Satu bulan kemudian.
Disinilah Anindita berada disebuah pelaminan bersama dengan pria yang baru satu kali dia temui, Anindita hanya bisa diam tidak berbicara sama sekali saat acara pernikahan itu berlangsung.
Entah mengapa hati Anindita masih tidak bisa menerima Adam, sebenarnya tidak ada yang kurang sama sekali pada diri pria yang ada sebelahnya yang kini sudah sah menjadi suaminya dimata hukum dan agama. Adam pria yang tampan dan mapan, justru dirinya harus bersyukur mendapatkan Adam. Melihat dirinya yang hanya berwajah pas pasan tidak seperti Alya saudara tirinya yang mempunyai paras cantik putih dengan rambut panjangnya.
"Selamat ya Anin," ucap Alya memeluk dengan penuh kasih pada saudara tirinya itu. Anin pun hanya menganggukan kepalanya tanpa menjawab ucapan dari Alya.
"Selamat ya kakak Ipar," ucap Alya mengulurkan tangannya pada Adam.
"Terima kasih," jawab Adam dengan suara datarnya.
"Wuih, yang sudah jadi pengantin baru" seru teman teman Anin yang langsung berebut memeluk Anindita.
"Terima kasih," ucap Anin menahan rasa harunya karena semua temannya datang ke acara pernikahannya.
"Kita... kita bakalan kangen berat nih," ucap Mita memeluk Anindita dengan erat.
"Aku juga bakalan kangen kalian," ucap Anindita.
Anindita harus berpisah dengan teman temannya karena setelah acara pernikahan ini, keesokan hari nya dirinya akan ikut bersama dengan Adam ke kota jakarta. dirinya akan berpisah dengan Ayah dan juga teman temannya di tempat kerjanya yang dulu.
Setelah semua acara selesai, kini Anindita berada didalam kamarnya. duduk di depan meja riasnya, menatap wajahnya yang masih menggunakan make up.
Terdengar suara pintu dibuka dari Luar, membuat jantung Anindita berdetak dengan cepat. dirinya merasa sangat takut melakukan malam pertama dengan pria yang baru saja dikenalnya.
Melalui cermin yang berada di depannya, Anindita bisa melihat wajah suaminya yang sudah berdiri di belakangnya. menatap Anindita dengan wajah serius.
"Bisa kita bicara?" tanya Adam menatap Anindita yang duduk didepannya.
"Tentu saja bisa," jawab Anindita membalikkan tubuhnya masih dengan duduk di atas kursi.
Adam pun kini duduk diatas sofa kecil yang ada di kamar Anindita. "Aku ingin berbicara jujur padamu," ucap Adam dengan menundukan kepalanya.
Melihat sikap Adam yang seperti orang bersalah, membuat perasaan Anindita tidak nyaman. entah mengapa perasaan tidak enak sejak pertama kali bertemu dengan Adam kini semakin kuat.
"Aku sudah menikah dengan wanita lain, sebelum aku menikahimu." ucap Adam dengan suara yang berat menatap pada anindita.
"Deg... !" jantung Anindita serasa berhenti berdetak mendengar pengakuan dari suaminya itu.
Bisa kalian bayangkan bagaimana perasaan seorang Anindita, dimalam pertamanya yang seharusnya menjadi kenangan indah sekali dalam seumur hidupnya. Justru dirinya mendapatkan kenyataan pahit dari mulut suaminya, yang mengatakan bahwa suaminya itu sudah menikah dengan wanita lain sebelum dirinya.
"Bagaimana bisa," lirih Anindita dengan rasa tidak percaya dengan apa yang di ucapkan oleh suaminya itu. suami yang baru saja menikahinya beberapa jam lalu.
"Aku menikahinya seminggu yang lalu, dan aku menikahi denganya sah secara agama." ucap Adam masih menatap Anindita.
"Maksudmu, kau menikahi siri dengan nya?" tanya anindita dengan suara yang bergetar menahan emosi di hatinya.
Anindita memang tidak mencintai atau belum mencintai Adam, tapi mendapati kenyataan bahwa suaminya sudah menikah dengan wanita lain tetap saja membuat hatinya terluka.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 55 Episodes
Comments
Katherina Ajawaila
awal cerita yg menyedihkan, knp ngk jujur ya Adam sebelum di sahkan
2024-03-18
3
Subaedah
adam jahat anin.
2024-02-21
1
🦁 R14n@
Padahal sdh byk aku baca cerita mom tp koq yg ini terlewati ya
2024-02-03
1