Hari yang baru dalam hidupku dimulai dirumah ini, menjadi nyonya Dharmawan seorang pria tampan dan mapan yang merupakan impian semua wanita.
Tapi tidak bagi seorang Anindita, impian masa kecilku menikah dengan seorang pria yang mencintaiku dan aku mencintainya luluh lantah dalam waktu semalam. Pria yang kunikahi ternyata sudah menikah dengan wanita yang dicintainya.
"Sungguh sial sekali nasibku ini, dalam hukum aku adalah istri pertama dan satu satunya Adam Dharmawan. Tapi di dalam hatinya aku bahkan tidak punya tempat sama sekali." gumam Anin dalam hatinya.
Kami pun memutuskan untuk tidur di kamar yang berbeda, aku tidur dilantai atas dan Adam tinggal di lantai bawah. Setiap hari Adam akan pulang kerumah tepat waktu, tapi dihari sabtu dan minggu Adam pasti tidak pulang kerumah. Dan sudah dapat dipastikan kalau suamiku itu tinggal di tempat istri sirinya itu.
Entah mengapa hanya dihari sabtu dan minggu Adam pergi ke rumah istri sirinya itu, apa karena mereka tidak tinggal di satu kota yang sama atau karena hal yang lainnya.
Aku tidak tahu dan tidak ingin tahu, bahkan selama satu bulan pernikahan kita. Aku dan Adam tidak pernah bertegur sapa sama sekali, dan seperti yang dijanjikan oleh Adam. Dia tidak pernah menyentuhku sama sekali dan uang bulanan untukku tetap dia berikan.
"Anin, gimana kabarmu dijakarta?" tanya Mita sahabat dekat Anin.
"Aku baik, tapi saat ini aku merasa sangat bosan karena tidak punya kegiatan sama sekali." ucap Anin.
"Apa suami mu, masih dingin dan kalian masih tidak bertegur sapa?" tanya Mita dengan hati hati.
"Ya seperti itulah keadaannya, tapi itu bagus untuk ku. jadi aku tidak perlu mengurusi hal hal yang berkaitan dengannya, sehari hari tugasku hanya memasak untuknya."
Hanya pada Mita lah Anin bisa curhat tentang masalah pernikahannya, dan hanya Mita juga yang mengetahui kalau suaminya itu punya istri lain selain dirinya.
"Apa kamu tidak penasaran dengan sosok istri sirinya itu?" tanya Mita dengan suara yang terdengar sangat bersemangat.
"Untuk apa aku tahu, lagi pula itu bukan urusanku. Aku hanya tinggal menunggu waktu untuk bercerai dengannya," seru Anindita
"Apa kau yakin ingin bercerai dengan pria setampan dan sekaya Adam," ujar Mita menggoda temanya itu.
"Aku sangat yakin, karena aku tidak ingin hidup sebagai istri yang dipoligami. aku tidak ingin mati muda hanya karena sakit hati," ujar Anindita membuat sahabatnya itu tertawa dengan keras.
"Eh Non sadar, kau itu sudah menjadi bagian dari istri istri yang di poligami oleh suaminya." Mita tertawa kembali dengan keras.
"Iya ya," ujar Anindita dengan suara yang pelan. "Sudahlah jangan membahas itu lagi, aku tidak ingin wajah ku ini cepat tua karena membahas seorang Adam Dharmawan, Aku menghubungimu untuk meminta pekerjaan padamu, siapa tahu kau punya kenalan di jakarta yang sedang membutuhkan karyawan cantik sepertiku," ucap Anin dengan penuh percaya diri.
"Ketinggian Non bicaranya," ujar Mita dengan terkekeh. "Tapi tunggu dulu, sepupuku yang dijakarta sedang butuh sekertaris. Cobalah kau melamar kesana, aku akan mengirimkan alamat perusahaan nya padamu." ucap Mita.
"Terima kasih ya Mit, kau itu memang sahabat terbaikku" puji Anindita pada sahabatnya itu.
"Tapi inget ya nin, kau itu melamar pekerjaan bukan melamar yang lain lainnya. Aku takut kau akan jatuh cinta pada sepupuku, karena dia itu sangat tampan sebelas dua belas lah sama Adam."
"Ih Amit amit kalau seperti Adam, satu Adam saja sudah bikin keki." seloroh Anindita lalu mereka berdua pun tertawa bersamaan.
Setelah menutup ponselnya, Anindita pun menyiapkan semua berkas lamaran pekerjaannya. dirinya ingin optimis menjalani hidup baru nya, tanpa bergantung pada siapapun terlebih lagi pada Adam suami yang hanya berstatus di buku nikah saja.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 55 Episodes
Comments
Aisyah Aqilaa
kok aku yakin alya ya istri adam😶
2025-03-03
0
Katherina Ajawaila
cuekin aja suami hanya di kertas🤭🤭🤭
2024-03-18
3
mudayanah
ternyata aq emang blm baca kisah anindita
2024-02-15
1