Setelah puas mengborol hingga membuatnya lupa waktu, Anin pun pulang diantar oleh Pak Andre dan juga Mita.
"Terima kasih ya Mit," ujar Anin yang hendak turun dari mobil Pa Andre.
"Sama aku aja nih, sama Andre nya enggak?" tanya Mita mengoda sahabatnya itu.
"Oh iya aku lupa, terima kasih Mas Andre sudah mengantar ku pulang."
"Cie... di panggil mas tuh." ujar Mita menyenggol lengan sepupunya itu dengan tersenyum jail.
"Sama sama," ucap Andre tersenyum pada Anindita.
Setelah keluar dari mobil, Anin menatap mobil yang sudah terlihat menjauh. dengan langkah gontai Anin masuk ke dalam rumah. satu kata ketika memasuki rumahnya, yaitu sepi. seperti biasanya hanya ada kesepian ditiap hari sabtu dan minggu.
Anin yang sudah merasa lelah langsung masuk ke kamarnya dan langsung tertidur dengan lelap tanpa sempat mandi terlebih dahulu.
Keesokan harinya
Seperti biasanya di hari minggu Anin pasti akan bermalas malasan di tempat tidur, Bagi Anin hari sabtu dan minggu adalah hari bebasnya, karena dirinya tidak akan disibukan dengan urusan menyiapkan makanan untuk Mas Adam.
Seperti sekarang ini Anin masih di atas tempat tidurnya dengan ponsel ditangannya, sedang membaca novel lewat aplikasi online yang sangat digemarinya. Kalau sudah membaca novel, dirinya bisa lupa akan waktu dan juga perutnya yang sudah mulai kerocongan.
Dengan langkah gontainya Anin masuk kedalam kamar mandi, masih dengan handuk yang melilit di tubuhnya. Anin langsung keluar dari kamarnya menuju ruang makan tanpa melihat ada seseorang yang menatapnya dari ruang tengah.
"Jam segini kau baru bangun!" seru Adam yang melihat Anin berjalan kearah dapur hanya dengan menggunakan handuk ditubuhnya.
"Akh.... !" teriak Anin yang langsung berlari masuk kembali kedalam kamarnya dan menutup rapat pintu kamar.
"Itu tadi Mas Adam?" tanya Anin pada dirinya sendiri. Anin langsung mengambil ponselnya untuk mengecek hari apa ini.
"Ini benar hari minggu," gumam Anin. masih menatap ponselnya untuk memastikan kembali apa yang di lihatnya benar.
"Kenapa Mas Adam ada dirumah? bukankah biasanya dia ada di rumah istri tercintanya itu." gumam Anin kembali.
Anin yang menyadari dirinya masih menggunakan handuk langsung bergegas memakai pakaiannya, lalu kembali kedapur karena perutnya sudah sangat lapar.
Dilihatnya Mas Adam yang masih duduk di ruang tengah yang sibuk dengan laptopnya. dengan cepat Anin membuat roti selai dan teh manis untuk di bawa ke kamarnya.
"Kau mau kemana?" tanya Mas Adam yang masih menatap layar laptopnya.
"Aku mau makan di kamarku" jawab Anin hendak melangkahkan kakinya.
"Jangan seperti anak kecil yang makan di dalam kamar!" seru Adam yang masih sibuk dengan laptopnya.
Karena tidak ingin berdebat, Anin pun langsung berjalan kembali menuju meja makan yang letaknya berhadapan dengan sofa diruang tengah tempat Mas Adam duduk.
Dalam diam Anin makan roti yang tadi dibikinnya, dan dengan sangat cepat Anin pun menghabiskannya. karena dirinya tidak ingin berlama lama satu ruangan dengan Mas Adam. setelah selesai Anin pun langsung menuju kamarnya.
"Boleh aku minta tolong," suara Adam kembali menghentikan langkah Anin yang hendak masuk ke dalam kamarnya.
"Apa?" tanya Anin singkat.
"Kau lihat itu," tunjuk Adam ke dapur. "Dan ini" Adam menunjuk di sekitarnya.
Anin melihat keadaan dapur yang sangat berantakan dan juga ruang tengah yang sudah tidak beraturan. Memang semenjak dirinya bekerja, sudah lama sekali dirinya tidak membereskan rumah. karena tidak ada pembantu maka keadaan rumah pun cukup berantakan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 55 Episodes
Comments
Katherina Ajawaila
jgn mau di budak jin Anin,, Adam yg buat dapir berantakan yg rapiin aja sendiri
2024-03-18
1
mudayanah
dan ternyata istri adam si mita
2024-02-15
0
Em Mooney
hadeh... nurut aj sm suami bayangan
2024-01-29
0