Peringatan Untuk Elgar

"Oh, untuk itu kamu tenang saja. Seleraku bukan perempuan biasa, melainkan perempuan yang luar biasa. Contohnya seperti kamu," ucap Elgar.

Eh?

Aluna terdiam sesaat mendengar ucapan Elgar, namun beberapa detik kemudian Aluna tertawa dibuatnya.

"Kamu ini ada-ada saja," ucap Aluna di sela tawanya. "Ternyata kamu pintar merayu juga ya."

"Saya serius, Aluna," ucap Elgar

"Elgar …," tegur Aluna.

"Ya, baiklah," sahut Elgar.

"Kamu beruntung, Rania sudah tidak ada di sini. Jika masih ada, entah apa yang akan dia lakukan padamu," ujar Aluna.

"Ya dia bisa memakiku tujuh hari tujuh malam. Mungkin lebih parahnya lagi dia bisa melenyapkan diriku," celetuk Elgar.

Aluna seketika tertawa membayangkan jika sampai apa yang dikatakan oleh Elgar terjadi.

"Aku senang melihatmu tertawa. Kamu terlihat sangat manis." Elgar dan Aluna mempertemukan pandangan mereka pada kaca spion yang ada bagian tengah mobil itu.

"Terima kasih, Elgar. Kamu tahu cara membuat aku tertawa," puji Aluna disambut senyuman oleh Elgar.

Hening mengambil alih suasana. Keduanya fokus pada aktivitas masing-masing. Aluna mengambil ponsel dari dalam tasnya ia menghubungi seseorang dan orang itu adalah mba susi. Apa yang dilakukan oleh Aluna diperhatikan oleh Elgar melalui kaca spion yang ada di depannya.

Saat panggilan sudah tersambung Aluna mulai memberitahu pada mba Susi jika diri akan pulang terlambat dan meminta pada asisten rumah tangganya untuk menyiapkan makan malam, tentunya dengan arahnya. Selesai dengan itu Aluna mengakhiri sambungan teleponnya dan kembali memasukkan ponselnya ke dalam tas.

Aluna lantas beralih pada Elgar untuk memberikan arahan jalan pada Elgar menuju rumahnya, beruntung Elgar benar-benar hafal jalan membuat Aluna tidak kesulitan. Pukul tujuh lewat lima menit mereka sampai di rumah. Mobil Hariz belum ada di garasi, itu tandanya sang suami belum pulang.

Setelah mobil itu terparkir di garasi Elgar keluar lebih dulu berbalik ke belakang kemudian membukakan pintu untuk Aluna.

"Terima kasih, Elgar," ucap Aluna.

"Sama-sama," balas Elgar.

Seorang penjaga yang biasa menyambut kedatangan sang nyonya dibuat terkejut dengan keberadaan Elgar. Saking terkejutnya sang penjaga diam sembari menganga juga melihat Elgar tanpa berkedip. Penjaga itu sadar saat Aluna menepuk pundaknya.

"Pak Musli," panggil Aluna.

"Eh, iya Nyonya," gagap Pak Rido.

"Kenapa melamun?" tanya Aluna.

"Maaf, Nyonya dia siapa?" tanya Pak Rido sembari menunjuk Elgar.

"Oh, perkenalkan dia Elgar, sopir baru saya," jawab Aluna.

"Sopir?" ucap Pak Rido bingung. Penjaga itu memandang Elgar dari atas sampai bawah membuat Elgar melakukan hal yang sama pada dirinya sendiri. "Ganteng banget Nyonya. Tuan Haris saja kalah," puji nya.

Elgar tertawa dibuatnya.

"Husst! Nyonya besar dengar pak Musli bisa langsung dipecat," gurau Aluna.

"Eh, maaf Nyonya. Mending saya kembali ke pos saja." Pak Musli berlari kembali ke pos penjagaan.

Melihat itu Aluna dan Elgar tertawa sembari menggelengkan kepalanya.

"Kamu hebat, Elgar. Laki-laki saja bisa sampai terpesona sama kamu," puji Aluna.

"Kamu tidak terpesona sama aku?" canda Elgar.

"Hanya orang yang tidak normal tidak terpesona apabila melihat kamu," ucap Aluna membuat Elgar bangga. "Tapi itu hanya sebatas kekagumanku pada dirimu," sambung Aluna.

