Part 16 Hari Penyelidikan

Keesokan harinya Anin yang sedang duduk di meja makan, hanya diam saja dengan sesekali melirik kearah Mas Adam yang diam tapi dengan raut wajah yang terlihat dingin.

"Maafkan aku.... " lirih Anin sambil menundukan kepalanya.

"Apa kau berkata sesuatu?" tanya Adam menatap Anin yang sedang menundukan kepalanya.

"Aku minta maaf karena sudah menamparmu," ujar Anin dengan menatap wajah Mas Adam hingga membuat mata mereka saling menatap satu dengan yang lainnya.

"Aku memaafkanmu," ujar Adam dengan suara yang datar tanpa ekspresi apa pun.

Anin yang mendengarkan ucapan Mas Adam kini bisa bernafas dengan lega, sejak kemarin malam dirinya selalu dihantui oleh rasa bersalah karena sudah menampar suaminya itu.

"Aku juga minta maaf sudah menciummu dengan paksa," ujar Adam yang membuat Anin langsung tersedak makanan.

"Aku tidak salah dengar? seorang Adam Dharamawan meminta maaf padanya," gumam Anin dalam hati.

"A.. aku memaafkanmu," ucap Anin dengan terbata bata.

"Boleh aku berkata sesuatu?" tanya Anin.

"Silahkan," jawab Adam.

"Kenapa kau menyuruh sekertaris mu untuk mengambil pakaian? seharusnya kau lebih menghargai ku dengan tidak menyuruh wanita lain untuk mengambil pakaianmu di dalam rumah ini," ujar Anin.

"Aku menyuruh Intan karena aku tahu, kau tidak mau menyentuh pakaianku. karena selama ini aku selalu laundry pakaianku sendiri," ujar Adam dengan ekspresi datarnya.

"Aku bukan tidak mau, hanya saja ----" Anin langsung terdiam tanpa bisa melanjutkan perkataannya.

Masa Anin harus berkata kalau dirinya geli jika harus mencuci pakaian dalam milik Masa Adam. walaupun menggunakan mesin cuci tapi tetap saja jika sudah kering tangannya pasti akan memegang dalaman milik Mas Adam.

"Aku tahu... ! tapi karena kau sudah mengungkit untuk menghargai dirimu. maka ambilah!" Adam menyerahkan kunci kamarnya pada Anidita.

"Bukankah ini?" Anin menatap kunci pintu kamar Mas Adam.

"Mulai hari ini kau yang akan mencuci pakaianku!" ujar Adam langsung berdiri dari duduknya meninggalkan Anin yang masih belum mencerna semua perkataannya.

"Tunggu dulu.... !" teriak Anin yang baru sadar dengan yang di ucapkan oleh Mas Adam.

Tapi Mas Adam sudah tidak ada di dalam rumah dan terdengar suara mobil dari halaman rumahnya.

"Ini mulut," Anin langsung menepuk mulutnya sendiri.

Anin merasa menyesal sudah mengungkit masalah Intan, karena sudah membuat Mas Adam menyuruh dirinya untuk mencuci pakaiannya.

................

Di perusahaan milik Pak Andre.

"Bagaimana, jadi tidak mengikuti Mas adam hari inu?" tanya Mita pada Anin.

"Jadi dong," sahut Anin.

"Kalau begitu sepulang kerja kita pulang bareng," ujar Mita.

"Tunggu Mit, kita pulang bareng tapi jangan sama Mas Andre. aku merasa tidak enak jika menyusahkannya, lagi pula kemarin aku jadi bertengkar dengan Mas Adam karena diantar pulang oleh Mas Andre." ujar Anin.

"Bertengkar? kok bisa," tanya Mita.

"Entahlah, Mas Adam bilang agar aku menjaga batasanku dengan berteman dengan seorang pria." ujar Anin.

"Kok Mas Adam berkata seperti itu? seperti orang yang sedang cemburu saja," gerutu Mita.

"Mas Adam cemburu padaku? mana mungkin Mit, karena aku tahu Masa Adam itu tidak mencintaiku," ujar Anin tersenyum kecil.

"Iya sapa tahu saja Mas Adam sudah mulai mencintai istrinya yang baik hati ini," ujar Mita menggoda Anin.

"Jangan Ngaco deh... " ujar Anin menggelengkan kepalanya.

Anin dan Mita pun membahas rencana mereka untuk mengikuti Mas Adam, dan seperti yang telah disepakti. Mita dan Anin pun sekarang sudah berada di depan perusahaan Mas Adam, Mita yang membawa mobil pribadi membuat semuanya jadi lebih mudah.

"Itu mobil Mas Adam!" seru Anin pada mita, saat melihat mobil Mas Adam keluar dari parkiran gedung perusahaan.

