Pagi harinya, Anin yang sudah terbangun dari tidurnya. merasa sangat terkejut karena sudah berada di atas tempat tidur milik Mas Adam.
"Kenapa aku ada di sini?" gumam Anin pada dirinya sendiri.
"Kau sudah bangun?" tanya Mas Adam yang baru keluar dari dalam kamar mandi.
"Akh... " teriak Anin dengan suara tertahan, menutup kedua matanya dengan tangan.
Anin merasa sangat terkejut melihat Mas Adam yang hanya mengenakan handuk di atas pinggangnya, memperlihatkan tubuhnya dengan otot perut yang terlihat seperti roti sobek. sungguh pemandangan yang sangat indah bagi para wanita.
"Bisa tidak kalau ganti pakaian di kamar mandi!" sungut Anin masih dengan memejamkan kedua matanya.
"Kau jangan menyuruh seseorang, kalau kau sendiri pun melakukan hal yang sama dengan ku." jawab mas Adam yang kini mengambil pakaiannya.
"Tunggu dulu." pekik Anin yang langsung keluar dari kamar dengan terburu-buru.
Adam yang melihat Anin keluar dengan terburu-buru hanya menggelengkan kepalanya.
Anin yang sudah di Luar kamar langsung menarik nafasnya dengan sangat panjang. "Untung saja, mata ku ini tidak melihat hal yang aneh." ujar Anin.
"Hal aneh apa?" tanya Bapak mertua Anin dari arah belakang.
"Eh,.... " Anin pun hanya bisa tersenyum tanpa menjawab pertanyaan Bapak mertuanya itu.
"Mau tidak, temani Bapak mengelilingi desa ini?" tanya Pak Andi.
"Tapi Anin belum mandi Pak?" jawab Anin dengan menundukan kepalanya.
"Tidak papa?" ujar Pak Andi.
Anin pun akhirnya ikut berjalan pagi bersama Ayah mertuanya, pagi hari di wonosobo memang sangat dingin. Anin menatap di sekelilingnya, banyak sekali tanaman kentang. memang di wonosobo sangat terkenal dengan kentang diengnya. di sepanjang perjalanan Bapak Andi menceritakan semua tentang Mas Adam pada Anin, dari apa yang dia dengar Mas Adam adalah sosok pria yang sangat bertanggung jawab.
Setelah lelah Anin dan Pak Andi pun kembali ke dalam rumah, Anin yang sudah selesai mandi langsung bersiap kembali mengepak pakaiannya. karena tadi dirinya di beritahu oleh Mas Adam akan kembali ke Jakarta.
"Kenapa cepat sekali kalian pulang?" tanya Pak Andi.
"Ada pekerjaan penting yang sangat mendadak Pak," jawab Adam. "Ibu tidak papa kan kalau Adam pulang?" tanya Adam pada Ibunya.
"Tidak papa Nak, Ibu sudah sehat." ujar Ibu Mina.
"Kalau penyakit Ibu kumat, Adam mohon Ibu mau untuk di bawa ke Rumah Sakit. biar Adam tenang meninggalkan Ibu di sini," ujar Adam.
"Iya Nak," jawab Ibu Mina tersenyum pada putranya. "Adam, ingat selalu pesan Ibu. jaga istrimu jangan pernah melukai hatinya," ujar Ibu Mina.
Adam yang mendengarkan permintaan Ibunya hanya diam saja, Anin pun hanya bisa tersenyum kecil pada Ibu mertuanya. dan setelah berpamitan, Adam dan Anin pun langsung masuk kedalam mobil untuk kembali pulang ke Jakarta.
Di tengah perjalanan Anin melihat sikap Mas Adam yang sangat gelisah, terlihat dari wajahnya yang sedang menerima telepon dari seseorang.
"Aku sudah bilang, aku sudah arah pulang." ujar Adam sambil menatap arah depan. "Sabarlah," ucap Adam kembali.
Anin yang mendengar percakapan Mas Adam hanya bisa menarik nafasnya dengan sangat panjang.
"Beruntung sekali istri Mas Adam itu, hanya dengan memintanya pulang. Mas Adam dengan segera langsung pulang kembali ke Jakarta." gumam Anin di dalam hatinya.
Anin yang sempat merasa bahagia di wonosobo, karena dirinya merasa diterima dengan sangat baik oleh Bapak dan Ibu mertuanya, seketika rasa bahagia itu lenyap saat dirinya sadar kalau Mas Adam itu punya istri lain yang sangat di cintai oleh Mas adam. dan dirinya hanyalah Istri sementara yang tidak punya tempat sama sekali di hati Mas Adam.
Setelah perjalanan yang sangat lelah, mereka pun sampai di halaman rumah.