"Ya, aku tahu karena kamu sudah bersuami," ucap Elgar dibalas senyuman oleh Aluna.

"Ayo masuk akan aku kenalkan pada yang lain," ajak Aluna.

Elgar mengangguk sebagai bentuk persetujuannya.

Aluna berjalan memasuki rumah diikuti oleh Elgar. Tujuan Aluna langsung ke dapur. Selain untuk masak, ia juga akan memperkenalkan Elgar pada Susi. Ia mengayunkan langkah ke dapur sembari memanggil asisten rumah tangganya

"Mba Susi," panggil Aluna. "Mba Susi," panggil Aluna lagi.

"Saya, Non," sahut Susi. "Ada apa, Non?" tanya Susi muncul dari dapur.

"Mba Susi, kenalkan ini Elgar, sopir baru saya. Mulai hari ini dia akan tinggal di sini. Di paviliun masih ada kamar yang masih kosong, kan?" tanya Aluna yang langsung diangguki oleh Susi. "Mba Susi tolong antarkan Elgar ke kamarnya. Biar saya yang lanjutkan masaknya," perintah Aluna.

"Baik, Non," sahut Susi. Pandangan Susi mengarah pada Elgar. "Mari mas Elgar ikut saya!"

"Mari." Elgar menoleh ke arah Aluna lantas berpamitan dengan bahasa isyarat.

Elgar berjalan mengikuti Susi. Mereka ke luar dari pintu belakang rumah itu. Letak paviliun ada di bagian belakang. Sepanjang perjalanan Susi mengajak Elgar bicara untuk menghilangkan kecanggungan.

"Mas Elgar, ini bener sopirnya non Aluna?" tanya Susi membuka suara.

"Iya," jawab Elgar. "Kenapa, Mba?" tanya balik Elgar.

"Nemu di mana non Aluna bisa dapet sopir gantengnya kebangetan kaya mas Elgar ini. Tuan Hariz saja kalah ganteng loh," puji Susi.

"Mba ini bisa saja," ucap Elgar. "Semua orang bilang begitu," sambung Elgar.

"Tuan Hariz sebenarnya ganteng, baik juga. Hanya saja jarang tersenyum. Sikapnya juga kaku," jelas

"Ya, terlihat jelas saat saya baru bertemu dengan dia," sambung Elgar.

"Tapi Mas Elgar harus hati-hati loh ini. Pak Hariz bisa cemburu setiap detik sama mas Elgar. Terus juga si non Sandra, dia bisa ke pelet sama sampean. Saya yakin 100 persen," ucap Susi penuh keyakinan.

"Masa sih, Mba?" Elgar menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal. Elgar sedikit memikirkan ucapan semua orang tentang Sandra.

"Iya benar itu. Wong saya pertama liat Mas Elgar tadi saja hampir jantungan," aku Susi. "Untung saja saya masih ingat jika saya sudah punya suami dan suami saya juga kerja di sini," imbuh Susi.

Elgar tidak bisa lagi menahan tawanya mendengar pengakuan Susi.

"Sudah Mba, jangan muji saya terus, nanti saya bisa terbang sampai langit terus tidak bisa turun," gurau Elgar.

"Iya, iya, tapi saya ingatkan lagi Mas Elgar … pokoknya Mas Elgar harus waspada sama non Sandra, hati-hati jaga jarak!" peringat Susi.

"Ya Mbak, terima kasih untuk peringatannya. Tapi jujur saya jadi penasaran sama Sandra. Kenapa semua orang memperingati saya," ucap Elgar.

"Non Sandra itu genit. Sudah begitu agresif. Kalau lihat laki-laki ganteng nempel terus kaya ulat bulu," jelas Susi.

Obrolan mereka berhenti sejenak saat sampai di pintu utama Paviliun.

"Ini kamar mas Elgar. Di sebelah sana kamar saya sama suami saya, terus yang di sebelah mas Elgar kamarnya Rahayu," jelas Susi. "Kalau Mas Elgar lapar saya tadi masak, tapi ala kadarnya. Kalau Mas Elgar mau makanan yang lain di dapur ada bahan makanan. Mau ngopi ngeteh juga ada," imbuh Susi.

"Siap, Mba." Elgar mengacungkan ibu jarinya kepada Susi.

