"Mas Adam hanya bertanya hal yang biasa," ucap Anindita dengan senyumnya yang menghilang.
"Tunggu dulu, apa aku tidak salah dengar. dari tadi kau memanggil Adam dengan sebuatan Mas Adam?" tanya Mita dengan suara yang menggoda sahabatnya.
"Memangnya salah ya aku memanggilnya Mas, umur nya itu lebih tua lima tahun dariku."
"Tidak salah sih, hanya saja aku takut kau akan mulai mencintai suamimu itu." ujar Mita.
"Mencintai Mas Adam?" tanya Anin dengan tertawa keras. "Tidak mungkin aku mencintai pria yang hobi menikah," ujar Anindita dengan tertawa kembali.
"Inget Anin, Mas Adam bukan hobi menikah. tapi keadaan yang memaksanya menikahimu," ujar Mita membuat Anindita langsung terdiam.
Setelah mengobrol panjang lebar bersama Mita, Anin pun memutuskan untuk pergi jalan jalan terlebih dahulu ke Mall Taman Anggrek. untuk membeli beberapa pakaian kerja dan segala keperluan lainnya.
Tak terasa hari sudah larut malam ketika Anin sudah sampai dirumahnya, dan dilihatnya mobil Mas Adam sudah terpakir di halaman rumah.
"Dari mana saja?" tanya Adam begitu melihat Anin masuk kedalam rumah.
"Tadi aku habis dari Mall Taman Anggrek," jawab Anin langsung masuk keruang tengah.
"Kenapa kau tidak ijin dulu padaku?" tanya Adam masih dengan suara beratnya mengikuti Anindita keruang tengah.
"Kenapa aku harus ijin?" tanya Anin dengan mengerutkan keningnya.
"Kau wajib meminta ijin padaku, karena kau istriku!" seru Adam menatap Anin yang berdiri di depannya.
"Istri...?" lirih Anin. "Apa kau lupa kita menikah hanya karena perjodohan kakek? dan apa kau lupa, kau itu sudah menikahi wanita lain selain diriku?" ujar Anin dengan suara yang menahan emosi.
"Apa pun yang melatarbelakangi pernikahan kita, kau tetap istriku yang sah dimata hukum dan terutama agama!" ucap Adam dengan suara yang tegas.
"Aku tahu itu, tapi----" Anin tidak bisa meneruskan perkataanya, karena memang yang diucapkan oleh Mas Adam benar adanya.
Walau bagaimana pun pernikahan ini memang sah dimata hukum dan terutama agama, dan seorang istri memang wajib memberitahu pada suaminya kemana pun dia pergi.
"Aku mau istirahat," seru Anin langsung masuk kedalam kamarnya.
Sementara Adam hanya menatap punggung istrinya itu dengan menghela nafasnya dengan sangat panjang dan masuk kedalam kamarnya.
Adam yang berbaring di tempat tidurnya menatap langit langit kamarnya, "Kenapa aku bisa berada disituasi seperti ini?" gumam Adam mengusap wajahnya dengan kasar.
Adam mengingat kembali peristiwa dimana dirinya menikahi seorang Anindita, gadis yang dia bawa ke Jakarta setelah sah menjadi istrinya. Semenjak malam pertama itu Anindita tidak pernah lagi berbicara padanya, kami tidak pernah bertegur sapa walau tinggal dalam satu rumah.
Adam tahu itu sesuatu yang salah, itu sebabnya dirinya memulai perbincangan dengan istrinya itu. Adam berfikir kalau pun tidak mencintainya tapi setidaknya Adam bisa berusaha berteman dengan nya. tapi apa yang di dapatnya sekarang, jauh dari kata pertemanan.
Adam baru menyadari sosok Anin yang sangat keras kepala, dan tidak mudah untuk menundukan seorang Anindita yang mempunyai prinsip hidup yang sangat kuat.
"Drt... drt" Adam dikejutkan dengan panggilan telepon yang masuk.
"Sayang, kau sedang apa?" tanya seorang wanita dari seberang sana.
"Aku sedang dikamar," jawab Adam dengan wajah yang tersenyum.
"Aku merindukanmu sayang," ucap wanita tersebut.
"Aku juga merindukan mu sayang," balas Adam.
Setelah berbicang cukup lama, Adam pun menutup ponselnya. Adam merasa bahagia memiliki isteri yang sangat lemah lembut dan baik serta sangat pengertian, dan semua sifat itu bertolak belakang dengan sifat Anindita yang keras kepala dan susah diatur.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 55 Episodes
Comments
Em Mooney
kirain istrinya Alya...
2024-01-29
2
Ratu Fadira
adam jngn² istri sirihnya pake topeng
2024-01-25
0
Nartadi Yana
Halah belum tau saja kamu aslinya dia hanya pingin hartamu sama kaya ibunya
2023-12-29
1