"Tik... tok... tik... tok" suara jam di dinding rumah terdengar di telinga Anin.
Keadaan rumah kembali sepi saat Mas Adam pergi, bahkan karena sepinya. bunyi jam pun sampai terdengar ke seluruh ruangan yang luas itu.
"Masih Jam tiga sore, enak juga kalau jalan jalan." gumam Anin lalu mengambil ponselnya untuk menghubungi Mita.
"Mit, jalan jalan yuk." ajak Anin.
"Emm,----"
"Kenapa? kamu sibuk ya?" tanya Anin karena mendengar suara keraguan dari Mita.
"Sebentar, ...." ucap Mita.
Anin menunggu dengan melihat ponselnya yang masih tersambung di ponsel Mita.
"Oke Nin, kamu tunggu di rumah saja. nanti aku jemput." ucap Mita.
"Oke," jawab Anin. lalu menutup ponselnya.
Tiga puluh menit Anin menunggu di rumahnya, setelah mendengar suara kalkson dari sebuah mobil Anin pun langsung keluar dari rumah.
"Ini kan mobil.... " gumam Anin yang melihat mobil yang dikenalnya berada di halaman rumahnya.
"Pak Andre," ujar Anin. saat melihat Pak Andre keluar dari mobil dan berjalan ke arahnya.
"Maaf kelamaan menunggu ya?" tanya Andre.
"Tidak, tapi mana Mita?" tanya Anin yang tidak melihat sosok Mita di dalam mobil.
"Mita sangat sibuk mengurusi semua berkas untuk persiapan kerjanya besok, jadi dia meminta ku untuk menggantikannya menemanimu jalan jalan." ucap Andre. "Ayo kita berangkat!" seru Andre membuka pintu mobilnya.
"Tapi, ---" Anin tetap berdiri tidak bergerak sama sekali.
"Kenapa?" tanya Andre yang melihat keraguan di wajah Anin.
"Maaf Pak Andre, sepertinya aku tidak bisa ikut denganmu. karena aku tidak enak jika hanya pergi berdua sebab aku wanita yang sudah bersuami," ujar Anin dengan menundukan kepalanya. merasa tidak enak karena menolak ajakan atasannya itu.
Andre terdiam mendengar ucapan Anin, dengan tersenyum Andre menatap wanita yang ada di hadapannya itu dengan intens.
"So, kita tidak jadi pergi jika kau tidak menginginkannya." Andre menutup kembali pintu mobilnya.
"Maaf Pak," ujar Anin masih dengan menundukan kepalanya, merasa tidak enak telah membuat Pak Andre jauh jauh datang ke rumahnya namun harus kembali pulang.
"No problem, aku menghargai prinsipmu" ujar Andre. "Dan satu lagi, panggil aku Andre diluar jam kerja. bukankah kemarin aku sudah mengatakannya padamu!" ujar Andre tersenyum pada Anin.
"I, Iya Mas Andre aku lupa."
"Baiklah, aku langsung pulang saja." ucap Andre.
"Hati hati ya Mas, sekali lagi maaf." ujar Anin masih dengan wajah bersalahnya. Sementara Andre hanya tersenyum dan masuk kedalam mobilnya.
Di dalam mobil, melalui kaca spion nya Andre melihat Anin yang masih berdiri menatap ke arah mobilnya.
"Anindita," gumam Andre masih menatap pantulan Anin yang semakin tidak terlihat.
"Aku suka dengan sifat mu, dan apa aku salah mempunyai perasaan yang lebih padamu?" gumam Andre.
Andre mengingat kembali pertemuan pertama kalinya dengan Anindita, Andre melihat sosok Anindita yang percaya diri dan memiliki sifat yang pantang menyerah. dan sekarang ketika dirinya melihat sifat Anindita lebih dalam, rasa itu pun semakin menguat ditambah dengan rasa kagumnya terhadap sosok Anindita.
Andre yang tahu Anindita telah bersuami, sempat memendam dan menahan perasaannya. namun saat Mita menceritakan semua tentang keadaan pernikahan yang Anin jalani, membuat rasa itu muncul kembali dan rasa itu semakin kuat untuk bisa memiliki wanita yang terlihat unik di matanya.
"Pria yang menjadi suami mu, suatu saat pasti akan menyesal karena sudah menyianyiakan wanita sebaik dirimu." gumam Andre yang masih fokus dalam menyetir mobilnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 55 Episodes
Comments
fatin Rahman
Apakh Adam istrinya yg lain ..Mita?🙃
2024-06-27
0
Em Mooney
wah... ndre. love at the first sight gt y. slh ngg sh
2024-01-29
1
Em Mooney
istri rasa perawan... lupa ak kl km itu istri org
2024-01-29
0