"Ya wis saya ke depan lagi. Mau bantuin non Aluna masak. Nanti kalau masakannya belum siap non Aluna bisa kena makian nenek sihir," pamit Susi dianggukki oleh Elgar.

Sepeninggal Susi, Elgar membuka pintu kamarnya lantas masuk ke dalamnya. Kamar itu lumayan nyaman, tetapi yang Elgar khawatirkan apakah dirinya bisa melakukan apapun sendiri.

Terpopuler

Comments

Dewisartika Hutabarat

Dewisartika Hutabarat

jangan bilang elgar itu anak orang kaya yang lagi menyamar ya Thor

2025-03-11

1

Isabela Devi

Isabela Devi

knp elgar blg apakah dirinya bs lakukan semuanya sendiri, ada apa di balik ini semua apa tujuan dia jd supir Aluna?

2025-02-20

1

Katherina Ajawaila

Katherina Ajawaila

nah lo ada apa dengan Elgar gerangan🤫

2025-02-02

1

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Kehilangan
3 Sesuatu Yang Tak Terduga
4 Mulai Bangkit
5 Mulai Melawan
6 Sebuah Pemberontakan
7 Pembelaan
8 Kenapa Aku Tidak Boleh Egois
9 Perubahan Hariz
10 Hutang 3 Miliyar
11 Kembali Berkuasa
12 Tak Merasakan Kenikmatan
13 Sopir Baru, Elgar
14 Sopir Baru, Elgar part 2
15 Keributan Di Butik
16 Tuan Dan Nyonya Bramantyo
17 Kebohongan Rania
18 Peringatan Untuk Elgar
19 Camelia
20 Perdebatan Pagi Hari
21 Kekesalan Elgar Pada Sandra
22 Saran dari Elgar
23 Makan Siang Bersama
24 Obrolan Bersama Arleta
25 Curhatan Aluna
26 Bertengkar Lagi
27 Kekacauan Aluna
28 Kebenaran Akan Camelia
29 Rencana Gugatan Perceraian
30 Acara Makan Malam
31 Kepergok
32 Ajakan Having S*x
33 Kemarahan Elgar
34 Elgar Alexander Bramantyo
35 Keyakinan Rania
36 Kegilaan Hariz
37 Baikkan
38 Selamat Tinggal Masa Lalu
39 Sebuah Tanda
40 Kebimbangan Aluna
41 Wanita Kesayangan
42 Bertemu Kembali
43 Kejutan Untuk Hariz
44 Drama Keluarga
45 Rencana Penculikan
46 Hukuman Untuk Hariz Part 1
47 Hukuman Untuk Hariz Part 2
48 Liburan Ke Pulau
49 Rumah Masa Depan
50 Obrolan Bersama Elsa
51 Bertemu Sandra dan Mona
52 Singkirkan Yang Menjadi Masalah
53 Makan Malam Bersama
54 Kedatangan Camelia
55 Kemarahan Camelia Pada Clara
56 Will You Marry Me
57 Tawaran Oma Ananta
58 Kebenaran Yang Sesungguhnya
59 Mengganggu Saja
60 Keributan Di Kediaman Bramantyo
61 Satu Lawan Dua
62 Kehancuran Camelia
63 Hadiah Dari Ananta
64 Obat Perangsang
65 Hari Pernikahan
66 Honeymoon
67 Honeymoon 2
68 Rumah Baru
69 Pregnant
70 Calon Pewaris
71 Pelayan Baru
72 Penyusup
73 Penyusup 2
74 Penyusup 3
75 Kematian Hariz Dan Clara
76 Q-time
77 Kebersamaan Keluarga
78 Bibit Pelakor
79 Bibit Pelakor 2
80 Bibit Pelakor 3
81 Lahirnya Sang Pewaris
82 Galen Haidar Bramantyo
83 Delapan puluh tiga
84 Delapan Puluh Empat
85 Delapan Puluh Lima
86 Delapan puluh Enam
87 Delapan Puluh Tujuh
88 Delapan Puluh Delapan
89 Delapan Puluh Sembilan
90 Sembilan puluh
91 Sembilan Puluh Satu
92 Sembilan Puluh Dua
93 Sembilan Puluh Tiga
94 Sembilan Puluh Empat
95 Sembilan Puluh Lima
96 Sembilan Puluh Enam
97 Sembilan Puluh Tujuh
98 Sembilan Puluh Delapan
99 Sembilan Puluh Sembilan
100 Seratus
101 Seratus Satu
102 Seratus Dua
103 Seratus Tiga (End)
104 Extra Part (End) Lamaran Untuk Elsa
105 Extra Part (End) Pesta Pernikahan Elsa dan Zaiyan.
106 Extra Part (End) Sandra Dan Deren
107 Extra Part (End) Kelahiran Arabella Quenza Bramantyo
108 Promosi Karya
Episodes

