"Kau mau ke mana?" suara berat Adam terdengar ditelinga Anindita yang sedang sarapan bersama di meja makan.
"Kau bicara dengan ku?" tanya Anin bertanya kembali pada Adam.
"Tentu saja aku bicara padamu, memangnya di sini ada siapa lagi selain kita?" tanya Adam yang menaruh cangkir kopinya di meja.
"Oh, aku kira tadi aku salah dengar. ternyata benar kau bertanya padaku," ucap Anin kembalj melanjutkan sarapannya.
"Kau belum menjawab pertanyaan ku!" ujar Adam kembali dengan suara yang lebih tinggi.
"Aku mau melamar pekerjaan," jawab Anin singkat.
"Melamar pekerjaan? apa uang bulanan yang kuberikan padamu kurang?" tanya Adam.
"Uang itu lebih dari pada cukup, tapi aku ingin punya kegiatan lain. Karena bosan seharian berada dirumah," ucap Anin.
"Mau aku antar?" tanya Adam.
"Tidak usah, terima kasih" jawab Anin.
Anin yang sudah selesai sarapan pun langsung pamit pada Adam dan buru buru keluar dari rumah, di dalam taksi online yang dia pesen Anin berusaha menenangkan dirinya sendiri. Entah mengapa jantungnya berdetak dengan cepat hanya karena berbincang dengan Adam.
Ini adalah pertama kalinya Adam berbicara padanya setelah sebulan pernikahan mereka, suara Adam yang berat dengan wajah yang tampan membuat hati Anin sedikit goyah.
"Anin sadarlah, kau itu hanya wanita yang dinikahinya karena terpaksa. jadi hapuslah perasaan mu itu," gumam Anin dalam hati.
Perusahaan Air Company.
"Jadi kamu yang bernama Anindita," tanya seorang pria yang duduk di hadapan Anin dengan memegang berkas ditangannya.
"Iya Pak," jawab Anin dengan gugup.
"Mita merekomendasikan dirimu untuk bekerja denganku, tapi setelah kulihat daftar riwayat mu. Kau tidak punya pengalaman sebagai seoran sekertaris," ujar pria tersebut.
"Aku memang belum mempunyai pengalaman bekerja sebagia seorang sekertaris, tapi aku yakin aku mampu. Kalau Bapak bersedia memberikan ku kesempatan maka aku akan bekerja dengan giat," ucap Anin penuh percaya diri.
"Baiklah, aku akan memberikanmu kesempatan dalam tiga hari. Jika kau bisa membuktikan kau pantas, maka aku akan mengangkatmu langsung menjadi karyawan tetap ku."
"Terima kasih banyak Pak," ucap Anin dengan wajah bahagia, mengulurkan tangannya pada pria yang ada dihadapannya.
"Andre, nama saya Andre." Andre menerima uluran tangan Anin.
"Baik Pak Andre," Anin tersenyum menatap pria yang ada dihadapanya yang kini menjadi atasannya.
"Mulai besok, kau bisa mulai bekerja. Dan ingat masa tesmu tiga hari," ujar Andre mengingatkan Anindita.
"Siap Pak," Anin pun meninggalkan ruangan Pak Andre dengan tersenyum bahagia.
Sambil berjalan, Anin langsung mengambil ponselnya untuk menghubungi Mita. dirinya sudah tidak sabar untuk memberitahu sahabatnya itu.
"Mita aku diterima bekerja," teriak Anindita disepanjang jalan keluar gedung.
Dirinya tidak memperdulikan sama sekali orang orang disekitarnya yang memandangnya dengan tatapan aneh karena berteriak dengan sangat kencang.
"Ah... selamat ya Anin," ujar Mita yang juga berteriak di seberang sana.
"Tapi belum sepenuhnya diterima sih, aku diberi waktu tiga hari untuk bisa membuktikan pada Pak Andre kalau aku mampu bekerja menjadi sekertarisnya."
"Hey, semangatlah Anin aku yakin kau pasti bisa. Kalau sampai Andre menolakmu, aku akan langsung datang ke Jakarta dan memukulnya." seru Mita dengan suara tertawa.
"Oh ya Mit, kau tahu Mas Adam hari ini berbicara padaku." ujar Anin sambil tersenyum senyum kembali mengingat percakapan dirinya dengan suaminya.
"Oh ya, terus apa yang dibicarakannya?" tanya Mita dengan sangat antusias.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 55 Episodes
Comments
Katherina Ajawaila
jgn pernah lemah Andin. itu hanya basa basi dr Adam krn kamu rapi pagi2
2024-03-18
4
Em Mooney
waduh.. Adam mulai perhatian. mau nganter sgl. jgn maulah nin
2024-01-29
1
Nartadi Yana
a.nin mending jalani hidupmu dan jangan pedulikan Adam walaupun secara hukum kamu istri sah nya biarkan dia nanti menyesal seumur hidupnya sudah mengabaikan mu dan memilih kekasihnya yang kakak tirimu
2023-12-29
1