Dengan segera Mita pun menginjak pedal gasnya untuk mengejar mobil Mas Adam, setelah mengikuti kurang lebih tiga puluh menit. mobil Mas Adam akhirnya berhenti disebuah hotel.

Mita dan Anin pun melihat Mas Adam turun bersama wanita yang diingatnya bernama Intan yang tak lain adalah sekertaris Mas Adam.

"Mau ngapain mereka di hotel?" tanya Anin dengan wajah yang harap - harap cemas.

"Gila ya laki Loe, masa bawa wanita lain kedalam hotel." ujar Mita dengan geram.

"Mit, kenapa kamu jadi emosi." ujar Anin yang merasa binggung dengan reaksi sahabatnya yang terlihat marah.

"Gimana enggak emosi, sudah tahu dia itu berstatus sebagai seorang suami. tapi dia malah membawa wanita lain kedalam hotel," ujar Mita dengan menggebu.

"Wanita itu sekertaris Mas Adam," ujar Anin

"Aku tahu," ucap Mita.

"Kok kamu bisa tahu? perasaan aku tidak pernah menceritakan perihal Intan padamu." ujar Anin dengan curiga.

"I..itu aku tahu... dari internet yang pernah menampilkan suamimu dengan sekertarisnya." ujar Mita gelagapan.

"Oh,..." ujar Anin menatap Mita yang masih terlihat gugub.

"Kenapa Mita seperti sedang menyembunyikan sesuatu padaku," gumam Anin dalam hati. masih menantap Mita yang terlihat melihat kearah hotel.

"Mita apa mungkin istri Mas Adam itu Intan ya?" tanya Anin.

"Kenapa kamu bisa berfikiran seperti itu?" tanya Mita menatap Anin.

"Iya kamu lihat sendiri Mas Adam membawa Intan ke dalam hotel," ujar Anin.

"Emm... aku tidak tahu." ujar Mita dengan cuek.

Setelah menunggu di luar hotel sampai dua jam, akhirnya Mas Adam dan Intan pun keluar dari hotel dan mengendari mobilnya. dengan sigap Mita pun menjalankan mobilnya kembali.

Mobil Mas Adam pun berhenti di salah satu rumah, tampak Intan sekertaris Mas Adam keluar dari mobil. Setelah Intan turun mobil Mas Adam pun langsung berjalan kembali.

Mobil Mita pun mengikuti mobil Mas Adam kembali dan akhirnya berhenti di rumah yang tak asing yaitu rumah Mas Adam sendiri.

"Loh Mas Adam kok tidak menginap di rumah istri sirinya?" ujar Anin pada dirinya sendiri. dan Mita hanya diam saja mendengarkan perkataan Anin.

"Mit, berarti benar maduku itu Intan. buktinya seharian ini Mas Adam bersama Intan di hotel," ujar Anin.

"Mungkin saja," jawab Mita masih dengan suara yang cuek.

"Ya sudah Mita aku turun ya, terima kasih sudah mengantarkan ku." ucap Anin.

"Sama- sama," ujar Mita. "Anin, kamu harus lebih hati-hati pada suami mu itu," ucap Mita dengan wajah seriusnya.

"Maksudmu?" tanya Anin tidak mengerti.

"Suami mu itu sepertinya memiliki banyak simpanan wanita," ujar Mita membuat Anin terdiam.

"Aku pulang dulu Nin," ucap Mita yang kini sudah menutup pintu mobilnya dan mengendari mobilnya meninggalkan rumah Anin.

"Kenapa Mita terlihat sangat marah? dan kenapa Mita bisa berbicara bahwa Mas Adam memiliki banyak simpanan." gumam Anin.

Dalam hati kecilnya, Anin merasa ada yang di sembunyikan oleh Mita padanya.

Anin pun langsung masuk kedalam rumah dan menyiapkan makan malam untuk Mas Adam dan dirinya. di meja makan Anin hanya diam saja karena masih memikirkan semua perkataan mita padanya.

Adam yang melihat Anin terdiam dengan wajah yang terlihat kusut terus menatapnya dengan intens.

"Apa kau punya masalah?" tanya Adam.

"Eh tidak, " jawab Anin tanpa menatap wajah Mas Adam.

"Kalau ada yang menggagu pikiran mu, lebih baik kau bicarakan!" ujar Adam masih menatap Anin yang terlihat menghindari tatapannya.

"Kau tidak menginap kerumah istrimu?" tanya Anin.

"Tidak," jawab Adam singkat.

Setelah selesai makan, Anin melihat Mas Adam yang langsung masuk kedalam kamarnya.

"Kenapa semuanya bertingkah aneh? tadi Mita terlihat seperti marah pada Mas Adam, dan sekarang Mas Adam malah ada dirumah. tidak pergi sama sekali ke rumah istri sirinya, ada apa ini?" gumam Anin mengerutkan keningnya.

