Part 14 Intan Sekertaris Mas Adam.

"Pak Andre?" tanya Anin dengan mengangkat kedua alis matanya.

"Iya Mas Andre, memangnya sepupuku yang mengenal dirimu itu ada berapa?" tanya Mita dengan menepuk jidatnya. "Mas Andre itu sepertinya suka padamu!" seru Mita yang kembali menggoda Anin.

"Ish, suka dari mananya coba. dia kan tahu aku wanita bersuami," ujar Anin.

"Kalau masalah itu, Kak Andre sudah tahu semua tentang pernikahanmu yang hanya sementara itu." ucap Mita keceplosan.

"Maksudmu?" tanya Anin.

"Aku memberitahu Mas Andre kalau pernikahanmu itu karena perjodohan dan sebentar lagi akan bercerai," ujar Mita dengan suara yang sangat pelan.

"Mita... kenapa kau ceritakan semuanya pada Pak Andre?" ujar Anin yang merasa kecewa karena sahabatnya itu sudah lancang memberitahukan semua rahasia kehidupan rumah tangganya.

"Aku minta maaf Anin, aku menceritakan semua pada Mas Andre, agar dia mau membantu dan menerima mu sebagai sekertarisnya." ujar Mita dengan perasaan bersalahnya.

"Tapi kan tidak perlu dengan menceritakan semuanya," ujar Anin yang langsung berdiri dari tempat duduknya dengan wajah yang emosi.

"Tunggu Anin," Mita menarik tangan Anin agar tidak pergi. "Aku tahu aku salah, aku minta maaf Anin." lirih Mita.

Anin menatap wajah sahabatnya itu yang penuh dengan rasa penyesalan di wajahnya, dengan menarik nafasnya Anin pun kembali duduk di tempatnya yang semula.

"Kau mau memaafkan ku kan?" tanya Mita dengan wajah yang memohon.

"Aku akan memaafkanmu tapi kau harus janji tidak akan membuka aib ku pada orang lain lagi," ujar Anin.

"Aku janji.... !" seru Mita dengan tersenyum.

"Tapi yang tadi aku katakan itu benar, kalau Kak Andre sepertinya menyukaimu."

"Mit, aku tidak ingin membicarakan tentang pria lain sedangkan statusku ini masih seorang istri, walau bagaimana pun keadaan pernikahanku. tapi pernikahan itu tetaplah sah di mata hukum dan agama." ujar Anin dengan menghela nafasnya dengan berat.

"Kalau berbicara tentang hukum dan agama, bukan kah kau itu sudah berdosa karena kau belum menjalankan kewajibanmu sebagai seorang istri? sedangkan Mas Adam sudah menjalankan kewajibannya dengan memberikanmu nafkah lahir." ujar Mita dengan wajah yang serius.

"Aku tidak menjalankan kewajibanku karena Mas Adam tidak pernah meminta haknya," ucap Anin dengan suara yang terbata bata.

"Kalau Mas Adam meminta haknya, apa kau akan memberikannya?" tanya Mita memojokkan Anin.

"Tentu saja tidak!" seru Anin dengan keceplosan.

"Tuh kan,!" ujar Mita dengan tertawa.

"Mita," Anin memukul tangan sahabatnya itu.

"Anin... Anin." Mita semakin tertawa dengan keras.

Anin yang merasa malu hanya bisa tersenyum kecil, dan dengan segera Anin pun pergi dari dalam Cafe yang langsung di ikuti oleh Mita yang masih tertawa dengan puas karena sahabatnya itu sudah kalah dalam perdebatan tadi.

Malam harinya.

Anin yang sudah pulang kerja, melihat di halaman rumahnya belum ada mobil Mas Adam. Dengan segera Anin pun masuk kedalam rumah dan segera menyiapkan makan malam, satu satunya kegiatan yang dia lakukan untuk suaminya yaitu menyiapkan sarapan dan makan malam.

"Kenapa Mas Adam belum pulang juga?" gumam Anin melihat jam yang ada di dinding.

Setelah lama menunggu, akhirnya Anin pun memutuskan untuk makan terlebih dahulu.

"Ting... tong" Anin yang mendengar suara bel rumahnya, langsung menuju ruang tamu dan membuka pintu.

"Selamat malam Ibu, perkenalkan nama saya Intan. saya sekertaris dari Bapak Adam." ujar seorang wanita yang tampak cantik, tinggi, dan putih dengan rambutnya hitam sebahu.

"Ada perlu apa ya?" tanya Anin masih menatap lekat sosok wanita yang ada didepannya.

"Pak Adam menyuruh saya untuk mengambil pakaiannya, karena beliau besok pagi ada meeting di luar kota. jadi saya di tugaskan untuk mengambil pakaian gantinya," ujar Intan dengan tersenyum ramah.

"Menyuruh mengambil pakaian?"gumam Anin dalam hati. dirinya juga seorang sekertaris, tapi Pak Andre tidak pernah menyuruhnya untuk mengambil pakaian.

"Bagaimana Bu?" tanya Intan.

