"Selamat Anindita, mulai hari ini kau resmi sebagai karyawan tetapku. lebih tepatnya lagi Sekertaris tetap ku," ucap Pak Andre mengulurkan tangan nya pada Anindita.
"Terima kasih Pak," Anin menerima uluran tangan dari atasannya itu.
Itulah percakapan antara dirinya dan juga atasan nya siang tadi, hari ini Anin sudah resmi menjadi seorang Sekertaris Bapak Andre di Perusahaan Air Company.
Dan itu adalah kebahagian pertama dirinya semenjak menapakkan kakinya di Ibu kota Jakarta, dan kebahagiannya semakin sempurna. Karena sahabat terbaiknya sengaja datang jauh jauh ke Ibu kota hanya untuk memberikan selamat kepada Anin. Dan disini di Restaurant Marina, Anin menunggu kedatangan Mita.
"Mita," teriak Anin saat melihat sosok sahabatnya itu berjalan kearahnya.
"Anin," teriak Mita dengan suara yang lebih keras. hingga membuat seluruh pengunjung di Restaurant melirik ke arah mereka.
Namun Mita dan Anin tidak memperdulikan sama sekali tatapan dari orang orang disekitar mereka, Anin langsung memeluk Mita dengan sangat erat.
"Aku kangen banget," ujar Anin melepas pelukannya.
"Aku juga kangen banget sama sahabat baikku ini," Mita langsung duduk di hadapan Anin.
"Gimana kabarmu?" tanya Anin dengan wajah yang sangat bahagia bisa bertemu dengan sahabat baiknya itu.
"Kabarku sangat baik, dan kau tahu aku punya kejutan untukmu."
"Kejutan untuk ku?" tanya Anin dengan mengerutkan keningnya.
"Mulai hari ini aku tinggal di Jakarta dan bekerja dikantor sepupuku Andre," ujar Mita dengan tersenyum bahagia.
"Seriusan?" tanya Anin tidak percaya dengan apa yang di dengarnya.
"Tentu saja aku serius, masa aku bohong."
"Akhirnya, mulai saat ini aku tidak kesepian lagi. karena sahabatku akan tinggal di kota yang sama dengan ku," ujar Anin dengan gembira.
Hari ini untuk pertama kalinya Anin bisa tertawa dengan lepas, karena semenjak dirinya menikah dengan Mas Adam. Tidak pernah sedikit pun Anin bisa tertawa dengan ceria.
"Maaf aku telat," ujar seorang pria dengan tiba tiba duduk di samping Mita.
"Pak Andre," pekik Anin tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
"Kalau diluar jam kerja, panggil aku Andre saja!" ucap Andre tersenyum kepada Anin.
"Iya Pak, eh Andre maksudku." ujar Anin dengan gugup
"Kalian sudah pesan makanan?" tanya Andre pada Mita dan juga Anin.
"Belum," jawab Mita dan Anin bersamaan.
"Kalian ini kompak sekali," ujar Andre tertawa renyah sekali.
Baru kali ini Anin melihat Pak Andre tertawa, sungguh sebuah pemandangan yang sangat indah untuk di lewatkan. Seperti yang dikatakan oleh Mita, Pak Andre memang sangat tampan.
Wajahnya yang putih bersih dengan hidung yang mancung serta rahang yang keras, membuat siapa pun pasti akan jatuh cinta padanya. Sebelas dua belas dengan Mas Adam, namun pembawaan Pak Andre jauh lebih ramah dibanding suaminya itu yang sangat pendiam dan penuh dengan misteri.
Andai saja dirinya belum menikah, pasti akan dengan sangat mudah dirinya untuk jatuh cinta pada Pak Andre. Namun Anin sadar akan posisi dirinya yang sudah bersuami, dan dosa bagi dirinya untuk memikirkan pria lain apalagi sampai jatuh cinta pada pria tersebut.
Anin bersama dengan Mita dan Pak Andre pun memesan makanan, mereka bertiga pun berbincang bincang dengan diselingi sebuah tawa. Hari ini adalah hari terbaik bagi seorang Anindita, hari dimana dirinya merasa tidak sendirian lagi. Dan tanpa disadari oleh Anin, ada dua pasang mata yang sedari tadi menatapnya dengan tatapan tajam.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 55 Episodes
Comments
TriXxx Triyanti
Mita ya istrinya Adam
2024-11-22
0
fatin Rahman
Adam cemburu🫠
2024-06-27
0
Katherina Ajawaila
nyam2 kamu Adam, sok cool
2024-03-18
0