Terpopuler

Comments

Uti Enzo

Uti Enzo

cari tau sendiri jangan ma mita

2024-12-16

0

Athallah Linggar

Athallah Linggar

mita tuh istri siri suamimu nin,

2024-09-18

0

Subaedah

Subaedah

jangan sabat kamu mita itu madumu

2024-02-21

3

lihat semua
Episodes
1 Part 1 Pertemuan
2 Part 2 The Wedding
3 Part 3 Kenyataan Yang Menyakitkan
4 Part 4 New Day
5 Part 5 Pertama kali
6 Part 6 Perdebatan Pertama
7 Part 7 Bertemu Sahabat
8 Part 8 Terkejut
9 Part 9 Aneh
10 Part 10 Sebuah Rasa
11 Part 11 Ibu Mas Adam Sakit
12 Part 12 Meminta Cucu
13 Part 13 Kepulangan Yang Mendadak
14 Part 14 Intan Sekertaris Mas Adam.
15 Part 15 Kemarahan Mas Adam.
16 Part 16 Hari Penyelidikan
17 Part 17 Kebohongan Mita
18 Part 18 Kebenaran Yang Mulai Terkuak.
19 Part 19 Kenyataan Pahit
20 Part 20 Ayah Punya Penyakit Jantung
21 Part 21 Kebencian Alya
22 Part 22 Alya Tinggal Di Rumah Mas Adam
23 Part 23 Pendapat Mita
24 Part 24 Membulatkan Tekad
25 Part 25 Tawa Yang Membuat Hati Bahagia
26 Part 26 Pertanyaan Mas Andre
27 Part 27 Siapa Yang Menang Dan Siapa Yang Kalah
28 Part 28 Pov Adam Part 1
29 Part 29 Pov Adam 2
30 Part 30 Bali
31 Part 31 Bali 2
32 Part 32 Bali 3
33 Part 33 Bali 4
34 Part 34 Honeymoon
35 Part 35 Kejutan Dari Alya
36 Part 36 Kesedihan Anin
37 Part 37 Kehamilan Alya
38 Part 38 Keputusan Adam
39 Part 39 Keputusan Anindita
40 Part 40 Pulang
41 Part 41 Penyesalan Pak Salim
42 Part 42 Pernikahan Yang Membuat Luka Anin Dan Alya
43 Part 43
44 Part 44
45 Part 45
46 Part 46
47 Part 47
48 Part 48
49 Part 49
50 Part 50
51 Part 51
52 Part 52
53 Part 53
54 Part 54
55 Terima kasih
Episodes

Updated 55 Episodes

1
Part 1 Pertemuan
2
Part 2 The Wedding
3
Part 3 Kenyataan Yang Menyakitkan
4
Part 4 New Day
5
Part 5 Pertama kali
6
Part 6 Perdebatan Pertama
7
Part 7 Bertemu Sahabat
8
Part 8 Terkejut
9
Part 9 Aneh
10
Part 10 Sebuah Rasa
11
Part 11 Ibu Mas Adam Sakit
12
Part 12 Meminta Cucu
13
Part 13 Kepulangan Yang Mendadak
14
Part 14 Intan Sekertaris Mas Adam.
15
Part 15 Kemarahan Mas Adam.
16
Part 16 Hari Penyelidikan
17
Part 17 Kebohongan Mita
18
Part 18 Kebenaran Yang Mulai Terkuak.
19
Part 19 Kenyataan Pahit
20
Part 20 Ayah Punya Penyakit Jantung
21
Part 21 Kebencian Alya
22
Part 22 Alya Tinggal Di Rumah Mas Adam
23
Part 23 Pendapat Mita
24
Part 24 Membulatkan Tekad
25
Part 25 Tawa Yang Membuat Hati Bahagia
26
Part 26 Pertanyaan Mas Andre
27
Part 27 Siapa Yang Menang Dan Siapa Yang Kalah
28
Part 28 Pov Adam Part 1
29
Part 29 Pov Adam 2
30
Part 30 Bali
31
Part 31 Bali 2
32
Part 32 Bali 3
33
Part 33 Bali 4
34
Part 34 Honeymoon
35
Part 35 Kejutan Dari Alya
36
Part 36 Kesedihan Anin
37
Part 37 Kehamilan Alya
38
Part 38 Keputusan Adam
39
Part 39 Keputusan Anindita
40
Part 40 Pulang
41
Part 41 Penyesalan Pak Salim
42
Part 42 Pernikahan Yang Membuat Luka Anin Dan Alya
43
Part 43
44
Part 44
45
Part 45
46
Part 46
47
Part 47
48
Part 48
49
Part 49
50
Part 50
51
Part 51
52
Part 52
53
Part 53
54
Part 54
55
Terima kasih

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!