"Eh, iya boleh. tapi pintu kamar Pak Adam di kunci dan,-----" Anin tidak dapat meneruskan perkataannya, Anin merasa malu jika harus berkata bahwa dirinya tidak punya kunci kamar suaminya sendiri.

"Tidak masalah Bu, karena tadi Pak Adam memberikan kunci kamarnya pada saya."

"Deg... " jantung Anin serasa berhenti berdetak, ketika mendengar seorang sekertaris memegang kunci kamar suaminya.

"Boleh saya masuk?" tanya Intan yang langsung di jawab anggukan kepala oleh Anin.

"Di mana kamar tidur Pak Adam?" tanya Intan.

"Di sana!" ujar Anin menunjuk pintu kamar suaminya.

Anin pun memasuki kamar Mas Adam yang sudah di buka oleh Intan. Ini pertama kalinya bagi Anin memasuki kamar Mas Adam, kamar yang sangat luas yang sangat terlihat rapih. di lihatnya kamar Mas Adam dengan seksama, pandangan Anin pun teralihkan saat mencium wangi parfum maskulin yang sangat dikenalnya saat Intan membuka lemari pakaian Mas Adam.

"Maaf ya Bu," ujar Intan yang merasa tidak enak mengambil pakaian Pak Adam di depan Istrinya.

"Iya tidak papa," ucap Anin yang amsih melihat Intan yang dengan cekatan mengambil pakaian setelan jas milik Mas Adam.

"Sudah Bu," ujar Intan.

Anin pun langsung keluar dan diikuti oleh Intan yang langsung mengunci kembali pintunya.

"Terima kasih Bu," ujar Intan yang langsung keluar menuju mobil yang sudah menunggunya di luar.

Anin yang ikut keluar rumah melihat mobil yang membawa intan yang sama persis dengan mobil Mas Adam.

"Apa aku salah lihat ya?" gumam Anin yang langsung masuk kedalam rumah.

Anin yang langsung masuk kedalam kamarnya, hanya terdiam melamun sambil berbaring menatap langit langit kamarnya. entah mengapa hatinya merasa sangat tidak enak semenjak kepulangannya dari wonosobo.

"Ada apa sebenarnya?" tanya Anin pada dirinya sendiri. "Dan kenapa di kamar Mas Adam tidak ada foto istri sirinya?" gumam Anin masih dengan menatap langit-langit kamarnya.

"Apa ada yang disembunyikan oleh Mas Adam? dan kenapa Mas Adam menyuruh sekertarisnya untuk mengambil pakaian gantinya? ada hubungan apa antara Mas Adam dengan Intan?" begitu banyak pertanyaan di benak Anin yang membuat dirinya tidak bisa tidur dan memutuskan untuk menghubungi Mita.

"Kenapa tidak diangkat!" gerutu Anin yang langsung melempar ponselnya kesamping tubuhnya.

"Ini tidak bisa didiamkan, aku harus mencari tahu siapa istri sirih Mas Adam? bukan karena aku cemburu. tapi aku merasa ada yang ganjil di dalam hubungan pernikahanku dengan Mas Adam dan istri sirihnya itu." gumam Anin dalam hati.

Karena lelah dengan semua pemikiran yang ada di dalam hatinya, Anin pun langsung terlelap dalam tidurnya. dan keesokan harinya Anin pun langsung berangkat kerja tanpa menyiapkan sarapan, karena Mas Adam tidak ada dirumah jadi dirinya pun bisa langsung berangkat kerja.

Di dalam ruangannya Anin yang masih penasaran dengan semua yang terjadi kemarin malam, memutuskan untuk mencari tahu siapa sosok Adam Dharmawan. Jika memang sosok Mas Adam sangat terkenal di dunia bisnis seperti yang dikatakan oleh ayahnya, tentu tidak akan sulit menemukan profilnya di dalam internet.

Setelah menemukan Profil Mas Adam Dharmawan, Anin di buat terkejut oleh sosok suaminya itu. ternyata Mas Adam terdaftar sebagai pebisnis No satu di Indonesia, Perusahaan yang di dirikannya itu salah satu perusahan terbesar no 5 di Dunia.

"Wow!" seru Anin yang terus mencari seluruh info tentang Mas Adam.

"Ternyata di balik sosoknya yang diam dan misterius itu, Mas Adam adalah sosok yang sangat terkenal dan kaya. Pantas saja kalau banyak wanita yang mau hanya dijadikan istri sirihnya" gumam Anin dengan termenung.

Anin merasa bodoh tidak mengetahui dengan jelas siapa sosok Adam Dharmawan itu, dirinya yang terlalu kesal saat tahu akan dijodohkan dengan orang yang tidak di kenalnya langsung menaruh berkas yang berisikan foto dan juga seluruh biodata lengkap tentang Mas Adam yang diberikan oleh Ayahnya.

"Berkas itu ada di mana ya?" gumam Anin yang sudah tahu kalau berkas itu tidak lagi ada di dalam kamarnya. entah kemana berkas itu, yang jelas Anin tidak pernah melihatnya lagi semenjak berkas itu di taruhnya di atas meja rias.

