Sesuatu Yang Tak Terduga

Kejutan yang Rania janjikan terpaksa ditunda, sebab kejadian tidak terduga kembali menimpa Aluna. Tiga hari yang lalu sang ibu meninggal, kini disusul oleh sang ayah. Meninggalnya kedua orang tuanya jelas menjadi pukulan terbesar bagi Aluna, belum lagi keberadaan Hariz yang belum diketahui sampai detik itu. Bahkan hingga hari ketujuh kematian sang ibu.

"Suami dan keluarga kamu itu sudah keterlaluan, Aluna," geram Rania. "Bukan hanya tidak datang, mereka bahkan tidak menelpon untuk sekedar mengucapakan bela sungkawa," sambung Rania geram.

Aluna tidak mampu bicara apapun, ia hanya mampu mendengar omelan sang sahabat dan semuanya itu memang benar. Perempuan itu hanya bisa duduk bersandar pada dinding ruang tengah yang tidak seberapa, ditemani oleh air mata yang tidak tahu kapan akan berhenti.

"Mereka pergi berlibur ke Paris."

Aluna dan Rania menoleh ke sumber suara. Farel baru saja tiba di rumah orang tua Rania.

"Siapa yang berlibur ke Paris?" tanya Aluna lirih serta suaranya yang serak, tetapi masih bisa didengar oleh Rania maupun Farel.

"Mertua dan adik iparmu," jawab Farel. "Dan … suamimu," imbuh Farel.

Aluna memejamkan matanya dibarengi tetesan air matanya. Sakit sekali hatinya mendegar kabar itu. Bahkan mereka bisa berlibur tanpa dirinya dan dalam kondisi seperti itu.

"Sabar ya." Rania memeluk Aluna yang makin membuat sang sahabat menangis.

"Ran … apa mereka sudah tidak menganggap aku ada," tangis Aluna.

"Dengar, Aluna!" Rania menarik dirinya terlebih dahulu lantas mengusap air mata di pipi Aluna dengan ibu jarinya. "Kali ini lawanlah!" Rania memberikan sebuah kunci kepada Aluna. "Sebelum kamu menikah kamu adalah seorang wanita karir. Tidak ada yang tidak mengenal dan tidak suka dengan produk yang kamu luncurkan. Jadi … ambilah ini. Kembali menjadi dirimu sendiri," ucap Rania.

"Ini …?" Aluna memerhatikan kunci di tangannya, ia merasa tidak asing.

"Kunci butik milikmu," ungkap Rania.

"Butik? Bagaimana kunci ini ada di tangan kamu?" tanya Aluna penuh selidik.

"Aku mengambil alih dari pemilik sebelumnya. Mereka menutup tempat itu karena tidak bisa mengelolanya. Sebenarnya aku ingin memberikan padamu dulu sebagai hadiah pernikahanmu, tapi saat itu kamu memilih untuk menjadi ibu rumah tangga. Maka aku menyimpannya," jelas Rania.

"Rania …." Tangis haru Aluna pecah, ia memeluk Rania karena tidak mampu bicara apa-apa. "Aku tidak tahu lagi bagaimana caranya berterima kasih padamu dan juga Farel."

Rania mengusap-usap punggung Aluna. "Tetap bahagia, Aluna. Jadilah dirimu sendiri." Rania menyentuh dagu Aluna dan memberikan senyumannya.

"Jangan sungkan pada kami, Aluna," ucap Farel.

"Ini sudah malam, sebaiknya kalian pulang. Kalian juga butuh istirahat," ucap Aluna melihat Farel dan Rania bergantian.

"Tidak, Aluna. Bagaimana mungkin kami bisa meninggalkan kamu dalam keadaan seperti ini," tolak Rania. "Aku dan Farel sudah memutuskan menginap di sini," sambungnya.

"Tapi di sini tempatnya kecil, juga mungkin tidak nyaman," ucap Aluna.

"Jangan pikirkan itu. Besok kita juga harus pergi ke butik untuk mengantar kamu. Jadi dari pada kita bolak-balik mending kami menginap," terang Farel membuat Aluna makin tidak enak hati pada mereka.

"Kalian benar tidak apa-apa?" tanya Aluna disambut gelengan oleh Farel dan Rania.

-

-

Kejutan untuk Aluna sepertinya tidak sampai di situ saja. Waktu pukul 10 malam saat mereka akan beristirahat, tiba-tiba ada yang datang ke rumah itu, seorang pria paruh baya. Aluna sangat mengenali orang itu. Aluna yang akan menutup pintu dikejutkan oleh panggilan pria. Terlihat pria paruh baya itu berjalan tergopoh-gopoh menghampiri dirinya.