"Kau masuklah, aku masih ada urusan lain." ujar Adam yang sudah mengeluarkan koper dari dalam mobil.
Anin pun hanya diam saja tidak menjawab ucapan Mas Adam, dirinya melihat Mas Adam yang langsung pergi begitu saja. Anin tahu betul Mas Adam pasti langsung ke rumah Istri sirinya, Dan Anin semakin yakin kalau istri siri Mas adam berada di kota yang sama dengannya. karena Mas Adam langsung pergi begitu saja, otomatis tempat tinggal istrinya itu tidak jauh dari tempatnya tinggal.
Dengan langkah gontai Anin pun berjalan masuk kedalam rumah, setelah hampir seharian berada di dalam mobil dirinya merasa sangat lelah. Anin pun langsung tertidur di atas tempat tidur. entah Mas Adam pulang kerumah atau tidak, karena pagi harinya Mas Adam tidak ada di dalam rumah.
..........
"Bagaimana keadaan Ibu mertuamu?" tanya Pak Andre sambil memeriksa berkas yang di berikan oleh Anin.
"Sudah sehat Pak," jawab Anin dengan singkat.
"Syukurlah," ucap Pak Andre.
"Oh ya Pak, Mita bekerja di bagian apa?" tanya Anin yang dari tadi belum sempat melihat Mita.
"Dia di bagian manager pemasaran" jawab Pak Andre tanpa menoleh pada Anin.
"Oh... " lirih Anin.
Setelah selesai di ruangan Pak Andre. Anin pun langsung mencari Mita di ruangan Manager pemasaran.
"Anin," seru Mita dari arah belakang.
"Mita!" ujar Anin melihat ke arah sahabatnya yang berjalan tergesa-gesa.
"Kamu baru datang?" tanya Anin menatap jam di tanganya.
"Mobil ku bannya bocor, makanya aku datang terlambat." ujar Mita dengan nafas yang terengah engah.
"Aku masuk dulu ya Nin, nanti pas jam istirahat kita ngobrol lagi." Mita pun langsung masuk kedalam ruangannya.
Anin pun hanya bisa menatap punggung Mita, lalu kembali kedalam ruanganya untuk melanjutkan pekerjaannya.
...........
Cafe Red Apple
"Bagaimana perjalanan kalian ke wonosobo?" tanya Mita sambil memakan spageti yang di pesannya.
"Bagaimana apanya? ya biasa saja tidak ada yang istimewa." jawab Anin.
"Lalu kenapa kalian cepat sekali pulang?" tanya Mita.
"Entahlah, mungkin istri siri Mas Adam cemburu denganku dan meminta Mas Adam untuk cepat pulang!" jawab Anin dengan asal.
Mita yang sedang makan tiba- tiba langsung tersedak.
"Kamu kenapa Mit?" Anin memberikan air minum kepada Mita.
"Aku tidak papa," jawab Mita. "Memangnya kamu sudah tahu istri siri Mas Adam?" tanya Mita dengan suara datarnya.
"Aku tidak tahu! tapi sekarang aku ingin sekali tahu siapa wanita itu. wanita yang rela hanya di nikahi sirih oleh Mas Adam." ujar Anin dengan mengerutkan keningnya.
"Untuk apa kau tahu? dari pada kau nanti sakit hati!" seru Mita.
"Sakit hati kenapa aku harus sakit hati?" tanya Anin tidak mengerti ucapan sahabatnya itu.
"Anindita, wanita mana yang tidak sakit hati melihat istri lain dari suaminya!" seru Mita dengan menggelengkan kepalanya.
"Aku tidak, karena untuk apa sakit hati. aku kan tidak mengenalnya dan aku pun tidak mencintai Mas Adam." ucap Anin.
"Kalau kau tidak mencintai Mas Adam, kenapa kau harus sibuk mencari tahu siapa istri sirih Mas adam? lebih baik kau itu mulai mencari pria pengganti Mas Adam. contohnya sepupuku Mas Andre" ujar Mita dengan tersenyum menggoda sahabatnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 55 Episodes
Comments
fatin Rahman
Andainya Mita adalh madu Anin..bertapa hancurnya sebuah persahabatan yg di khianat😵💫
2024-06-27
3
Siti Fatimah
JGN BILANG ISTRI LAIN ADAM MITA....menjurus ksna sih...dr kondisi,sikap n keadaany..
mkin sakit hatilah si anin...jgn ma Andre doonk.
....smg pangeran brkuda putih Anin bkn Andre ato Adam....hadeeeh....bkin ruweeet
2024-03-16
2
Em Mooney
dahlah... minta cere aj nin. ngg cape ap cm jd pajangan doank
2024-01-29
0