Terpopuler

Comments

mudayanah

mudayanah

sprtinya berkas itu di ambil alya. dan alya menjebak adam.

2024-02-16

1

Em Mooney

Em Mooney

hadeeh

2024-01-29

2

⏤͟͟͞Rꦻ나의 사랑

⏤͟͟͞Rꦻ나의 사랑

aku curiga sama sodara Tirinya Adam.. /Gosh//Gosh//Gosh//Gosh/

2023-12-24

0

lihat semua
Episodes
1 Part 1 Pertemuan
2 Part 2 The Wedding
3 Part 3 Kenyataan Yang Menyakitkan
4 Part 4 New Day
5 Part 5 Pertama kali
6 Part 6 Perdebatan Pertama
7 Part 7 Bertemu Sahabat
8 Part 8 Terkejut
9 Part 9 Aneh
10 Part 10 Sebuah Rasa
11 Part 11 Ibu Mas Adam Sakit
12 Part 12 Meminta Cucu
13 Part 13 Kepulangan Yang Mendadak
14 Part 14 Intan Sekertaris Mas Adam.
15 Part 15 Kemarahan Mas Adam.
16 Part 16 Hari Penyelidikan
17 Part 17 Kebohongan Mita
18 Part 18 Kebenaran Yang Mulai Terkuak.
19 Part 19 Kenyataan Pahit
20 Part 20 Ayah Punya Penyakit Jantung
21 Part 21 Kebencian Alya
22 Part 22 Alya Tinggal Di Rumah Mas Adam
23 Part 23 Pendapat Mita
24 Part 24 Membulatkan Tekad
25 Part 25 Tawa Yang Membuat Hati Bahagia
26 Part 26 Pertanyaan Mas Andre
27 Part 27 Siapa Yang Menang Dan Siapa Yang Kalah
28 Part 28 Pov Adam Part 1
29 Part 29 Pov Adam 2
30 Part 30 Bali
31 Part 31 Bali 2
32 Part 32 Bali 3
33 Part 33 Bali 4
34 Part 34 Honeymoon
35 Part 35 Kejutan Dari Alya
36 Part 36 Kesedihan Anin
37 Part 37 Kehamilan Alya
38 Part 38 Keputusan Adam
39 Part 39 Keputusan Anindita
40 Part 40 Pulang
41 Part 41 Penyesalan Pak Salim
42 Part 42 Pernikahan Yang Membuat Luka Anin Dan Alya
43 Part 43
44 Part 44
45 Part 45
46 Part 46
47 Part 47
48 Part 48
49 Part 49
50 Part 50
51 Part 51
52 Part 52
53 Part 53
54 Part 54
55 Terima kasih
Episodes

Updated 55 Episodes

1
Part 1 Pertemuan
2
Part 2 The Wedding
3
Part 3 Kenyataan Yang Menyakitkan
4
Part 4 New Day
5
Part 5 Pertama kali
6
Part 6 Perdebatan Pertama
7
Part 7 Bertemu Sahabat
8
Part 8 Terkejut
9
Part 9 Aneh
10
Part 10 Sebuah Rasa
11
Part 11 Ibu Mas Adam Sakit
12
Part 12 Meminta Cucu
13
Part 13 Kepulangan Yang Mendadak
14
Part 14 Intan Sekertaris Mas Adam.
15
Part 15 Kemarahan Mas Adam.
16
Part 16 Hari Penyelidikan
17
Part 17 Kebohongan Mita
18
Part 18 Kebenaran Yang Mulai Terkuak.
19
Part 19 Kenyataan Pahit
20
Part 20 Ayah Punya Penyakit Jantung
21
Part 21 Kebencian Alya
22
Part 22 Alya Tinggal Di Rumah Mas Adam
23
Part 23 Pendapat Mita
24
Part 24 Membulatkan Tekad
25
Part 25 Tawa Yang Membuat Hati Bahagia
26
Part 26 Pertanyaan Mas Andre
27
Part 27 Siapa Yang Menang Dan Siapa Yang Kalah
28
Part 28 Pov Adam Part 1
29
Part 29 Pov Adam 2
30
Part 30 Bali
31
Part 31 Bali 2
32
Part 32 Bali 3
33
Part 33 Bali 4
34
Part 34 Honeymoon
35
Part 35 Kejutan Dari Alya
36
Part 36 Kesedihan Anin
37
Part 37 Kehamilan Alya
38
Part 38 Keputusan Adam
39
Part 39 Keputusan Anindita
40
Part 40 Pulang
41
Part 41 Penyesalan Pak Salim
42
Part 42 Pernikahan Yang Membuat Luka Anin Dan Alya
43
Part 43
44
Part 44
45
Part 45
46
Part 46
47
Part 47
48
Part 48
49
Part 49
50
Part 50
51
Part 51
52
Part 52
53
Part 53
54
Part 54
55
Terima kasih

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!