"Aluna," sapanya.

Aluna mengerutkan keningnya, matanya menyipit guna memperjelas ingatan dan juga penglihatannya.

"Bapak Roger, 'kan?" tanya Aluna.

"Syukurlah kamu masih mengenali saya, Aluna," ucap Roger lega.

"Tentu saja saya masih bisa mengenali Anda. Mari silahkan masuk," ucap Aluna.

Aluna menggeser tubuhnya memberikan jalan untuk Roger. Setelah itu mereka duduk di lantai yang hanya beralasan tikar.

"Aluna, siapa yang datang?" tanya Rania yang kembali keluar kamar bersama Farel.

"Oh perkenalkan, Rania. Beliau ini pak Roger. Pengacara keluarga kami dulu," jelas Aluna.

"Oh iya. Saya Rania dan ini suami saya, Farel." Rania dan Farel bergantian mengalami Roger kemudian mereka duduk bersama di ruang tamu itu.

"Bapak kemari ada keperluan apa? Mama sama papa sudah …." Aluna tidak mampu lagi untuk meneruskan kata-katanya.

"Saya tahu, Aluna. Saya tahu. Maka dari itu setelah mendapatkan kabar ini saya buru-buru ke sini," balas Roger. "Saya minta maaf, Aluna. Andai saya datang ke sini lebih awal, mungkin kedua orang tua kamu masih hidup," terang Roger.

"Maksud Bapak?" tanya Aluna tidak mengerti.

"Bapak tahu tentang keadaan ibumu. Tapi saya tidak bisa membantu banyak," sesal Roger. "Tapi … sebulan yang lalu ada seseorang yang datang menemui saya. Dia orang yang sudah menipu dengan membawa lari uang ayahmu," ungkap Roger.

Pada akhirnya Roger menceritakan alasan orang itu menemui dirinya. Yandi Herlambang, teman dan rekan bisnis mendiang sang ayah tidak berani bertatap muka langsung dengan mereka, sebab merasa malu atas tindakannya.

"Yandi tidak berniat untuk menipu ayah kamu. Dia butuh uang untuk membangun kembali perusahaannya yang sudah diambang kebangkrutan," jelas Roger.

"Tidak berniat? Dia sudah melakukannya dan tidak mau mengakuinya." Aluna menggeleng tidak percaya.

"Aluna …." Rania mengusap pundak Aluna untuk memenangkan sang sahabat.

"Saya tahu, Aluna. Tapi beliau sudah merasa menyesal. Sebelum Beliau meninggal beliau menitipkan ini pada saya. Harusnya saya langsung memberikan semua ini pada ayahmu pada saat itu juga, tapi saya menundanya, sebab istri saya sakit dan harus dibawa keluar negeri untuk berobat. Sampai saya dengar kabar mengenai kondisi ibu kamu yang makin parah. Tapi saya datang terlambat Aluna. Maafkan saya," sesal pak Roger.

"Meninggal?" tanya Aluna masih tidak percaya dengan apa yang didengarnya. "Maksud Bapak, om Yandi meninggal?" tanya Aluna untuk memastikan dirinya tidak salah mendegar.

"Benar Aluna," jawab Roger. "Kanker otak menjadi penyebabnya," imbuhnya.

"Lalu apa yang dia berikan pada mendiang ayah saya?" tanya Aluna.

"Ini cek senilai 5 Miliyar, tabungan beliau di bank, sebuah rumah, dan juga satu unit apartement. Jika diuangkan mungkin mencapai angka puluhan bahkan mungkin ratusan milyar," jelas Roger. "Beliau sudah menulis surat kuasa untuk memindahkan semua ini atas nama ayah Anda, tetapi beliau lebih dulu pergi. Saya akan membantu kamu untuk mengurus semua ini agar menjadi milik kamu, Aluna," ucap Roger.

"Anda sedang tidak bercanda, 'kan?" tanya Aluna memastikan.

"Tidak, Aluna. Saya serius. Ini saya bawa surat-suratnya." Roger mengambil beberapa berkas dan memberikannya kepada Aluna. "Silahkan kamu lihat sendiri."

Aluna memeriksa semua berkas itu dibantu oleh Farel dan juga Rania. Ketiganya tercengang melihat itu semua.

"Aluna, kamu sangat beruntung," ucap Farel.

"Ini jalan untuk kamu, Aluna. Kamu bisa membalas apa yang sudah suami serta keluarganya lakukan padamu," imbuh Rania.

"Pak Roger, terima kasih." Aluna mencium punggung tangan Roger sembari menangis haru.