Updated 108 Episodes

1
Prolog
2
Kehilangan
3
Sesuatu Yang Tak Terduga
4
Mulai Bangkit
5
Mulai Melawan
6
Sebuah Pemberontakan
7
Pembelaan
8
Kenapa Aku Tidak Boleh Egois
9
Perubahan Hariz
10
Hutang 3 Miliyar
11
Kembali Berkuasa
12
Tak Merasakan Kenikmatan
13
Sopir Baru, Elgar
14
Sopir Baru, Elgar part 2
15
Keributan Di Butik
16
Tuan Dan Nyonya Bramantyo
17
Kebohongan Rania
18
Peringatan Untuk Elgar
19
Camelia
20
Perdebatan Pagi Hari
21
Kekesalan Elgar Pada Sandra
22
Saran dari Elgar
23
Makan Siang Bersama
24
Obrolan Bersama Arleta
25
Curhatan Aluna
26
Bertengkar Lagi
27
Kekacauan Aluna
28
Kebenaran Akan Camelia
29
Rencana Gugatan Perceraian
30
Acara Makan Malam
31
Kepergok
32
Ajakan Having S*x
33
Kemarahan Elgar
34
Elgar Alexander Bramantyo
35
Keyakinan Rania
36
Kegilaan Hariz
37
Baikkan
38
Selamat Tinggal Masa Lalu
39
Sebuah Tanda
40
Kebimbangan Aluna
41
Wanita Kesayangan
42
Bertemu Kembali
43
Kejutan Untuk Hariz
44
Drama Keluarga
45
Rencana Penculikan
46
Hukuman Untuk Hariz Part 1
47
Hukuman Untuk Hariz Part 2
48
Liburan Ke Pulau
49
Rumah Masa Depan
50
Obrolan Bersama Elsa
51
Bertemu Sandra dan Mona
52
Singkirkan Yang Menjadi Masalah
53
Makan Malam Bersama
54
Kedatangan Camelia
55
Kemarahan Camelia Pada Clara
56
Will You Marry Me
57
Tawaran Oma Ananta
58
Kebenaran Yang Sesungguhnya
59
Mengganggu Saja
60
Keributan Di Kediaman Bramantyo
61
Satu Lawan Dua
62
Kehancuran Camelia
63
Hadiah Dari Ananta
64
Obat Perangsang
65
Hari Pernikahan
66
Honeymoon
67
Honeymoon 2
68
Rumah Baru
69
Pregnant
70
Calon Pewaris
71
Pelayan Baru
72
Penyusup
73
Penyusup 2
74
Penyusup 3
75
Kematian Hariz Dan Clara
76
Q-time
77
Kebersamaan Keluarga
78
Bibit Pelakor
79
Bibit Pelakor 2
80
Bibit Pelakor 3
81
Lahirnya Sang Pewaris
82
Galen Haidar Bramantyo
83
Delapan puluh tiga
84
Delapan Puluh Empat
85
Delapan Puluh Lima
86
Delapan puluh Enam
87
Delapan Puluh Tujuh
88
Delapan Puluh Delapan
89
Delapan Puluh Sembilan
90
Sembilan puluh
91
Sembilan Puluh Satu
92
Sembilan Puluh Dua
93
Sembilan Puluh Tiga
94
Sembilan Puluh Empat
95
Sembilan Puluh Lima
96
Sembilan Puluh Enam
97
Sembilan Puluh Tujuh
98
Sembilan Puluh Delapan
99
Sembilan Puluh Sembilan
100
Seratus
101
Seratus Satu
102
Seratus Dua
103
Seratus Tiga (End)
104
Extra Part (End) Lamaran Untuk Elsa
105
Extra Part (End) Pesta Pernikahan Elsa dan Zaiyan.
106
Extra Part (End) Sandra Dan Deren
107
Extra Part (End) Kelahiran Arabella Quenza Bramantyo
108
Promosi Karya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!