung masuk kedalam kamarnya. dirinya langsung masuk kedalam kamar mandi, karena tubuhnya sudah bau keringat matahari.
"Suami enggak ada ahlak, seenaknya aja nyuruh orang! tidak punya perasaan sama sekali." gerutu Anin masih di dalam bathtubnya.
Setelah selesai berpakaian, Anin melangkahkan diri ke arah balkon kamarnya karena mendengar suara mobil. di lihatnya mobil Mas Adam keluar dari garasi mobil.
"Mau ke mana dia?"tanya Anin masih menatap mobil yang sudah melaju meninggalkan rumah.
Anin pun berjalan kearah ruang tengah, di lihatnya gelas yang berisikan jus di atas meja dengan sebuah kertas yang langsung di baca oleh Anin.
"Terima kasih sudah membersihkan rumah, ini ada jus untukmu dan maaf sudah membuatmu lelah. aku pergi kerumah istriku dulu."
Anin membuang kertas itu dan menatap pada gelas di atas meja.
"Tunggu dulu, kenapa aku merasa aneh." gumam Anin menatap pada jam di dindingnya. "Kalau Mas Adam baru ke rumah istrinya saat ini, berarti istrinya itu ada dikota yang sama denganku" ujar Anin pada dirinya sendiri.
"Apa istrinya itu sudah pindah di kota yang sama denganku," gumam Anin dalam hati. "Kenapa hatiku merasa tidak enak dengan sosok maduku ini."
Anin pun terduduk di atas sofa masih dengan memandang gelas yang ada di hadapannya. "Siapa sebenarnya istri lain dari Mas Adam?" tanya Anin pada dirinya sendiri.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 55 Episodes
Comments
Ibelmizzel
Mita kawan Anin ni kayaknya
2024-10-02
1
Ernawati Naysha
mita
2024-08-06
0
mur:ciyuah
apa itu si mita...
2024-04-25
0