"Saya juga tahu kondisi rumah tangga kamu, Aluna. Saya ikut prihatin." Roger mengusap punggung Aluna. "Jika kamu butuh bantuan saya untuk mengurus mereka, saya siap membantu," sambungnya.

"Dari mana Bapak tahu?" tanya Aluna.

"Sebelum saya ke sini, saya pergi ke rumah kamu. Penjaga di sana mengatakan segalanya kepada saya," jelas Roger.

"Lihat, Aluna! Bahkan Tuhan sepertinya mendukung kamu untuk membalas semua keburukan yang dilakukan suamimu dan keluarganya," ucap Rania disambut anggukkan oleh Aluna.

Setelah beberapa hari akhirnya Aluna bisa menunjukkan senyumnya.

Terpopuler

Comments

Sunarmi Narmi

Sunarmi Narmi

Enak ya dunia halu....terrpuruk dpt duet nomplokkk bnyak lagiii....beeeehhhhh aku mah sikaaattttt

2025-02-27

1

Merica Bubuk

Merica Bubuk

Klo di Novel mh jd milyuner teh gampang bgt ya ? uing mh smpe tulang dibanting banting ttp w Menilieur

2025-02-15

3

niktut ugis

niktut ugis

ayo bangkit Aluna...balas semua sakit hati mu & kedua ortu nya pada suami & keluarga nya

2025-02-04

1

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Kehilangan
3 Sesuatu Yang Tak Terduga
4 Mulai Bangkit
5 Mulai Melawan
6 Sebuah Pemberontakan
7 Pembelaan
8 Kenapa Aku Tidak Boleh Egois
9 Perubahan Hariz
10 Hutang 3 Miliyar
11 Kembali Berkuasa
12 Tak Merasakan Kenikmatan
13 Sopir Baru, Elgar
14 Sopir Baru, Elgar part 2
15 Keributan Di Butik
16 Tuan Dan Nyonya Bramantyo
17 Kebohongan Rania
18 Peringatan Untuk Elgar
19 Camelia
20 Perdebatan Pagi Hari
21 Kekesalan Elgar Pada Sandra
22 Saran dari Elgar
23 Makan Siang Bersama
24 Obrolan Bersama Arleta
25 Curhatan Aluna
26 Bertengkar Lagi
27 Kekacauan Aluna
28 Kebenaran Akan Camelia
29 Rencana Gugatan Perceraian
30 Acara Makan Malam
31 Kepergok
32 Ajakan Having S*x
33 Kemarahan Elgar
34 Elgar Alexander Bramantyo
35 Keyakinan Rania
36 Kegilaan Hariz
37 Baikkan
38 Selamat Tinggal Masa Lalu
39 Sebuah Tanda
40 Kebimbangan Aluna
41 Wanita Kesayangan
42 Bertemu Kembali
43 Kejutan Untuk Hariz
44 Drama Keluarga
45 Rencana Penculikan
46 Hukuman Untuk Hariz Part 1
47 Hukuman Untuk Hariz Part 2
48 Liburan Ke Pulau
49 Rumah Masa Depan
50 Obrolan Bersama Elsa
51 Bertemu Sandra dan Mona
52 Singkirkan Yang Menjadi Masalah
53 Makan Malam Bersama
54 Kedatangan Camelia
55 Kemarahan Camelia Pada Clara
56 Will You Marry Me
57 Tawaran Oma Ananta
58 Kebenaran Yang Sesungguhnya
59 Mengganggu Saja
60 Keributan Di Kediaman Bramantyo
61 Satu Lawan Dua
62 Kehancuran Camelia
63 Hadiah Dari Ananta
64 Obat Perangsang
65 Hari Pernikahan
66 Honeymoon
67 Honeymoon 2
68 Rumah Baru
69 Pregnant
70 Calon Pewaris
71 Pelayan Baru
72 Penyusup
73 Penyusup 2
74 Penyusup 3
75 Kematian Hariz Dan Clara
76 Q-time
77 Kebersamaan Keluarga
78 Bibit Pelakor
79 Bibit Pelakor 2
80 Bibit Pelakor 3
81 Lahirnya Sang Pewaris
82 Galen Haidar Bramantyo
83 Delapan puluh tiga
84 Delapan Puluh Empat
85 Delapan Puluh Lima
86 Delapan puluh Enam
87 Delapan Puluh Tujuh
88 Delapan Puluh Delapan
89 Delapan Puluh Sembilan
90 Sembilan puluh
91 Sembilan Puluh Satu
92 Sembilan Puluh Dua
93 Sembilan Puluh Tiga
94 Sembilan Puluh Empat
95 Sembilan Puluh Lima
96 Sembilan Puluh Enam
97 Sembilan Puluh Tujuh
98 Sembilan Puluh Delapan
99 Sembilan Puluh Sembilan
100 Seratus
101 Seratus Satu
102 Seratus Dua
103 Seratus Tiga (End)
104 Extra Part (End) Lamaran Untuk Elsa
105 Extra Part (End) Pesta Pernikahan Elsa dan Zaiyan.
106 Extra Part (End) Sandra Dan Deren
107 Extra Part (End) Kelahiran Arabella Quenza Bramantyo
108 Promosi Karya
Episodes

Updated 108 Episodes

1
Prolog
2
Kehilangan
3
Sesuatu Yang Tak Terduga
4
Mulai Bangkit
5
Mulai Melawan
6
Sebuah Pemberontakan
7
Pembelaan
8
Kenapa Aku Tidak Boleh Egois
9
Perubahan Hariz
10
Hutang 3 Miliyar
11
Kembali Berkuasa
12
Tak Merasakan Kenikmatan
13
Sopir Baru, Elgar
14
Sopir Baru, Elgar part 2
15
Keributan Di Butik
16
Tuan Dan Nyonya Bramantyo
17
Kebohongan Rania
18
Peringatan Untuk Elgar
19
Camelia
20
Perdebatan Pagi Hari
21
Kekesalan Elgar Pada Sandra
22
Saran dari Elgar
23
Makan Siang Bersama
24
Obrolan Bersama Arleta
25
Curhatan Aluna
26
Bertengkar Lagi
27
Kekacauan Aluna
28
Kebenaran Akan Camelia
29
Rencana Gugatan Perceraian
30
Acara Makan Malam
31
Kepergok
32
Ajakan Having S*x
33
Kemarahan Elgar
34
Elgar Alexander Bramantyo
35
Keyakinan Rania
36
Kegilaan Hariz
37
Baikkan
38
Selamat Tinggal Masa Lalu
39
Sebuah Tanda
40
Kebimbangan Aluna
41
Wanita Kesayangan
42
Bertemu Kembali
43
Kejutan Untuk Hariz
44
Drama Keluarga
45
Rencana Penculikan
46
Hukuman Untuk Hariz Part 1
47
Hukuman Untuk Hariz Part 2
48
Liburan Ke Pulau
49
Rumah Masa Depan
50
Obrolan Bersama Elsa
51
Bertemu Sandra dan Mona
52
Singkirkan Yang Menjadi Masalah
53
Makan Malam Bersama
54
Kedatangan Camelia
55
Kemarahan Camelia Pada Clara
56
Will You Marry Me
57
Tawaran Oma Ananta
58
Kebenaran Yang Sesungguhnya
59
Mengganggu Saja
60
Keributan Di Kediaman Bramantyo
61
Satu Lawan Dua
62
Kehancuran Camelia
63
Hadiah Dari Ananta
64
Obat Perangsang
65
Hari Pernikahan
66
Honeymoon
67
Honeymoon 2
68
Rumah Baru
69
Pregnant
70
Calon Pewaris
71
Pelayan Baru
72
Penyusup
73
Penyusup 2
74
Penyusup 3
75
Kematian Hariz Dan Clara
76
Q-time
77
Kebersamaan Keluarga
78
Bibit Pelakor
79
Bibit Pelakor 2
80
Bibit Pelakor 3
81
Lahirnya Sang Pewaris
82
Galen Haidar Bramantyo
83
Delapan puluh tiga
84
Delapan Puluh Empat
85
Delapan Puluh Lima
86
Delapan puluh Enam
87
Delapan Puluh Tujuh
88
Delapan Puluh Delapan
89
Delapan Puluh Sembilan
90
Sembilan puluh
91
Sembilan Puluh Satu
92
Sembilan Puluh Dua
93
Sembilan Puluh Tiga
94
Sembilan Puluh Empat
95
Sembilan Puluh Lima
96
Sembilan Puluh Enam
97
Sembilan Puluh Tujuh
98
Sembilan Puluh Delapan
99
Sembilan Puluh Sembilan
100
Seratus
101
Seratus Satu
102
Seratus Dua
103
Seratus Tiga (End)
104
Extra Part (End) Lamaran Untuk Elsa
105
Extra Part (End) Pesta Pernikahan Elsa dan Zaiyan.
106
Extra Part (End) Sandra Dan Deren
107
Extra Part (End) Kelahiran Arabella Quenza Bramantyo
108
Promosi Karya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!